Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Cyber Security dan Forensik Digital (CSFD)

ANALISIS STATIK KEAMANAN APLIKASI VIDEO STREAMING BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN MOBILE SECURITY FRAMEWORK (MOBSF) Fitri Nurindahsari; Bita Parga Zen
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 2 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.2.3373

Abstract

Video streaming yaitu layanan transmisi video dan audio melalui internet. Layanan ini dibroadcast kepada banyak pengguna yang mengakses suatu situs video online. Pengguna aplikasi video streaming di Indonesia mengalami peningkatan selama 4 tahun terakhir. Kondisi saat ini yang masih dalam masa pandemi semakin meningkatkan keinginan masyarakat untuk menggunakan aplikasi video streaming, terkhusus aplikasi video streaming berbasis android. Kita sebagai pengguna Aplikasi video streaming tidak bisa mengabaikan keamanan dari aplikasi tersebut. Dengan banyaknya akses ke aplikasi video streaming berbasis android dapat menjadi target utama oleh Cracker dan Hacker dalam melakukan tindak kejahatan. Apalagi terdapat data pribadi pengguna aplikasi video streaming seperti email dan nomor handphone, jika hal ini sampai dapat diakses oleh oknum yang tidak bijak maka dapat disalahgunakan. Tujuan penelitian ini untuk menemukan celah keamanan yang terdapat pada aplikasi video streaming berbasis android. Peneliti menggunakan mobile security framework (MobSF) untuk menganalisis statik keamanan tahap dangerous permissions, weak crypto, root detection, SSL bypass dan Domain malware Check pada aplikasi video streaming berbasis android. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu aplikasi Y, N dan V memiliki dangerous permissions, weak crypto, dan SSL bypass, dan Domain malware Check dengan status good. Hanya aplikasi Y yang tidak memiliki root detection. Kata kunci: analisis statik, android, keamanan, MobSF, video streaming.
ANALISIS FORENSIK TERHADAP KASUS CYBERBULLYING PADA INSTAGRAM DAN WHATSAPP MENGGUNAKAN METODE NATIONAL INSTITUTE OF JUSTICE (NIJ) Dina Yuliana; Trihastuti Yuniati; Bita Parga Zen
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 5 No. 2 (2022): Edisi Bulan November tahun 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2022.5.2.3734

Abstract

Salah satu dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi adalah munculnya fenomena Cyberbullying. Lembaga donasi anti-bullying, Ditch The Label pada surveinya “The Annual Bullying Survey 2017”, mencatat lebih banyak anak muda yang mengalami cyberbullying di Instagram dari pada platform lain sebesar 42 persen, dengan Facebook mengikuti di belakang dengan 37 persen. Snapchat berada di peringkat ketiga dengan 31 persen, sementara WhatsApp (12 persen), Youtube (10 persen), Twitter (9 persen) dan Tumblr (2 persen) dari cyberbullying yang dilaporkan. Kejahatan yang dilakukan oleh pelaku cyberbullying tentunya akan meninggalkan barang bukti berupa bukti digital percakapan tentang kejahatan yang dilakukan oleh pelaku dan korban. Maka dari itu perlu adanya teknik digital forensik untuk perncarian bukti digital yang valid. Pada penelitian ini, peneliti membuat skenario kasus cyberbullying pada aplikasi Instagram dan Whatsapp melalui Smartphone. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui cara dalam melakukan mobile forensics dengan menerapkan metode NIST Special Publication 800-101 Revision 1 dan mengetahui hasil analisis dari aplikasi forensik MOBILEdit, Autopsy dan FTK Imager dalam pencarian bukti digital cyberbullying pada aplikasi Instagram dan Whatsapp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukti digital berhasil ditemukan hampir keseluruhan data sesuai skenario menggunakaan aplikasi Autopsy dan FTK Imager, dengan menggunakan physical image yang diperoleh dari ekstrak MOBILEdit dalam smartphone kondisi root. Namun, untuk FTK Imager harus mengetahui lokasi terlebih dahulu agar lebih mudah dalam pencarian data. Hasil data dari aplikasi MOBILEdit, pada Instagram untuk video dan file yang telah dihapus tidak ditemukan, sedangkan pada WhatsApp hanya ditemukan file storage-nya. Kata Kunci : cyberbullying, instagram, whatsApp, NIJ, digital forensic. ------------------- The negative impact of advances in information and communication technology which is increasing this year is the emergence of the Cyberbullying phenomenon. Anti-bullying charity, Ditch The Label in its survey "The Annual Bullying Survey 2017", noted that more young people experience cyberbullying on Instagram than on other platforms at 42 percent, with Facebook following behind with 37 percent. Snapchat ranked third with 31 percent, while WhatsApp (12 percent), Youtube (10 percent), Twitter (9 percent), and Tumblr (2 percent) reported cyberbullying. The criminal behavior committed by cyberbullying perpetrators will certainly leave the evidence in the form of digital evidence of conversations about crimes committed by perpetrators and victims. Therefore, it is necessary to have digital forensic techniques to search for valid digital evidence. In this study, researchers created scenarios of cyberbullying cases on Instagram and Whatsapp applications via cell phones. This study aims to find out how to carry out forensic analysis using the NIJ method and find out the results of analysis from the forensic applications MOBILedit, Autopsy, and FTK Imager in searching for digital evidence of cyberbullying on the Instagram and Whatsapp applications. The results showed that digital evidence was found in almost all of the data according to the scenario using the Autopsy and FTK Imager applications, using a physical image obtained from the MOBILedit extract in a rooted cellphone. However, the FTK imager must know the location first so that it is easier to find data. Data results from the MOBILedit application, on Instagram for deleted videos and files were not found, while on WhatsApp only storage files were found. Keywords: cyberbullying, instagram, whatsapp, NIJ, digital forensics.
Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO 27001 pada Perpusnas RI dalam mendukung Keamanan Tata Kelola Teknologi Informasi Fattah Ys, Moh. Abdul; Parga Zen, Bita; Wasitarini, Dewi Endah
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 6 No. 2 (2023): Edisi Bulan November tahun 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2023.6.2.4190

