Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendampingan Kelompok Kampung KB dalam Produksi Sabun Cuci Piring Melalui Strategi Pengemasan Ulang dan Pemberian Logo Produk Hayati, Sabrina; Nurbaiti, Siti; Julianis, Erva; Aldama, Ardita; Alhafisht Amdila, Reyhan; Amelia, Cici; Sativa, Oriza; Novita Rahman, Fauzya; Lisa Sari, Lilis; Tasya Rani, Diana; Ramadhan, Kurnia; Saputra, Debi; Elanesi Esvandhiary, Faradilla; Jayu, Prastiwi; Akbar, Alifya; Adam, Adam
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i2.558

Abstract

Dalam upaya mewujudkan kemandirian dalam kehidupan yang dapat meningkatkan mutu ekonomi masyarakat, maka pentingnya peningkatan pemberdayaan masyarakat yang berupa pendampingan yang praktikal kepada masyarakat. Kelompok masyarakat yang beranggotakan ibu-ibu penggerak di lingkungan lokasi PKM telah berhasil memproduksi sabun cuci piring dalam skala industri kecil. Keterbatasan pemasaran yang dialami membuat keuntungan dari penjualan produk masih rendah. Oleh karena itu, tim PKM melakukan pendampingan terkait hal dasar, yaitu peningkatan pemasaran produk yang difokuskan kepada kemasan, merek, dan label produk. Metode pendampingan dimulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Semua ututan kegiatan ini dicantumkan dalam laporan akhir. Hasil pendampingan oleh tim PKM menunjukkan adanya beberapa beberapa perubahan yang cukup signifikan. Dengan strategi packing kini tampilan produk ini memiliki tampilan yang lebih menarik dan elegan. Hal inilah yang menyebabkan akhirnya ada beberapa distributor yang ingin produk tersebut masuk ke warung mereka. Selain itu keinginan masyarakat dalam membeli juga semakin banyak. Oleh karena itu, peningkatan strategi pemasaran melalui peningkatan dalam kemasan produk serta memberi merek dan label produk menjadi pilihan utama dalam meningkatakan daya jual.
Potential Optimization of Industrial Waste as an Alternative Material for Composite Filler in Brake Pad Manufacturing – A Review Sativa, Oriza; Nawangsari, Putri
Journal of Ocean, Mechanical and Aerospace -science and engineering- Vol 68 No 1 (2024): Journal of Ocean, Mechanical and Aerospace -science and engineering- (JOMAse)
Publisher : International Society of Ocean, Mechanical and Aerospace -scientists and engineers- (ISOMAse)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36842/jomase.v68i1.356

Abstract

This study investigates the sustainable utilization of fly ash, palm slag and Cement By-Pass Dust (CBPD) waste as alternative materials for environmentally friendly brake pad development. These waste materials, with compositions similar to Asbestos, historically used in brake pad composites, present an eco-conscious solution. Integrating industrial waste in brake pad production offers substantial environmental benefits, technological progress, and commercial advantages. The compaction value and particle size distribution significantly impact brake pad mechanical properties. Adjusting these factors is crucial for meeting desired mechanical property requirements. A large particle size distribution enhances material density and hardness poses challenges in maintaining performance stability at high temperatures despite good recovery values. This paper highlights the potential of waste materials for sustainable brake pad development and underscores the need for careful optimization for high-temperature stability.
Investigation of Liquefaction in Balaroa, Petobo, and Jonooge (Central Sulawesi, Indonesia) Caused by the 2018 Palu Earthquake Sequence Triyono, Rahmat; Widiyantoro, Sri; Zulfakriza, Zulfakriza; Supendi, Pepen; Rahman, Aditya Setyo; Gunawan, Mohamad Taufik; Oktavia, Nur Hidayati; Rahmatullah, Fajri Syukur; Fadhilah, Fildzah Zaniati; Habibah, Nur Fani; Sativa, Oriza; Permana, Dadang; Wallansha, Robby; Octantyo, Ardian Yudhi; Persada, Yoga Dharma; Pranata, Bayu; Sujabar, Sujabar
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 56 No. 3 (2024)
Publisher : Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2024.56.3.1

