Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Teknik Menyusui Melalui Media Booklet Terhadap Keberhasilan Menyusui Ibu Post Partum Di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang Yulinar Indreswari Ratnaningtyas; Nurul Anjarwati; Lie Liana Fuadiati; Siti Kholifah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2174

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi dan molekul bioaktif yang mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta pembentukan sistem imun. Namun, berbagai masalah dalam proses menyusui, seperti perlekatan yang tidak tepat, posisi menyusui yang salah, serta kurangnya pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui yang benar, dapat menghambat keberhasilan menyusui. Edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi teknik menyusui melalui media booklet terhadap keberhasilan menyusui ibu post partum di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang. Penelitian ini menggunakan desain Posttest-Only Control Group Design dengan populasi seluruh ibu post partum di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang sebanyak 102 orang. Sampel penelitian berjumlah 80 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (edukasi menggunakan booklet) dan kelompok kontrol (edukasi menggunakan leaflet). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen LATCH Score, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok eksperimen memiliki keberhasilan menyusui dalam kategori baik (70%), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 55%. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p-value = 0,000 < 0,05). Nilai mean rank kelompok eksperimen (60,50) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (20,50), yang menunjukkan bahwa edukasi melalui media booklet lebih efektif dalam meningkatkan keberhasilan menyusui dibandingkan edukasi melalui media leaflet. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi teknik menyusui melalui media booklet berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan menyusui ibu post partum di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang. Oleh karena itu, media booklet direkomendasikan sebagai salah satu sarana edukasi kesehatan yang dapat digunakan oleh tenaga kesehatan dalam meningkatkan keberhasilan menyusui.
Pengaruh Pijat Akupresur Terhadap Penurunan Lama Batuk Pasien Anak ISPA Di RS Prima Husada Malang Renata Devisa Ramadhani; Nurul Anjarwati; Erwanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2176

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak dan ditandai dengan gejala utama berupa batuk yang dapat mengganggu kenyamanan serta proses pemulihan pasien. Penatalaksanaan nonfarmakologis seperti pijat akupresur mulai banyak digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu meredakan gejala batuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat akupresur terhadap penurunan lama batuk pada pasien anak dengan ISPA di RS Prima Husada Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari anak yang terdiagnosis ISPA dan mengalami batuk, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi pijat akupresur pada titik-titik tertentu selama beberapa hari, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar. Pengukuran dilakukan dengan mengamati lama batuk sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan lama batuk yang signifikan pada kelompok yang mendapatkan pijat akupresur dibandingkan dengan kelompok kontrol. Analisis statistik menunjukkan bahwa pijat akupresur berpengaruh terhadap percepatan penurunan lama batuk pada pasien anak dengan ISPA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pijat akupresur efektif sebagai terapi komplementer dalam membantu menurunkan lama batuk pada anak dengan ISPA. Diharapkan terapi ini dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan oleh tenaga kesehatan maupun keluarga pasien.
Efektifitas Hipnoterapi Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Prima Husada Malang Ayu Regita Cahyani; Siti Kholifah; Afiatur Rohimah; Nurul Anjarwati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2178

