Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Population of P-solubilizer bacteria, available P, P Uptake and chili yield affected by bioameliorants and nutrient Fitriatin, Betty Natalie; Dita, Limbong Agatha Dita; Fauziah, Nicky Oktav Fauziah; Simarmata, Tualar Simarmata; Fakhrurroja, Hanif Fakhrurroja
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.44502

Abstract

The consumption of red chili (Capsicum annum L.) increased annually, requiring higher productivity. However, this is not supported by optimal soil fertility which has a low nutrient content. This research aimed to examine the interaction between bioameliorant dose (B) and nutrient solution application interval (F) on phosphate solubilizing bacteria (PSB), available P, P uptake, fruit weight per plant, and fruit weight per fruit. The research was conducted using a Factorial Randomized Block Design with two factors and three replications (bioamelioran dosage: 0, 3, 6 t ha-1) and nutrient solution application interval: every one, three, and five days. The results showed an interaction effect on fruit weight with the best treatment being a bioameliorant dose of 3 t ha-1 and a nutrient solution interval once a day. The bioameliorant increased available P and the nutrient solution interval had influenced on soil available P and fruit weight per plant. Application of a bioameliorant dose of 3 t ha-1 and nutrient solution interval once a day produced the highest yield of chili.   ABSTRAK Konsumsi cabai merah (Capsicum annum L.) meningkat setiap tahunnya, sehingga membutuhkan produktivitas yang lebih tinggi. Namun, hal ini tidak didukung oleh kesuburan tanah yang optimal serta memiliki kandungan nutrisi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis bioamelioran (B) dan interval pemberian larutan hara (F) terhadap bakteri pelarut fosfat (BPF), P-tersedia, serapan P, bobot buah per tanaman, dan bobot buah per buah. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan (dosis bioamelioran: 0, 3, 6 t ha-1) dan interval pemberian larutan hara: setiap satu, tiga, dan lima hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh interaksi terhadap rerata berat buah, dengan perlakuan terbaik adalah dosis bioamelioran 3 t ha-1 dan interval pemberian larutan hara satu kali sehari. Pemberian bioamelioran mampu meningkatkan P-tersedia. Interval pemberian larutan hara mempengaruhi kandungan P-tersedia tanah dan bobot buah per tanaman. Aplikasi bioamelioran dengan 3 t ha-1 dan interval pemberian larutan hara satu kali sehari menghasilkan hasil cabai merah tertinggi.   Kata kunci: Cabai Merah, Mikroba Menguntungkan, Pembenah Tanah, Unsur Hara
Perbandingan Daya Hasil Varietas Bawang Merah di Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta Megawati, Sari; Fauziah, Nicky Oktav; Rajiman, Rajiman
Jurnal Media Pertanian Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v10i2.264

Abstract

Penggunaan varietas unggul merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah. Varietas merupakan salah satu faktor kunci yang mempengaruhi pertumbuhan bawang merah. Suatu varietas dikatakan adaptif terhadap kondisi lingkungannya apabila pertumbuhan dan produktivitasnya tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dibandingkan dengan kinerjanya di daerah penanaman asalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi hasil beberapa varietas bawang merah di Kabupaten Sleman. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2024 di Kecamatan Kalasa, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan varietas (V): V1 = Katumi, V2 = Kuning, V3 = Pikatan, V4 = Gempita Agrihorti, V5 = Kramat 1, dan enam kali ulangan, sehingga diperoleh total 30 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Gempita Agrihorti (V4) menunjukkan parameter pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi pada umur 1-2 minggu setelah tanam (MST). Sementara itu, varietas Katumi (V1) secara konsisten menunjukkan kinerja terbaik pada beberapa parameter, meliputi bobot daun segar per rumpun, bobot biomassa segar per rumpun, bobot biomassa kering per rumpun, dan total padatan terlarut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi penggunaan varietas adaptif lain dan jenis pupuk yang cocok untuk budidaya di dataran rendah, seperti di Kabupaten Sleman.
The influence of ameliorant, nutrient solution and bioferilizer on soil P, plant P uptake, and yield of red chili. Fitriatin, Betty Natalie; Dupa, Putri Siska Ekayanti; Fauziah, Nicky Oktav; Wong, Mui-Yun; Simarmata, Tualar
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/35886

