Claim Missing Document
Check
Articles

KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN SELAGINELLA DI KAWASAN BUKIT GATAN KABUPATEN MUSI RAWAS Eli Suryani; Yuli Febrianti; Destien Atmi Arisandy
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 9 (2023): Nusantara Hasana Journal, February 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the species of Selaginella plants in the Bukit Gatan Area of ​​Musi Rawas Regency, to determine the diversity index, domination index, evenness index, and relative density index of Selaginella plants in the Bukit Gatan Area of ​​Musi Rawas Regency. The research method used is descriptive qualitative. The data collection technique in this study used the roaming method and purposive sampling techniques. Based on the results of research on the diversity of Selaginella plants in the Bukit Gatan Area, Musi Rawas Regency, 1035 Selaginella plants of 9 species were found. The results of the analysis of the diversity index of Selaginella plants were categorized as moderate, the domination index value of 0.162 was categorized as low, the species evenness index value of 0.903 was categorized as high and the KR value of 99.998% was categorized as high. Soil pH in the Bukit Gatan area of ​​Musi Rawas Regency ranges from 6-7, air temperature ranges from 27°C-30°C, soil moisture ranges from 2% -6%, and light intensity ranges from low to high. So it can be concluded that research in the Bukit Gatan area of ​​Musi Rawas Regency contained 9 types of Selaginella plants and had moderate diversity, low dominance, high species evenness analysis results and relatively high density and had neutral soil pH, normal air temperature, dominant soil moisture medium and low dominant light intensity.
Pelatihan Pembuatan Puding Cokelat Lapis Daun Kelor Sebagai Hidangan Penutup (Dessert) Yang Sehat Yuli Febrianti; Reny Dwi Riastuti; Fitria Lestari; Juwati Juwati
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 1 No. 02 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.188 KB) | DOI: 10.46772/jamu.v1i02.345

Abstract

Daun Kelor dapat dijadikan sebagai bahan makanan (pangan) fungsional. Pemanfaatan kelor sebagai bahan makanan hanya terbatas untuk diolah menjadi sayuran saja yang dapat membosankan bila terlalu sering dikonsumsi. hanya beberapa orang saja yang mau memanfaatkan tanaman Kelor sebagai bahan pangan fungsional. Warga masyarakat sebetulnya sudah memanfaatkan lahan kosong di lingkungan rumahnya masing-masing untuk dimanfaatkan sebagai tanaman sayuran melalui polybag, namun hanya untuk jenis tanaman tertentu saja, sementara tanaman Kelor belum menjadi perhatian dan hanya dianggap sebagai tanaman pagar yang kurang dimanfaatkan sebagai tanaman pangan. Kegiatan pelatihan pembuatan puding cokelat lapis daun Kelor sebagai hidangan penutup (dessert) yang sehat ini untuk meningkatkan ketahanan pangan warga masyarakat sehingga tetap sehat, pendapatan keluarga bertambah, dan ekonomi masyarakat setempat akan meningkat, menjadikan warga masyarakat lebih sejahtera, terutama di masa sekarang dengan biaya kebutuhan hidup semakin meningkat tajam khususny RT 05 Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Sasaran peserta pelatihan yaitu warga masyarakat sebanyak 27 orang dan teknik pengumpulan data melalui observasi dengan menggunakan lembar observasi. Peserta pelatihan telah mengalami peningkatan keterampilan secara bermakna yaitu dari 58,33 (keterampilan awal) menjadi 91,67 (keterampilan akhir). Hal ini terbukti dari kesungguhan warga masyarakat yang ditunjukkan dalam partisipasi yang sangat baik pada saat pelatihan
Pelatihan Pemanfaatan Kulit Bawang Merah Sebagai Keripik Untuk Menambah Nilai Ekonomi Masyarakat Keluruhan Air Kuti Kecamatan Lubuk Linggau I Reny Dwi Riastuti; Nopa Nopiyanti; yulfi yulfi; Yuli Febrianti
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 1 No. 02 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.925 KB) | DOI: 10.46772/jamu.v1i02.353

