Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Literatur Review Pengaruh Peer Education Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Pencegahan HIV-AIDS Rezeki, Sahbainur; Mauliza, Putri; Dhirah, Ulfa Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2683

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh per education terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan HIV/AIDS. Berdasarkan hasil pengumpulan artikel sebagai referensi utama yang ditelaah dalam penelitian ini dan setelah dilakukan penyeleksian, diperoleh sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi . Kemudian 20 artikel yang sudah memenuhi kriteria diseleksi kembali berdasarkan kesesuaian dengan tujuan penelitian dan kualitas quartile jurnal yang dikeluarkan oleh Scopus dan SchimagoJr, sehingga diperoleh 8 artikel yang dijadikan referensi utama. Kata Kunci: peer group, remaja, AIDSAbstractThe purpose of this study was to determine the effect of per education on the knowledge and attitudes of adolescents about HIV/AIDS prevention. Based on the results of the collection of articles as the main reference reviewed in this study and after selection, 20 articles were obtained that met the inclusion criteria. Then 20 articles that met the criteria were re-selected based on suitability with the research objectives and the quality of the journal quartiles issued by Scopus and SchimagoJr, so that 8 articles were obtained as the main references.Keywords: peer group, teenagaer, AIDS
Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder dan Standarisasi Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.) Maharani, Septia; Meilina, Rulia; Kulla, Periskila Dina Kali; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4053

Abstract

Akar manis (Glycyrrhiza glabra L.) merupakan salah satu tanaman trasidisional yang memiliki berbagai potensi dalam mengobati beberapa penyakit dan memiliki aktifitas farmakologi. Kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam tumbuhan mengambil peran penting dalam memberikan aktifitas farmakologi. Skrining fitokimia bertujuan untuk memberikan gambaran  tentang golongan senyawa yang terkandung dalam tanaman akar manis. Kandungan senyawa kimia juga harus mempunya spesifikasi, oleh karena itu standarisasi sampel perlu dilakukan guna menjamin mutu sampel yang digunakan. Pada penelitian ini akar manis positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid dan tanin. Standarisasi menunjukkan semua parameter memenuhi persyaratan sesuai dengan Farmakope Indonesia Edisi V.Kata kunci: Skrining Fitokimia, Standarisasi, Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.)Liquorice (Glycyrrhiza glabra L.) is one of the traditional plants that has various potentials in treating several diseases and has pharmacological activity. The content of secondary metabolites found in plants plays an important role in providing pharmacological activity. Phytochemical screening aims to provide an overview of the group of compounds contained in licorice plants. The content of chemical compounds must also have specifications, therefore sample standardization needs to be carried out to ensure the quality of the samples used. In this study, licorice positively contained alkaloids, flavonoids, saponins, terpenoids and tannins. Standardization showed that all parameters met the requirements according to the Indonesian Pharmacopoeia Edition V.Keywords: Phytochemical Screening, Standardization, Liquorice Root (Glycyrrhiza glabra L.)
Analisis Faktor Yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Baduta di Wilayah Puskesmas Terangun Kabupaten Gayo Lues Dhirah, Ulfa Husna; Halija, Siti; Rosdiana, Eva; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3973

