Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERAN FILSAFAT PANCASILA DALAM PENANGANAN KONFLIK BUDAYA MENGGUNAKAN PENDEKATAN RESTORATIF DALAM PENYELESAIAN SENGKETA Gulyanto, Bambang
JURNAL PIONIR Vol 10, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v10i2.4418

Abstract

Penelitian ini membahas peran filsafat Pancasila dalam penanganan konflik budaya menggunakan pendekatan restoratif dalam penyelesaian sengketa. Konflik budaya menjadi salah satu permasalahan dalam masyarakat multikultural, yang sering kali memunculkan ketegangan dan konfrontasi antarindividu maupun kelompok yang harus diselesaikan melalui pendekatan ideologi pancasila dengan penyelesaian yang harus dilakukan melalui musyawarah sebagai bagian dari jiwa bangsa indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian normatif, yang menitikberatkan pada analisis dokumen hukum dan literatur terkait dengan filsafat Pancasila, konflik budaya, dan pendekatan restoratif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa filsafat Pancasila memiliki keterkaitan dalam penanganan konflik budaya melalui prinsip-prinsip Pancasila seperti gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan menjadi landasan yang kuat dalam membangun pemahaman bersama dan meredakan konflik. Pendekatan restoratif lebih efektif dalam menyelesaikan sengketa budaya yang masuk juga sebagai bagian dari kebiasaan masyarakat adat di Indonesia yang sering menggunakan pendekatan restoratif dalam menyelesaiakan permasalahan. Disamping itu, penerapan pendekatan restoratif berbasis filsafat Pancasila dalam penyelesaian konflik budaya dapat menjadi alternatif dalam menciptakan harmoni dan kedamaian dalam masyarakat yang beragam, potensi filsafat Pancasila dan pendekatan restoratif dalam penyelesaian konflik budaya serta menawarkan pandangan baru agar tercipta perdamaian dan toleransi dalam masyarakat yang heterogen 
PENGARUH FITUR, BRAND IMAGE DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE VIVO PADA NANDO PONSEL JLN. COKROAMINOTO KISARAN Syarifah, Tengku; Simanjuntak, Septiana Anas Tasya; Gulyanto, Bambang
JURNAL PIONIR Vol 10, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v10i2.4511

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Fitur, Brand Image Dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Vivo Pada Nando Ponsel Jln. Cokroaminoto Kisaran. Metode analisis data yang digunakan analisis regresi linier berganda, pengujian hipotesis menggunakan uji simultan, uji parsial dan uji koefisien determinasi. Jumlah sampel sebanyak 96 konsumen. Berdasarkan hasil perhitungan uji simultan maka diperoleh dengan nilai nilai Fhitung sebesar (111,966) dibandingkan dengan nilai Ftabel 2,70 atau Fhitung > Ftabel, dan sig (0,000) < 5% (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian H1 diterima dan H0 ditolak. Maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Fitur (X1), Brand Image (X2) dan Persepsi Harga (X3) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y) Handphone Vivo Pada Nando Ponsel Jln. Cokroaminoto Kisaran. Sedangkan nilai thitung variabel Fitur (X1) sebesar (3,689) > ttabel (1,985) dengan nilai signifikan untuk 0,000 < alpha 0,05. Dapat disimpulkan H2 diterima dan H0 ditolak. Maka secara parsial Fitur (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y) handphone Vivo Pada Nando Ponsel Jln. Cokroaminoto Kisaran. Nilai thitung variabel Brand Image (X2) sebesar (2,372) > ttabel (1,985) dengan nilai signifikan untuk 0,020 < alpha 0,05. Dapat disimpulkan H2 diterima dan H0 ditolak. Maka secara parsial Brand Image (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y) handphone Vivo Pada Nando Ponsel Jln. Cokroaminoto Kisaran. Nilai thitung variabel Persepsi Harga (X3) sebesar (5,703) > ttabel (1,985) dengan nilai signifikan untuk 0,000 < alpha 0,05. Dapat disimpulkan H2 diterima dan H0 ditolak. Maka secara parsial Persepsi Harga (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y) handphone Vivo Pada Nando Ponsel Jln. Cokroaminoto Kisaran. Koefisien determinasi (R2) dalam penelitian ini adalah (Adjusted R Square) sebesar 0,778 atau sebesar 77,8%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Keputusan Pembelian dapat dijelaskan oleh variabel Fitur, Brand Image dan Persepsi Harga sebesar 22,2% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak di teliti didalam model penelitian ini. Kata Kunci : Fitur, Brand Image, Persepsi Harga dan Keputusan Pembelian
Consistency of Merdeka Curriculum Towards the Profile of Pancasila Students at the Various Education Levels: A Contextual Study Gulyanto, Bambang; Sambayu, Harry; Sepristiwanto , Muhammad; Panjaitan, Gita Sabina Putri; Az Zahra, Cindy Purnama Sari
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v5i3.887

