Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PELATIHAN MANAJEMEN CLASSROOM BAGI GURU TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DI DESA DUWET WONOSARI KLATEN Sukari; Abdullah Khoir, Mulyanto; Fajrul Kautsar Rifai
Jurnal Al Basirah Vol. 4 No. 2 (2024): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v4i2.213

Abstract

Latar belakang pengabdian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi oleh guru-guru di TPQ Al-Hidayah Duwet Wonosari Klaten dalam pengelolaan kelas. Meskipun antusiasme masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar mengaji, banyak guru yang belum memiliki pengalaman dan keterampilan yang memadai dalam manajemen kelas. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru TPQ dalam mengelola kelas secara efektif melalui pelatihan manajemen classroom yang berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah Community Based Research (CBR), di mana para guru terlibat aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan pelatihan ini dipimpin oleh narasumber berpengalaman dan dibantu oleh mahasiswa sebagai tenaga lapangan. Hasil dari pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan manajemen kelas guru TPQ, yang tercermin dalam suasana belajar yang lebih kondusif dan efektif. Dengan penerapan metode pengajaran yang lebih bervariasi, pembelajaran Al-Qur'an di TPQ Al-Hidayah juga menjadi lebih menarik dan interaktif bagi siswa. Diharapkan, keberhasilan program ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di TPQ Al-Hidayah, tetapi juga menjadi model bagi TPQ lain di Kabupaten Klaten.
Isu Pendidikan Di Luar Sekolah (Keluarga Dan Masyakarat) Sukari; Sabila Nurul Azizah; Nur Ali Rahmatullah
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/0jhw4b07

Abstract

Pendidikan di luar sekolah, terutama dalam konteks keluarga dan masyarakat, memiliki peranan yang sangat signifikan dalam pembentukan karakter serta peningkatan kompetensi individu. Selain pendidikan formal yang diperoleh di sekolah, keluarga bertindak sebagai lingkungan pertama yang membentuk nilai-nilai moral, etika, dan keterampilan sosial anak-anak. Peranan orang tua sebagai pendidik utama memiliki dampak yang krusial terhadap perkembangan intelektual dan emosional anak. Di sisi lain, masyarakat juga memberikan kontribusi dalam mendukung proses pendidikan melalui berbagai aktivitas sosial, budaya, dan teknologi yang dapat memperkaya pengalaman belajar. Namun, terdapat sejumlah isu yang dihadapi dalam pendidikan di luar sekolah, di antaranya kurangnya perhatian orang tua dalam mendampingi anak-anak, keterbatasan akses terhadap sumber daya pendidikan di komunitas tertentu, serta dampak negatif dari perkembangan teknologi dan lingkungan sosial yang mungkin tidak mendukung. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang baik antara keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan berkelanjutan, demi mendukung perkembangan anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan membahas tentang isu pendidikan di luar sekolah yang terdapat pada keluarga dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). AbstractOut-of-school education, especially in the context of family and community, plays a very important role in building character and enhancing individual competencies. In addition to the formal education received at school, the family is the first environment that shapes children's moral values, ethics and social skills. The role of parents as primary educators has a crucial impact on the intellectual and emotional development of children. On the other hand, the community also contributes to the educational process through various social, cultural and technological activities that can enrich the learning experience. However, there are a number of problems in out-of-school education, including lack of parental attention in accompanying children, limited access to educational resources in certain communities, as well as the negative impact of technological developments and social environments that may not be supportive. Therefore, a good synergy between families, communities and educational institutions is needed to create an effective and sustainable learning environment to support the optimal development of children. This research aims to discuss the issue of out-of-school education in families and communities. The method used in this research is a qualitative approach with the type of library research.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Akhlak Siswa Pada Era Globalisasi di Madrasah Ibtidaiyah Tempursari Azizah, Nailan Aqidatul; Sukari
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 1 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v1i2.127

