Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Associated with the Incidence of Anemia among Adolescent Girls at SMK Bina Sriwijaya Indonesia, Palembang City, 2026 Wanda Miliya Apriliani; Sendy Pratiwi Rahmadhani; Rini Gustina Sari; Arie Anggraini
Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS Vol 4 No 3 (2026): Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/mikailalsys.v4i3.11726

Abstract

Anemia among adolescent girls remains an important public health concern because it may impair learning concentration and productivity and adversely affect future reproductive health. Dietary practices, adherence to iron–folic acid (IFA) supplementation, and menstrual cycle patterns are among the factors potentially associated with anemia in this population. This study aims to examine the relationships between fast food consumption, adherence to IFA supplementation, menstrual cycle patterns, and anemia among adolescent girls at SMK Bina Sriwijaya Indonesia, Palembang, in 2026. An analytical survey with a cross-sectional design was conducted among a population of 108 adolescent girls, from whom 52 respondents were selected using stratified random sampling. Data were analyzed using the chi-square test at a significance level of α = .05. The findings showed that 28 respondents (53.8%) had anemia, 26 (50.0%) frequently consumed fast food, 31 (59.6%) were non-adherent to IFA supplementation, and 27 (51.9%) had abnormal menstrual cycles. Bivariate analysis demonstrated significant associations between fast food consumption and anemia (p < .001), adherence to IFA supplementation and anemia (p < .001), and menstrual cycle patterns and anemia (p < .001). These findings indicate that dietary behavior, adherence to IFA supplementation, and menstrual health are significantly associated with anemia among adolescent girls. The study contributes empirical evidence supporting integrated anemia-prevention strategies that emphasize balanced dietary practices, reduced fast food consumption, adherence to IFA supplementation, and appropriate monitoring of menstrual health among adolescent girls.
The Relationship between Gestational Age, Birth Weight, and Mode of Delivery with the Incidence of Neonatal Jaundice at Bunda Hospital, Palembang City in 2026 Risky Amey Yolanda; Rini Gustina Sari; Arie Anggraini
Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS Vol 4 No 3 (2026): Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/mikailalsys.v4i3.11779

Abstract

Neonatal jaundice is a common condition characterized by yellow discoloration of the skin, mucous membranes, and sclera resulting from elevated blood bilirubin levels and may cause complications if not appropriately managed. This study examined the relationships between gestational age, birth weight, mode of delivery, and neonatal jaundice at Bunda Hospital, Palembang City, in 2026. A quantitative cross-sectional design was employed using medical-record data from 93 neonates. Data were analyzed using univariate statistics and bivariate Chi-square tests at a significance level of α = .05. Of the 93 neonates, 16 (17.2%) had neonatal jaundice, whereas 77 (82.8%) did not. Twenty-two neonates (23.7%) were born preterm, and 71 (76.3%) were born at term. Similarly, 22 neonates (23.7%) had low birth weight, while 71 (76.3%) had normal birth weight. Regarding mode of delivery, 37 neonates (39.8%) were recorded as having normal deliveries, and 56 (60.2%) were delivered by cesarean section. Bivariate analysis demonstrated significant associations between neonatal jaundice and gestational age (p < .001; OR = 32.741), birth weight (p < .001; OR = 60.375), and mode of delivery (p = .014; OR = 0.171). These findings indicate that gestational age, birth weight, and mode of delivery are significantly associated with neonatal jaundice among neonates treated at Bunda Hospital. The findings may support the early identification and closer clinical monitoring of neonates with characteristics associated with jaundice.
Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Pada Kehamilan di TPMB Faulien Kota Palembang Arie Anggraini; Ahmad Arief
JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Vol 5 No 2 (2026): Journal of Midwifery Science
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jms.v5i2.1457

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah pada masa kehamilan, hal ini menjadi salah satu penyebab utama penyumbang angka kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi baru lahir diseluruh dunia (Kivelä et al., 2023). Menurut World Health Organization (WHO) terdapat sekitar satu miliyar penduduk dunia menderita hipertensi, dan angka ini akan meningkat pada tahun- tahun yang akan datang (WHO, 2022). Data yang ditemukan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES) pada tahun 2021 terdapat angka kematian ibu sejumlah 7.389 kasus, sedangkan angka kematian yang disebabkan oleh hipertensi pada kehamilan terdapat sejumlah 1.077 kasus. Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi pada kehamilan. Menurut Rahmadini, 2023 ada beberapa faktor penyebab hipertensi pada kehamilan yaitu pengetahuan, pendidikan, penambahan berat badan, usia, paritas, serta usia kehamilan (Rahmadini et al., 2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan, Berat Badan sebelum hamil, dan riwayat keluarga hipertensi dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di TPMB Faulien Kota Palembang. Penelitian ini Menggunakan desain cross-sectional dengan teknik random sampling dengan 51 responden, Uji statistik Chi-Squa. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada kehamilan p-value 0,038, Adanya hubungan yang signifikan antara Berat Badan sebelum hamil dengan kejadian hipertensi pada kehamilan p-value 0,029, Adanya hubungan yang signifikan antara Riwayat Keluarga Hipertensi dengan kejadian hipertensi pada kehamilan p-value 0,040.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA Yustina Tri Nurhayati; Eka Afrika; Arie Anggraini; Rizki Amalia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i1.3067