Abstract

Di dalam kulit bawang merah terdapat berbagai senyawa kimia yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, diantaranya flavanoid, tanin, saponin, dan glikosida. Setiap senyawa tersebut memiliki manfaat yang berbeda, seperti Flavonoid yang dapat menghasilkan aktivitas antioksidan antidermatosis, kemopreventif, antikanker, serta memiliki sifat fotoprotektif sehingga diyakini mampu menyerap sinar ultraviolet. Banyaknya jenis kandungan senyawa kimia tersebut, menjadikan kulit bawang merah dapat diolah menjadi makanan yang sehat dan tinggi gizi. Salah satu produk makanan yang dibuat dari kulit bawang merah adalah keripik. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan produk keripik kulit bawang merah kepada ibu-ibu PKK di kelurahan Air Kuti Lubuklinggau Timur I. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini adalah pelatihan yang dimulai dari tahap sosialisasi, tahap pemberian pengetahuan, dan tahap pelatihan. Lokasi Pelaksanaan program PKM ini adalah di kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1, Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan. Hasil dari kegiatan ini adalah: 1) ibu ibu PKK kelurahan Air Kuti setelah mengikuti pelatihan menjadi tau akan kandungan dalam kulit bawang merah, 2) Ibu ibu PKK kelurahan Air Kuti setelah mengikuti pelatihan menjadi bisa mengolah dan membuat kulit bawang merah menjadi kerikpik kulit bawang merah, 3) Bertambahnya variasi makanan, yaitu keripik kulit bawang merah dengan berbagai rasa pada industri rumah tangga di daerah Mitra
Antibacterial Test of Keji Beling Leaf Starch Extract (Strobilanthes crispus) Against Inhibition Zone Salmonella thypi Ayu Putri Ariani; Yuli Febrianti; Mareta Widiya
Journal Of Biology Education Research (JBER) Vol 3, No 1 (2022): Volume 3 nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55215/jber.v3i1.4939

Abstract

Salmonella typhi is a gram-negative rod-shaped bacterium, which can cause typhoid fever.  Keji Beling (Strobilanthes crispus) is a medicinal plant that contains metabolic substances such as flavonoids that function as antibacterial.  The aim of this research was to determine the antibacterial activity of the starch from the leaves of the Keji Beling (Strobilanthes crispus) against the inhibition zone of Salmonella thypi.  This study consisted of an experimental study with a completely randomized design (CRD).  One Way Anova statistical test results obtained sig. ie 0.99 0.05, which means the results were not significant. The conclusion in this study was that the concentration of starch from the leaves of Keji Beling (Strobilanthes crispus) had no effect on the inhibition zone of Salmonella thypi.
Pemanfaatan Organ Tumbuhan sebagai Obat yang Diolah secara Tradisional di Desa Wukirsari Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Nopa Nopiyanti; Andung Eliska; Intan Nuryani; Yuli Febrianti
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 6 No 1 (2023): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v6i1.5317

Abstract

Traditional medicinal plants are ingredients or natural ingredients derived from plants that have been used for generations for treatment based on experience. The use of plants as medicine has been around for a long time. Knowledge of medicinal plants is a national heritage based on experiences that have been passed down from generation to generation. Inheritance of knowledge about traditional medicine from generation to generation in society is the cause of the extinction of this knowledge. The knowledge possessed by traditional communities in the village is rarely written down, mostly only known by those who are old. Meanwhile, the younger generation, especially those who have integrated into modern life, rarely care about the knowledge that society has. This study aims to collect information from the public regarding the use of plant organs as traditional medicine in Wukirsari Village, Tugumulyo District, Musi Rawas Regency. This research is a descriptive study using interviews, observation, and literature studies. From the research results, it was found that the types of plants that have been used as medicinal plants in Wukirsari village, Tugumulyo district, Musirawas district totaled 17 species from 13 families and the parts of the plants used were 46.6% leaves, 26.6% rhizomes, 16.6% fruit, and 10% bark/stem. Keywords: Traditional Medicine, Utilization, Medicinal Plants
PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK PEPAYA BERANEKA RASA (PIYA BERAS) KHAS DESA TRIKOYO KECAMATAN TUGUMULYO Yuli Febrianti; Dian Samitra; Fitria Lestari; Reny Dwi Riastuti; Nopa Nopiyanti; Endang Suswati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16399

