Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SCHOOL DENTAL HEALTH PROGRAM: TRAINING OF TRAINER KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA GURU DAN ORANG TUA SEBAGAI UPAYA MENUJU PROGRAM “ INDONESIA BEBAS KARIES 2030” Rahman, Kurnia Hayati; paramita, Ayulistya; Sucahyo, Bambang; Revianti, Syamsulina; Pinasti, Restika Anindya; Paramita, Anisa Listya; Prameswari, Noengki; Lelyna, Nora; Handayani, Budi; Widaningsih, Widaningsih; Wedarti, Yoifah Rizka; Nilawati, Nina; Harnowo, Setyo; Prabowo, Puguh Bayu; Damaiyanti, Dian Widya
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 1 No. 6 (2024): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, November 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/aj2jgc13

Abstract

Oral and dental health among school-age children is often neglected, despite its importance in supporting their quality of life. A Training of Trainer (ToT) program on oral and dental health was conducted for teachers and parents at MI KH Ramly Surabaya to support the vision of Indonesia Free from Dental Caries 2030. This training included educational sessions and guidance on proper tooth-brushing habits using fluoride toothpaste. The results showed an improvement in participants' knowledge, with higher average post-test scores compared to pre-test scores. Additionally, there was a positive behavioral change among children in maintaining oral hygiene. Although statistical tests indicated insignificant results, the intervention had a practical impact on establishing healthy habits. Support from teachers, parents, and healthcare professionals is essential to reducing the prevalence of dental caries in the future. .
UPAYA PENINGKATAN WAWASAN DALAM MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA GURU DAN ORANG TUA SISWA TK CAHAYA TAZKIA SURABAYA Rahmitasari, Fitria; Lestari, I.G.A.M Oka; Nilawati, Nina; Setianingtyas, Dwi; Yoyada, Novendy; Tantra, Ivan; Indarti, Caecilia; Prabowo, Puguh Bayu; Emilda, Yulie; Hartono, Mardiyanto Riski; Irmawati, Ari Rosita; Ayu A, Shintya Rizki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pesisir VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpmp.v3i1.96

Abstract

Angka proporsi perilaku menyikat gigi secara benar sebanyak dua kali sehari yaitu setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam hanya sebesar 2,8% pada masyarakat Indonesia. Sejumlah 93% anak-anak usia sekolah mengalami masalah gigi dan mulut, dimana angka ini merupakan angka prevalensi yang sangat tinggi. Upaya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam menurunkan angka prevalensi karies gigi yaitu dengan melaksanakan program “Indonesia Bebas Karies 2030”. PT. Unilever Tbk. melakukan kerjasama dengan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah akan melakukan program “School Health Program” (SHP) dalam rangkaian kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2022. Program Training of Trainer (ToT) pada guru dan orang tua untuk kegiatan sikat gigi pagi dan malam 21 hari mengajarkan anak-anak dan orang dewasa tentang manfaat kebersihan mulut yang baik dan menunjukkan kepada mereka cara menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride untuk mewujudkan Indonesia bebas karies di tahun 2030. Kegiatan ini mengunakan sistem digital / online melalui aplikasi zoom. Peserta kegiatan ini adalah 5  orang tua dan 5 guru di TK Cahaya Tazkia. Dalam memberikan edukasi, para dokter gigi menggunakan media power point dan video edukasi. Bentuk materi edukasi yang diberikan meliputi video animasi sikat gigi, kalender digital sikat gigi 21 hari, poster/ flyer digital, flipchart. Sebelum memulai edukasi para peserta dilakukan pre test terlebih dahulu tentang pengetahuan seputar gigi dan kebersihannya sesuai materi yang akan disampaikan, setelah diakhir sesi zoom tersebut juga dilakukan post test dengan materi yang sama untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap materi tersebut. Kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut melalui ToT pada guru dan orang tua siswa/siswi di TK Cahaya Tazkia Surabaya memberikan hasil peningkatan tingkat pengetahuan guru dan orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hasil analisis statistik menggunakan paired sample t-test untuk membandingkan nilai rata-rata pre test dan post test siswa/siswi menunjukkan nilai signifikansi p=0.001 (p<0.05) yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan guru dan orang tua siswa/siswi di TK Cahaya Tazkia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah diberi materi Dental Health Education (DHE) melalui “Training of Trainer”.  
TRAINING OF TRAINER (TOT) DALAM UPAYA PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI UNTUK ORANG TUA DAN SISWA DI SD RADEN PAKU SURABAYA Rahmitasari, Fitria; Rosita Irmawati, Ari; Revianti, Syamsulina; Nilawati, Nina; Widyastuti; Kurniawan, Hansen; Bayu Prabowo, Puguh; Pangabdian, Fani; Nur Ashrin, Meinar; Widaningsih; Handayani, Budi; Khoironi, Emy; Lukisari, Cane; Samadi, Karlina; Harnowo, Setyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pesisir VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpmp.v3i2.120

