Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Nilai Moral Sebagai Pembentukan Karakter Dalam Kumpulan Cerita Rakyat Bukit Batu Suli Kalimantan Tengah Dituliskan Oleh Rensi Sisilda Dan Implikasi Terhadap Pembelajaran Sastra Di SMP Tiara Tiara; Albertus Purwaka; Paul Diman; Lazarus Linarto; Isti Prihatini; Yusella Hara; Mersi Yani
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 2 (2023): Bhinneka
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v1i2.406

Abstract

Penelitian ini menganalisis mengenai nilai moral untuk pembentukan karakter dalam cerita rakyat Bukit Batu Suli yang dituliskan oleh Rensi Sisilda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) nilai moral untuk pembentukan karakter yang terdapat pada cerita rakyat Bukit Batu Suli (2) implikasi terhadap pembelajaran sastra di SMP kelas VII. Dari tujuh nilai moral hanya terdapat lima nilai moral yang terdapat dalam lima belas kutipan dalam cerita rakyat Bukit Batu Suli yang dituliskan oleh Rensi Sisilda. lima nilai moral untuk pembentukan karakter tersebut yaitu: (1) Bertanggung Jawab (Malalus gawi dengan bahalap) yaitu kesediaan dalam melakukan apa yang harus dilakukan dengan sebaik mungkin, (2) Keberanian (Menteng ureh) yaitu kesetiaan terhadap suara hati untuk mempertahankan sikap yang diyakini sebagai suatu kewajiban, (3) Kerendahan Hati (Bajenta bajurah) yaitu suatu sikap yang tidak berlebihan atau menyombongkan diri, dan (4) Kritis (Pintar harati) adalah tindakan untuk megoreksi atau memberikan saran baik terhadap segala kekuatan, kekuasaan dan wewenang. Hasil analisis lima nilai moral untuk pembentukan karakter yang paling dominan adalah sikap kritis yang terdapat dalam tujuh dari lima belas kutipan cerita rakyat Bukit Batu Suli yang ditulis oleh Rensi Sisilda. Kemudian hasil temuan data ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran sastra di SMP kelas VII, sesuai KD 3.15 Mengidentifikasi informasi tentang fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar. Setelah mempelajari materi ini, siswa dapat mempelajari apa itu nilai moral untuk pembentukan karakter. Perserta didik juga dapat menemukan nilai moral dalam cerita yang dibaca dan didengar.
TRAINING TO STRENGTHEN EARLY READING TEACHING SKILLS USING THE SYLLABUS-BASED READING LEARNING MODEL FOR LOWER ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS IN THE DISTRICT OF KAHAYAN TENGAH, PULANG PISAU REGENCY Petrus Purwadi; Paul Diman; Alifiah Nurachmana; Albertus Purwaka; Misnawati; Patrisia Cuesdeyeni; Lazarus Linarto; Linggua Sanjaya Usop; Syarah Veniaty; Stefani Ratu Lestariningtyas; Nirena Ade Christy; Yulina Mingvianita; Ibnu Yustiya Ramadhan; Hana Pertiwi; Noraida; Nurlita Feblian
BALANGA: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 13 No. 2 (2025): Journal Balanga Edisi Juli-Desember 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, FKIP, Universitas Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/balanga.v13i2.22254

Abstract

This community service program focuses on addressing the problem of low reading skills among lower grade students in Kahayan Tengah Subdistrict, Pulang Pisau Regency. Data from the Education Office (2023/2024) reveals that around 40% of third grade students in several elementary schools, such as in Bahu Palawa and Pamarunan, are not yet fluent in reading. This shows the urgency of improving teachers' capacity to deal with these learning difficulties. As a solution, a syllable learning model was introduced, designed to provide a systematic conceptual framework for letter recognition and word formation, thereby making it easier for students to achieve reading proficiency, which is also the foundation for writing. This reinforcement activity was carried out using a classic method that combined counseling, discussion, and hands-on practice. There were 38 participants, all teachers from the Hapakat Cluster 4 Teacher Working Group (KKG), which covers four elementary schools. Based on observations, 90% of the target participants successfully practiced the lessons well. Evaluation of the students showed an average score of 59.06 with a classical completeness of 25%, indicating the need for continuous intervention. The output of this program is an increase in teachers' knowledge and understanding in implementing early reading learning, which is expected to improve the quality of learning in the classroom. More broadly, the targeted final output is the publication of scientific articles in the PengabdianKu Journal of Muhammadiyah University Palangka Raya and the registration of Intellectual Property Rights .