Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementasi Usahatani Padi Sehat Mendukung Ketahanan Pangan Di Kabupaten Sleman, Yogyakarta Adi Prayoga; Nicky Oktav Fauziah; Sujono -; Rika Nalinda
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.116969

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui produktivitas, pendapatan dan kelayakan usahatani padi sehat yang merupakan salah satu program yang dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan kabupaten Sleman. Penelitian dilakukan di kecamatan Kalasan, yang merupakan salah satu wilayah lokasi pelaksanakan program pengembangan usaha budidaya padi sehat kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis produktivitas, pendapatan, dan kelayakan usahatani padi sehat. Sampel dalam penelitian ini adalah petani anggota kelompok tani yang sampai dengan saat pelaksanaan penelitian secara konsisten menerapkan usahatani padi sehat sebanyak 12 orang dengan rincian yaitu petani desa Purwomartani yang menerapkan usahatani padi sehat selama 2 tahun sebanyak 4 orang, petani desa Tirtomartani yang menerapkan usahatani padi sehat selama 3 tahun sebanyak 4 orang, petani desa Tamanmartani yang menerapkan usahatani padi sehat selama 4 tahun sebanyak 4 orang, dan petani yang menerapkan usahatani padi konvensional dari ketiga desa masing-masing sebanyak 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Produktivitas usahatani padi sehat secara bertahap meningkat, secara berurutan produktivitas usahatani padi sehat tahun kedua, ketiga dan keempat adalah 5,58 t/ha; 5,73 t/ha; dan 7,28 t/ha. Produktivitas usahatani padi sehat tahun keempat lebih tinggi dari produktivitas yang dicapai usahatani padi konvensional sebesar 5,94 t/ha, 2) Pendapatan usahatani padi sehat secara bertahap meningkat, secara berurutan pendapatan usahatani padi sehat tahun kedua, ketiga dan keempat adalah Rp 15.855.553,75; Rp19.818.937,50; dan Rp 45.806.191,51.  Pendapatan usahatani padi sehat tahn keempat lebih tinggi dari pendapatan yang dicapai usahatani padi konvensional sebesar Rp 25.443.277,78 dan 3) Nilai R/C usahatani padi sehat secara bertahap meningkat, secara berurutan nilai R/C usahatani padi sehat tahun kedua, ketiga dan keempat adalah 1,86; 2,41; dan 5,26. Nilai R/C usahatani padi sehat tahun keempat lebih tinggi dari nilai R/C yang dicapai usahatani padi kenvensional sebesar 2,93. Dengan nilai R/C >1 maka usahatani padi sehat menguntungkan dan layak dikembangkan. 
Optimalisasi Produktivitas Benih Padi Kelas Stock Seed pada Berbagai Varietas dan Sistem Tanam Ivana Ayu Permatasari; Suharno; Nicky Oktav Fauziah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/vvhp7r70

Abstract

Penurunan produksi benih padi kelas Stock Seed (SS) di Indonesia menjadi ancaman serius, sehingga membutuhkan penggunaan varietas unggul dan sistem tanam yang tepat untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh varietas dan sistem tanam terhadap produktivitas benih padi kelas Stock Seed (SS). Penelitian dilaksanakan pada November 2025 hingga Februari 2026 di lahan sawah irigasi, Kabupaten Sleman, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri atas varietas Inpari 32, Inpari 42, dan Cakrabuana, sedangkan faktor kedua meliputi sistem tanam Tegel, Jajar Legowo, dan Larik. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas dan sistem tanam berpengaruh terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan hasil tanaman padi, sedangkan interaksi kedua faktor hanya terjadi pada parameter berat gabah kering. Varietas Inpari 32 dan Inpari 42 menghasilkan produktivitas lebih tinggi dibandingkan varietas Cakrabuana. Sistem tanam Larik memberikan produktivitas tertinggi sebesar 6,23 ton/ha karena memiliki populasi tanaman lebih banyak per satuan luas. Namun, kepadatan populasi pada sistem tanam Larik berpotensi meningkatkan kelembapan yang dapat memicu penyakit patah leher (neck blast).