Abstract

The productivity and quality of red chili are greatly influenced by soil conditions and the availability of nutrients. Nutrients play a critical role in the growth and development of red chili plants. This experiment aimed to determine the combination of ameliorant, nutrient solution, and biofertilizer on the population of phosphate-solubilizing bacteria (PSB), available P, P-uptake, and red chili production in Inceptisols. The experiment was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experiment used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with seven treatments and four replications, consisting of control, NPK, and nutrient solution (NS) with doses of 0, 6, and 12 kg ha-1 biofertilizers. The dosage used in a single application was 15 g plant-1 of NPK fertilizer and 300 mL plant-1 of nutrient solution. The base fertilizer consisted of manure in the control treatment and an ameliorant in other treatments at a dose of 4 t ha-1. The results showed that the combination of ameliorant + NPK + 6 kg ha-1 biofertilizer increased PSB population (4.93 x 106 CFU mL-1), available P (15.4 ppm), and P-uptake (0.74 g plant-1). Meanwhile, the combination of ameliorant + nutrient solution + 6 kg ha-1 biofertilizer increased fruit diameter (15 mm), and length of red chili (17.3 cm). Correlation analysis indicated positive correlation between red chili production with stem diameter and fruit length, but a negative correlation with P-uptake. Regression analysis indicated that stem diameter and PSB population had the most dominant effect on red chili yield. Produktivitas dan kualitas cabai merah sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah dan ketersediaan unsur hara. Unsur hara memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai merah. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi amelioran, larutan hara dan biofertilizer terhadap populasi bakteri pelarut fosfat (BPF), P tersedia, serapan P, dan produksi cabai merah pada tanah Inceptisols. Percobaan dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tujuh perlakuan dan empat kali ulangan, terdiri dari: kontrol, NPK dan Larutan Hara dengan dosis 0, 6, dan 12 kg ha-1 pupuk hayati. Dosis yang digunakan dalam satu kali aplikasi adalah pupuk NPK 15 g tanaman-1 dan larutan hara 300 mL tanaman-1. Pupuk dasar berupa pupuk kandang pada perlakuan kontrol dan amelioran pada perlakuan lain dengan dosis 4 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi amelioran + NPK + 6 kg ha-1 pupuk hayati mampu meningkatkan populasi BPF (4,93 x 106 CFU mL-1), P tersedia (15,4 ppm), dan serapan P (0,74 g tanaman-1). Sementara itu, kombinasi amelioran + larutan hara + 6 kg ha-1 pupuk hayati mampu meningkatkan diameter buah (15 mm), dan panjang cabai merah (17,3 cm). Analisis korelasi menunjukkan korelasi positif antara produksi cabai merah dengan diameter batang dan panjang buah, tetapi korelasi negatif dengan serapan P. Analisis regresi menunjukkan bahwa diameter batang dan populasi BPF memiliki pengaruh paling dominan terhadap hasil cabai merah.
Utilization of Vegetable Waste to Produce Local Microorganisms by Gapoktan Patri in Selopamioro Village, Bantul Meyzita, Chania; Euriga, Epsi; Fauziah, Nicky Oktav
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i2.682

Abstract

This study aims to examine the implementation and evaluation of an agricultural extension program based on the utilization of vegetable waste to produce local microorganisms by the Farmers Group Association (Gapoktan Patri) in Selopamioro Village, Bantul. The research was conducted through an extension activity using lecture and demonstration methods, targeting 20 Patri Farmers Group Association (Gapoktan) members. The analysis showed that the extension program improved farmers’ knowledge, attitudes, and skills, as measured by pre-test and post-test questionnaires. Knowledge increased by 6%, attitudes by 3.14%, and skills by 67.5%. Furthermore, the evaluation of the extension program revealed that its effectiveness was 6% for knowledge (less effective), 3% for attitudes (less effective), and 67% for skills (effective). Meanwhile, the effectiveness of behavior change was 24% for knowledge (less effective), 21% for attitudes (less effective), and 89% for skills (effective). Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2: Zero HungerSDG 12: Responsible Consumption and ProductionSDG 4: Quality EducationSDG 13: Climate Action
PERENDAMAN MEDIA COCOPEAT DAN PEMBERIAN KALSIUM KARBONAT (CACO₃) TERHADAP KUALITAS MEDIA TANAM DAN PRODUKSI BENIH MELON HIDROPONIK Prio sujarwo; Agus Wartapa; Nicky Oktav Fauziah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1812

Abstract

Cocopeat merupakan media tanam yang berasal dari sabut kelapa, dapat menyerap dan menyimpan air dengan baik serta memiliki pH bekisar antara 5.0-6.8, namun cocopeat memiliki kekurangan yakni mengandung zat tanin yang tinggi sehingga bersifat toksik bagi tanaman dan dapat menurunkan efisiensi penyerapan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kandungan zat tanin dalam cocopeat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu lama perendaman cocopeat (0, 2, 4, dan 6 hari) dan dosis CaCO₃ (0, 0,5, 1, dan 1,5 gram/kg cocopeat). Percobaan terdiri dari 16 kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 3 ulangan, sehingga total terdapat 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan zat tanin perlakuan kombinasi perendaman 6 hari dan CaCO₃ 1,5 g/kg (D3P3) memberikan hasil terbaik dalam menurunkan kandungan tanin (hingga 639,33 ppm), dan Perlakuan meningkatkan pH media tanam (menjadi 5,53). Sementara itu, umur berbunga dan produksi benih per tanaman tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan.
Hubungan Tingkat Keberdayaan Petani Terhadap Penerapan Pupuk Organik Cair Diperkaya Nitrobacter Di Desa Bengkal Kabupaten Temanggung Lulu’a Haqi Rahmani; Sukadi Sukadi; Nicky Oktav Fauziah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1964

