Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES DENGAN MOTIVASI IBU DALAM MENYUSUI Fatmawati, Ariani; Aminah, Aam; Gartika, Nina
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.835 KB) | DOI: 10.33867/jka.v6i2.134

Abstract

Postpartum blues merupakan gangguan psikologis yang dialami ibu pasca melahirkan. Rumah sakit di Indonesia belum banyak melaporkan tentang kejadiannya. Rendahnya ketertarikan ibu terhadap bayinya merupakan dampak dari postpartum blues. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kejadian postpartum blues dengan motivasi ibu untuk menyusui di RS Al-Islam Bandung. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 122 ibu postpartum hari ke-3 sampai hari ke-14. Instrumen untuk postpartum blues menggunakan Edinburgh postnatal depression scale (EPDS) dan motivasi menyusui dengan instrumen Breastfeeding motivation instrucsional measurement scale (BMIMS). Data dianalisis dengan korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa 53,3% dari 122 responden mengalami postpartum blues, dan dari 65 responden yang mengalami postpartum blues 36 orang (55,4%) memiliki motivasi menyusui yang rendah. Hasil uji korelasi menunjukan terdapat hubungan negatif antara kejadian postpartum blues dengan motivasi ibu untuk menyusui, dengan p value 0,02 (r = -0,288). Dengan tingkat kekeliruan 5%. Simpulan dari penelitian ini yaitu semakin tinggi kejadian postpartum blues pada ibu postpartum maka semakin rendah motivasi ibu untuk menyusui. Diharapkan perawat dapat mendeteksi lebih awal kejadian postpartum blues dan dapat memberikan informasi pada ibu dan keluarga tentang gangguan psikologis ibu post partum.
HUBUNGAN ADEKUASI HEMODIALISIS UREA REDUCTION RATE (URR) DENGAN TINGKAT FATIGUE PADA PASIEN END STAGE RENAL DISEASE (ESRD) Gartika, Nina; Wilandika, Angga; Khaerudin, Fahmi
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.811 KB) | DOI: 10.33867/jka.v6i2.138

Abstract

Fatigue merupakan salah satu keluhan yang paling banyak dialami oleh pasien End Stage renal Disease (ESRD), dengan jumlah kejadian 83,5%. Fatigue sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien, fatigue yang berat akan menambah beban bagi hidup pasien, terutama pada pasien dengan hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adekuasi hemodialisis Urea Reduction Rate (URR) dengan fatigue pada pasien End Stage Renal Disease(ESRD). Desain penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Dengan melibatkan 51 sampel yang diambil secara total sampling. Pengukuran dilakukan sewaktu pada saat pemeriksaan laboratorium terjadwal dan dilakukan pengukuran fatiguedengan menggunakan FACIT Fatigue. Hasil penelitian menunjukan responden sebagian besar mengalami fatigue berat (62,7%) dan sisanya mengalami fatigue ringan (37,3). Hasil uji analisis data penelitian ini menggunakan Uji Korelasi Gamma dan Sommers’d didapatkan p value = 0,000 dan nilai sommers’d = 0,755. Dapat disimpulkan bahwa dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara adekuasi hemodialisis Urea Reduction Rate (URR) dengan tingkat fatigue pada pasien End Stage Renal Disease. Pasien harus mendapat adekuasi yang adekuat sebagai salah satu upaya mencegah komplikasi salah satunya fatigue.
PENGARUH JALAN KAKI DUA PULUH MENIT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Gartika, Nina; Nur Al Idrus, Syahida; Wilandika, Angga
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.126 KB) | DOI: 10.33867/jka.v7i2.219

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu penyebab kematian di Indonesia sebanyak 70% orangmenderita hipertensi pada tahun 2018. Salah satu penatalaksanaan untuk mengurangiterjadinya komplikasi pada hipertensi yaitu berupa aktivitas fisik jalan kaki. Penelitiantentang pengaruh jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah sudah banyak dilakukantetapi khusus pada usia dewasa madya dengan durasi tertentu (20 menit) belum pernahdilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh jalan kaki 20menit terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitianyang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis quasi experiment without control group preposttest design. Sampel yang terlibat sebanyak 15 orang penderita hipertensi yang diambilsecara consecutive sampling. Analisis inferensial yang digunakan adalah uji statistik t-testdengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besarresponden berjenis kelamin perempuan (73,3%), berpendidikan SD (46,7%), bekerjasebagai IRT (60,0%), dan memiliki kategori IMT overweight (53,3%). Hasil uji statistikrerata nilai tekanan darah sistolik dan diastolik setelah perlakuan (p-value = 0,000). Dapatdisimpulkan bahwa terdapat pengaruh jalan kaki 20 menit terhadap penurunan tekanandarah. Saran yang dapat diberikan bahwa jalan kaki 20 menit selama tiga kali seminggudapat menjadi pilihan sebagai terapi nonfarmakologi dalam menurunkan tekanan darah