Abstract

Imunisasi sangat penting untuk tubuh seseorang agar kebal dari penyakit. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan cakupan imunisasi DPT- HB-HIB 3 tingkat nasional sebesar 61,3 %. Adapun di provinsi Aceh cakupan imunisasi DPTHB-HIB 3 sebesar 60,2 % (Litbangkes RI, 2018). Kabupaten Gayo Luwes cakupan imunisasi DPT-HB-HIB 3 sebesar 71.16 % dan tidak mencapai target nasional sebesar 92,5% dan presentase imunisasi DPT-HB-HIB di puskesmas Teragun Gayo Luwes sebanyak 74.4% (BPS Aceh. 2022). Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada Baduta di Wilayah Puskesmas Terangun Kabupaten Gayo. Penelitian bersifat analitik dengan desain Cross Sectional, populasi semua ibu yang memiliki anak Bayi Dua Tahun di Puskesmas Terangun Kabupaten Gayo Lues yang berjumlah 161. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan rumus slovin sebanyak 62 orang. Penelitian di laksanakan di Puskemas Terangun Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues tanggal 14-18 Agustus 2023. Analisa data menggunakan uji chi square. Pengolahan data dengan editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat bivariate. Diperoleh nilai p=0.004 untuk variabel pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi dasar, diperoleh nilai p=0.000 untuk variabel pekerjaan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasr, diperoleh nilai p=0.000 untuk variabel dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar. Terdapat hubungan antara pengetahuan, pekerjaan dan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar pada baduta. Petugas kesehatan perlu meningkatkan intensitas promosi dan pendidikan kesehatan khususnya tentang pentingnya imunisasi dasar sejak ibu mengandung agar saat anak dilahirkan ibu mau memberikan imunisasi ke pada bayinya.Kata Kunci : Imunisasi, Faktor yang Berhubungan Immunization is very important for a person's body to be immune from disease. Immunization is a way to actively increase a person's immunity against a disease. Basic Health Research in 2018 showed that national level DPT-HB-HIB 3 immunization coverage was 61.3%. Meanwhile, in Aceh province, DPTHB-HIB 3 immunization coverage is 60.2% (Litbangkes RI, 2018). Gayo Luwes Regency DPT-HB-HIB 3 immunization coverage was 71.16% and did not reach the national target of 92.5% and the percentage of DPT-HB-HIB immunization at the Teragun Gayo Luwes health center was 74.4% (BPS Aceh. 2022). The aim is to determine the factors related to the completeness of basic immunization among Baduta in the Terangun Community Health Center Area, Gayo Regency. The research is analytical with a cross sectional design, the population of all mothers who have two year old babies at the Terangun Community Health Center, Gayo Lues Regency totaling 161. The number of samples in this study was taken using the Slovin formula as many as 62 people. The research was carried out at the Terangun Health Center, Terangun District, Gayo Lues Regency, 14-18 August 2023. Data analysis used the chi square test. Data processing by editing, coding, data entry, tabulating, and univariate bivariate data analysis. A value of p=0.004 was obtained for the knowledge variable with complete basic immunization, a value of p=0.000 was obtained for the mother's employment variable with complete basic immunization, a value of p=0.000 was obtained for the family support variable with complete basic immunization. There is a relationship between knowledge, work and family support and the completeness of basic immunization for young children. Health workers need to increase the intensity of health promotion and education, especially about the importance of basic immunization since the mother is pregnant so that when the child is born the mother is willing to provide immunizations to her baby.Keywords: Immunization, Related Factors
Antidiabetes Ekstrak Daun Kembang Sepatu pada Mencit (Mus musculus) Meilina, Rulia; Yassirly, Yassirly; Kesumawati, Kesumawati; Dhirah, Ulfa Husna; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2866

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia karena gangguan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Tumbuhan yang dapat menurunkan kadar diabetes adalah kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) yang memiliki kandungan flavonoid, polifenol dan saponin yang bertindak sebagai antioksidan, antihipertensi dan bersifat hipoglikemia. Tujuan Penelitian untuk mengetahui efektivitas antidiabetes dari ekstrak daun kembang sepatu pada mencit. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium. Mencit diberikan ekstrak etanol daun kembang sepatu dosis 100 mg/Kg BB (K1), ekstrak etanol daun kembang sepatu dosis 200 mg/Kg BB (K2), ekstrak etanol daun kembang sepatu dosis 300 mg/Kg BB (K3), diberikan suspensi Glibenklamid (K+) dan Suspensi Na-CMC (K-). Hasil penelitian menggunakan program SPSS dengan uji ANOVA menunjukkan perlakuan dengan pemberian ekstrak daun kembang sepatu dosis optimal 300 mg/kg BB paling optimal menurunan kadar glukosa darah. Kesimpulan penelitian ini ekstrak daun kembang sepatu memiliki potensi sebagai antidiabetes. Saran peneli selanjutnya dapat mengembangkan potensi antidiabetes daun kembang sepatu secara molekuler.Kata kunci  : Antidiabetes, Kembang sepatu, Glibenklamid.Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion, insulin action or both. Plants that can reduce diabetes levels are hibiscus (Hibiscus rosa-sinensis L.) which contain flavonoids, polyphenols and saponins which act as antioxidants, antihypertensives and are hypoglycemic. The aim of the study was to determine the antidiabetic effectiveness of hibiscus leaf extract in mice. The research method is laboratory experimental. Mice were given ethanol extract of hibiscus leaves at a dose of 100 mg/Kg BW (K1), ethanol extract of hibiscus leaves at a dose of 200 mg/Kg BW (K2), ethanol extract of hibiscus leaves at a dose of 300 mg/Kg BW (K3), given Glibenclamide suspension (K+) and Na-CMC Suspension The results of the study using the SPSS program with the ANOVA test showed that treatment with hibiscus leaf extract at an optimal dose of 300 mg/kg BW was the most optimal in reducing blood glucose levels. The conclusion of this study is that hibiscus leaf extract has potential as an antidiabetic. The next researcher's suggestion is to develop the antidiabetic potential of hibiscus leaves molecularly. (K-).Keywords : Antidiabetic , Hibiscus rosa-sinensis, Glibenclamide
Implementation of The Elderly Health Monitoring Information System (MIS-Elderly) Rapid Application Development: Implementasi Sistem Informasi Pemantauan Kesehatan Lansia (SIP-Lansia) Rapid Application Development Ria Yusian TB, Desita; Rosdiana, Eva; Rezeki, Sahbainur; Ardian, Zalfie
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i2.1230

