Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan Mobile JKN Untuk Peningkatan Akses Layanan Kesehatan di Puskesmas Wenang Rumayar, Adisti Aldegonda; Tucunan, Ardiansa A. T.; Musa, Ester Candrawati
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/spchq582

Abstract

Rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan di Puskesmas Wenang, Kota Manado, menjadi permasalahan yang perlu segera diatasi karena dapat menghambat pencapaian derajat kesehatan masyarakat. Salah satu penyebab utama adalah rendahnya literasi digital masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi Mobile JKN yang disediakan oleh pemerintah. Padahal, aplikasi ini dirancang untuk mempermudah akses layanan kesehatan seperti pendaftaran antrean online dan pengecekan status kepesertaan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan penggunaan aplikasi Mobile JKN yang dilaksanakan pada 8 September 2025 dengan melibatkan 11 peserta. Metode yang digunakan adalah penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman, dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung untuk meningkatkan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan peserta, di mana rata-rata skor pre-test sebesar 45,5% meningkat menjadi 88,2% pada post-test. Sebanyak 90,9% peserta mampu secara mandiri mendaftar antrean online dan mengecek status kepesertaan setelah pelatihan. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung efektif meningkatkan literasi digital dan mendorong pemanfaatan layanan kesehatan berbasis teknologi, sehingga direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala sebagai upaya memperluas akses dan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.
The Acceptance of Covid-19 Vaccine in North Sulawesi Community: Prevalance and Risk Factor Nelwan, Jeini Ester; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Ticoalu, Jansje Vera; Musa, Ester Candrawati; Ottay, Ronald Imanuel
International Journal of Natural and Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijnhs.v2i1.1186

Abstract

Vaccination stands as the sole preventive measure against the transmission of COVID-19. The vaccination rollout in Indonesia comprises three stages: primary vaccinations 1 and 2, along with an additional 3rd or booster vaccination. However, certain regions still exhibit a stage 2 vaccination coverage below 70%. Various factors, including age and gender, impact the acceptance of the Covid-19 vaccine. The objective of this study was to scrutinize the association between age, gender, and the acceptance of Covid-19 vaccination in the jurisdiction of the Kawangkoan Barat Public Health Center. Conducted between February and July 2022, this correlational research involved 400 respondents aged 18 and above. The study variables encompassed age, gender, and vaccination acceptance, assessed through a fill-in sheet. Bivariate data analysis employed the chi-square test, revealing a significant correlation between age and vaccination acceptance. The prevalence ratio (PR) of 1.504 indicated that individuals aged 18-59 years were 1.504 times more likely to have incomplete vaccinations. However, gender did not exhibit a significant correlation with vaccination acceptance. In conclusion, age emerges as a correlated factor influencing the acceptance of Covid-19 vaccination
Hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita 6-23 bulan Telew, Christalia Renata Keren; Malonda, Nancy Swanida Henriette; Musa, Ester Candrawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1281