Abstract

There are various perspectives on the consistency of the Merdeka Curriculum Towards Pancasila profiles at various eds that still need to impact learner efficacy. This article discusses and examines the consistency of the Merdeka Curriculum towards Pancasila Profiles at Various Education Levels. This article used a theoretical study based on a qualitative and quantitative approach. This approach prioritizes theoretical studies, articles, and other sources that are considered very relevant to the discussion. The discussion method uses five levels: In-depth description, holistic approach, qualitative analysis, use of primary data, and limited data generalization. Meanwhile, the quantitative approach uses a questionnaire distribution with 57 items and involves 45 respondents using purposive random sampling. Based on the study of this article, it was found that curriculum consistency Towards the Profile of Pancasila Students at the education level can be categorized as high, with an average score of 75.5. It could be done by prioritizing various positive perspectives to develop a specific ability to achieve the Golden Indonesia in 2045 goal. This research implies that it can be the solution alternative for making future education decisions.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MELALUI PERMAINAN TENIS MEJA PADA HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR KELAS 5 Siregar, Epi Supriyani; Sari, Ika Purnama; Imanuddin; Gulyanto, Bambang; Gunawan, Indra
Epigram Vol 21 No 01 (2024): Volume 21 No. 01 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/epi.v21i01.6653

Abstract

This study aims to determine the effect of the Discovery learning learning model using table tennis games on the learning outcomes of 5th grade elementary school students. This type of research is quantitative research in the form of a Pre-Experimental Design with the type of One Group Pretest-Posttest. The population in this study were 5th grade elementary school students. The sample used in this study was 5th grade elementary school students consisting of 40 students. In determining the pretest and posttest, a validity test is carried out on the instrument questions which have been validated by the validator. The experimental method was used with a single group control pretest-posttest design to compare the learning outcomes of students who used the discovery learning method with groups of students who using conventional learning methods. The results showed that the group of students who took part in discovery learning through table tennis experienced a significant increase in learning outcomes compared to the group of students who received conventional learning. These findings indicate that the use of the discovery learning model with a table tennis game approach can be an effective alternative in improving the quality of learning in grade 5 elementary schools. After obtaining data from the results of the pretest and posttest, it was analyzed using the t-test. Obtained tcount = 25.817 with a significant level of 5% of 0.256. Because tcount = 25.81 > ttable = 0.256. Then Ha is accepted, this shows that the Discovery learning learning model with table tennis games has a significant effect on the learning outcomes of Grade 5 SD students. Based on the results of this research, the suggestion that can be conveyed is that the Discovery learning learning model using table tennis games can be used as an alternative for teachers to teach on the theme of my hero and other learning.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN BELAJAR Gulyanto, Bambang
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i1.2715

