Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Power Otot Tungkai dengan Hasil Smash Bolavoli pada Pemain Usia 16-18 Tahun Jaya Vollyball Club (Jvc) Lubuklinggau Sintia Sintia; Viktor Pandra; Yuli Febrianti
Mutiara Pendidikan dan Olahraga Vol. 2 No. 5 (2025): September: Mutiara Pendidikan dan Olahraga
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mupeno.v2i5.672

Abstract

This study investigates the relationship between leg muscle power and the effectiveness of volleyball smash performance among players aged 16–18 years at Jaya Volleyball Club (JVC) Lubuklinggau. Volleyball is a sport that requires a combination of physical strength, technical mastery, and tactical coordination, with the smash being one of the most decisive offensive techniques. The research was motivated by the observation that many junior athletes at JVC had not yet maximized their smash performance, particularly in terms of accuracy and power, which are strongly influenced by leg muscle explosiveness. The study employed a quantitative approach using purposive sampling with 35 participants selected from a population of 60 athletes. Leg muscle power was measured using the vertical jump test, while smash ability was assessed using a structured volleyball smash test. Data analysis was conducted with SPSS version 23, including descriptive statistics, normality tests using the Kolmogorov-Smirnov method, and Bivariate Correlation analysis (two-tailed). The results revealed a correlation coefficient (r) of 0.652, with a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a statistically significant and strong relationship between leg muscle power and smash performance. These findings confirm that explosive power in the legs contributes greatly to the ability of young volleyball players to execute effective smashes. Athletes with higher vertical jump capacity tend to produce more accurate, powerful, and successful smashes, thereby increasing their contribution to team performance. The results emphasize the importance of integrating targeted leg muscle power training into volleyball coaching programs. Coaches and clubs are encouraged to design structured strength and plyometric training regimens to optimize players’ performance. Furthermore, this study provides valuable insights for athlete development programs and contributes to the broader understanding of physical conditioning in volleyball.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknologi “Umak Clink (Sabun Cair Cuci Piring Cymbopogon nordus)” Di Kelurahan Taba Lestari Kecamatan Lubuklinggau Timur I Fitria Lestari; Yuli Febrianti
Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya) Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.029 KB) | DOI: 10.51510/madiya.v2i1.441

Abstract

Serai wangi merupakan salah satu potensi lokal yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau yang tersebar salah satunya di Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Adanya senyawa aktif seperti alkaloid, flavanoid, tanin, dan minyak atsiri dimanfaatkan oleh Pemerintah untuk diolah menjadi berbagai produk seperti parfum, lotion pengusir nyamuk, handsanitizer, dan kerajinan tangan. Hasil olahan dari serai wangi akan meninggalkan limbah cairan yang kurang dimanfaatkan, sehingga untuk meminimalisir dampak tersebut, maka limbah akan diolah menjadi “Umak Clink” yaitu sabun cuci piring dari limbah serai wangi. Metode yang digunakan terdiri dari tahap sosialisasi, tahap pemberian pengetahuan, tahap pemberian pelatihan dan pendampingan, dan tahap produksi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa ibu-ibu di Kelurahan Taba Lestari dapat secara mandiri membuat sabun cair cuci piring berdasarkan angket yang diberikan yaitu menunjukkan persentase sebesar 100%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa serai wangi berpotensi untuk dijadikan sabun cair cuci piring untuk meminimalisir pengeluaran kebutuhan bulanan dengan memanfaatakan potensi yang ada.
PENYULUHAN STOP BULLYING DI SD NEGERI 56 LUBUKLINGGAU Yuli Febrianti; Fitria Lestari; Juwati; Ivoni Susanti
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i2.8122

Abstract

Bullying atau dikenal dengan perundungan menjadi bahan hangat dalam pendidikan dewasa ini dan anak-anak rentan terhadap kejadian ini serta sekolah menjadi lokasi yang sering ditemui terjadinya bullying. Kasus bullying yang membudaya menjadikan siswa terkadang tidak menyadari bahwa bisa saja menjadi pelaku atau korban dari bullying. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SD Negeri 56 Lubuklinggau terkait Bullying atau dikenal dengan istilah perundungan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dalam bentuk sosialisasi informasi pada siswa. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 5 SD Negeri 56 Lubuklinggau sebanyak 58 orang. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya partisipasi aktif dari siswa berupa pertanyaan, serta siswa mampu menjawab pertanyaan dari narasumber terkait bullying dalam bentuk permainan atau games. Disimpulkan bahwa penyuluhan terkait bullying ini sangat bermanfaat dan sangat perlu untuk diinformasikan untuk menghindari terjadinya bullying dan bahkan bisa menjadi benteng anak agar secara tidak sadar menjadi pelaku ataupun korban bullying itu sendiri.
Pelatihan Akuaponik Untuk Meningkatkan Keterampilan Masyarakat Dusun III Sri Pengantin Kecamatan STL Ulu Terawas Fitria Lestari; Yuli Febrianti; Nopriyeni Nopriyeni; Frengky Alexander Pratama; Agus Andriansah; Gusti Aldo Wijaya
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.85

Abstract

Dusun III Sri Pengantin terletak di Kecamatan STL Ulu Terawas dan terpisah dari desa lainnya dikarenakan akses menuju ke lokasi harus menggunakan “ketek” selama 45 menit hingga 1 jam. Selain akses yang sulit, hal ini diperparah dengan fasilitas yang minim termasuk tidak ada sumber listrik, pendidikan yang rendah, dan hal ini berdampak pada kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sumber daya alam yang ada. Padahal, dusun ini memiliki potensi yang melimpah, seperti air, pekarang, dan juga tanaman. Oleh karena itu, salah satu solusinya adalah dengan memberikan pelatihan akuaponik kepada masyarakat dusun III Sri Pengantin. Metode yang digunakan adalah dengan sosialisasi, pelatihan akuaponik, dan juga monitoring secara berkala. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan masyarakat dusun III Sri Pengantin dari 35% menjadi 93%. Kesimpulannya adalah potensi sumber daya alam yang dimiliki haruslah seimbang dengan keterampilan yang dimiliki, sehingga dapat menjadi nilai ekonomi nantinya.