Abstract

Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) merupakan sebuah institusi yang menyimpan dan mengelola informasi dan pengetahuan nasional, harus memastikan bahwa teknologi informasi yang digunakan dalam operasinya aman dan terlindungi dari serangan siber dan ancaman lainnya. Saat ini manajemen risiko tata kelola teknologi informasi (TI) pada Perpusnas belum diterapkan seperti Standar ISO 27001 tujuan dari penelitian ini adalah menyusun dampak risiko yang ada di Perpustakaan Nasional RI menggunakan standar ISO 27001. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dan data diperoleh melalui wawancara dengan Ketua Tim Audit Perpusnas yang terlibat dalam manajemen TI. Hasil dari penelitian adalah menemukan beberapa risiko yang masih belum terbaiki. Yang saya temukan diantara adalah atap ruangan yang rusak tidak diperbaiki, beberapa aset yang tidak teridentifikasi, pegawai yang merangkap tugas, dan kekurangannya pegawai. peneliti berharap dengan adanya penelitian ini pihak perpusnas segera diperbaiki untuk pelayanan yang lebih bagus kembali. Kata kunci: ISMS, ISO 27001, Perpustakaan Nasional RI  --------------------------------------------------- The National Library of Indonesia (Perpusnas) is an institution that stores and manages national information and knowledge, must ensure that the information technology used in its operations is safe and protected from cyber attacks and other threats. Currently, information technology (IT) governance risk management at the National Library has not been implemented according to the ISO 27001 standard. The purpose of this research is to compile the impact of risks that exist in the National Library of Indonesia using the ISO 27001 standard. This study adopted a qualitative approach and the data was obtained through interviews with the chairman. National Library of Indonesia Audit Team involved in IT management. The result of the research is to find some risks that are still not resolved. Researcher find that among them was the damaged roof of the room that was not repaired, several unidentified assets, employees who had multiple tasks, and a shortage of employees With this research, ideally, the National Library of Indonesia will immediately improve it for better service again. Keywords: ISMS, ISO 27001, RI National Library
Co-Authors Abdurahman Abdurahman Afifah Afifah Agatha Dinarah Sri Rumestri Agung Al Rasyid Ahmad Fali Oklilas Aiza Yudha Pratama Al Rasyid, Fajar Alfa Hardiyansyah Ali Diko Putra, Muhammad Andriawan Firmansyah Anggi Zafia Anita Zanjabiila Aprilia Intan Prasetya Ardhan Dwintara Ari Widodo Arif Wirawan Muhammad Asghafi Mubarrak Aulia Desy Nur Utomo Azhari, Riswan Bunga Laelatul Muna Claudio Felle, Roland Dadan Mulyana Danang Wicaksana Dasril Aldo Diandra Chika Fransisca Dimas Fanny Hebrasianto Permadi Dina Yuliana Ditya Putri Anggraeni Emmareta Fauziah Eryan Ahmad Firdaus Esya Ardhana, Farhan Famila Dwi Winati Fattah Ys, Moh. Abdul Feri Alpiyasin Fikra Titan Syifa Finaliamartha, Dian Firdaus Laia Fitri Nurindahsari Fitri Wahyuningrum Gilang Trifebriyanto, Fajar GITA FADILA FITRIANA Halim Alfidzar Halim Alfidzar Hapsari, Nurul Puspa Harahap, Muhammad Aldho Febrian Hendry Setiawan Henri Tantyoko Inayah Khasnaputri Afifah Indriyanto, Slamet Ipam Fuaddina Adam Iqsyahiro Kresna A Irwan Susanto Iwan Nofi Yono Putro J. Manurung, Barnes Jose, Abednego Kiagus Rachmat Fauzan Lintang Cahya Mulyadani Mahadhika Wipradharma Maulana, Audenza Maulana, Haisyam Mega Pranata Meliana Dewi Rachmawati Michelli, Laureta Mauren MIFTAHOL ARIFIN, MIFTAHOL Mike, Amran Milda Kamilia Muhamad Azrino Gustalika Muhammad Afrizal Amrustian Muhammad Eka Purbaya Muhammad Nur Fikri Mukarromah, Firma Mu’adin, Dika Alim Nanda Aprillia, Monita Nasywatus Sholichah, Nisa Nindya Prameswara Sayoga Nurul Puspa Hapsari Nurwegiono, Muhammad P , Affriza Brilyan Relo Pambudi Agus Prayitna, Graciella Purnomo Purwoko, Nais Edi Rauna, Yayi Sufia Regi Apriandi Rianti Yunita Kisworini, Rianti Yunita Rifki Adhitama, Rifki Rudy Setiawan Sa'adah, Aminatus Satria Banureksa, Kezya Satria Galang Saputra Shaquille, TB. Ahmad Fadhlan Silalahi, Mario Rudy Siti Roqayah Suleman, Gilang Syani, Mamay Trihastuti Yuniati Tuti Rohayati Umayasyah, Hesny Usman, Muhammad Lulu Latif Utami, Annisaa Utami, Melinda Wahyu Christanto, Febrian Wasitarini, Dewi Endah Yandriyani, Devilke Yasin, Feri Yohani Setiya Rafika Nur Yosita Dwiani Suryaningtiyas Yoso Adi Setyoko Yudi Permana, Nana Yunita Kisworini, Rianti Zulfina Wiria Ananda