Abstract

The advancement of information and communication technology (ICT) has grown increasingly modern, expanding the demand for information. One effective way to provide optimal services to the public is through fast and accurate information delivery, which can be achieved by implementing information systems, particularly in healthcare services. However, not all aspects of healthcare services, such as elderly health posts (Posyandu Lansia), have adopted information systems to assist in real-time health monitoring. The elderly population is at high risk of developing various health conditions, such as hypertension, arthritis, rheumatism, and tuberculosis, which require routine care and monitoring. Therefore, this community service initiative aims to implement a health monitoring information system for the elderly using the Rapid Application Development (RAD) approach, enabling both the elderly and their families to monitor health effectively. The community service methods involve providing education on elderly health, raising awareness about the importance of health monitoring, and implementing and supporting the use of the information system among the elderly and their families. As a result of this program, the elderly gained knowledge about health and the importance of regular health monitoring. Furthermore, both the elderly and their families are now able to conduct health monitoring through the Elderly Health Monitoring Information System (SIP Lansia).
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA Rosdiana, Eva; Juwita, Rini; Anwar, Chairanisa; Andika, Fauziah; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5409

Abstract

Latar Belakang : Masalah pengelolaan sampah menjadi isu penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, meningkatkan risiko penyakit, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat setelah diberikan edukasi kesehatan, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kesimpulan : Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh positif terhadap pengetahuan responden dalam pengelolaan sampah. Saran : Oleh karena itu, pemberian edukasi secara berkala dan terstruktur disarankan sebagai strategi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kata Kunci: edukasi kesehatan, pemahaman masyarakat, pengelolaan sampah, promosi kesehatan
Formulasi Sediaan Tabir Surya Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) Meilina, Rulia; Dewi, Rahma; Kesumawati, Kesumawati; Kulla, Periskila Dina Kali; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2864

Abstract

Tabir surya merupakan kosmetik pelindung yang memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan kulit, dari pengaruh buruk paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengetahui aktivitas tabir surya dari ekstrak daun seledri. Metode penelitian secara eksperimental laboratorium. Sediaan tabir surya diformulasikan dengan menambahkan ekstrak seledri dengan komposisi 2% (F1), 4% (F2), 6% (F3) dan kontrol negatif. setiap sediaan tabir surya diukur nilai aktivitas tabir surya. Uji aktivitas formulasi menunjukkan bahwa ekstrak daun seledri memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Pada F1 sebesar 4,5553 SPF, F2 sebesar 7,3183 SPF, F3 sebesar 8,1573 SPF, sedangkan kontrol negatif tidak menghasilkan daya proteksi. Kesimpulan Formulasi sediaan tabir surya ekstrak daun seledri memiliki aktivitas tabir surya.Kata kunci: Tabir surya, daun seledri,  antioksidan, SPFSunscreen is a protective cosmetic that has a very important role in maintaining healthy skin, from the bad effects of sun exposure. This study aims to formulate and determine the activity of sunscreen from celery leaf extract. Laboratory experimental research methods. Sunscreen preparations are formulated by adding celery extract with a composition of 2% (F1), 4% (F2), 6% (F3) and negative control. For each sunscreen preparation, the value of sunscreen activity was measured. Formulation activity test showed that celery leaf extract has activity as a sunscreen. In F1 it was 4.5553 SPF, F2 was 7.3183 SPF, F3 was 8.1573 SPF, while the negative control did not produce any protection. Conclusion The formulation of celery leaf extract sunscreen has sunscreen activity.Keywords: Sunscreen; celery; antioxidants; SPF
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil Trimester II di Wilayah Kerja Puskesmas Titeu Kabupaten Pidie Rezeki, Sahbainur; Zahara, Maulinar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1972