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan karakter siswa di MI Tempursari, program kegiatan yang dilakukan untuk pembinaan karakter siswa, implementasi program yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan karakter siswa, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan karakter siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif, yaitu mendeskripsikan secara mendalam secara obyektif berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru pendidikan agama Islam dalam pengembangan akhlak adalah guru Pendidikan Agama Islam telah berperan aktif dalam pengembangan akhlak siswa di MI Tempursari. Hal ini terlihat dari upaya yang dilakukan oleh para guru di MI Tempursari khususnya guru Pendidikan Agama Islam yang dilakukan secara intensif setiap hari dan setiap minggunya. Kewajiban menyapa guru di pagi hari adalah dengan mencium tangan, merapikan pakaian, memungut sampah yang terlihat, dan memasukkannya ke dalam kantong plastik. Kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat duha. Saat memulai pembelajaran, berdoa lalu menghafalkan ayat-ayat Alquran yang harus dihafal siswa sesuai dengan tingkat kelasnya. Saat waktunya pulang, siswa diwajibkan membacakan doa penutup dan berjabat tangan dengan guru. Kendala yang dialami guru pendidikan agama Islam MI Tempursari dalam mengembangkan karakter siswa berdasarkan observasi adalah menurunnya akhlak anak yang disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor eksternal yang mempengaruhi anak terkontaminasi media sosial, seperti handphone, internet, game, dll. Faktor internal Pendekatan metodologi sebagian guru pendidikan agama Islam masih terfokus pada orientasi tradisional, sehingga belum mampu menarik minat siswa. dalam pelajaran pendidikan agama islam. Kata Kunci: Peran Guru, Karakter, Siswa
PELATIHAN CALISTUNG ( MEMBACA MENULIS BERHITUNG) SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN DASAR ANAK-ANAK DI DUSUN BELANG DESA JUMANTORO KECAMATAN JUMAPOLO KABUPATEN KARANGANYAR Mujiburrohman; Sukari; Isa Faizul Haq; Muhammad Shaleh; Nida Auliya
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM)
Publisher : Tahta Media Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jim.v2i1.162

Abstract

Pendidikan adalah hal yg terpenting dalam kehidupan terutama sejak lahir maka bisa dimaknai bahwa pendidikan mempunyai hubungan yang kuat pada kehidupan manusia tak terkecuali anak-anak. Namun pada kenyataannya masih banyak diketemukan beberapa yg belum bisa membaca maupun menulis dan ada pula yang kurang memahami terhadap perkalian dan berhitung. Berangkat dari persoalan tersebut, maka Tim PKM memutuskan untuk membuat program pelatihan Calistung sebagai upaya yang bertujuan 1. Meningkatkan kualitas sumber daya Manusia dan mengurangi tingkat kebodohan yang merupakan sumber kemiskinan. 2. Meningkatkan kualitas yang dikerjakan berupa lisan maupun tulisan. 3. Meningkatkan ilmu pengetahuan anak. 4. Mempersiapkan anak untuk pendidikan ke jenjang selanjutnya 5. Mudah memahami dan mengakses untuk memperoleh pengetahuan di bidang teknologi dan informasi.
PROBLEMATIKA SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA Sukari; Yoga Wicaksono; Warih Nurul Hidayati
JIPDAS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol. 3 No. 3 (2025): JIPDAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Pengembangan Inovasi Pendidikan Baiturrahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65946/zp0r9568

Abstract

The quality of education in Indonesia is currently very concerning. Education should pay attention to children's needs, not force something that makes children uncomfortable in seeking knowledge. A good education process is to provide opportunities for children to be creative. This must be done because basically children's thinking styles cannot be directed. In addition to the lack of creativity of educators in guiding students, a centralized curriculum makes the portrait of education increasingly blurry. The curriculum is only based on government knowledge without considering the needs of the community. Worse still, education is unable to produce creative graduates. Other causes of the low quality of education in Indonesia include problems of effectiveness, efficiency and standardization of teaching. This writing aims to describe the education system in Indonesia, describe the problems of education in Indonesia, and describe solutions that can be provided for problems of education in Indonesia. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The education system in Indonesia is very dynamic in adapting to the times. Currently, Indonesia uses the 2013 curriculum which emphasizes character education.
ISU-ISU KRITIS DAN PERMASALAHAN PENDIDIKAN Sukari; Nabila; Qonita Setyaningsih
JIPDAS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol. 3 No. 3 (2025): JIPDAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Pengembangan Inovasi Pendidikan Baiturrahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65946/1175yw85

Abstract

Advances in information and communication technology have transformed the way we learn and access information. Lack of technology integration in education or the inability to teach students to use existing technology can be problematic. Irrelevant Curriculum: An educational curriculum that is out of sync with the needs of the times or current economic and social needs can produce graduates who lack the skills needed by the workforce. This includes curricula that are overly theoretical and impractical. Teacher and Training Crisis: The quality of teaching depends heavily on the quality of teachers. Issues related to teacher training, updating teacher knowledge, and their ability to teach various subjects are at the heart of this crisis. Student Stress and Well-Being: Student well-being can impact their ability to learn. Excessive academic workload, mental stress, or other issues that affect student well-being can undermine the quality of education.
KRITIS PENDIDIKAN ISLAM DI KAWASAN ASEAN Sukari; Taufiq Khoirin; Ikhsan Nur Yahya
JIPDAS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol. 4 No. 1 (2025): JIPDAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Pengembangan Inovasi Pendidikan Baiturrahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65946/3qd25k28