Abstract

Buah pepaya bisa langsung dimakan saat sudah matang. Masyarakat masih jarang sekali mengetahui cara membuat keripik pepaya dengan cara tradisional. Sangat jarang pepaya segar berubah tampilannya menjadi makanan ringan/cemilan keripik pepaya. Memang komposisi buah pepaya lebih banyak mengandung air, sehingga lebih nikmat dan menyegarkan jika dipadukan dengan minuman segar, seperti es campur, es buah, salad buah, manisan atau yang lainnya. Pengolahan buah pepaya menjadi makanan kuliner hanya dibatasi pada campuran rujak buah saja. Karena banyak orang yang tidak berpikir untuk mengolah buah berserat ini menjadi makanan baru, apalagi sebagai cemilan atau makanan ringan seperti keripik pepaya. Metode pelatihan dimulai dengan persiapan (survey awal, administrasi, dan koordinasi), persiapan kegiatan lapangan, pemberian materi pelatihan, praktik pembuatan PIYA BERAS (Keripik Pepaya Beraneka Rasa) sebagai cemilan sehat, observasi keterampilan pembuatan keripik pepaya, monitoring dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan PIYA BERAS (Keripik Pepaya Beraneka Rasa) khas Desa Trikoyo Kecamatan Tugumulyo diperoleh bahwa Ibu PKK mengalami peningkatan keterampilan yaitu 58,33 (nilai keterampilan awal) menjadi 83,33 (nilai keterampilan akhir) dalam memanfaatkan buah pepaya menjadi keripik pepaya sebagai cemilan yang enak dan sehat. Kesimpulan dari pelatihan ini adalah Ibu PKK mengetahui cara mengolah keripik pepaya sebagai cemilan yang enak dan sehat. Para peserta mengikuti kegiatan pelatihan dengan semangat dan motivasi yang tinggi, sehingga kegiatan berjalan baik dan lancar.
Respon Keterlaksanaan E-Book Ilmu Lingkungan Berorientasi Conceptual Change Yuli Febrianti; Endang Suswati; Nopa Nopiyanti
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 1 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i1.7653

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis keterlaksanaan e-book ilmu lingkungan berorientasi conceptual change. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui lembar keterlaksanaan e-book ilmu lingkungan berorientasi conceptual change. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner (angket) berbentuk kuesioner tertutup yang berisikan tentang aspek pengamatan yang diberikan kepada pengamat untuk mengetahui sejauh mana keterlaksanaan e-book ilmu lingkungan berorientasi conceptual change yang dibuat oleh peneliti. Adapun teknik analisis data digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh melalui kuesioner (angket) yang telah dinilai oleh pengamat. Analisis data yang digunakan dengan cara mengelompokkan informasi dari data hasil kualitatif yang berupa tanggapan dan hal-hal lain yang ditemukan selama pengamatan. Adapun analisis data dijadikan acuan untuk memperbaiki atau merefisi produk. Data yang diperoleh dianalisis dan diukur persentase respon pengamat melalui pedoman skor penilaian respon pengamat terhadap keterlaksanaan e-book ilmu lingkungan berorientasi conceptual change. Hasil penelitian ini adalah perolehan skor angket yang disi oleh pengamat diperoleh jumlah skor angket 38 dan dihitung menggunakan rumus diperoleh hasil yaitu 95%. Simpulan dalam penelitian ini adalah respon yang positif dari pengamat terhadap keterlaksanaan e-book ilmu lingkungan berorientasi conceptual change sehingga layak digunakan sebagai sumber belajar mandiri. Kata Kunci—Conceptual Change, E-Book, Ilmu Lingkungan, Kuesioner (Angket), Respon Keterlaksanaan.
Pemberdayaan Masyarakat Pedalaman Melalui Tekonologi Akuaponik Untuk Meningkatkan Ekonomi Di Dusun III Sri Pengantin Fitria Lestari; Yuli Febrianti; Nopriyeni Nopriyeni; Agus Andriansah; Frengky Alexander Pratama; Gusti Aldo Wijaya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1452