Abstract

Kekurangan energi kronis (KEK) merupakan salah satu masalah kekurangan gizi diakibatkan oleh asupan makanan tidak seimbang yang dapat dialami oleh setiap ibu hamil pada masa kehamilannya. Kebutuhan ibu hamil akan meningkat terutama pada trimester III. Peningkatan jumlah konsumsi makan perlu ditambah untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin, maka jika kurang mengkonsumsi kalori akan menyebabkan malnutrisi. Kabupaten Pidie merupakan salah satu kabupaten yang prevalensi Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil cukup tinggi yaitu 9,96%, sehingga masalah Kurang Energi Kronis (KEK) masih menjadi permasalah kesehatan di Wilayah kerja Puskesmas Titeu.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di wiayah kerja Puskesmas Titeu.Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Titeu Kabupaten Pidie tahun 2020 dan telah dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II sebanyak 34 orang yang terdapat di 6 desa bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Titeu, yang terdata dari bulan September 2020 hingga bulan November 2020, teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan sampel 34 ibu hamil yang terdata mengalami KEK. Pengumpulan data dilakukann dengan cara membagikan kuesioner. Uji statistic yang dilakukan uji chi square. Analisa bivariat asupan makanan dengan KEK nilaip value = 0.019, tidak ada hubungan dukungan suami dengan KEK nilai p value 1000, tidak ada hubungan pendapatan keluarga dnega KEK nilai p value 0,0915 di wilayah kerja Puskesmas Titeu. Ada hubungan asupan makanan dengan kejadian energi kronis pada ibu hamil trimester II di Wilayah Kerja Puskesmas Titeu dengan P value 0,019. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk mendorong masyarakat khususnya wanita prakonsepsi agar dapat lebih memperhatikan status kesehatan dan ketersediaan pangan ditingkat keluarga.Kata Kunci : Kejadian Energi KronikChronic energy deficiency (KEK) is a malnutrition problem caused by unbalanced food intake that can be experienced by every pregnant woman during her pregnancy. The need for pregnant women will increase, especially in the third trimester. Increasing the amount of food consumption needs to be added to meet the needs of the mother and the fetus, so if you consume less calories it will cause malnutrition. Pidie Regency is one of the districts where the prevalence of Chronic Energy Deficiency (KEK) in pregnant women is quite high, namely 9.96%, so that the problem of Chronic Energy Deficiency (KEK) is still a health problem in the working area of Puskesmas Titeu. The purpose of this study is to know the factors related to the incidence of chronic energy deficiency (KEK) in pregnant women in the working environment of Titeu Health Center. This research is an observational analytical research with a cross sectional approach. This research was conducted in the working area of Puskesmas Titeu Pidie Regency in 2020 and planned to be carried out in December 2020. The population of this study is all 34 trimester II pregnant women in 6 villages located in the working area of Puskesmas Titeu, which was recorded from September 2020 to November 2020, the technique of sample application is purposive sampling with a sample of 34 pregnant women recorded as having KEK. Data collection is done by sharing questionnaires. Statistical test conducted by chi square test. Bivariate analysis of makana intake with KEK 70.6% with p value = 0.001, support of husbands who do not support by experiencing KEK 58.8%, 52.9% of mothers with less family income 52.9%. There is a relationship of food intake with chronic energy events in pregnant women in the second trimester in the Working Area of Puskesmas Titeu with p value of 0.001. It is expected that health officials will encourage people, especially preconception women, to pay more attention to the health status and availability of food at the family level.Keywords : Health Care Distance
PENGARUH EFEK EKSTRAK UMBI BIT (Beta Vulgaris L.) DALAM MENGHAMBAT PENINGKATAN KADAR ASPARTATE AMINOTRANSFERASE (AST) DAN ALANIN AMINOTRANSFERASE (ALT) PADA MENCIT JANTAN Lestari, Widya; Meilina, Rulia; Kesumawati, Kesumawati; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4189