Abstract

Penerapan pupuk organik cair yang diperkaya Nitrobacter di Desa Bengkal tergolong masih rendah meskipun kegiatan penyuluhan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberdayaan petani pada variabel-variabel kesadaran dan keinginan berubah, kemampuan meningkatkan kapasitas untuk memperoleh akses, kemampuan menghadapi hambatan, dan kemampuan kerjasama dan solidaritas, tingkat penerapan pupuk organik cair yang diperkaya nitrobacter dan pengaruh variabel-variabel tingkat keberdayaan petani secara simultan dan parsial terhadap penerapan pupuk organik cair yang diperkaya Nitrobacter serta pengaruh keberdayaan petani terhadap penerapan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024 sampai Juni 2025 di Desa Bengkal Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif (hubungan) kausal. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang melibatkan 32 responden dari kelompok Tani Ngudi Rejeki. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan meningkatkan kapasitas akses berpengaruh signifikan terhadap penerapan pupuk organik cair Nitrobacter. Sementara kesadaran dan keinginan untuk berubah, kemampuan menghadapi hambatan, dan kemampuan kerjasama dan solidaritas tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel keberdayaan berpengaruh signifikan terhadap penerapan pupuk organik cair yang diperkaya Nitrobacter. Dengan demikian, meningkatkan kapasitas untuk memperoleh akses dan kemampuan menghadapi hambatan menjadi fokus utama dalam pemberdayaan untuk mendorong optimalisasi penerapan pupuk organik cair Nitrobacter.
Keragaan Hasil dan Morfologi Beberapa Varietas Sawi Pahit (Brassica juncea L.) di Dataran Tinggi Diana Trisna Levia; Rajiman Rajiman; Nicky Oktav Fauziah
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.2003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter agronomi dan morfologi beberapa varietas sawi pahit (Brassica juncea L.) yang dibudidayakan pada kondisi dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2026 di Desa Tejosari, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, pada ketinggian 1.140 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor yang terdiri atas empat varietas (SWBI002, SA 996, TM 701, dan Morakot) yang diulang sebanyak empat kali. Parameter agronomi yang diamati meliputi umur panen, tinggi tanaman, ukuran daun, jumlah daun, produktivitas hasil, daya simpan, dan umur berbunga, sedangkan karakter morfologi meliputi bentuk daun, warna daun, warna bunga, bentuk biji, warna biji, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata terhadap umur panen, tinggi tanaman, panjang daun, hasil, dan umur berbunga, namun tidak berpengaruh nyata terhadap lebar daun, jumlah daun, dan daya simpan. Varietas SWBI002 menghasilkan produksi tertinggi (27,35 ton/ha) dan memiliki rasa sedikit pahit, sedangkan varietas lainnya memiliki rasa pahit. Perbedaan morfologi terlihat pada bentuk daun, warna daun dan warna tangkai bunga. Variasi tersebut terutama dipengaruhi oleh faktor genetik. Penelitian ini penting dilakukan karena informasi mengenai karakter agronomi dan morfologi beberapa varietas sawi pahit pada kondisi dataran tinggi masih terbatas, khususnya yang mengkaji hubungan antara produktivitas, karakter morfologi, dan preferensi kualitas hasil secara bersamaan. Penelitian-penelitian sebelumnya umumnya hanya berfokus pada pertumbuhan dan hasil tanaman tanpa melakukan evaluasi morfologi secara komprehensif pada berbagai varietas sawi pahit di lingkungan dataran tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk memperoleh informasi ilmiah yang lebih lengkap sebagai dasar pemilihan varietas unggul yang adaptif, produktif, dan memiliki karakter morfologi yang sesuai dengan kebutuhan budidaya maupun preferensi pasar.
Pemberdayaan Kelembagaan Petani melalui Strategi Penguatan Kapasitas Manajerial dan Kebijakan Internal di Gapoktan Tamanan Makmur: Empowering Farmer Institutions through Managerial Capacity and Internal Policy Strategies at Tamanan Makmur Gapoktan Wafiq Nur Arbian; Nicky Oktav Fauziah; Sujono Sujono
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1184