Abstract

ABSTRAKMobilisasi dini post sectio caesarea (SC) dapat menurunkan risiko infeksi, perdarahan abnormal dan sub-involusi. Infeksi dan perdarahan merupakan salah satu penyebab langsung kematian ibu pada masa nifas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui hubungan pengetahuan, dukungan keluarga, motivasi, dan tingkat nyeri dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada Ibu post SC di Charitas Hospital Palembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu nifas yang melahirkan secara SC di Ruang Rawat Inap Paviliun Maria Charitas Hospital Palembang. Sampel berjumlah 88 orang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistic chi square. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa dari 88 responden, ibu nifas post SC yang melakukan mobilisasi dini sebanyak 54 responden (61,4%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square diketahui bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p-value 0,041), dukungan keluarga (p-value 0,010), motivasi (p-value 0,000), dan tingkat nyeri (p-value 0,010) dengan mobilisasi dini post SC di Charitas Hospital Palembang Tahun 2024. Saran agar tetap diberikan edukasi dan dukungan kepada ibu nifas post sectio caesarea tentang pentingnya melakukan mobilisasi dini sehingga dapat mencegah terjadinya resiko komlpikasi akibat kurangnya mobilisasi dini post SC.
Co-Authors Adelia Rahma Dhini Ahmad Arief Ahmad Arif AHMAD ARIF Ajiyensi, Ajiyensi Alawiyah, Alawiyah Alfina Fitria Alya, Nike Hasnu Amalia Lestari Ananda, Dhea Ananda, Febby Tri Andini Zuitasari Andre Utama Saputra Anisah Anita AB Anita AB Asikin, Siti Badria` Astin Nur Hanifah Baehaqi Bela Purnama Dewi Chairunnah Chairunnah Chairunnah, Chairunnah Damayanti, Reffi Desi Priyanti Dewi, Chitra dr. Desmansyah dr. Desmasnyah Desmasnyah Eka Afrika Eka Dwiningsih Eka Noventa Eka Rahmawati eka rahmawati Elkhapi, Novani ERMA PUSPITA SARI Ernawati Ernawati Fachry Abda El Rahman Febrika Usiyanti Hadijah Hadijah Heru Subaris Kasjono, Heru Subaris Hikmawati, Nova Indah Permata Sari Intan Ali Hanafiyah Intan Sari Intan Sari Iriyani, Tri Kana Azhara Kana Azhara Kuryani, Tri Kuslia, Eti Latif, Farida Lau'rentia Steveni'a Lega Purnamasari Leri Pariski Lestari, Amalia M.Riza Nico Albaji Mardiana Mardiana Mastina Mastina Mastina, Mastina Melsi Emilia Meta Anggraini MIFTAHUL JANNAH Mildaratu, Mildaratu MINARTI Minata, Fika Mutiara Hikmah Nawamalini, Tia Nazjwa Azzahara Karimulah Na’il Ammamshun Alyahya Putra Novia Sari Novia Sari Novita Novita Nugraheny, Esti Nurhasanah Nurhasanah Nurlaeli, Nurlaeli Nurmiati Nurmiati Oktaviani, Popi Vitaloka Pratiwi, Cici Puput Meiliani PUTU LUSITA NATI INDRIANI Rahel Monica Ratna Dewi Reffi Dhamayanti Rida Oktariani Rika Maisaroh Rika Melia Rikaastria Imam Subangi Rima Fujiyati Rini Gustina Sari Riska Diana Risky Amey Yolanda Riswanti, Riswanti Rizki Amalia RIZKI AMALIA Rizki, Sri Rolya, Vivi Nur Rosmiati Rosmiati Sabriana, Riska Sari, Mega Linda Sari, Puput Nopitri Agustri SENDY PRATIWI RAHMADHANI Sherin, Anggun Mutiara Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Asiyah Siti Qoiriyah Siti Qoiriyah Sri Handayani Sri Wahyuni SUKARNI, DIAH Suprida Suprida Suprida, Suprida Treasa, Adisty Dwi Wahyu Ernawati Wanda Miliya Apriliani Wati, Sepri Vera Wayan Prabowo Wiranti, Bhakti Wulandari Wulandari yayanzi, yayanzi Yeyen Warizqin Karima Yulizar Yulizar Yunita Kristina Yustina Tri Nurhayati