Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Biji dan Daging Buah Tandui (Mangifera rufocostata Koesterm) Asal Kalimantan Selatan: Antioxidant Activity of 70% Ethanol Extract Seeds and Flesh of Fruit Tandui (Mangifera rufocostata Koesterm) Form South Kalimantan Saputri, Revita; Susiani, Eka Fitri; Saputri, Novia Misfa; Prihandini, Yustin Ari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 3 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i3.6476

Abstract

Salah satu tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang memiliki potensi khasiat sebagai antioksidan adalah Tandui (Mangifera rufocostata Kosterm.), Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 70% daun Tandui telah dilaporkan dengan nilai IC50 sebesar 60,7042 ppm, namun aktivitas antioksidan pada bagian lain seperti biji dan daging buah belum dilaporkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 70% biji dan daging buah Tandui yang diuji secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picylhyrazyl (DPPH). Pengujian kualitatif dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase gerak etil asetat : n-heksan (9:1) untuk biji, fase gerak etil asetat : n-heksan (8:2) untuk daging buah Tandui. Uji kuantitatif menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dengan metode (DPPH). Hasil uji kualitatif ekstrak etanol 70% biji dan daging buah Tandui menunjukkan aktivitas antioksidan ditandai dengan perubahan warna bercak noda menjadi kuning dengan latar ungu setelah disemprot dengan larutan DPPH 100 ppm. Hasil uji kuantitatif menunjukkan nilai IC50 biji Tandui sebesar 1,842 ppm, nilai IC50 daging buah Tandui sebesar 10,075 ppm. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% biji dan daging buah Tandui memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk dalam kategori sangat kuat dengan metode DPPH dibandingkan bagian daun.
Revitalisasi Posyandu Bukit Indah melalui Program Posyandu Smart Care dalam Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Prihandini, Yustin Ari; Torizellia, Cast; Adhipurna, Novian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17570

Abstract

ABSTRAK Posyandu merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang memudahkan masyarakat mengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama ibu dan balita yang diselenggarakan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dan petugas kesehatan. Posyandu Bukit Indah tidak memiliki tempat yang menetap sehingga kegiatan posyandu dilaksanakan di salah satu ruangan kosong pada PAUD Bukit Indah, dengan kondisi alat penunjang kesehatan minim, terdapat 3 timbangan balita namun 2 diantaranya rusak sehingga hanya 1 yang berfungsi. Berdasarkan data pencatatan posyandu, terdapat 9 ibu hamil yang mengalami anemia dan 2 balita yang berada pada bawah garis merah (BGM). Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Pemula pada Posyandu Bukit Indah meliputi sosialisasi dan pelatihan keterampilan dengan rata-rata hasil post test adalah 90%, kemudian dilaksanakan penerapan teknologi yaitu penyerahan alat kesehatan dan Aplikasi Smart-Care Posyandu. Kata Kunci: Posyandu, Balita, Smart Care  ABSTRACT Posyandu is a health service that makes it easier for people to find out or have their health checked, especially for mothers and toddlers, which is organized by the community with technical support and health workers. The Bukit Indah Posyandu does not have a permanent place, so the posyandu activities are carried out in one of the empty rooms at the Bukit Indah PAUD, with minimal health support equipment, there are 3 toddler scales but 2 of them are damaged so only 1 is functioning. Based on posyandu registration data, there were 9 pregnant women who experienced anemia and 2 toddlers who were below the red line (BGM). The implementation of Beginner Community Service at the Bukit Indah Posyandu includes socialization and skills training with an average post test result of 90%, then technology is implemented, namely the delivery of medical equipment and the Smart-Care Posyandu Application.  Keywords: Posyandu, Toddler, Smart Care
Uji Aktivitas Ekstrak Metanol Daun Kirinyuh (Chromolaena Ododrata L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis Jamilah, Siti; Prihandini, Yustin Ari; Wahyunita, Sari
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.11623

