Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

POLIMER DALAM FORMULASI NANOPARTIKEL NIFEDIPIN : SOLUSI INOVATIF UNTUK MENGATASI MASALAH BIOAVAIBILITAS BCS KELAS II Iskandar, Benni; Thahira, Siffa; Muzdalifah, Siti; Helfina, Syelfi; Naibaho, Triana Putri; Almi, Vinny Juliandi; Faridah, Wardatil; Yolanda, Yolanda; Octavia, Rickha
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45292

Abstract

Nifedipin merupakan antagonis saluran kalsium yang banyak digunakan dalam terapi hipertensi dan angina pektoris. Meskipun efektif, penggunaan klinis nifedipin masih menghadapi beberapa tantangan, seperti waktu paruh yang relatif singkat, kelarutan yang buruk dalam air, dan bioavailabilitas oral yang rendah akibat metabolisme lintas pertama yang signifikan di hati. Seiring berkembangnya teknologi sediaan farmasi, pendekatan berbasis nanoteknologi—khususnya formulasi nanopartikel—telah menjadi strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan efikasi dan kestabilan obat. Polimer sintetik maupun alami telah dieksplorasi sebagai matriks pembawa dalam sistem penghantaran nifedipin berbasis nanopartikel untuk memperbaiki profil farmakokinetik dan karakteristik pelepasan obat. Artikel ulasan ini membahas secara komprehensif penggunaan berbagai jenis polimer dalam formulasi nanopartikel nifedipin selama dekade terakhir, meliputi metode formulasi yang digunakan (seperti nanopresipitasi, emulsifikasi, dan ionotropic gelation), karakterisasi fisikokimia dari nanopartikel yang dihasilkan (ukuran partikel, zeta potensial, efisiensi penjerapan), serta pengaruhnya terhadap profil pelepasan dan bioavailabilitas obat. Pemahaman ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan sistem penghantaran obat nifedipin yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan hasil terapi pasien.
EDUKASI PANDUAN MINUM OBAT BAGI PENDERITA PENYAKIT DIABETES SAAT BERPUASA Susanty, Adriani; Fernando, Armon; Octavia, Rickha; Arief, Encik Juliansyah; Putri, Dhini Fahira; Safitri, Fasri Dian; Aprilia, Indri; Syafutri, Lidiyah; Aulia, Nada Aqilah; Farisa, Nayla Al; Jannati, Nisa; Ramona, Paula; Mayrade, Salma Yudhistira
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 8 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i8.1769

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that poses challenges during Ramadan fasting due to changes in dietary patterns and mediacation schedules. These conditions may increase the risk of hypoglycemia and hyperglycemia, thus requiring proper health education. This community service aimed to improve diabetic patients knowledge regarding medication use during fasting. The methods included lectures, distribution of leaflets, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The activity was carried  out at Raudhatul Jannah Mosque Pekanbaru, on March 16, 2025, involving 30 participants. The results showed an improvement in participants knowledge, where the “very good” category increased from 13,3% to 40% after the intervention, Statistical analysis using a T-test obtained a p-value of 0,014  indicating a significant difference. This program demonstrated that simple education through counseling and leaflet distribution is effective in enhancing public understanding of proper medication use for diabetic patients during fasting.
TINGKAT PERESEPAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS RUMBAI KABUPATEN/KOTA PEKANBARU 21 – 31 JULI 2025 DENGAN METODE ATC/DDD Rickha Octavia; Nurhalina Warso; Nurzakyya Tinnisa; Septi Dwi Angras; Silvia Sumbarita; Siti Aisyah; Wirda Hayati
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 05 Oktober (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik adalah obat yang umumnya diberikan untuk penanganan penyakit infeksi ataupun yang didasari oleh infeksi bateri. Penggunaan antibiotik harus digunakan sesuai dengan aturan pakai yang telah ditetapkan untuk mencegahnya penyebaran kasus resistensi antibiotik pada pasien. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penggunaan antibiotik tertentu yang didapat oleh pasien di Puskesmas Rumbai. Dengan mengetahui tingkat penggunaan antibiotik ini, memberikan evaluasi bagi puskesmas atau pihak lain yang membutuhkan penelitian tindak lanjut dalam upaya perkembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data penggunaan antibioticksecara purposive sampling pada pasien rawat jalan selama 10 (sepuluh) hari. Data yang dikumpulkan berupa jenis poli pemberi resep, jenis antibiotik, jumlah sediaan dan bentuk sediaan yang diresepkan. Data yang telah diperoleh dari data resep pasien rawat jalan yang menggunakan antibiotik lalu di hitung dengan metode ATC/DDD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik tertinggi di Puskesmas Rumbai adalah amoxcicillin dengan nilai DDD/1000 yaitu 44,48 DDD/1000 KPRJ/Hari yang diartikan diantara 1000 pasien rawat jalan terdapat sekitar 44 pasien per 1000 kunjungan pasien yang mendapat terapi antibiotik amoxicillin. dan nilai terkecil yaitu Clindamisin 19,69 DDD/1000 KPRJ/Hari.
Revolusi Kosmetika Topikal Melalui Formulasi Nanogel dan Nanoemulgel: Review Artikel Iskandar, Benni; Hijriyah, Ananda Juhaifa; Usti, Angelika; Bulan, Bulan; Aulia, Natasya; Thahira, Siffa; Octavia, Rickha; Firmansyah, Ferdy; Sari, Seftika
Majalah Farmasetika Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i1.68173

Abstract

Nanoteknologi telah membawa revolusi dalam pengembangan sediaan kosmetika topikal dengan fokus pada peningkatan efektivitas, stabilitas, dan keamanan produk perawatan kulit, seperti krim pelembap, tabir surya, dan krim anti-aging. Artikel ini bertujuan untuk mengulas secara mendalam mengenai formulasi nanogel dan nanoemulgel dalam industri kosmetika, dengan fokus pada manfaat, tantangan, serta masalah keamanan dan toksisitas terkait penggunaannya. Sebagai sistem penghantaran inovatif, nanogel dan nanoemulgel terbukti dapat meningkatkan bioavailabilitas bahan aktif, stabilitas kimia, serta efektivitas senyawa aktif dalam formulasi topikal. Kedua sistem ini juga memungkinkan pelepasan zat aktif secara terkontrol dan meningkatkan penetrasi kulit lebih baik dibandingkan dengan formulasi konvensional. Penggunaan nanoteknologi dalam kosmetika topikal juga berpotensi memberikan perlindungan lebih baik terhadap bahan aktif dari degradasi oksidatif dan fotokimia, yang seringkali mengurangi efektivitas produk perawatan kulit konvensional. Namun demikian, meskipun menawarkan banyak manfaat, masalah terkait keamanan dan toksisitas jangka panjang masih menjadi tantangan utama yang perlu diatasi dalam pengembangan produk kosmetika berbasis nanoteknologi. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut mengenai evaluasi keamanan serta dampak jangka panjang penggunaan nanoteknologi pada kulit sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan penggunaannya. Secara keseluruhan, nanogel dan nanoemulgel memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk kosmetika topikal yang lebih efektif, aman, stabil, dan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan konsumen modern. Diharapkan, pengembangan lebih lanjut dalam aspek formulasi dan evaluasi produk ini akan mendukung terciptanya solusi perawatan kulit yang lebih unggul dan ramah lingkungan.