Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pena Literasi

KAJIAN ANALISIS KONTRASTIF : AFIKSASI VERBA BAHASA JAWA CILEGON DENGAN BAHASA INDONESIA Yulyani, Yuni; Rosidin, Odien; Devi, Ade Anggraini Kartika
Pena Literasi Vol 5, No 2 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.5.2.209-219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kontrastif afiks verba, mendeskripsikan afiks verba dalam bahasa Jawa Cilegon dan bahasa Indonesia, serta persamaan maupun perbedaan antara dua bahasa tersebut. Adapun tujuan penelitian itu dilakukan agar dalam pembelajaran bahasa Indonesia, pengajar dapat mengantisipasi inteferensi yang akan dilakukan pembelajar dalam mempelajari bahasa kedua. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu bentuk kontrastif afiks verba serta persamaan dan perbedaan afiks verba dalam bahasa Jawa Cilegon dan bahasa Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber tertulis, yaitu berupa Kamus Jawa Banten dan Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis) untuk menelaah isi dari suatu dokumen, teknik baca dan catat, yakni membaca, mengamati, dan mencatat temuan kata kerja dalam kamus maupun atas pengalaman dan pengamatan peneliti sendiri. Serta menggunakan teknik dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori analisis kontrastif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat persamaan bentuk afiks verba bahasa Jawa Cilegon dan bahasa Indonesia, yakni prefiks {di-}, sufiks {-i}, dan konfiks {di-…-i}. Dalam penelitian ini juga ditemukan adanya kesejajaran bentuk afiks verba, yaitu prefiks {nge-}, {ng-}, {ny-}, dan {N-} dalam bahasa Jawa Cilegon berkesejajaran dengan prefiks {me-} dalam bahasa Indonesia. Serta ditemukannya afiks sufiks {-kaken}, {-aken}, dan {-en} dalam bahasa Jawa Cilegon, tetapi tidak terdapat dalam bahasa Indonesia. Namun, dalam bahasa Indonesia terdapat afiks sufiks {-lah} sepadan maknanya sebagai partikel.Kata Kunci : analisis kontrastif, afiksasi, verba, bahasa Jawa Cilegon, bahasa Indonesia
BENTUK DAN MAKNA KOSAKATA BAHASA INDONESIA DAN BAHASA TAGALOG DALAM LIRIK LAGU ZACK TABUDLO “ASAN KA NA BA” Azizah, Putri Nur; Rosidin, Odien; Devi, Ade Anggraini Kartika
Pena Literasi Vol 5, No 2 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.5.2.161-170

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi bagi setiap manusia .Manusia di setiap  negara pasti memiliki bahasanya masing – masing. Bahasa Indonesia dan bahasa tagalog merupakan bahasa yang serumpun sehingga diidentifikasi memiliki kemiripan dari segi bentuk kosa kata dan makna. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengjaji dan membandingkan bahasa serta memberikan pengetahuan bentuk dan makna pada lirik lagu Zack Tabudlo berjudul “asan ka na ba”.  Perbandingan ini dilakukan menggunkan kajian analisis kontrasif. Jenis penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan cara mendeskripsikan hasil penelitian berdasarkan data – data yang telah  dikumpulkan. Subjek penelitian ini adalah lirik lagu zack tabudlo “asan ka na ba”. Objek kajian analisis kontrasif dalam penelitian ini berupa persamaan dan perbedaan bentuk dan makna kosakata dalam bahasa Indonesia dan bahasa tagalog.nstrumen penelitian menggunakan peneliti sendiri sebagai instrument utama dalam melakukan penelitian. Teknik penelitian ini menggunakan teknik observasi dengan cara mengamati sumber data, mencatat data, menganalisis data. Langkah – langkah yang digunakan dalam analisis data yakni :1) mengamati data, 2) mencatat data yang ditemukan, 3) menganalisis data, dan 4) menyimpulkan data. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 31 data baik  berupa bentuk kosakata sama dan makna sama, bentuk kosakata sama dan makna berbeda, dan bentuk kosakata berbeda dan makna sama. Akan tetapi dalam penelitian ini tidak ditemukan bentuk kosakata berbeda dan makna berbeda