Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Efektivitas Metode Field Trip (Kunjungan Museum) Virtual Terhadap Pemahaman Konsep Peninggalan Sejarah Indonesia Pada Siswa Sekolah Dasar Siregar, Zulham
Jurnal Berbasis Sosial Vol 6 No 2 (2025): JBS
Publisher : Prodi Pendidikan IPS STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas metode field trip virtual (kunjungan museum virtual) terhadap pemahaman konsep peninggalan sejarah Indonesia pada siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian adalah mengetahui sejauh mana pengalaman belajar virtual dapat meningkatkan pemahaman konsep, minat belajar, dan kemampuan mengidentifikasi artefak sejarah. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest kontrol. Sampel terdiri dari 60 siswa kelas V yang dibagi secara acak ke dalam kelompok eksperimen (kunjungan museum virtual) dan kelompok kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman konsep, lembar observasi keterlibatan, dan angket minat belajar. Analisis data menggunakan uji-t dan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada skor pemahaman konsep dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Selain itu, kunjungan museum virtual meningkatkan keterlibatan siswa dan minat belajar terhadap materi peninggalan sejarah. Temuan ini mengindikasikan bahwa field trip virtual merupakan alternatif efektif untuk memperkaya pengalaman belajar sejarah di sekolah dasar, terutama ketika kunjungan fisik terbatas. Implikasi praktis dan rekomendasi untuk integrasi teknologi dalam kurikulum sejarah juga dibahas. Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi variasi platform virtual dan dampaknya terhadap retensi jangka panjang siswa serta perbedaan antar kelompok usia.
SOSIALISASI PEMANFAATAN MUSEUM SEBAGAI LABORATORIUM PEMBELAJARAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PELESTARIAN WARISAN BUDAYA KEPADA SISWA DI KABUPATEN LANGKAT Siregar, Zulham; Kahar Mashuri; Eka Darliana; Hasibuan, Fadli Ihsan Arbas; Nasution, Unita Sukma Zuliani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelestarian warisan budaya pada siswa di Kabupaten Langkat melalui sosialisasi pemanfaatan museum sebagai laboratorium pembelajaran budaya. Museum memiliki peran strategis sebagai sumber belajar kontekstual yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai sejarah dan budaya lokal ke dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode sosialisasi, pemaparan materi edukatif, diskusi interaktif, serta pengenalan fungsi dan koleksi museum yang relevan dengan materi pembelajaran. Materi sosialisasi difokuskan pada pemahaman peran museum sebagai media pembelajaran budaya, penguatan identitas lokal, serta pentingnya pelestarian warisan budaya di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan sikap apresiatif siswa terhadap keberadaan museum dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Siswa mulai memahami museum tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran yang mendukung pembelajaran bermakna. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dalam upaya pelestarian warisan budaya serta pemanfaatan museum secara berkelanjutan dalam pembelajaran di sekolah.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN CALON GURU DI KABUPATEN LANGKAT MEMALUI PENGUATAN KONTEN KURIKULUM BUDAYA MELAYU Deni Hartanto; Zulham Siregar; Feby Inge Dwiyanti; Muhammad Iqbal; Ulan Sari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi budaya Melayu di Kabupaten Langkat menghadapi tantangan degradasi identitas akibat minimnya internalisasi nilai-nilai lokal dalam proses pedagogis di sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi kompetensi profesional guru dan calon guru melalui penguatan konten kurikulum berbasis kearifan lokal. Strategi pelaksanaan dilakukan melalui instrumen workshop partisipatif yang mencakup identifikasi jejak sejarah lokal, rekonstruksi nilai filosofis Melayu, dan simulasi integrasi konten ke dalam perangkat pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kognitif peserta dalam memetakan potensi budaya Melayu Langkat sebagai sumber belajar yang relevan. Selain itu, kegiatan ini berhasil merumuskan paradigma baru bagi pendidik mengenai urgensi adaptasi teknologi dengan tetap berlandaskan pada etika budaya lokal. Secara teoretis, pengabdian ini menegaskan bahwa penguatan kurikulum berbasis tempat (place-based education) merupakan instrumen krusial dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah dinamika pendidikan modern. Implementasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyusunan muatan lokal yang lebih sistematis di Kabupaten Langkat.
