Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Sosialisasi Penerapan Kurikulum Merdeka dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 2 Bahorok Zulham Siregar; Mustafa Habib; Kahar Mashuri; Eka Darliana; Deni Hartanto; Novi Syahpriyani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi Penerapan Kurikulum Merdeka dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 2 Bahorok bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pihak terkait, terutama guru dan tenaga pendidik, mengenai implementasi dua hal tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi siswa untuk belajar secara lebih fleksibel, dengan pendekatan yang menyesuaikan dengan minat, bakat, dan kebutuhan siswa. Melalui kurikulum ini, diharapkan siswa dapat lebih aktif dan kreatif dalam proses belajar, serta memperoleh keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Sementara itu, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertujuan untuk memperkuat karakter siswa berdasarkan nilai-nilai Pancasila, seperti integritas, gotong royong, dan kebhinekaan. Dalam kegiatan ini, berbagai materi dan teknik pengajaran terkait kurikulum dan proyek tersebut disampaikan kepada peserta agar mereka siap melaksanakan dan mengintegrasikannya dalam pembelajaran sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri 2 Bahorok dan menghasilkan generasi yang cerdas serta berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
PENGENALAN MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KULTURAL MAHASISWA PENDIDIKAN IPS Eka Darliana; Anisa Noverita; Zulham Siregar; Haryati; Unita Sukma Zuliani Nasution; Fadlul Syah Fiqri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan museum sebagai sumber belajar yang potensial dalam pembelajaran sejarah dan budaya bagi mahasiswa, khususnya calon guru di bidang pendidikan IPS dan sejarah. Museum memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran kontekstual yang menghubungkan mahasiswa dengan warisan budaya dan sejarah bangsa. Namun, pemanfaatan museum sebagai bahan ajar masih tergolong minim dalam praktik pembelajaran di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan pelatihan dan pendampingan dalam memahami fungsi edukatif museum, mengenali koleksi yang relevan dengan kurikulum, serta menyusun rancangan pembelajaran berbasis museum. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi, kunjungan langsung ke museum, dan praktik penyusunan media pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap fungsi edukatif museum, serta kemampuan mereka dalam mengintegrasikan koleksi museum ke dalam bahan ajar sejarah dan budaya. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan literasi kultural mahasiswa serta mendorong mereka untuk menjadi pendidik yang kreatif dan kontekstual dalam memanfaatkan sumber-sumber pembelajaran lokal.
PERAN PENDIDIKAN SEJARAH DALAM MEMPERKUAT PENDIDIKAN KARAKTER SISWA Zulham Siregar; Sakura Alwina; Oni Helmalia
Jurnal Sintaksis Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v5i1.409

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran pendidikan sejarah dalam meningkatkan pendidikan karakter di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pendidikan sejarah berkontribusi pada pengembangan karakter dan nilai-nilai moral siswa. Melalui pendekatan penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Temuan mengungkapkan bahwa pendidikan sejarah memainkan peran penting dalam membentuk karakter siswa dengan mempromosikan pemahaman mereka tentang peristiwa sejarah, menumbuhkan empati, pemikiran kritis, dan pengambilan keputusan etis. Studi ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan pendidikan sejarah ke dalam kurikulum dengan fokus pada pengembangan karakter dapat secara efektif memperkuat nilai-nilai moral siswa, keterampilan sosial, dan kesadaran kewarganegaraan. Ini merekomendasikan penerapan strategi pengajaran yang interaktif dan menarik, program pengembangan profesional guru, dan pemanfaatan beragam sumber sejarah untuk meningkatkan dampak pendidikan sejarah pada pembentukan karakter. Dengan mengakui pentingnya pendidikan sejarah dalam pengembangan karakter, pendidik dan pembuat kebijakan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif yang memelihara pertumbuhan karakter siswa dan mempersiapkan mereka untuk menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan etis.
PENGGUNAAN SUMBER SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN IPS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Zulham Siregar; Putri Anjani
Jurnal Sintaksis Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v4i2.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan sumber sejarah dalam pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama dan menginvestigasi tantangan dalam menyajikan materi sejarah dalam pembelajaran IPS yang menarik dan relevan bagi siswa. Dalam penelitian ini juga dievaluasi kesulitan siswa dalam memahami konsep sejarah yang abstrak dan kompleks, yang dapat menghambat pembelajaran dan mengurangi minat serta motivasi siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data melalui observasi kelas, wawancara dengan guru IPS, dan analisis dokumen pengajaran seperti rencana pelajaran dan materi pembelajaran. Analisis tematik dari data ini memberikan wawasan tentang praktik pengajaran yang efektif dalam mengintegrasikan sumber sejarah dalam pembelajaran IPS, hambatan yang dihadapi guru dalam menggunakan sumber sejarah dalam pemebelajaran IPS, serta persepsi dan dampaknya terhadap pemahaman dan minat siswa. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan kurikulum yang lebih baik dan memberikan rekomendasi kepada guru-guru dalam meningkatkan penggunaan sumber sejarah yang relevan dan menarik dalam pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama.
INOVASI PENGEMBANGAN MATERI AJAR PENDIDIKAN IPS DI SMP MELALUI PENDEKATAN TRADISI LISAN DAN SEJARAH LOKAL KABUPATEN LANGKAT Deni Hartanto; Zulham Siregar; Yusda Novianti; Muhammad Ridho
Jurnal Sintaksis Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v6i1.579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi pembelajaran IPS di SMP melalui pendekatan tradisi lisan dan sejarah lokal Kabupaten Langkat. Pendekatan tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang relevan dengan konteks budaya, sejarah dan sosial Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode ini melibatkan serangkaian kegiatan seperti pengumpulan data dari sumber pustaka, membaca secara mendalam, mencatat informasi penting, serta mengolah data untuk mendukung analisis yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi lisan dan sejarah lokal memiliki potensi besar untuk menjadi alternatif pengembangan materi pembelajaran IPS di tingkat SMP. Hal ini didasarkan pada beberapa pertimbangan penting, yaitu: a) keterkaitannya dengan kurikulum yang berlaku; b) kekayaan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam konten tradisi lisan dan sejarah lokal; serta c) relevansi dengan tantangan yang dihadapi di lingkungan sekolah. Selain itu, terdapat tiga langkah utama yang dapat dilakukan. 1) tahap analisis, yakni mengidentifikasi tradisi lisan yang relevan dan menyesuaikannya dengan kurikulum. 2) tahap desain dan pengembangan, di mana format dan struktur materi pembelajaran dirancang agar menarik dan bermanfaat bagi siswa. 3) tahap penerapan, yaitu mengintegrasikan materi yang telah dikembangkan ke dalam proses belajar-mengajar dengan cara yang interaktif dan bermakna. Langkah tersebut mampu mempengaruhi model pemebelajaran, pengetahuan, karakter dan memberikan apresiasi mendalam terhadap budaya lokal di Kabupaten Langkat.
Implementasi Pengembangan Kreativitas Pendidik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Medan Nahar, Syamsu; Al-Farabi, Mohammad; Siregar, Zulham; Siregar, M Fajri Syahroni
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 16 No 2 (2021)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.041 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v16i2.4661

