Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MENINGKATKAN EFEKTIFITAS SUPERVISI AKADEMIK PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI TEMAN SEJAWAT TAHUN 2018 DI SMA NEGERI 1 TERARA SAHLAN
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 7 No. 1 (2019): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan best practice, yang bertujuan untuk: (1) mengetahuibagaimana cara melaksanakan Supervisi Teman Sejawat, dan (2) mengetahuiEfektivitas Supervisi Pelaksanan pembelajaran oleh Teman Sejawat . Sterategiyang digunakan adalah melalui kegiatan IN 1 – ON 1 – ON 2 dan selanjutnya IN 2.Dapat disimpulkan sebagai berikut yaitu : (1) Cara melaksanakan supervisiakademik agar berjalan optimal, (2) Kegiatan Supervisi Akademik PelaksanaanPembelajaran Teman Sejawat ini berjalan efektif yaitu jika sebelumnya 7 sd 10guru yang dapat disupervisi oleh kepala sekolah dan Pengawas, maka dengansupervisi Teman Sejawat , jumlah guru yang disupervisi bertambah menjadi 36orang guru, dan secara kualitatif terdapat hasil Amat Baik (A) = 2 orang, Baik (B)= 26 orang dan cukup (C) = 8 orang. Dan demikian juga diperoleh gambaranbahwa hanya 50 % guru melaksanakan beberapa aspek seperti pembelajaran yangdilaksanakan menumbuhkan kreativitas sesuai dengan bakat, minat, danperkembangan fisik serta psikologis peserta didik dan melaksanakan tindak lanjut.Kata kunci: supervisi akademik, supervisi teman sejaawatThis research is a best practice, which aims to: (1) know how to carry out PeerSupervision, and (2) find out the Effectiveness of Supervision of LearningImplementation by Peers. The strategy used is through the activities of IN 1 - ON 1 -ON 2 and then IN 2. It can be concluded as follows, namely: (1) How to carry outacademic supervision in order to run optimally, (2) Academic Supervision Activities forPeer Learning Learning is effective, namely if previously 7 to 10 teachers can besupervised by the principal and Supervisor, then with peer peer supervision, thenumber of supervised teachers increases to 36 teachers, and qualitatively there areVery Good results (A) = 2 people, Good (B) = 26 people and enough (C) = 8 people.And so it also shows that only 50% of teachers carry out several aspects such aslearning that is carried out to foster creativity in accordance with the talents, interests,and physical and psychological development of students and carry out follow-up.Keywords: academic supervision, peer supervision
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN PEMBELAJARAN Sahlan
Al'Adalah Vol. 14 No. 2 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada indikasi kuat mengenai tercerabutnya nilai-nilai luhur bangsa kita, seperti kesantunan, kejujuran, kebersamaan dan lain-lainnya, sehingga muncullah antara lain kasus tawuran pelajar dan mahasiswa, perjokian, penyuapan, markus, korupsi. Semua itu menggambarkan kegagalan pendidikan kita dalam membangun karakter bangsa. Ini sebagai bukti bahwa selama ini ada kecendenmgan masyarakat maupun sekolah hanya sekadar memacu peserta didiknya untuk memiliki kemampuan akademik tinggi, tapi mengabaikan hal-hal yang non akademis dan tanpa diimbangi pembentukan karakter yang kuat dan cerdas. Oleh karena itu, pendidikan karakter mendesak untuk segera mendapat perhatian serius, yang salah satunya dengan cara menanamkan nilai-nilai luhur tersebut melalui kegiatan pembelajaran di setiap satuan pendidikan.
REVOLUSI STRATEGI PEMBELAJARAN DI MADRASAH Sahlan
Al'Adalah Vol. 9 No. 2 (2006)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adalah sebuah kenyataan bahwa dunia ini bergerak sangat cepat dan selalu terjadi revolusi di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang mempengaruhi semua aspek kehidupan. Sedangkan cara belajar dan juga cara mengajar guru di lembaga-lembaga pendidikan formal (madrasah, misalnya) masih banyak yang cenderung konvensional. Maksudnya, guru mengajar secara alami sesuai bakat yang dimilikinya atau cenderung meniru gaya orang terdahulu yang pernah menjadi gurunya. Oleh karena itu, sudah saatnya guru merevolusi cara mengajarnya dengan memilih beberapa Strategi pembelajaran alternative (aktif). Harapannya, pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, efisien, menarik, menyenangkan, dan hasilnya memuaskan.
ASPEK KRIMIOLOGIS WHITE COLLAR CRIME Jenny Eviana; Layla Fitri; Warni Fitri Sari; Sahlan
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v3i2.294