Abstract

This study critically examines the development and dynamics of Islamic education policies in the ASEAN region, which is characterized by significant social, political, and cultural diversity. Islamic education across ASEAN countries has evolved through a long historical process influenced by colonial legacies, modernization efforts, and contemporary global challenges such as digitalization and issues related to radicalism. The analysis in this study reveals several crucial policy issues, including curriculum modernization, the integration of religious and general sciences, the persistent dualism in educational systems, technological disparities in digital learning, and identity-based political challenges in minority Muslim communities.Furthermore, this study maps out the future policy directions of Islamic education, emphasizing three main priorities: curriculum modernization, the strengthening of religious moderation, and the advancement of educational digitalization. These priorities serve as a strategic foundation for enhancing the quality of Islamic education in ASEAN, ensuring that it becomes more adaptive, inclusive, and globally competitive.
ISU-ISU PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (KELUARGA DAN MASYARAKAT): DEFINISI, TANTANGAN, DAN SOLUSI Sukari; Fityatul Muharromah; Asmira Efendi
JIPDAS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol. 4 No. 1 (2025): JIPDAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Pengembangan Inovasi Pendidikan Baiturrahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65946/3edwqz34

Abstract

Out-of-school education (OECD) is an integral part of the national education system, encompassing non-formal and informal education within families and communities. This study aims to examine the role, challenges, and strategic solutions of OECD in supporting formal education, particularly in the digital era and post-pandemic. Through a literature review of various recent studies, it was found that OECD makes a significant contribution to character building, equitable access to education, and life skills development. However, OECD still faces several challenges such as socioeconomic disparities, low digital literacy, minimal parental involvement, fragmentation of community-based programs, and the significant impact of the COVID-19 pandemic on access to and quality of learning. This study recommends strengthening collaboration between schools, families, and communities, improving digital literacy, and integrating community programs to strengthen the role of OECD in realizing inclusive and sustainable education.
ISU-ISU KRITIS DALAM PENDIDIKAN ISLAM Sukari; Ahmad Akbar Al Faizi; Anisa Nurkhotimah
JIPDAS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol. 4 No. 1 (2025): JIPDAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Pengembangan Inovasi Pendidikan Baiturrahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65946/mxcqe318

Abstract

Islamic education plays a strategic role in shaping the character, morals, and competencies of students, enabling them to face the challenges of the times. However, in its development, Islamic education faces various critical issues that affect its quality and relevance. This study aims to examine and analyze critical issues in Islamic education, including the curriculum, the quality of teaching resources, learning methods, the integration of religious and general knowledge, and the challenges of globalization and technological development. The research method used is library research, which examines various sources of literature, including books, scientific journals, and relevant educational policy documents. The results indicate that Islamic education still faces problems such as disparities in the quality of educational institutions, weak learning innovation, and the suboptimal internalization of Islamic values ​​in the educational process. Therefore, efforts are needed to reform and strengthen the Islamic education system through the development of an adaptive curriculum, increasing the professionalism of educators, and the wise use of technology to ensure Islamic education remains relevant and able to meet the challenges of the modern era.
PROBLEMATIKA SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA Mohammad Luthfi; Muhammad Fathin Abdul Ghoffar; Sukari
JIPDAS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol. 4 No. 1 (2025): JIPDAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Pengembangan Inovasi Pendidikan Baiturrahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65946/8sc56a92

Abstract

Education is the primary foundation for human resource development and the progress of a nation. However, the Indonesian education system still faces various complex and multidimensional problems. This article aims to comprehensively analyze the challenges of the Indonesian education system from a structural, cultural, managerial, infrastructure, and educational policy perspective. The research method used is qualitative research with a library research approach. Data sources were obtained from national education policy documents, reports from international institutions, and relevant previous research. The study indicates that the challenges facing education in Indonesia include unequal access to education, uneven teacher quality, curriculum instability, weak educational management, a low literacy culture, and gaps in educational technology. These challenges directly impact the low quality of graduates and the nation's competitiveness. Therefore, efforts to improve the education system are needed in an integrated, sustainable, and collaborative manner between the government, educational institutions, the community, and the business world.