Abstract

Background: Nutritional problems such as underweight, stunting, wasting, and overweight are caused by a lack of exclusive breastfeeding. Breastfeeding during the first six months of life provides a source of energy and offers numerous benefits. Furthermore, breastfeeding can prevent nutritional problems in toddlers. Purpose: To determine the relationship between a history of exclusive breastfeeding and the nutritional status of toddlers aged 6-23 months. Method: This quantitative, observational, and analytical cross-sectional study was conducted from March to July 2025. The study population was toddlers aged 6-23 months living in Tounelet Village, Kaweng Village, and Paslaten Village. The sampling technique used was total sampling. The instruments used in this study were questionnaires and anthropometric measuring instruments. Data analysis used the chi-square statistical test with a significance level of p<0.05. Results: In this study, the majority of toddlers (53) were not exclusively breastfed and had normal nutritional status, as measured by weight/age (91.6%), height/age (88.4%), and weight/length (80.0%). Fisher's exact test yielded a p-value >0.05, indicating no significant association between a history of exclusive breastfeeding and the nutritional status of toddlers aged 6-23 months based on the weight/age, height/age, and weight/length indices. Conclusion: No significant association was found between a history of exclusive breastfeeding and nutritional status based on three indicators: weight/age, height/age, and weight/length in toddlers aged 6-23 months. However, mothers with toddlers should exclusively breastfeed for the first 6 months of life and regularly attend integrated health post.   Keywords: History of Exclusive Breastfeeding; Nutritional Status; Toddlers.   Pendahuluan: Masalah gizi yang terjadi seperti underweight, stunting, wasting, dan overweight salah satu penyebab terjadinya masalah gizi tersebut adalah kurangnya pemberian ASI eksklusif. Pemberian ASI selama 6 bulan kehidupan pertama merupakan sumber energi dan memiliki banyak manfaat. Selain itu, yang terpenting dapat mencegah terjadinya masalah gizi kepada balita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita 6-23 bulan. Metode: Penelitian kuantitatif yang bersifat obsevasional analitik dengan desain penelitian cross sectional study di laksanakan pada bulan Maret-Juli 2025. Populasi pada penelitian ini yaitu balita yang berdomisili di desa Tounelet, desa Kaweng dan desa Paslaten berusia 6-23 bulan, dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Instrumen yang digunakan pada pada penelitian ini berupa kuesioner alat pengukuran antropometri. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat kemaknaan p<0.05. Hasil: Pada penelitian ini, sebagian besar balita tidak diberikan ASI secara eksklusif sebanyak 53 balita (55.8%), memiliki status gizi normal yang dilihat berdasarkan indikator/indeks BB/U (91.6%), PB/U (88.4%), dan BB/PB (80.0%). Hasil dari alternatif uji fisher’s exact test diperoleh nilai p >0.05, maka dinyatakan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita 6-23 bulan berdasarkan indeks BB/U, PB/U, dan BB/PB. Simpulan: Tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi berdasarkan 3 indikator, yaitu BB/U, PB/U, dan BB/PB pada balita dengan kelompok 6-23 bulan. Meskipun begitu ibu yang memiliki balita seharusnya dapat memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan secara rutin mengikuti kegiatan posyandu.   Kata Kunci: Balita; Riwayat Pemberian ASI Eksklusif; Status Gizi.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 TONDANO Rori, Aprillia Claudia; Musa, Ester Candrawati; Sanggelorang, Yulianty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.48260