Abstract

This study describe and analyze 3 research focuses. First, to describe the teacher creativity development program at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Medan. Second, to describe the implementation of the development of teacher creativity at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Medan. Third, to describe the results achieved in the development of teacher creativity at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Medan. This study uses descriptive qualitative methods, namely to describe, describe and reveal the results of research regarding the development of teacher creativity. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The interactive model data analysis technique from Miles and Hubermen uses three stages, namely: data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
SOSIALISASI PEMANFAATAN MUSEUM SEBAGAI LABORATORIUM PEMBELAJARAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PELESTARIAN WARISAN BUDAYA KEPADA SISWA DI KABUPATEN LANGKAT Zulham Siregar; Kahar Mashuri; Eka Darliana; Fadli Ihsan Arbas Hasibuan; Unita Sukma Zuliani Nasution
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelestarian warisan budaya pada siswa di Kabupaten Langkat melalui sosialisasi pemanfaatan museum sebagai laboratorium pembelajaran budaya. Museum memiliki peran strategis sebagai sumber belajar kontekstual yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai sejarah dan budaya lokal ke dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode sosialisasi, pemaparan materi edukatif, diskusi interaktif, serta pengenalan fungsi dan koleksi museum yang relevan dengan materi pembelajaran. Materi sosialisasi difokuskan pada pemahaman peran museum sebagai media pembelajaran budaya, penguatan identitas lokal, serta pentingnya pelestarian warisan budaya di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan sikap apresiatif siswa terhadap keberadaan museum dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Siswa mulai memahami museum tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran yang mendukung pembelajaran bermakna. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dalam upaya pelestarian warisan budaya serta pemanfaatan museum secara berkelanjutan dalam pembelajaran di sekolah.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN CALON GURU DI KABUPATEN LANGKAT MEMALUI PENGUATAN KONTEN KURIKULUM BUDAYA MELAYU Deni Hartanto; Zulham Siregar; Feby Inge Dwiyanti; Muhammad Iqbal; Ulan Sari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi budaya Melayu di Kabupaten Langkat menghadapi tantangan degradasi identitas akibat minimnya internalisasi nilai-nilai lokal dalam proses pedagogis di sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi kompetensi profesional guru dan calon guru melalui penguatan konten kurikulum berbasis kearifan lokal. Strategi pelaksanaan dilakukan melalui instrumen workshop partisipatif yang mencakup identifikasi jejak sejarah lokal, rekonstruksi nilai filosofis Melayu, dan simulasi integrasi konten ke dalam perangkat pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kognitif peserta dalam memetakan potensi budaya Melayu Langkat sebagai sumber belajar yang relevan. Selain itu, kegiatan ini berhasil merumuskan paradigma baru bagi pendidik mengenai urgensi adaptasi teknologi dengan tetap berlandaskan pada etika budaya lokal. Secara teoretis, pengabdian ini menegaskan bahwa penguatan kurikulum berbasis tempat (place-based education) merupakan instrumen krusial dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah dinamika pendidikan modern. Implementasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyusunan muatan lokal yang lebih sistematis di Kabupaten Langkat.