Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan antara perilaku sedentari dengan status gizi pada pelajar Therianto, Febrina Melly Chriesanty; Musa, Ester Candrawati; Langi, Fima Lanra Fredrik Gerarld
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2052

Abstract

Background: Sedentary behavior, or a lack of movement, can have negative health consequences if allowed to persist over time. One impact of sedentary behavior is nutritional status. Teenagers who are sedentary are also at higher risk of obesity and non-communicable diseases (chronic illnesses). Purpose: To analyze the relationship between sedentary behavior and nutritional status. Method: This quantitative research used a cross-sectional approach. The population studied were students at State Senior High School 2 Tondano in July-September 2025. The sample used was 88 respondents selected through a total sampling technique. The instruments used were the Physical Activity Questionnaire of Adolescents (PAQ-A) questionnaire to observe physical activity and assess sedentary behavior of students in adolescence, and a height and weight measuring instrument to measure nutritional status. Results: The average physical activity questionnaire of adolescents (PAQ-A) score of students was quite low, with results around 1.80 with a standard deviation of 0.40. The average sample student had a body mass index (BMI) in the good category (mean 22.09 ± 5.14 kg/m2). However, 14 (16%) of the sample students were in the obese category (BMI/U Z score above +2 SD). The results of the bivariate analysis obtained a p value of 0.65 (p>0.05), meaning that H0 was accepted and the hypothesis was rejected. This indicates that there is no relationship between sedentary behavior and nutritional status in students. Conclusion: The association between sedentary behavior and nutritional status was not statistically significant, but the direction of the association suggests that lower physical activity may be associated with an increased risk of overnutrition. Suggestion: Further research with longitudinal designs and more objective measures of sedentary behavior is recommended to strengthen the causal evidence.   Keywords: Nutritional Status; Sedentary Behavior; Students.   Pendahuluan: Perilaku sedentari merupakan perilaku menetap atau kurang bergerak, perilaku ini memiliki dampak buruk untuk kesehatan jika dibiarkan dalam waktu yang lama. Salah satu dampak yang dapat dipengaruhi oleh perilaku sedentari yaitu status gizi. Remaja yang kurang bergerak juga dapat berisiko lebih tinggi mengalami kegemukan, hingga berisiko mengalami penyakit tidak menular (penyakit kronis). Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara perilaku sedentari dengan status gizi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti adalah pelajar di SMA Negeri 2 Tondano pada bulan Juli-September 2025. Sampel yang digunakan sebanyak 88 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner physical activity questionnaire of adolescents (PAQ-A) untuk melihat aktivitas fisik dan menilai perilaku sedentari pelajar diusia remaja, alat ukur tinggi badan dan berat badan untuk mengukur status gizi. Hasil: Rata-rata skor PAQ-A pelajar cukup rendah dengan hasil di sekitar 1.80 dengan standar deviasi 0.40. Rata-rata pelajar sampel memiliki indeks massa tubuh (IMT) dalam kategori baik (mean 22.09 ± 5.14 kg/m2). Namun, sebanyak 14 responden (16%) telah berada di kategori obese (skor Z IMT/U di atas +2 SD). Hasil analisis bivariat diperoleh p value sebesar 0.65 (p>0.05), artinya H0 diterima, maka hipotesis ditolak. Hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan perilaku sedentaridengan status gizi pada pelajar. Simpulan: Hubungan antara perilaku sedentari dan status gizi tidak signifikan secara statistik, namun arah hubungan menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang lebih rendah mungkin berkaitan dengan peningkatan risiko gizi lebih. Saran: Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal dan pengukuran perilaku sedentari yang lebih objektif disarankan untuk memperkuat bukti kausal.   Kata Kunci: Pelajar; Perilaku Sedentari; Status Gizi.
Hubungan antara pola pemberian makan dengan status gizi balita Datu, Deva Monica Mayomi; Punuh, Maureen Irinne; Musa, Ester Candrawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2295

Abstract

Background: Adequate and balanced nutrition is essential to support children's physical growth and brain development, maintain the immune system, and meet energy needs for daily activities. Appropriate diet, including menu preparation and maternal feeding methods, plays a crucial role in meeting these nutritional needs. Purpose: To analyze the relationship between diet and nutritional status in toddlers. Method: This quantitative study used an observational analytical design and a cross-sectional approach. The study was conducted in Pineleng District, Minahasa Regency, from May to August 2025. A random sampling technique was used to select 80 toddlers aged 2–5 years. Data were collected using the Child Diet Questionnaire (CFQ), interviews, and anthropometric measurements, including weight (digital scale) and height (microtonnage). Data were analyzed using the Chi-Square Test and Fisher's Exact Test. Results: The Chi-Square Test and Fisher's Exact Test yielded p = 0.002 (p > 0.05). This study found a relationship between diet and nutritional status in toddlers aged 2–5 years. Conclusion: There is a relationship between dietary patterns and nutritional status of toddlers aged 2-5 years. Suggestion: Future researchers can use these results as a reference, but may need to incorporate other methods or variables not included in this study.   Keywords: Dietary patterns; Nutritional status; Toddlers.   Pendahuluan: Pemenuhan zat gizi yang cukup dan seimbang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, menjaga sistem kekebalan tubuh, serta memenuhi kebutuhan energi untuk aktivitas harian. Pola pemberian makan yang tepat, termasuk penyusunan menu dan cara pemberian makanan oleh ibu, berperan besar dalam memenuhi kebutuhan zat gizi ini. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara pola pemberian makan dengan status gizi pada balita. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa pada bulan Mei – Agustus tahun 2025 dengan jumlah sampel 80 balita usia 2 – 5 tahun menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Child Feeding Questionnaire (CFQ) dan wawancara serta melakukan pengukuran antropometri yaitu berat badan (timbangan digital) dan tinggi badan (microtoise). Metode analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil: Uji statistik Chi-Square dan Fisher’s Exact Test ini didapatkan hasil p = 0.002 (p > 0.05), temuan dari penelitian ini yaitu adanya hubungan antara pola pemberian makan dengan status gizi balita usia 2 – 5 tahun. Simpulan: Terdapat hubungan antara pola pemberian makan dengan status gizi balita usia 2 – 5 tahun. Saran: Bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan hasil ini sebagai referensi, namun dengan menambah metode lain atau dengan menambahkan variabel yang belum ada pada penelitian ini.   Kata Kunci: Balita; Pola Pemberian Makan; Status Gizi.