Abstract

Angka kejadian permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia mencapai 57,6%, dimana tergolong sangat tinggi, dengan 93% di antaranya dialami oleh anak-anak usia sekolah. Pengetahuan, sikap, dan perilaku individu memiliki peran yang penting dalam menjaga kesehatan gigi mulut. Lingkungan sekitar anak, terutama keluarga dan guru, memiliki peran yang krusial dalam membentuk sikap dan perilaku mereka. School Health Program (SHP) yang melibatkan pelatihan Training of Trainer (ToT) mengenai kesehatan gigi mulut bagi guru dan orang tua mencakup kegiatan menyikat gigi dua kali sehari selama 21 hari. Program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada anak dan orang tua beserta guru tentang perlunya menjaga oral hygiene yang baik serta mengajarkan teknik menggosok gigi dengan pasta gigi berfluoride. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian target "Indonesia Bebas Karies 2030" dan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom. Pemahaman peserta terkait kesehatan gigi dievaluasi melalui kuesioner sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Analisis statistik menggunakan uji t-sampel berpasangan untuk mengetahui dan membandingkan nilai rerata sebelum dan sesudah diberikan pelatihan menunjukkan nilai p<0,05, yang mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai pemeliharaan kesehatan gigi mulut pada guru serta orang tua siswa di SD Raden Paku melalui program ToT. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku mengenai kesehatan gigi dan mulut setelah materi diberikan. 
Student Health Programme: Peningkatan Pengetahuan Tentang Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak Usia SD di Madrasah Ibtidaiyah Muhyiddin Surabaya Rahman, Kurnia Hayati; Handayani, Budi; Widowati, Kharina; Agitha, Shintya Riski Ayu; Wira, Rizko; Yoyada, Novendy; Paramita, Anisa Listya; Indarti, Caecilia; Widyastuti, Widyastuti; Nilawati, Nina; Supriyadi, Herry; Teguh, Paulus Budi; Mulawarmanti, Dian; Prabowo, Puguh Bayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3518

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah menjadi hal yang mempengaruhi kualitas hidup dan tumbuh kembang mereka. Usia sekolah menjadi periode emas untuk menumbuhkan kebiasaan baik terutama untuk kebiasaan baik dalam menjaga dan merawat kesehatan mulut anak - anak secara mandiri. School Health programme (SHP) merupakan sarana promosi kesehatan yang diberikan kepada siswa MI Muhyiddin mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut secara mandiri. Tujuan kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat disekitar sebagai upaya untuk meningkatkan Pengetahuan dalam menjaga kesehatan mulut dan gigi pada siswa MI Muhyidin. Hasil menunjukkan peningkatan Pengetahuan pserta dengan kenaikan nilai-nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test, dengan hasil uji statistik menunjukaan hasil yang signifikan terhadapt intervensi yang diberikan (p : 0.02 ; P< 0.05)
Prevalence of systemic risk factors in chronic periodontitis patients at Haji regional public hospital in East Java Province: a cross-sectional study Nilawati, Nina; Sumekar, Henu; Nafiah, Nafiah; Rizal, Moh. Basroni
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 37, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v37i3.64891

Abstract

Introduction: Periodontal disease is a chronic inflammatory disease that affects the tooth-supporting tissues  and is often associated with various systemic disorders. Understanding this relationship is essential for comprehensive dental management. The aim of this study was to determine the prevalence of systemic risk factors among patients with chronic periodontitis at Haji Regional Public Hospital, East Java Province. Methods: A descriptive observational study with a cross-sectional design involving 108 patients diagnosed with chronic periodontitis. Data were collected from electronic medical records and analyzed descriptively using cross-tabulation. Results: The majority of patients were older adults (51.9%) and female (59.3%). A total of 78.7% had systemic conditions, the most common being hypertension and diabetes mellitus. Conclusion: Most chronic periodontitis patients had systemic conditions, particularly among older adults. These findings emphasize the importance of an interdisciplinary approach in periodontal care.Prevalensi faktor risiko sistemik pada pasien periodontitis kronis di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Provinsi Jawa Timur: Studi cross sectional Pendahuluan: Penyakit periodontal merupakan penyakit inflamasi kronis yang memengaruhi jaringan penyangga gigi dan sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan sistemik. Memahami hubungan ini sangat penting untuk penatalaksanaan kedokteran gigi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi faktor risiko sistemik pada pasien dengan periodontitis kronis di Rumah sakit Umum Daerah Haji Provinsi Jawa Timur. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan desain potong lintang yang melibatkan 108 pasien yang didiagnosis dengan periodontitis kronis. Data dikumpulkan dari dokumentasi medis elektronik dan dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel krostab. Hasil: Mayoritas pasien berusia lanjut (51,9%) dan berjenis kelamin perempuan (59,3%). Sebanyak 78,7% memiliki kondisi sistemik, yang paling umum adalah hipertensi dan diabetes melitus. Simpulan: Sebagian besar pasien dengan periodontitis kronis memiliki kondisi sistemik, terutama pada kelompok usia lanjut. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam perawatan periodontal.