Abstract

White Collar Crime dimana diartikan sebagai sebuah definisi serta bentuk nyata dari suatu kejahatan baik yang dilakukan oleh seorang individu maupun kelompok, dimana mereka mempunyai hak ataupun wewenang untuk melakukan tindakan semena-mena dalam pekerjaanya. Seperti yang kita ketahui bahwasanya White Collar Crime banyak terjadi di kalangan orang-orang besar yang mempunyai wewenang dan sangat berpengaruh. Kejahatan yang biasa dilakukan di sini dimaknai sebagai perilaku serta tindakan seorang individu yang melanggar aturang perundang-undangan. Sebagian orang beranggapan bahwa adanya kesempatan bagi mereka serta peran penting ketika memiliki sebuah jabatan memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan tindak kejahatan White Collar Crime. Adapun aspek kriminologis dalam kejatahatan White Collar Crime yakni perbuatan jahat dan perilaku yanng melanggar aturan dan norma-norma yang melibatkan orang banyak dalam perbuatan dan tindakanya. Permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini yaitu aspek kriminologis yang terkait dengan kejahatan kerah putih serta bagaimana upaya penanggulangan yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kasus White Collar Crime.
Suggestopedia Meets Multisensory Learning: A Synergistic Approach to Boosting Children's Creative Thinking and Expressive Language Sahlan
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2023.83-02

Abstract

Students must think creatively and communicate well. Students who fail to share their thoughts and discoveries may lack confidence and perform poorly in social situations. This study analyses how multisensory suggestopedia boosts student creativity and expressive language. This quantitative experiment uses non-equivalent control groups and explanations. This study featured 30 control and 30 experimental students. A sample of grade 1 elementary school students was chosen for the study. This study included questionnaires and observation checklists. A 12-item children's creative thinking questionnaire and an 8-item expressive language instrument were used in this study. This study tested normalcy and homogeneity. Data was further analyzed using SPSS with an independent sample t-test. Multimodal suggestopedia learning increased students' language and creative thinking, according to one study. Creative thinking and expressive language scores were high in the experimental group: 32.8 > 17.5 and 25.55 > 14.5. Additionally, each variable has a significance value of 0.000 < 0.05. The optimistic suggestions in Suggestopedia facilitate multisensory learning by engaging students' senses. Students' ability to think creatively and articulate their ideas has grown. Future students may benefit from Suggestopedia and other multisensory learning tools.
Studi Masyarakat Sosial Dalam Persfektif Kelompok Sosial dan Stratifikasi Sosial Sahlan
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v1i1.93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran stratifikasi sosial dan kelompok sosial dalam membentuk dinamika masyarakat modern. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana stratifikasi sosial menciptakan ketimpangan dalam akses terhadap sumber daya seperti pendidikan dan ekonomi. Temuan utama menunjukkan bahwa stratifikasi sosial, meskipun berfungsi menjaga stabilitas sosial, juga memperkuat ketimpangan sosial. Di sisi lain, kelompok sosial memainkan peran dalam mendukung solidaritas tetapi dapat menghambat mobilitas sosial. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya kebijakan yang inklusif untuk mengurangi ketimpangan sosial dan meningkatkan akses terhadap layanan dasar. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan termasuk eksplorasi dampak kebijakan pada mobilitas sosial dalam konteks yang lebih spesifik.
Exploration of Wien Displacement Law: A Fundamental Concept in Quantum Physics Yohakim, Yoman Ribeta Ratu; Maodjud, Siti Hamia; Ngaga, Elisabeth Jaa; Jufriansah, Adi; Sahlan
Bincang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 03 (2024): Bincang Sains dan Teknologi
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bst.v3i03.648

Abstract

This study explores the relationship between the temperature of a black body and the wavelength of the radiation it emits based on the Wien Displacement Law. This experiment collected maximum temperature and wavelength data using PhET simulation software and other supporting devices. The Wien Displacement Law states that the wavelength at which the maximum intensity of blackbody radiation occurs (λmax) is inversely proportional to the absolute temperature of the object (T). To test this law, the temperature of the blackbody was set at various values in the simulation, and the resulting maximum wavelength was recorded. The linear regression method analyzed the data to determine the temperature and maximum wavelength relationship. The analysis results showed a linear relationship with a coefficient of determination R2 = 1, indicating that the model fits the observed data well. The value of Wien's constant (b) calculated from the slope of the regression line is close to the theoretical value of 2.897 × 10-3 m.K, supporting the validity of the Wien Displacement Law. In conclusion, this study confirms that the maximum wavelength of electromagnetic radiation is inversely proportional to the absolute temperature of a blackbody, which agrees with the prediction of the Wien Displacement Law.  
Realizing “Deconstructional” Justice Through Agrarian Civil Law Reform: A Review Of Jacques Derrida’s Theory Sahlan; Miqat, Nurul; Susi Susilawati
Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan
Publisher : Magister of Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ius.v12i3.1559