Abstract

Sektor pertanian di Kalurahan Tamanan menghadapi tantangan stagnasi kelembagaan petani pascapandemi, terutama pada aspek manajerial dan administrasi organisasi. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan kapasitas kelembagaan pada Gabungan Kelompok Tani Tamanan Makmur guna meningkatkan peran dan fungsinya dalam pemberdayaan petani. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap delapan informan, serta diskusi kelompok terarah. Analisis data dilakukan menggunakan matriks evaluasi faktor Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE), analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) serta matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi internal lembaga masih lemah dengan skor 2,02, sementara kondisi eksternal memiliki peluang kuat denganskor 2,70. Posisi kelembagaan berada pada strategi berbenah diri atau Kuadran III (turnaround). Strategi prioritas utama yang dihasilkan dari analisis matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) adalah penguatan tata kelola administrasi dan kebijakan internal dengan skor daya tarik tertinggi sebesar 3,55. Program pemberdayaan ini menekankan bahwa penguatan fondasi internal kelembagaan dapat dilakukan melalui penertiban administrasi dan penyusunan kebijakan internal organisasi. Fokus pada pembenahan sistem manajerial ini telah diimplementasikan melalui penyusunan aturan internal Gapoktan serta penerapan empat buku administrasi wajib (Buku Kas, Buku Inventaris, Buku Daftar Hadir, dan Buku Notulen) guna menciptakan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel dalam mendukung kemandirian petani di wilayah peri-urban.
Aplikasi Dosis Pupuk NPK 16-16-16 dan POC Terhadap Produktivitas Benih Padi Foundation Seed (FS) Varietas Segreng Handayani Sabil Yusra Dilamin; Nicky Oktav Fauziah; Suharno
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 4 No. 2 (2026): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (Mei 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v4i2.647

Abstract

Varietas Segreng Handayani merupakan varietas unggulan yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul, namun petani belum memiliki dosis pemupukan terbaik. Penelitian bertujuan mengetahui dosis antara pupuk NPK dan POC terhadap produktivitas padi gogo varietas Segreng Handayani. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2025 sampai Februari 2026 di Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor 1 dosis pupuk NPK 16-16-16 (0, 100, 150, 200 kg ha-1) dan faktor 2 dosis POC XSALAK (0, 15, 20 l ha-1), menghasilkan 12 kombinasi dengan 3 ulangan 36 unit percobaan. Parameter yang diamati yaitu berat jerami basah, gabah kering panen (GKP) ha-1, dan gabah kering simpan (GKS) ha-1. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut DMRT 5% menggunakan Excel dan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi pengaruh nyata pada kombinasi pupuk NPK 0 kg ha-1 dan POC 20 l ha-1 terhadap berat jerami basah 356,67 g. Sementara itu, pengaruh nyata mandiri pupuk NPK 150 kg ha-1 terhadap gabah kering panen (GKP) 4,84 t ha-1 dan gabah kering simpan (GKS) 4,36 t ha-1. Pengaruh nyata mandiri POC XSALAK 20 l ha-1 terhadap gabah kering panen (GKP) sebesar 4,60 t ha-1.
Strengthening the Online Marketing Capacity of Agensia Hayati Through Facebook: A Strategy for the Menur Women Farmers Group Latif Nur Huda; Endah Puspitojati; Nicky Oktav Fauziah
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 4 No. 2 (2026): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v4i2.1016

Abstract

Menur Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani, KWT) is a farmer institution engaged in the production and provision of biological control agents in Murtigading Village, Sanden Kapanewon, Bantul Regency. Although the group has adequate production capacity and good technical skills, the marketing of KWT Menur products still faces several constraints, particularly limited digital promotion and weak product brand identity. This study aimed to analyze internal and external factors, formulate an online marketing strategy through Facebook, and develop a community empowerment design to strengthen the marketing capacity of KWT Menur. This study employed a mixed-methods approach with an embedded design. Data were collected from 25 respondents through observation, in-depth interviews, documentation, questionnaires, and Focus Group Discussion (FGD). Data were analyzed using the IFAS, EFAS, SWOT, and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) matrices. The results showed that the group’s internal condition was strong, with an IFAS score of 2.902, while the external environment was supportive, with an EFAS score of 2.976. These results placed KWT Menur in Quadrant I, indicating an aggressive growth strategy. The QSPM analysis showed that the main priority strategy was strengthening the branding of environmentally friendly products, with a Total Attractiveness Score (TAS) of 7.516. Strengthening branding, improving product packaging, and enhancing digital marketing skills through Facebook are expected to expand market reach, increase product competitiveness, and support the sustainability of the biological control agent enterprise managed by KWT Menur.