Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Posisi Dan Lama Duduk Dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) Selama Kuliah Offline Pada Mahasiswa Prodi Diploma Tiga Keperawatan Universitas Duta Bangsa Surakarta Gustama Khoiru Krisna Ardiyanto; Agung Widiastuti; Dwi Lestari Mukti Palupi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1207

Abstract

Latar belakang: Low Back Pain (LBP) adalah gangguan muskuloskeletal atau nyeri yang terjadi di punggung bawah akibat aktivitas tubuh yang berlebihan atau postur tubuh yang kurang ergonomis. Hal ini sering dialami oleh mahasiswa akibat posisi duduk yang tidak tepat dan durasi duduk yang lama selama proses perkuliahan offline. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara posisi duduk dan lama duduk dengan keluhan LBP selama perkuliahan offline pada mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Universitas Duta Bangsa Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 mahasiswa tingkat tiga yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Body Awareness of Postural Habits in Young People (Q-BAPHYP), kuesioner durasi duduk, dan The Pain and Distress Scale. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Likelihood Ratio, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil: Analisis univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki posisi duduk sesuai (54,5%), durasi duduk < 90 menit (39,4%), dan mengalami keluhan LBP kategori sedang (45,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara posisi duduk dengan keluhan LBP (p = 0,000) serta antara lama duduk dengan keluhan LBP (p = 0,000). Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa posisi duduk yang tidak sesuai merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap keluhan LBP dengan nilai Exp(B) sebesar 20,736 (p = 0,001). Kesimpulan: Posisi duduk ergonomis dan pengaturan durasi duduk saat perkuliahan sangat penting untuk mengurangi risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (LBP) pada mahasiswa keperawatan. Kata kunci: Lama Duduk, Low Back Pain, Mahasiswa Keperawatan, Posisi Duduk
Pemberian Teknik Relaksasi Benson terhadap Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Kanker Payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Ilma Nur Nafi'a; Rovica Probowati; Dwi Lestari Mukti Palupi
Inovasi Kesehatan Global Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus: Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v3i3.3353

Abstract

Postoperative pain is a major problem experienced by breast cancer patients because it can hinder recovery, reduce mobility, and affect quality of life. The Benson relaxation technique is a non-pharmacological intervention that may reduce pain intensity by inducing a relaxation response through deep breathing, concentration on specific words or phrases, and acceptance. This study aimed to determine the effect of applying the Benson relaxation technique on pain intensity in postoperative breast cancer patients at Dr. Moewardi Hospital, Surakarta. The study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population consisted of 35 respondents selected using consecutive sampling based on predetermined inclusion criteria. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS), and data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test with a significance level of 0.05. The results showed that the mean pain intensity decreased from 6.03 before the intervention to 4.20 after the intervention. The Wilcoxon Signed-Rank Test produced Z = −5.283 and p = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of the Benson relaxation technique on postoperative pain intensity. Therefore, the Benson relaxation technique is effective in reducing pain intensity and can be used as an adjunct non-pharmacological therapy in postoperative pain management.