Abstract

Agrarian law in Indonesia has a long history influenced by various power regimes. However, it still faces challenges such as agrarian conflicts and inequalities in land distribution. This research aims to analyze the application of Jacques Derrida's deconstruction concept in the reform of Indonesian agrarian civil law, by identifying and evaluating critical aspects that need to be deconstructed to realize more substantive and inclusive agrarian justice. This study uses normative legal research methods with a conceptual approach, analyzing primary, secondary, and tertiary legal materials through literature studies, and applying qualitative analysis techniques including descriptive, interpretative, and critical analysis to examine the application of Jacques Derrida's deconstruction theory in Indonesian agrarian civil law reform. The research results show that Jacques Derrida's deconstruction concept can be applied in Indonesian agrarian civil law reform to achieve more substantive justice. This approach allows for the dismantling of existing agrarian legal structures, revealing inconsistencies and contradictions within them, and opening space for new, more inclusive interpretations. Critical aspects that need to be deconstructed include colonial legacies in agrarian law, dualism between customary and national law, inequalities in land tenure, unfair conflict resolution mechanisms, lack of integration between agrarian policies and environmental protection, and weak implementation of indigenous peoples' rights. Through the deconstruction of these aspects, agrarian law reform can be directed to create a more just, inclusive, and sustainable system, taking into account broader social, cultural, and economic contexts.. Keyword: Deconstruction, Agrarian, Justice, Reform, Derrida.
Understanding the Concept of Photo Electricity: Applications and Implications in Quantum Physics Subandi, Yunita Kristianti; Sulastri, Endang; Bukangdonu, Feronika; Yohakim, Yoman Ribeta Ratu; Jufriansah, Adi; Sahlan
Bincang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 03 (2024): Bincang Sains dan Teknologi
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bst.v3i03.702

Abstract

This research investigates the photoelectric effect using PhET Simulation to verify and test hypotheses related to this phenomenon. The study focuses on the interaction between ultraviolet (UV) light and sodium electrodes, analyzing the relationship between light wavelength and the resulting electron energy. Through experiments, critical constants in physics, such as Planck's constant, are calculated to validate the theories of the photoelectric effect. The findings demonstrate a non-linear relationship between UV light wavelength and current strength, with optimal photon energy required to induce maximum electron ejection at specific wavelengths. This research highlights the significance of simulation tools in understanding quantum physics concepts and aims to enhance teaching methods for more effective and engaging physics education.
Optimalisasi Pelatihan Edupreneurship Islami (BATIK SIBORI) Mahasiswa PGMI–FSI Universitas Muhammadiyah Riau Deprizon, Deprizon; Refika; Cyintia Kumalasari; Hanim; Sahlan; Ucy Rahmayani Nursyam; Astri widyanthi; Siti Aisyah Hanim
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 8 No. 3 (2024): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v8i3.8232

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memastikan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Studi Islam (FSI) Universitas Muhammadiyah Riau memperoleh keterampilan pembuatan Batik Shibori. Mengintegrasikan nilai-nilai Islami ke dalam kegiatan kewirausahaan adalah tujuan program ini. Ini juga bertujuan untuk memberikan mahasiswa keterampilan praktis yang dapat membantu mereka menjadi lebih mandiri finansial. Pelatihan Batik Shibori dipilih karena memiliki nilai estetika dan pasar yang tinggi sambil tetap mudah dipelajari yang dilaksanakan di yayasan ja’fariyah pekanbaru. Metode pelatihan yang digunakan adalah kelas intensif. Kelas ini membahas dasar-dasar batik, teknik pembuatan Batik Shibori, dan gagasan pendidikan Islami yang mengacu pada etika bisnis Islam. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu menguasai teknik pembuatan Batik Shibori dasar dan memahami konsep dasar pendidikan Islami, yang dapat digunakan dalam kegiatan bisnis. Selain itu, pelatihan ini meningkatkan keinginan siswa untuk berusaha sendiri dan mengembangkan keterampilan kreatif yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGMI FSI Universitas Muhammadiyah Riau diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu membangun usaha kreatif yang berdasarkan nilai Islami di lingkungan sekitarnya.