Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sosialisasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular dengan CERDIK pada Lansia di Posyandu Kemuning RT 01 RW 08 Desa Made Carina, Annisa'; Cahyono, Luqman; Fajarwati Meditama, Ratna
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v6i1.289

Abstract

Background: Non-Communicable Diseases (NCDs) are one of the main health challenges in Indonesia, especially for the elderly. To reduce the risk of NCDs, prevention efforts are needed through education and implementing a healthy lifestyle. The CERDIK program (regular health checks, get rid of cigarette smoke, be diligent in physical activity, have a healthy and balanced diet, get enough rest, manage stress) is an effective approach in supporting the prevention of NCDs. This outreach activity was carried out at Posyandu Kemuning RT 01 RW 08 Made Village with the aim of increasing the understanding and awareness of the elderly regarding the prevention of NCDs. Methods: This activity included interactive education, practical simulations, group discussions, and simple health checks. The activity was attended by the elderly from RT 01 RW 08 and involved posyandu cadres and village midwives. The community service activities were carried out in four stages, namely preparation, implementation of socialisation, mentoring and evaluation, and follow-up. Results: This activity showed an increase in participant knowledge, participant understanding in doing simple physical activities, and understanding of the importance of healthy eating and exercising. The mentoring and education program provided showed an average increase in scores of 42.4% in three main aspects: knowledge, understanding of physical activity, and motivation for healthy living. Conclusion: This activity emphasizes the importance of a community-based approach to support the sustainability of a healthy lifestyle. With ongoing mentoring and education, it is hoped that this program can have a long-term impact in reducing the prevalence of NCDs in the elderly.
PELATIHAN PEMANFAATAN MINYAK BERLEBIH DAN TERSISA MENJADI LILIN RELAKSASI SEBAGAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG EKONOMI SIRKULAR DAN PENGELOLAAN LIMBAH BERKELANJUTAN Utomo, Agung Prasetyo; Cahyono, Luqman; Fahmi, M Rizal; Apriani, Mirna; Nugraha, Anggara Trisna; Tiyasmihadi, Tri; Suhardjito, Gaguk; Ningrum, Dwi Setia
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i2.6391

Abstract

Minyak dari sisa penggorengan atau disebut minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sering dibuang secara sembarangan, hal ini berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan data Publikasi Indonesia Oilseeds and Products Annual 2019, konsumsi minyak goreng rumah tangga Indonesia mencapai 16,2 miliar liter atau setara dengan 13 juta ton. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan lebih dari 3 juta ton limbah minyak goreng per tahun, yang sebagian besar dibuang sembarangan sehingga mencemari tanah dan perairan. Di sisi lain, minyak jelantah memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti lilin Beraroma Relaksasi. Inovasi pemanfaatan minyak berlebih dan tersisa (MELISA) menjadi lilin Beraroma Relaksasi tidak hanya memberikan solusi pengelolaan limbah ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat. Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengelola limbah sisa minyak menjadi lilin Beraroma Relaksasi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi dampak negatif dari limbah minyak tersebut. Sasaran pelatihan ini merupakan ibu-ibu dharma wanita di SMK Negeri 3 Buduran Sidoarjo. Adapun metode pelatihan ini meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan kemampuan dalam proses pembuatan lilin Beraroma Relaksasi berbasis minyak jelantah. Produk yang dihasilkan sudah sama dengan produk lilin dipasaran, hal ini menunjukan potensi untuk dikembangkan secara komersial cukup layak dan masyarakat muncul kesadaran terhadap pengelolaan limbah berkelanjutan.