Abstract

ABSTRAK Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dapat dimanfaatkan untuk pengobatan secara tradisional sebagai penyembuhan luka, penyakit infeksi dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dari daun kirinyuh serta mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Uji skrining fitokimia meliputi flavonoid, alkaloid, fenol, saponin, steroid dan tanin. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran dengan menggunakan 5 seri konsentrasi yaitu 15%, 30%, 45%, 60% dan 100% dan kontrol positif klindamisin 2µg/disk, dan kontrol negatif menggunakan Na-CMC 0,5%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.)  positif mengandung flavonoid, fenol, alkaloid, steroid, saponin, dan tanin. Hasil uji menunjukan bahwa konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60% dan 100% ekstrak metanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) termasuk dalam kategori zona hambat sedang dengan rata-rata zona hambat yaitu 6,41 mm; 6,86 mm; 7,16 mm; 7,97 mm; dan 9,35mm. Analisis data uji Mann Witney memiliki adanya perbedaan aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dengan konsentrasi 15%, 60% dan 100% terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan kategori sedang. Kata Kunci: S. epidermidis, Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.), Ekstak Metanol, Antibakteri.  ABSTRACT Kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) can be used for traditional medicine as wound healing, infectious diseases and antibacterial. The purpose of this study was to determine the chemical compound content of kirinyuh leaves and to determine the antibacterial activity of methanol extract of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) against Staphylococcus epidermidis bacteria. Phytochemical screening tests include flavonoids, alkaloids, phenols, saponins, steroids and tannins. Antibacterial activity testing was carried out using the well-diffusion method using 5 series of concentrations namely 15%, 30%, 45%, 60% and 100% and the positive control was clindamycin 2µg/disk, and the negative control was using 0.5% Na-CMC. The results of the phytochemical screening showed that the methanol extract of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) positively contained flavonoids, phenols, alkaloids, steroids, saponins and tannins. The test results showed that the concentrations of 15%, 30%, 45%, 60% and 100% of the methanol extract of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) were included in the medium inhibition zone category with an average inhibition zone of 6.41 mm; 6.86mm; 7.16mm; 7.97mm; and 9.35mm. Analysis of Mann Witney test data showed differences in antibacterial activity of methanol extract of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) with concentrations of 15%, 60% and 100% against Staphylococcus epidermidis bacteria in the medium category. Keywords:  S.epidermidis, Kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.), Methanol Extract, Antibacterial.
Evaluasi Program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar Hidayat, Rahmat; Prihandini, Yustin Ari; Nafila, Nafila; Ramadhani, Aulia; Riyana, Adies; Khaira, Dicky Septiannoor; Bandawati, Bandawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.18719

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is a serious global health issue caused by Mycobacterium tuberculosis. In South Kalimantan, the province ranks seventh in the number of cases, with Puskesmas Martapura 1 recording 1,364 cases of pulmonary TB in 2022. Evaluating the TB program at this health center is essential for identifying the strengths and weaknesses of program implementation. The study was conducted at Puskesmas Martapura 1 in Banjar District in 2023. A qualitative research method was employed to assess the evaluation of the pulmonary TB program at Puskesmas Martapura 1. The input components of the pulmonary TB program at Puskesmas Martapura 1 were found to be suboptimal. There were limitations in the examination facilities, as TCM testing could not be performed at this health center. The process components of the pulmonary TB program were also not optimal, with record-keeping and reporting, as well as cross-checking, often not conducted timely. In terms of output, while the case detection rate met the target, the conversion and cure rates did not meet the targets set by the Banjar District Health Office. The error rate at Puskesmas Martapura 1 was 1.8%. To improve the success of the pulmonary TB program at Puskesmas Martapura 1 in Banjar District, several improvements are necessary. A weekly checklist cross-checking schedule should be established to prevent the accumulation of documents that can occur when checks are conducted quarterly. Daily record-keeping and reporting should also be implemented after patients complete their treatment to avoid report backlogs. Additionally, planning for patients who miss their treatments is essential to ensure they do not default on their medication and complete their treatment courses. Keywords: Tuberculosis, Evaluation of TB Program, TCM, Community Health Center  ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan global serius yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Di Kalimantan Selatan, provinsi ini menempati posisi ketujuh dalam jumlah kasus. Puskesmas Martapura 1 mencatat 1.364 kasus TB Paru pada 2022. Evaluasi program TB di Puskesmas ini penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pelaksanaan program. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif karena untuk mengetahui Evaluasi Program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar tahun 2023.  Penelitian dari komponen input dalam program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 belum optimal. Terdapat keterbatasan fasilitas pemeriksaan TCM tidak dapat dilakukan di Puskesmas Martapura 1. Hasil dari komponen proses dalam program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 belum optimal. Pencatatan dan pelaporan serta Cross check sering kali tidak tepat waktu sesuai jadwal. Sedangkan output dalam program TB di Puskesmas Martapura 1 dalam angka penemuan kasus sudah mencapai target sedangkan angka konversi dan angka kesembuhan belum mencapai target yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Error rate di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar sebesar 1,8 persen. Dalam upaya meningkatkan keberhasilan program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar maka diperlukan perbaikan yaitu dengan dibuat jadwal checklist cross check setiap minggunya agar tidak terjadi penumpukan berkas jika dilakukan pertiga bulan sekali. Juga diperlukan perbaikan dengan melakukan pencatatan dan pelaporan setiap harinya setelah pasien selesai pengobatan agar tidak terjadi penumpukan laporan. Dan diperlukan pula perencanaan terhadap pasien yang mangkir dalam pengobatan agar pasien tersebut tidak mangkir dari pengobatan dan menyelesaikan pengobatannya. Kata Kunci: Tuberkulosis, Evaluasi Program TB, TCM, Puskesmas