Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Excellent

Peningkatan Perilaku Kerja Inovatif Sebagai Mediator Dalam Pengembangan Kinerja Pegawai Permana, Yosoa Kukuh Ardhian; Sutianingsih, Sutianingsih
Excellent Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/exc.v11i1.1731

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji Peningkatan Perilaku Kerja Inovatif Sebagai Mediator  Dalam Pengembangan Kinerja Pegawai. Penelitian ini merupakan penelitian survai. Data yang digunakan adalah data primer dengan mengambil sampel pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar sebanyak 45 responden. Metode analisis data diuji dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji linieritas, uji parsial (uji t), uji serempak (uji F/F test), uji R-square,  dan analisis regresi jalur/intervening. Hasil uji t sebagai berikut: kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap perilaku kerja inovatif, pengembangan SDM berpengaruh tidak signifikan terhadap perilaku kerja inovatif, iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadap perilaku kerja inovatif, komitmen organisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap perilaku kerja inovatif, kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, pengembangan SDM berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, komitmen organisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, perilaku kerja inovatif berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil uji F menunjukkan secara simultan atau bersama-sama variabel  kepemimpinan transformasional, pengembangan SDM, iklim organisasi, komitmen organisasi dan perilaku kerja inovatif  berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Uji R square menunjukkan bahwa 97,89% variabel kinerja pegawai dijelaskan oleh kepemimpinan transformasional, pengembangan SDM, iklim organisasi, komitmen organisasi dan  perilaku kerja inovatif  sebagai variabel interverning, sedangkan sisanya sebesar 2,11% dijelaskan faktor-faktor lain diluar model penelitian. Hasil uji analisa jalur menunjukkan pengaruh langsung iklim organisasi terhadap kinerja pegawai lebih besar dari pengaruh tidak langsung iklim organisasi terhadap kinerja pegawai melalui perilaku kerja inovatif. Berdasarkan hasil total pengaruh untuk meningkatkan kinerja pegawai akan lebih efektif apabila melalui peningkatan iklim organisasi dengan perilaku kerja inovatif.
Peranan Keterlibatan Kerja, Work from Home (Wfh) Dan Komunikasi Untuk Mengoptimalakan Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi Nasrotin M, Tri Demuliani; Sutianingsih, Sutianingsih
Excellent Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/exc.v10i1.1481

Abstract

Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peranan keterlibatan kerja, work from home (WFH) dan komunikasi terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja pada Kantor Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi. Populasi dalam penelitian ini pegawai di Kantor Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi sejumlah 250 pegawai, sampel sebanyak 40% dari populasi, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 yang diperoleh dari 250 x 40%=100 responden dengan teknik sampel yang digunakan oleh peneliti adalah random sampling.Teknik analisis dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas, uji linieritas, analisis regresi linier berganda, analisis jalur, Uji t, Uji F, Uji koefisien determinasi dan analisis korelasi. Hasil penelitian menghasilkan bahwa keterlibatan kerja berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kepuasan kerja Pegawai. Work From Home (WFH) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kepuasan kerja Pegawai. Komunikasi berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja Pegawai. Keterlibatan kerja berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Work From Home (WFH) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai. Komunikasi berpengaruh positif  tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Kepuasan kerja berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil uji F dapat disimpulkan secara bersama-sama variabel Keterlibatan kerja, Work From Home (WFH), komunikasi dan kepuasan kerja mempengaruhi kinerja pegawai. Nilai R2 total sebesar 0,189  ini berarti bahwa kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi dijelaskan oleh Keterlibatan kerja, Work From Home (WFH), komunikasi dan kepuasan kerja sebesar 18,9% dan sisanya 81,1% dijelaskan variabel lain diluar model penelitian sebagai contoh lingkungan kerja, budaya organisasi dan kompensasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh langsung Work From Home (WFH) terhadap kinerja merupakan pengaruh yang paling dominan dalam mempengaruhi kinerja pegawai Kantor Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi. Kepuasan kerja terbukti bukan pemediasi dalam penelitian ini.
Kinerja Pegawai Ditingkatkan Dengan Kepuasan Kerja Dan Aspek Human Capital Dan Organizational Citizenship Behavior Retnaningtyas, Dwi Endah; Sutianingsih, Sutianingsih
Excellent Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/exc.v10i1.1492

Abstract

Mengetahui, menganalisis serta memberikan bukti empiris peran kepuasan kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai dengan aspek human capital dan organizational citizenship behavior pada RSUD dr. Suroto Kabupaten Ngawi adalah tujuan penelitian ini. Populasi merupakan pegawai di RSUD dr. Suroto Kabupaten Ngawi sejumlah. Sampel sebanyak 30% yaitu 250 x 30% = 75 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah analisis jalur regresi linier berganda, uji instrument, uji linieritas dan uji hipotesis yang  meliputi regresi linier berganda, Uji F, Uji t, dan koefisien determinasi. Hasil  penelitian menunjukkan human capital berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja Organizational citizenship behavior berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Human capital berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Organizational citizenship behavior berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil uji F 32,079 dan nilai signifikansi 0,000<0,05 dan dapat disimpulkan secara bersama-sama human capital, organizational citizenship behavior dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai RSUD dr. Suroto Kabupaten Ngawi. Nilai R2 total sebesar 0,718 dapat diartikan variasi kinerja pegawai di RSUD dr. Suroto Kabupaten Ngawi dijelaskan oleh variabel human capital, organizational citizenship behavior dan kepuasan kerja, sebesar 71,8% dan sisanya 28,2% dijelaskan variabel lain diluar model penelitian sebagai contoh kedisiplinan dan kompetensi. Hasil analisis jalur diketahui jalur organizational citizenship behavior terhadap kinerja, merupakan jalur yang dominan atau efektif untuk meningkatkan kinerja.