Abstract

Depresi pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 terjadi akibat manajemen penyakit kronis yang kompleks, resiko komplikasi dan penurunan kualitas hidup. Kondisi psikologis negatif ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak berdampak luas pada kondisi fisik, perilaku, dan hasil pengobatan pasien. Salah satu penanganannya yaitu hipnoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hipnoterapi terhadap penurunan tingkat depresi pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Malang. Desain penelitian ini berupa one group pretest–posttest design. Sampel penelitian sebanyak 51 pasien diabetes mellitus tipe 2 gangguan depresi di Rumah Sakit Prima Husada Malang yang ditentukan dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa Beck Depression Inventory (BDI). Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan hipnoterapi mayoritas responden mengalami depresi sedang sebanyak 36 responden (70.6%), sedangkan setelah diberikan hipnoterapi sebagian besar responden mengalami depresi ringan sebanyak 32 responden (62.7%). Hasil uji statistik menunjukkan hipnoterapi efektif secara signifikan terhadap penurunan tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 (P-value = 0.000 < 0.05). Hipnoterapi menurunkan depresi dengan cara membawa pasien ke kondisi relaksasi mendalam (trance) dengan mengakses pikiran bawah sadar, mengubah pola pikir negatif menjadi positif dan melepaskan emosi terpendam, sehingga membantu pasien untuk mengidentifikasi akar masalah, mengurangi kecemasan dan meningkakan motifivasi untuk pemulihan.
PENGARUH PIJAT COMMON COLD TERHADAP WAKTU SEMBUH BATUK PILEK PADA ANAK USIA 0-3 TAHUN DI TPMB DWI AGUSTIN PANDAAN PASURUAN: THE EFFECT OF COMMON COLD MASSAGE ON COUGH AND COLD RECOVERY TIME IN CHILDREN AGED 0-3 YEARS IN TPMB DWI AGUSTIN PANDAAN PASURUAN Syafia Rahma Syafitri; Nurul Anjarwati; Lie Liana Fuadiati; Siti Kholifah
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.489

Abstract

Abstrak Masalah yang sering kali dialami oleh anak usia 0-3 tahun yaitu batuk pilek yang disebabkan oleh iritasi saluran pernapasan, alergi, melemahnya sistem kekebalan tubuh dan lingkungan yang kurang baik. Biasanya mereka akan mengalami bersin-bersin, hidung meler, dan disertai dengan demam. Anak usia 0-3 tahun sangatlah sulit untuk meminum obat oral, karena mereka cenderung rewel sehingga obat oral tidak cukup untuk memulihkan kondisi anak. Maka dari itu, pemberian pijat Common Cold sangat disarankan karena pijat ini merupakan terapi relaksasi untuk mengurangi perasaan depresi dan gelisah pada kondisi gangguan saluran napas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat common cold terhadap waktu sembuh batuk pilek pada anak usia 0-3 tahun di TPMB Dwi Agustin Pandaan Pasuruan pada kelompok kontrol dan intervensi. Jenis desain yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experimental design dengan posttest-only control group designl yang membandingkan kelompok tanpa dilakukan intervensi dan setelah dilakukan intervensi. Sample terdiri dari 80 anak usia 0-3 tahun dengan 40 kelompok kontrol dan 40 kelompok intervensi dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil dari uji analisa menggunakan Mann Whitney yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan waktu sembuh pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi mendapatkan hasil 0.000 (p value <0.005). Dapat disimpulkan bahwasannya terdapat pengaruh pada pijat common cold untuk mempercepat waktu sembuh batuk pilek. ABSTRACT Common health problems experienced by children aged 0–3 years include cough and cold, which are generally caused by respiratory tract irritation, allergies, weakened immune systems, and unfavorable environmental conditions. The symptoms commonly include sneezing, runny nose, and are sometimes accompanied by fever. At this age, children often have difficulty taking oral medications due to irritability, making pharmacological treatment alone insufficient to accelerate recovery. One non-pharmacological therapy that can be applied is common cold massage. This therapy is a form of relaxation that may help reduce discomfort, anxiety, and respiratory disturbances. The purpose of this study was to determine the effect of common cold massage on the recovery time of cough and cold in children aged 0–3 years at TPMB Dwi Agustin Pandaan, Pasuruan, by comparing the control group and the intervention group. This study employed a quasi-experimental design with a posttest control group approach, comparing a group that did not receive the intervention with a group that received the intervention. The sample consisted of 80 children aged 0–3 years, divided into 40 children in the control group and 40 children in the intervention group, using a total sampling technique. The results of the analysis using the Mann–Whitney test showed a p-value of 0.000 (p < 0.005), indicating a significant difference in recovery time between the control and intervention groups. In conclusion, common cold massage has an effect on accelerating the recovery time of cough and cold in children aged 0–3 years
Global Research Trends in CBT for Children with ASD: A Bibliometric Analysis of Disparities Between Developed and Developing Countries Vernando Yanry Lameky; La Saudi; Anita Apriliawati; Titin Sutini; Nurul Anjarwati; Mei Lestari Ika Widyyati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 7 (2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i7.7331