PEMBERDAYAAN BUDAYA LOKAL MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT: REVITALISASI PERMAINAN TRADISIONAL DI LINGKUNGAN STKIP AL MAKSUM Zulham Siregar; Kahar Mashuri; Eka Darliana; Ade Evi Fatimah; Rizki Ayunda Lubis
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini, berjudul "Pemberdayaan Budaya Lokal melalui Pengabdian Masyarakat: Revitalisasi Permainan Tradisional di Lingkungan STKIP Al Maksum," bertujuan untuk menghidupkan kembali dan memperkaya kehidupan kampus dengan permainan tradisional sebagai sarana pemberdayaan budaya lokal. Melalui kerjasama antara ahli budaya lokal, mahasiswa, dan tim pelaksana, program ini berhasil memilih dan mengintegrasikan permainan tradisional yang tidak hanya merefleksikan identitas budaya kampus tetapi juga memancarkan nilai-nilai luhur. Sosialisasi, workshop, dan turnamen berhasil menciptakan gelombang antusiasme baru di kalangan mahasiswa, mengubah pandangan mereka terhadap kekayaan budaya lokal yang terkadang terabaikan. Dampak positif tidak hanya terlihat dalam peningkatan minat dan partisipasi mahasiswa tetapi juga dalam membentuk komunitas bermain yang solid dan semakin eratnya hubungan antara mahasiswa, dosen, dan ahli budaya lokal. Selain itu, program ini memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mahasiswa, baik secara fisik maupun mental, dan mengukuhkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan pemelihara budaya di lingkungan kampus. Kesuksesan program ini menciptakan harapan untuk kelanjutan dan perkembangan yang berkelanjutan dalam menggairahkan budaya lokal di kampus STKIP Al Maksum.
PENDAMPINGAN KOMUNITAS PECINTA MUSEUM DAN SEJARAH DALAM MEMPROMOSIKAN MUSEUM DAERAH KABUPATEN LANGKAT MELALUI KEGIATAN NIGHT AT THE MUSEUM Deni Hartanto; Zulham SIregar; Kahar Mashuri; Yusda Novianti; Supriadi; Muhammad Irzaldi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pendampingan kepada Komunitas Pecinta Museum dan Sejarah (Kopimurah) bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan peran Museum Daerah Kabupaten Langkat sebagai ruang pembelajaran sejarah dan budaya melalui program interaktif Night at the Museum. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman unik dan edukatif yang memadukan hiburan, pembelajaran, serta apresiasi terhadap sejarah lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, yang melibatkan Kopimurah, pengelola museum, dan masyarakat/pemuda setempat secara aktif. Pendampingan mencakup berbagai kegiatan, seperti perencanaan acara malam di museum, pengemasan narasi sejarah yang menarik, serta pelibatan peserta dalam aktivitas edukatif dan interaktif. Dokumentasi kegiatan meliputi catatan lapangan, video dokumentasi, dan publikasi, yang bertujuan untuk memperluas promosi museum kepada khalayak yang lebih luas. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terutama golongan peuda terhadap pentingnya pelestarian sejarah dan budaya lokal, khususnya melalui museum sebagai media pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini berhasil menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai sejarah lokal. Night at the Museum tidak hanya menjadi program hiburan edukatif, tetapi juga membuka peluang pengembangan museum sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi di Langkat.
Sosialisasi Penerapan Kurikulum Merdeka dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 2 Bahorok Zulham Siregar; Mustafa Habib; Kahar Mashuri; Eka Darliana; Deni Hartanto; Novi Syahpriyani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi Penerapan Kurikulum Merdeka dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 2 Bahorok bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pihak terkait, terutama guru dan tenaga pendidik, mengenai implementasi dua hal tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi siswa untuk belajar secara lebih fleksibel, dengan pendekatan yang menyesuaikan dengan minat, bakat, dan kebutuhan siswa. Melalui kurikulum ini, diharapkan siswa dapat lebih aktif dan kreatif dalam proses belajar, serta memperoleh keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Sementara itu, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertujuan untuk memperkuat karakter siswa berdasarkan nilai-nilai Pancasila, seperti integritas, gotong royong, dan kebhinekaan. Dalam kegiatan ini, berbagai materi dan teknik pengajaran terkait kurikulum dan proyek tersebut disampaikan kepada peserta agar mereka siap melaksanakan dan mengintegrasikannya dalam pembelajaran sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri 2 Bahorok dan menghasilkan generasi yang cerdas serta berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
PENGENALAN MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KULTURAL MAHASISWA PENDIDIKAN IPS Eka Darliana; Anisa Noverita; Zulham Siregar; Haryati; Unita Sukma Zuliani Nasution; Fadlul Syah Fiqri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan museum sebagai sumber belajar yang potensial dalam pembelajaran sejarah dan budaya bagi mahasiswa, khususnya calon guru di bidang pendidikan IPS dan sejarah. Museum memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran kontekstual yang menghubungkan mahasiswa dengan warisan budaya dan sejarah bangsa. Namun, pemanfaatan museum sebagai bahan ajar masih tergolong minim dalam praktik pembelajaran di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan pelatihan dan pendampingan dalam memahami fungsi edukatif museum, mengenali koleksi yang relevan dengan kurikulum, serta menyusun rancangan pembelajaran berbasis museum. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi, kunjungan langsung ke museum, dan praktik penyusunan media pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap fungsi edukatif museum, serta kemampuan mereka dalam mengintegrasikan koleksi museum ke dalam bahan ajar sejarah dan budaya. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan literasi kultural mahasiswa serta mendorong mereka untuk menjadi pendidik yang kreatif dan kontekstual dalam memanfaatkan sumber-sumber pembelajaran lokal.