Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Terapi Bermain Balon Tiup Terhadap Tingkat Nyeri Saat Pemasangan Infus Pada Anak Usia Sekolah Di RS Prima Husada Malang Fathimatuzzahro; Nurul Anjarwati; Lie Liana Fuadiati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2149

Abstract

Pemasangan infus merupakan prosedur invasif yang sering menimbulkan nyeri pada anak usia sekolah. Rasa nyeri ini dapat menimbulkan kecemasan, trauma, dan penolakan terhadap tindakan medis. Distraksi nonfarmakologis, seperti terapi bermain balon tiup, dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian anak dari nyeri. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan responden 30 anak usia sekolah yang dipilih melalui purposive sampling di RS Prima Husada Malang. Tingkat nyeri diukur menggunakan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Sebelum diberikan intervensi, mayoritas anak mengalami nyeri sedang hingga berat, dengan distribusi terbanyak pada skor 8 dan 9. Setelah diberikan terapi bermain balon tiup, sebagian besar responden mengalami penurunan tingkat nyeri dan berpindah ke kategori nyeri ringan hingga sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001). Terapi bermain balon tiup terbukti efektif menurunkan nyeri pada anak usia sekolah saat pemasangan infus. Intervensi ini sederhana, murah, dan mudah diaplikasikan sehingga dapat digunakan sebagai strategi distraksi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan pediatrik untuk meningkatkan kenyamanan anak selama prosedur invasif.
Pengaruh Penerapan Family Centered Care (Fcc) Terhadap Kualitas Perawatan Pasien Anak Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Melati Children Hospital Kota Malang Evita Syefinda Putri; Nurul Anjarwati; Chinthia Kartkaningtias
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i3.2158

Abstract

Kualitas perawatan pasien anak merupakan aspek penting dalam mendukung proses penyembuhan karena anak memiliki kebutuhan fisik dan psikologis yang kompleks serta rentan mengalami stress selama hospitalisasi. Pendekatan Family Centered Care (FCC) menekankan keterlibatan keluarga sebagai sistem pendukung utama anak dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan FCC terhadap kualitas perawatan pasien anak. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional, melibatkan orang tua pasien anak sebagai responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk menilai tingkat penerapan FCC dan kualitas perawatan pasien anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan FCC berpengaruh signifikan terhadap kualitas perawatan, yang tercermin dari meningkatnya kenyamanan, kepuasan, dan efektivitas perawatan pasien anak seiring dengan optimalnya keterlibatan keluarga. Temuan ini mengindikasikan bahwa FCC merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan mutu layanan keperawatan anak. Kesimpulannya, penerapan FCC secara konsisten dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien anak, sehingga disarankan agar fasilitas pelayanan kesehatan mengintegrasikan FCC sebagai standar praktik dalam pelayanan keperawatan anak serta mengembangkan upaya berkelanjutan untuk mendukung implemntasinya.
Pengaruh Pemberian Terapi Kombinasi Musik Instrumental Alam Dan Aromaterapi Peppermint Terhadap Intensitas Nyeri Selama Prosedur Pengambilan Darah (AFTAP) Pada Pendonor Darah Pertama Kali Di UDD PMI Kota Malang Endriana Ella Kusuma; Nurul Anjarwati; Nadhifah Rahmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2173

Abstract

Prosedur pengambilan darah (Aftap) sering menimbulkan rasa nyeri, terutama pada pendonor darah pertama kali. Nyeri tersebut dapat menimbulkan kecemasan dan memengaruhi motivasi untuk mendonorkan darah kembali. Upaya nonfarmakologis seperti terapi musik instrumental alam dan aromaterapi peppermint diketahui mampu memberikan efek relaksasi serta menurunkan persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian terapi kombinasi musik instrumental alam dan aromaterapi peppermint terhadap intensitas nyeri selama prosedur Aftap pada pendonor darah pertama kali di UDD PMI Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan pendekatan posttest dengan kelompok kontrol. Sampel dibagi menjadi kelompok perlakuan yang mendapatkan terapi kombinasi musik instrumental alam dan aromaterapi peppermint, serta kelompok kontrol tanpa intervensi, dengan jumlah kelompok kontrol 36 orang. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), sedangkan analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan signifikan pada intensitas nyeri setelah diberikan terapi kombinasi dengan nilai p < 0,05. Sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna. Disimpulkan bahwa terapi kombinasi musik instrumental alam dan aromaterapi peppermint efektif menurunkan intensitas nyeri selama prosedur Aftap dan dapat dijadikan alternatif intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, serta mudah diterapkan.
Pengaruh Edukasi Teknik Menyusui Melalui Media Booklet Terhadap Keberhasilan Menyusui Ibu Post Partum Di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang Yulinar Indreswari Ratnaningtyas; Nurul Anjarwati; Lie Liana Fuadiati; Siti Kholifah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2174