Abstract

ntroduction: Autism spectrum disorder (ASD) is a neurodevelopmental condition with an increasing global prevalence that demands effective intervention strategies. Cognitive behavioral therapy (CBT) is a well-researched approach for treating various co-occurring disorders in children with ASD. However, despite the growing volume of research, there remains a lack of comprehensive bibliometric analysis that maps global trends, thematic focus, and collaboration patterns in CBT-related ASD studies, highlighting a critical gap that this study seeks to address. Methods: This study used a bibliometric approach to analyze global research trends in CBT for treating children with ASD. It analyzed 148 articles published between 2007 and 2025. Data were collected from the Scopus database and analyzed using VOSviewer, Harzing's Publish or Perish, and Microsoft Excel. This bibliometric analysis provides a novel perspective by quantitatively mapping the evolution of research, identifying underexplored themes, and revealing disparities in scientific contributions between developed and developing countries, an area that has received limited attention in existing CBT-ASD literature. Results: The results showed a significant upward trend in publications on CBT for ASD since 2007, peaking by 2025. The United States, the United Kingdom, Canada, and Australia dominated the geographical distribution of research, whereas developing countries had limited contributions. Collaboration patterns revealed strong connections between developed countries, with the United States as the main center. This study focused on the effectiveness of CBT in managing anxiety disorders, improving social skills, and addressing comorbidities, such as obsessive-compulsive disorder and sleep problems. However, there are research gaps in the application of CBT for severe ASD and in the involvement of developing countries. Conclusion: This study offers a novel bibliometric insight into the evolution and focus of CBT research in ASD, highlighting underexplored areas for future inquiry. Its implications can be extended to health practitioners, policymakers, educators, and researchers. Future research should explore the adaptation of CBT to various cultural contexts and ASD severity, utilizing technological advancements and multidisciplinary collaboration to provide more inclusive and accessible interventions for children with ASD worldwide.
Height-Age on the Risk of Delays in Toddler Development Nurul Anjarwati; Wiwit Nurwidyaningtyas
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.896

Abstract

Short stature of toddlers is a height discrepancy according to age in toddlers which can cause interference with the development of fine movements, gross movements, speech and language as well as social independence. Short stature in toddlers can result in long-term deficits in physical and mental development so that they are unable to learn optimally at school compared to children of normal height. Short stature can be a normal or abnormal variant. Children with normal variations of short stature do not require treatment, while abnormal short stature in children needs to be recognized early. The aim of this study was to explore the impact of height discrepancy according to age on the risk of developmental delays in toddlers at the Children's Polyclinic at Panti Nirmala Hospital in Malang. This research design uses a cross-sectional method with a sampling technique carried out in this way, namely purposive sampling of 60 respondents, data collection is carried out by measuring the child's height and measuring development using the Denver test. Based on test Chi Square it can be seen that the value p = 0.000, this value is smaller than p <0.05, so the conclusion from this study is that there is a significant influence between the two variables where this result indicates short stature can increase the risk of delays in achieving the developmental stages of toddlers through validation of the DDST measuring instrument. This research can be input for nurses to do more aware, more agile and more improved knowledge regarding the development of management models for weight-age, height-age and nutritional status of children towards the achievement of toddler development stages.  
Pengaruh Terapi Bermain Balon Tiup Terhadap Tingkat Nyeri Saat Pemasangan Infus Pada Anak Usia Sekolah Di RS Prima Husada Malang Fathimatuzzahro; Nurul Anjarwati; Lie Liana Fuadiati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2149