Abstract

Dusun III Sri Pengantin merupakan salah satu desa terisolir dari desa lainnya yang berada di Kecamatan STL Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas, dimana untuk mencapai dusun tersebut harus menggunakan transportasi khusus yang dikenal dengan “ketek” selama 45 menit hingga 1 jam. Dusun yang terisolir juga diperparah dengan ketiadaan sumber listrik, tingkat pendidikan yang minim, serta fasilitas sarana prasarana yang sangat memprihatinkan. Hal ini berdampak pada ekonomi masyarakatnya yang hanya mengandalkan hasil kebun yang letaknya jauh dari rumah asli penduduk dan umumnya mendapatkan barang umumnya masyarakat saling menggunakan sistem barter. Padahal, dusun ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak, seperti sungai, bukit, ikan, dan lahan yang luas. Oleh karena itu, dengan daya dukung sumber daya alam yang ada, salah satu usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat adalah dengan menerapkan teknologi akuaponik dimana hasil yang didapatkan tidak hanya ikan, tetapi juga sayur-sayuran.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEDALAMAN MELALUI PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK DAUN BAMBOE DI DUSUN III SRI PENGANTIN KECAMATAN STL ULU TERAWAS Fitria Lestari; Yuli Febrianti; Agus Andriansah; Frengky Alexander Pratama; Gusti Aldo Wijaya
Setawar Abdimas Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v2i1.4793

Abstract

Dusun Sri Pengantin merupakan dusun dengan julukan “Kampung Bambu” oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Julukan itu diberikan dikarenakan keberlimpahan tumbuhan bambu didusun tersebut. Selain kehidupannya, ekonomi didusun ini juga masih jauh cukup rendah dengan mata pencaharian hanya mengandalkan kebun kopi. Padahal, dengan banyaknya bambu hendaknya dapat menambah pendapatan ekonomi masyarakat didusun tersebut. Permasalahan dalam mengolah bambu menjadi produk bernilai jual ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat didusun tersebut. Adapun produk yang dapat dihasilkan dari bambu adalah pupuk organik. Pengolahan ini berdasarkan pertimbangan kebermanfaatannya bagi kehidupan, seperti membantu dalam perkebunan kopi yang memang menjadi mata pencaharian utama masyarakat di dusun Sri Pengantin, ramah lingkungan, dan umumnya diminati oleh masyarakat. Selain itu, pengolahan bambu menjadi produk yang bernilai jual juga diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk menjadikan dusun ini sebagai dusun wisata yang nantinya banyak dikunjungi wisatawan sehingga dapat membuka peluang uasaha, meningkatkan ekonomi masyarakat, dan menjadi ciri khas dari dusun Sri Pengantin. Adapun rencana kegiatan yang akan kami lalukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menggunakan metode observasi, sosialisasi, pelatihan dan dilanjutkan praktik langsung pembuatan pupuk organik daun bambu, serta melakukan pendampingan dalam produksi, manajemen usaha, dan cara memasarkan produk pupuk organik daun bambu. Target luaran dalam kegiatan ini adalah: 1) Peningkatan pengetahuan tentang pengolahan pupuk organik daun bamboe; 2) peningkatan keterampilan tentang pengolahan pupuk organik daun bamboe; 3) Publikasi artikel di Jurnal Madani; 4) Publikasi Media Massa di Koran Linggau Pos. Kata Kunci: Daun Bamboe, Pupuk Organik, Sri Pengantin
PENGOLAHAN VIRGIN COCONUT OIL PADA MASYARAKAT PEDALAMAN DI DUSUN III SRI PENGANTIN KECAMATAN STL ULU TERAWAS Ivoni Susanti; Fitria Lestari; Yuli Febrianti; Agus Andriansah; Gusti Aldo Wijaya
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 7 (2023): Nusantara Hasana Journal, December 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i7.1029

Abstract

Sri Pengantin Hamlet is a hamlet nicknamed "Bamboo Village" by the South Sumatra Provincial Government. Apart from that, another abundant potential in this hamlet is coconut plants. Access to this hamlet can only be reached via water for 45 minutes - 1 hour using a means of transportation called "ketek". Apart from the difficulty of access, the unavailability of electricity and signals means that the lives of the people in this hamlet are still lagging behind compared to other hamlets in the same sub-district. Apart from living, the economy in this hamlet is still quite low with livelihoods only relying on coffee plantations. In fact, the abundance of coconuts should be able to increase the economic income of the people in the village. Therefore, one of the activities carried out is holding training on processing coconut into virgin coconut oil (VCO). The results of the research show that there has been an increase in community skills in processing coconut into VCO from 39 to 92.35% with the proposed business management in the form of storing the VCO produced so that it can be resold so that it can help the community's economy. It is concluded that the abundant natural potential can be processed into valuable products with creativity.