Abstract

Abstract: The Project Based Learning model is an alternative in improving learning outcomes and learning activities. Learning outcomes are changes in behavior that students obtain after participating in the teaching and learning process. Learning outcomes can be in the from of knowledge, attitudes, skills, habits, and abilities. Meanwhite, learning activeness in the involvement of students in the learning process both physically and mentally. Learning outcomes in the 3rd semester Currculum & Learning course, Indonesia Language and Literature Study Program FKIP Asahan University for the 2024/ 2025 cademic year can increase using Project Based Learning model, namely in the pre-ccle 33,33%, cycle I to 66,67% and in cycle II to 100%. The Project Based Learning model changes tradional teacher- oriented learning into student-oriented learning. Keywords: Project Based Learning, Learning Outcomes, Learning Activities. Abstrak: Model Project Based Learning merupakan sebuah alternatife dalam meningkatkan hasil belajar dan aktifitas belajar. Hasil belajar adalah perubahan prilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti proses belajar mengajar. Hasil belajar dapat berupa pengetahuan, sikap, keterampilan, kebiasaan, dan kemampuan. Sedangkan keaktifan belajar merupakan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran baik secara fisik maupun mental. Hasil belajar pada mata kuliah Kurikulum & Pembelajaran semester 3 Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Asahan tahun ajaran 2024/2025 dapat meningkat dengan menggunakan model Project Based Learning yaitu pada prasiklus 33,33%, siklus I menjadi 66,67% dan pada siklus II menjadi 100%. Model Project Based Learning merubah pembelajaran tradional yang berorientasi pada guru, menjadi pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik. Kata kunci: Project Based Learning, Hasil Belajar, Aktifitas Belajar
PEMANFAATAN RUANG KOSONG BERNUANSA ECOPEDAGOGY DI UNIVERSITAS ASAHAN Manurung, Paisal; Sidabalok, Hamidah; Harahap, Dian Anggraini; Ginting, Datulina; Pane, Hasimi; Dailami, Dailami; Gulyanto, Bambang; Hanina, Hanina; Dewi, Muthia
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.3770

Abstract

Abstract: This Community Service (PkM) activity aims to provide students with learning experiences about and the utilization of empty spaces inside and outside the classroom with an ecopedagogy nuance. This activity uses quantitative descriptions. This approach uses the pretest-posttest control group design method. Data collection uses pretest and posttest with 20 multiple-choice questions. Multiple-choice questions are analyzed to find the average value of each test used. The analysis uses SPSS Version 16.0. Based on the results of the analysis, the average value of the pretest for understanding ecopedagogy was 68, the utilization of empty space was 76, while the average value of the posttest for understanding ecopedagogy was 89, and the utilization of empty space was 92, so it can be concluded that there is a student learning experience after the treatment. Therefore, the utilization of ecopedagogy-themed classrooms can be implemented in learning and teaching activities for the future.Keyword: ecopedagogy, empty space, utilization  Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa tentang dan pemanfaatan ruang kosong dalam dan luar kelas bernuansa ecopedagogy. Kegiatan ini menggunakan deskripsi kuantitatif. Pendekatan ini meggunakan metode prettest-posttest control group design. Pengumpulan data menggunakan prestest dan posttest dengan pemberian soal berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 puluh soal. Soal dalam bentuk pilihan ganda dianalisa untuk mencari nilai rata-rata tiap tes yang digunakan. Penganalisaan menggunakan SPSS Versi 16.0. Berdasarkan pada hasil penganalisaan ditemukan nilai rata-rata pada pretest untuk pemahaman ecopedagogy adalah 68, pemanfaatan ruang kosong 76, sedangkan dan nilai rata-rata posttest untuk pemahaman ecopedagogy adalah 89, dan pemanfaatan ruang kosong adalah 92, sehingga dapat disimpulakan bahwa terdapat pengalaman belajar mahasiswa setelah dilakukan perlakukan. Oleh karena itu, pemanfaatan ruang kelas bernuansa ecopedagogy dapat diimplementasikan dalam kegiatan belajar dan mengajar untuk waktu yang akan datang.
The Influence of the Contextual Teaching and Learning Model on the Reconstruction of National Law in the Perspective of the Philosophy of Pancasila Gulyanto, Bambang; Vera, Susanti Sansi; Sari, Fany Duma; Azimah, Wan; Agustini, Sri Rahayu
Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 3 (2025): AGUSTUS
Publisher : Konsorsium Nasional Pengelola Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpn.v3i3.111