Abstract

Pemasangan infus merupakan prosedur invasif yang sering menimbulkan nyeri pada anak usia sekolah. Rasa nyeri ini dapat menimbulkan kecemasan, trauma, dan penolakan terhadap tindakan medis. Distraksi nonfarmakologis, seperti terapi bermain balon tiup, dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian anak dari nyeri. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan responden 30 anak usia sekolah yang dipilih melalui purposive sampling di RS Prima Husada Malang. Tingkat nyeri diukur menggunakan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Sebelum diberikan intervensi, mayoritas anak mengalami nyeri sedang hingga berat, dengan distribusi terbanyak pada skor 8 dan 9. Setelah diberikan terapi bermain balon tiup, sebagian besar responden mengalami penurunan tingkat nyeri dan berpindah ke kategori nyeri ringan hingga sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001). Terapi bermain balon tiup terbukti efektif menurunkan nyeri pada anak usia sekolah saat pemasangan infus. Intervensi ini sederhana, murah, dan mudah diaplikasikan sehingga dapat digunakan sebagai strategi distraksi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan pediatrik untuk meningkatkan kenyamanan anak selama prosedur invasif.
Pengaruh Penerapan Family Centered Care (Fcc) Terhadap Kualitas Perawatan Pasien Anak Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Melati Children Hospital Kota Malang Evita Syefinda Putri; Nurul Anjarwati; Chinthia Kartkaningtias
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i3.2158

Abstract

Kualitas perawatan pasien anak merupakan aspek penting dalam mendukung proses penyembuhan karena anak memiliki kebutuhan fisik dan psikologis yang kompleks serta rentan mengalami stress selama hospitalisasi. Pendekatan Family Centered Care (FCC) menekankan keterlibatan keluarga sebagai sistem pendukung utama anak dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan FCC terhadap kualitas perawatan pasien anak. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional, melibatkan orang tua pasien anak sebagai responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk menilai tingkat penerapan FCC dan kualitas perawatan pasien anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan FCC berpengaruh signifikan terhadap kualitas perawatan, yang tercermin dari meningkatnya kenyamanan, kepuasan, dan efektivitas perawatan pasien anak seiring dengan optimalnya keterlibatan keluarga. Temuan ini mengindikasikan bahwa FCC merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan mutu layanan keperawatan anak. Kesimpulannya, penerapan FCC secara konsisten dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien anak, sehingga disarankan agar fasilitas pelayanan kesehatan mengintegrasikan FCC sebagai standar praktik dalam pelayanan keperawatan anak serta mengembangkan upaya berkelanjutan untuk mendukung implemntasinya.
Pengaruh Distraksi Audiovisual Terhadap Tingkat Kecemasan Saat Prosedur Pemasangan Infus Pada Anak Usia Prasekolah di Instalasi Gawat Darurat RSIA Melati Children Hospital Qonita; Ns.Nurul Anjarwati, M.Kep, Sp.An; Ns. Afiatur Rohimah, M.Kep; Dr. Ns. Lembah Andriani, S.Kep., MMRS
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i3.2159

Abstract

Hospitalisasi dan tindakan medis invasive dapat menimbulkan kecemasan pada anak usia prasekolah. Kecemasan yang tidak ditangani dengan baik dapat menghambat proses perawatan, menyebabkan anak menjadi tidak kooperatif, dan berdampak negatif terhadap pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh distraksi audiovisual menonton film kartun terhadap penurunan tingkat kecemasan anak usia prasekolah saat prosedur pemasangan infus di Instalasi Gawat Darurat RSIA Melati Children Hospital. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest dan posttest without control group. Sampel penelitian berjumlah 31 anak usia prasekolah (4–6 tahun) yang menjalani rawat inap pertama kali, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Visual Analogue Scale for Anxiety (VAS-A) sebelum dan sesudah pemberian distraksi audiovisual. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar anak mengalami kecemasan berat (64,5%) dan kecemasan sedang (35,5%). Setelah diberikan distraksi audiovisual berupa menonton film kartun, tingkat kecemasan mengalami penurunan, dengan sebagian besar anak berada pada kategori kecemasan ringan (51,6%) dan kecemasan sedang (48,4%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan pemberian distraksi audiovisual terhadap penurunan tingkat kecemasan anak usia prasekolah.