Abstract

The liquefaction that occurred in the city of Palu on September 28, 2018, was caused by a series of significant earthquakes that took place in a relatively short time around 25 minutes after the main earthquake of magnitude 7.5. This event was followed by aftershocks of magnitudes 6.4, 6.2, and 6.1. The magnitude 6.2 aftershock occurred at 10.16 UTC, while the magnitude 6.1 aftershock occurred at 10.25 UTC. These were both located very close to the liquefaction locations in Balaroa, Petobo, and Jono Oge. We investigated the mainshock and the three aftershocks using the NCEER method based on Vs30 measurements and data from the drill liquefaction locations at Balaroa, Petobo, and Jono Oge. We found that the liquefaction was not only caused by the main earthquake but also by the subsequent aftershocks that occurred within 25 minutes after the mainshock.
Studi Komparatif Kondisi Geoteknik dan Respon Seismik Lokal untuk Perencanaan Pondasi Radar Cuaca S-Band di Wilayah Kepulauan Riau Habibi, Muhamad; Pramono, Sigit; Nugraha, Hanif Andi; Octantyo, Ardian Yudhi; Sativa, Oriza; Gultom, Tumpal; Putra, Maulana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3444

Abstract

Kondisi geoteknik dan karakteristik seismik lokal menjadi faktor penting dalam menentukan desain pondasi bangunan radar cuaca. Kajian ini membandingkan dua lokasi pembangunan radar cuaca S-Band di Kepulauan Riau—Natuna dan Tanjung Pinang—yang memiliki perbedaan geotektonik dan komposisi tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara parameter geoteknik (CPT dan SPT) dan parameter seismik (MASW dan SPAC) untuk menentukan kelas situs, kapasitas tanah, serta rekomendasi pondasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua lokasi tergolong kelas tanah sedang (SD) berdasarkan SNI 1726:2019, tetapi Natuna memiliki lapisan tanah lebih kaku dan kedalaman lapisan keras yang lebih dangkal dibanding Tanjung Pinang. Temuan utama menunjukkan bahwa amplifikasi percepatan tanah di Tanjung Pinang (≈1,6 kali) lebih tinggi dibanding Natuna (≈1,16 kali), menandakan kerentanan seismik yang lebih besar, ), sehingga risiko penguatan gelombang gempa lebih dominan pada lokasi tersebut. Implikasi teknis penelitian ini menunjukkan bahwa kedua lokasi direkomendasikan menggunakan pondasi tiang, namun Tanjung Pinang memerlukan kedalaman dan kapasitas tiang yang lebih besar agar beban struktur dapat dialirkan ke lapisan keras serta meminimalkan dampak amplifikasi seismik. Dengan demikian, kajian ini tidak hanya memberikan rekomendasi desain pondasi, tetapi juga mendukung penyusunan standar teknis pembangunan radar cuaca di wilayah rawan gempa. Secara keseluruhan, kajian ini memberikan landasan teknis bagi BMKG dalam pengembangan jaringan radar cuaca yang lebih aman, efisien, dan sesuai karakteristik geologi wilayah kepulauan.
Klasifikasi Jenis Tanah di Kota Bengkulu Berdasarkan Metode  Horizontal To Vertical Spectra Ratio Istofiyah, Istofiyah; Supriyadi, Supriyadi; Adhi, M. Aryono; Setyo Rahman, Aditya; Pramono, Sigit; Sativa, Oriza; Yudhi Octantyo, Ardian; Fani Habibah, Nur
Jurnal Pendidikan Matematika : Judika Education Vol. 8 No. 6 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika:Judika Education
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/7x5pfg74

Abstract

Bengkulu City is one of the regions in Indonesia with a high level of earthquake susceptibility. To understand the seismic characteristics of the soil in this area, this study employs the Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) method based on microtremor data to identify the dominant frequency (F0) and amplification factor (A0), which play a crucial role in seismic microzonation analysis. This study collected 143 microtremor measurement points distributed across Bengkulu City, which were analyzed using Geopsy software to obtain dominant period (Tdom) values and classify soil types. The analysis results indicate that the dominant period values in Bengkulu City range from 0.09213 s to 0.722799 s, reflecting variations in soil characteristics across the region. Overall, Bengkulu City is predominantly composed of medium to hard soil, with most areas such as Pondok Kelapa, Muara Bangka Hulu, the southern part of Sungai Serut, Selebar, and Kampung Melayu classified as medium soil. Meanwhile, hard soil to bedrock classifications are found in Teluk Segara, Ratu Samban, Ratu Agung, Singaran Pati, and the southeastern part of Muara Bangka Hulu, which are dominated by the Alluvium and Terrace Alluvium formations. Additionally, soft soil areas are located in the central part of Sungai Serut, influenced by their proximity to water bodies such as lakes and swamps. These findings confirm that areas with soft soil have a higher potential for seismic amplification, making them more vulnerable to earthquake shaking. Therefore, the results of this study are expected to serve as a reference for disaster mitigation, particularly in earthquake-resistant infrastructure planning and construction in Bengkulu City.   Keywords: HVSR, Dominant period, Amplification