Abstract

Indonesia's national legal system faces challenges in realizing substantive justice in accordance with the values of Pancasila. Many legal products are formalistic and technocratic, often detached from the nation's ethical, spiritual, and social roots. In this context, the reconstruction of national law is a necessity, namely restructuring the legal system to align with the noble values of Pancasila. This reconstruction is not only normative-institutional but also demands transformation at the level of legal education. The Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model offers an innovative approach that connects legal theory with the social context and values of Pancasila. This research uses qualitative methods with a case study at a state law faculty. Data were obtained through interviews, observations, and curriculum documentation. The findings indicate that CTL is able to increase students' legal awareness, foster ethical understanding, and encourage critical engagement with existing legal products. Students who learn through the CTL approach demonstrate the ability to assess law not only from a legal perspective, but also from the perspective of substantive justice and human values. They are more active in discussions, reflective in their thinking, and courageous in criticizing laws deemed inconsistent with the principles of Pancasila. Furthermore, CTL has been shown to internalize values such as deliberation, honesty, and responsibility in the character of law students. However, the implementation of CTL faces several challenges, such as limited lecturer training and a lack of contextual curriculum integration. Therefore, for CTL to function optimally as a bridge between legal education and national legal reconstruction, institutional support and ongoing pedagogical strengthening are needed. Thus, CTL has great potential as a transformative strategy in shaping an Indonesian legal system that is just, responsive, and Pancasila-based.
AKTIVASI KBBI VI DARING DALAM KAJIAN HERMENEUTIKA SCHLEIERMACHER PADA LAGU MENDARAH KARYA NADIN AMIZAH Gulyanto, Bambang; Maulidiah, Rina Hayati; Siregar, Evi Supriyani; Daulay, Alwi Syahputra
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4135

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the meaning of words by utilizing KBBI VI and language style in the lyrics of the song "Mendarah" by Nadin Amizah through a Schleiermacher hermeneutic study. This approach is used to interpret the grammatical aspects of song lyrics which are full of symbolism and figures of speech. Through this analysis, the researcher tries to understand the deep message conveyed by the author. The results of the research show that the use of word choices and figures of speech in songs is able to convey an atmosphere of sadness and hope effectively, while strengthening the symbolic meaning contained therein. Schleiermacher's hermeneutical study of this song not only functions as a work of art, but also becomes a medium for expressing the depth of feelings and longing for a father figure who is physically and emotionally distant. This analysis is able to reveal deeper layers of meaning from the song's lyrics. Overall, this research shows that musical works of art can convey emotional messages effectively through the use of figures of speech, thereby building a strong emotional connection between the work and its listeners. Keyword: Hermeneutic Studies, Schleiermacher, figure of speech, Mendarah Song Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kata dengan memanfaatkan KBBI VI dan gaya bahasa dalam lirik lagu "Mendarah" karya Nadin Amizah melalui kajian hermeneutika Schleiermacher. Pendekatan ini digunakan untuk memaknai aspek gramatikal dari lirik lagu yang sarat akan simbolisme dan majas. Melalui analisis ini, peneliti berusaha memahami pesan mendalam yang disampaikan pengarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pilihan kata dan majas dalam lagu mampu menyampaikan suasana sedih dan harapan secara efektif, sekaligus memperkuat makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Kajian hermeneutika Schleiermacher pada lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai karya seni, tetapi juga menjadi media ekspresi kedalaman menyampaikan perasaan dan kerinduan terhadap sosok ayah yang jauh secara fisik maupun emosional. Analisis ini mampu mengungkap lapisan makna yang lebih dalam dari lirik lagu tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa karya seni musik dapat menyampaikan pesan emosional secara efektif melalui penggunaan majas, sehingga mampu membangun koneksi emosional yang kuat antara karya dan pendengarnya. Kata kunci: Kajian Hermeneutika, Schleiermacher, Majas, Lagu Mendarah.
Adaptasi Filsafat Pancasila terhadap Ideologi Baru Tinjauan dan Strategi Memperkuat Ideologi Bangsa Gulyanto, Bambang; Sukmawati, Nirwana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13273