Abstract

Status gizi adalah suatu kondisi keadaan tubuh seseorang sebagai hasil dari asupan makanan yang dikonsumsi dengan keseimbangan kebutuhan tubuh dan pengeluaran akibat aktivitas. Masa remaja merupakan masa dimana banyak terjadi ketidakseimbangan antara asupan gizi dan kecukupan gizi yang dianjurkan sehingga menyebabkan permasalahan gizi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja di SMA Negeri 1 Tondano. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang ada di SMA Negeri 1 Tondano yang memiliki populasi yaitu 330 siswa dengan jumlah sampel 60 siswa yang diperoleh melalui teknik probability sampling dengan metode systematic random sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 – April 2025 di SMA Negeri 1 Tondano, Kabupaten Minahasa. Instrumen dalam penelitian ini yaitu informed consent, tabel angka kecukupan gizi (AKG) permenkes 2019, formulir food recall 24 jam, buku foto makanan, timbangan berat badan, dan alat ukur tinggi badan (Microtoise seca). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik spearman rank, dengan hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat (p = 0,060; r = 244), protein (p = 0,188; r = 0,150), dan lemak (p = 0,114; r = 0,388) dengan status gizi pada remaja di SMA Negeri 1 Tondano. Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja di SMA Negeri 1 Tondano.
The Correlation between Age and Work Stress in Ship Crew at Tumumpa Beach Fisheries Port, Manado City Jacobs, Rivald Semuel; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Musa, Ester Candrawati
Journal of Midwifery History and Philosophy Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Work stress is the main indication that results in physical, mental and behavioral disruption of everyone, this is due to the inability of individuals to cope with stressors. Ship crew members are a vulnerable job and are at risk of work stress. Age is one of the triggering factors for work stress which as you get older, it will increase the risk of work stress. Purpose. The purpose of this study is to measure the relationship between age and work stress in the crew of the ship at the Tumumpa Beach Fisheries Port, Manado City. Method. This is an observational research with a cross sectional approach. This research was carried out at the Tumumpa Beach Fisheries Port in July-November 2023. The number of samples used in this study was 156 respondents. The variables of this study are divided into 2, namely age and work stress. Primary data collection was obtained directly from the distribution of questionnaires using the self-administered questionnaire method. Data analysis was carried out univariate and bivariate. Results. The results showed that the age of the respondents ranged from 17-64 years with an average age of 36.22 years. The results of this study show that the work stress score is in the interval of 90-119. The average work stress score was 107.23. In addition, the most respondents were distributed in the Medium category with 114 respondents (73.1%). The results of the analysis based on the Pearson Correlation test obtained a significance value of 0.311. This value shows that there is no significant relationship between age and work stress. Conclusion. It can be concluded that age is not related to work stress in crew members at Tumumpa Beach Fisheries Port, Manado City. Further analysis can be carried out in the next research to measure which variables are the factors causing work stress in crew members so that it can be the basis for policies for work stress control in crew members.
Hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi pada pelajar Kewo, Dhea Virjinia; Musa, Ester Candrawati; Sanggelorang, Yulianty
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1719

Abstract

Background: Nutritional problems arise from an imbalance between nutrient intake and the body's physiological needs. Adolescent nutritional status is an important indicator of health influenced by various factors, one of which is sleep quality. Poor sleep quality can affect the regulation of the hormones leptin and ghrelin, thus impacting appetite and the body's energy balance. Purpose: To analyze the relationship between sleep quality and nutritional status. Method: The study used a quantitative approach with a cross-sectional design, conducted from March to September 2025 at Tondano 2 State Senior High School. The entire student population, totaling 88 respondents, was included through a total sampling method. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and Body Mass Index for Age (BMI/Age) measurements, then analyzed using the chi-square test. Results: The majority of students (51 respondents) had poor sleep quality, and 61 (69.3%) had poor nutritional status. The bivariate analysis yielded a p-value of 0.023 (p<0.05). This indicates a relationship between sleep quality and nutritional status. Conclusion: There is a relationship between sleep quality and nutritional status in respondents, as shown by the p-value of 0.023. Suggestion: Further research with a different design and the addition of other variables is needed to obtain a more comprehensive picture of the relationship between sleep quality and nutritional status.   Keywords: Nutritional Status; Sleep Quality; Students.   Pendahuluan: Masalah gizi timbul akibat ketidakseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan fisiologis tubuh. Status gizi remaja merupakan indikator penting kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi regulasi hormon leptin dan ghrelin, sehingga berdampak pada nafsu makan dan keseimbangan energi tubuh. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, dilaksanakan pada Maret–September 2025 di SMA Negeri 2 Tondano. Seluruh populasi pelajar yang berjumlah 88 responden diikutsertakan melalui metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan pengukuran Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square.  Hasil: Sebagian besar pelajar memiliki kualitas tidur yang buruk, yaitu sebanyak 51 responden (58.0%), dan responden memiliki status gizi normal, yaitu sebanyak 61 responden (69.3%). Hasil analisis bivariat diperoleh p-value sebesar 0.023 (p<0.05). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan kualitas tidur dengan status gizi. Simpulan: Terdapat hubungan antara kualitas tidur dan status gizi pada responden, ditunjukkan dengan hasil p-value 0.023. Saran: Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan desain berbeda dan penambahan variabel lain diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan kualitas tidur dengan status gizi.   Kata Kunci: Kualitas Tidur; Status Gizi; Pelajar.