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi dan molekul bioaktif yang mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta pembentukan sistem imun. Namun, berbagai masalah dalam proses menyusui, seperti perlekatan yang tidak tepat, posisi menyusui yang salah, serta kurangnya pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui yang benar, dapat menghambat keberhasilan menyusui. Edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi teknik menyusui melalui media booklet terhadap keberhasilan menyusui ibu post partum di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang. Penelitian ini menggunakan desain Posttest-Only Control Group Design dengan populasi seluruh ibu post partum di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang sebanyak 102 orang. Sampel penelitian berjumlah 80 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (edukasi menggunakan booklet) dan kelompok kontrol (edukasi menggunakan leaflet). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen LATCH Score, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok eksperimen memiliki keberhasilan menyusui dalam kategori baik (70%), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 55%. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p-value = 0,000 < 0,05). Nilai mean rank kelompok eksperimen (60,50) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (20,50), yang menunjukkan bahwa edukasi melalui media booklet lebih efektif dalam meningkatkan keberhasilan menyusui dibandingkan edukasi melalui media leaflet. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi teknik menyusui melalui media booklet berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan menyusui ibu post partum di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang. Oleh karena itu, media booklet direkomendasikan sebagai salah satu sarana edukasi kesehatan yang dapat digunakan oleh tenaga kesehatan dalam meningkatkan keberhasilan menyusui.
Pengaruh Pijat Akupresur Terhadap Penurunan Lama Batuk Pasien Anak ISPA Di RS Prima Husada Malang Renata Devisa Ramadhani; Nurul Anjarwati; Erwanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2176

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak dan ditandai dengan gejala utama berupa batuk yang dapat mengganggu kenyamanan serta proses pemulihan pasien. Penatalaksanaan nonfarmakologis seperti pijat akupresur mulai banyak digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu meredakan gejala batuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat akupresur terhadap penurunan lama batuk pada pasien anak dengan ISPA di RS Prima Husada Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari anak yang terdiagnosis ISPA dan mengalami batuk, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi pijat akupresur pada titik-titik tertentu selama beberapa hari, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar. Pengukuran dilakukan dengan mengamati lama batuk sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan lama batuk yang signifikan pada kelompok yang mendapatkan pijat akupresur dibandingkan dengan kelompok kontrol. Analisis statistik menunjukkan bahwa pijat akupresur berpengaruh terhadap percepatan penurunan lama batuk pada pasien anak dengan ISPA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pijat akupresur efektif sebagai terapi komplementer dalam membantu menurunkan lama batuk pada anak dengan ISPA. Diharapkan terapi ini dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan oleh tenaga kesehatan maupun keluarga pasien.
Efektifitas Hipnoterapi Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Prima Husada Malang Ayu Regita Cahyani; Siti Kholifah; Afiatur Rohimah; Nurul Anjarwati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2178

Abstract

Depresi pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 terjadi akibat manajemen penyakit kronis yang kompleks, resiko komplikasi dan penurunan kualitas hidup. Kondisi psikologis negatif ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak berdampak luas pada kondisi fisik, perilaku, dan hasil pengobatan pasien. Salah satu penanganannya yaitu hipnoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hipnoterapi terhadap penurunan tingkat depresi pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Malang. Desain penelitian ini berupa one group pretest–posttest design. Sampel penelitian sebanyak 51 pasien diabetes mellitus tipe 2 gangguan depresi di Rumah Sakit Prima Husada Malang yang ditentukan dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa Beck Depression Inventory (BDI). Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan hipnoterapi mayoritas responden mengalami depresi sedang sebanyak 36 responden (70.6%), sedangkan setelah diberikan hipnoterapi sebagian besar responden mengalami depresi ringan sebanyak 32 responden (62.7%). Hasil uji statistik menunjukkan hipnoterapi efektif secara signifikan terhadap penurunan tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 (P-value = 0.000 < 0.05). Hipnoterapi menurunkan depresi dengan cara membawa pasien ke kondisi relaksasi mendalam (trance) dengan mengakses pikiran bawah sadar, mengubah pola pikir negatif menjadi positif dan melepaskan emosi terpendam, sehingga membantu pasien untuk mengidentifikasi akar masalah, mengurangi kecemasan dan meningkakan motifivasi untuk pemulihan.