Abstract

Pengaruh ideologi-ideologi baru akan menjadi permasalahan keutuhan dan keaslian ideologi bangsa indonesia yaitu Pancasila. Penelitian ini akan menganalisis adaptasi Pancasila terhadap ideologi baru dan strategi yang diperlukan untuk memperkuat ideologi nasional. Penelitian ini mengadopsi pendekatan normatif untuk menganalisis proses adaptasi Pancasila terhadap ideologi baru. Dengan menggunakan studi literatur dan analisis konseptual, penelitian ini meninjau sejarah dan esensi Pancasila serta mengidentifikasi tantangan adaptasi terhadap ideologi baru yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila memiliki fleksibilitas yang memungkinkannya beradaptasi dengan ideologi baru tanpa mengorbankan esensi dan nilai-nilai intinya. Namun, untuk memperkuat ideologi bangsa, diperlukan strategi yang berkelanjutan, seperti pendidikan ideologi yang terus-menerus, pemeliharaan kesadaran nasional, dan penguatan kerjasama pemerintah dan masyarakat baik dari segi ketahanan nasional, pendidikan, sosial dan budaya.
SOSIALISASI EDUKASI ETIKA SEBAGAI LANDASAN MORALITAS PERILAKU REMAJA YANG BERKARAKTER DI DESA KWALA SIKASIM Nasution, Tutiariani; Nasution, Atikah Rahmah; Gulyanto, Bambang; Firmansyah, Zulfahmi; Mailani, Puan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.4513

Abstract

Abstract: The development of the times and technological advances have brought about major changes in the social behavior patterns of adolescents, especially in terms of ethics and morality. Many adolescents have begun to lose their way in understanding the values of politeness, responsibility, and empathy. Seeing this condition, students of the Thematic Real Work Lecture (KKNT) FKIP Universitas Asahan carried out a Socialization Ethics Education as the Foundation of Moral Behavior for Character-Building in Kwala Sikasim Village, Batu Bara District. This activity aimed to provide teenagers with an understanding of the importance of ethics and morality as the basis for forming a positive, moral, and responsible character. The activity was carried out using an educational approach in the form of observation, presentations, interactive discussions, and documentation. The results of the activity showed a significant increase in teenagers' understanding and awareness of ethics. Based on the evaluation, the level of understanding of ethical values increased from 40% to 90%, participant activity rose from 50% to 95%, and awareness of polite and empathetic behavior increased from 45% to 85%. These results prove that educational-interactive methods are effective in fostering moral awareness and positive character among adolescents. This activity is expected to become a sustainable character building model for the younger generation in the village, so that they can become ethical individuals with noble character who contribute positively to their social environment. Keywords: Education, Ethics, Morality, Character, Teenager Abstrak: Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar terhadap pola perilaku sosial remaja, terutama dalam hal etika dan moralitas. Banyak remaja yang mulai kehilangan arah dalam memahami nilai-nilai sopan santun, tanggung jawab, dan empati. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) FKIP Universitas Asahan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Edukasi Etika sebagai Landasan Moralitas Perilaku Remaja yang Berkarakter di Desa Kwala Sikasim, Kabupaten Batu Bara. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai pentingnya etika dan moralitas sebagai dasar pembentukan karakter yang positif, berakhlak, dan bertanggung jawab. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan penyuluhan berupa observasi, presentasi, diskusi interaktif, serta dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan kesadaran etika remaja. Berdasarkan evaluasi, tingkat pemahaman nilai etika meningkat dari 40% menjadi 90%, keaktifan peserta naik dari 50% menjadi 95%, dan kesadaran berperilaku sopan serta empatik meningkat dari 45% menjadi 85%. Hasil ini membuktikan bahwa metode edukatif-interaktif efektif dalam menumbuhkan kesadaran moral dan karakter positif di kalangan remaja. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan karakter yang berkelanjutan bagi generasi muda di desa, agar mampu menjadi pribadi yang beretika, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sosialnya. Kata Kunci: Edukasi, Etika, Moralitas, Karakter, Remaja