Abstract

Umbi bit (Beta Vulgaris L.) secara tradisional telah digunakan untuk berbagai penyakit salah satunya yaitu untuk menurunkan kadar Aspartate Aminotransferase (AST) dan Alanin Aminotransferase (ALT) sebagai zat aditif hepatoprotektor. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis yang efektif untuk mencapai efek penurunan kadar Aspartate Aminotransferase (AST) dan Alanin Aminotransferase (ALT) pada mencit (Mus musculus L.). Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan memvariasikan suspensi ekstrak umbi bit 100 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB serta curcuma sebagai kontrol positif dan Na-CMC sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak umbi bit memiliki aktivitas hepatoprotektor dengan suspensi ekstrak umbi bit 100 mg/kgBB, suspensi ekstrak umbi bit 300 mg/kgBB dan suspensi ekstrak umbi bit 500 mg/kgBB berturut pada kadar Aspartate Aminotransferase (AST) diperoleh 245 U/L, 191 U/L dan 186 U/L sedangkan pada kontrol positif (curcuma) 166 U/L. Selanjutnya pada kadar Alanin Aminotransferase (ALT) diperoleh 65 U/L, 57 U/L dan 49 U/L sedangkan pada kontrol positif (curcuma) 43 U/L. Data hasil penelitian dianalisis dengan program SPSS yang di analisis menggunakan uji ANOVA (Analysis Of Varian) didapatkan nilai P Value (<0,05). Berdasarkan penghujian post hoc menunjukkan suspensi ekstrak umbi bit yang relatif sama dengan curcuma (kontrol positif) terhadap penurunan kadar Aspartate Aminotransferase (AST) yaitu suspensi ekstrak umbi bit 300 mg/kgBB. Sedangkan pada penurunan kadar Alanin Aminotransferase (ALT) ialah suspensi ekstrak umbi bit 500 mg/kgBB. Disarankan kepada pembaca untuk dapat lebih memanfaatkan umbi bit sebagai obat terapi hepatoprotektor.Kata kunci : Umbi bit (Beta Vulgaris L.), hepatoprotektor. Aspartate Aminotransferase dan Alanin Aminotransferase.Beetroot (Beta Vulgaris L.) has traditionally been used for various diseases, one of which is to reduce Aspartate Aminotransferase (AST) and Alanin Aminotransferase (ALT) levels as a hepatoprotector additive. The objectives of this research are to determine the effective dose to achieve the effect of reducing Aspartate Aminotransferase (AST) and Alanin Aminotransferase (ALT) levels in mice (Mus musculus L.). The method used is laboratory experiment by varying the suspension of beetroot extract 100 mg / kgBB, 300 mg / kgBB and 500 mg / kgBB and curcuma as positive control and Na-CMC as negative control. Research results shows that beetroot extract has hepatoprotector activity with beetroot extract suspension of 100 mg/kgBB, beetroot extract suspension of 300 mg/kgBB and beetroot extract suspension of 500 mg/kgBB respectively at Aspartate Aminotransferase (AST) levels obtained 245 U/L, 191 U/L and 186 U/L while in positive control (curcuma) 166 U/L. Furthermore, Alanin Aminotransferase (ALT) levels were obtained 65 U/L, 57 U/L and 49 U/L while in the positive control (curcuma) 43 U/L. The data from the study were analysed with the SPSS program using the ANOVA (Analysis of Variance) test which obtained a P value (<0.05). Based on post hoc testing, the suspension of beetroot extract which is relatively the same as curcuma (positive control) to reduce Aspartate Aminotransferase (AST) levels is a suspension of beetroot extract 300 mg/kgBB. While the decrease in Alanin Aminotransferase (ALT) levels is a suspension of beetroot extract 500 mg / kgBB. It is recommended to readers to be able to make more use of beetroot as a hepatoprotector therapy drug. Keywords : Beetroot (Beta Vulgaris L.), hepatoprotector. Aspartate Aminotransferase and Alanine Aminotransferase.
Perbandingan Pengetahuan Siswa dalam Pemilihan Makanan Jajanan dengan Menggunakan Media Video dan Media Flashcard di Sekolah Dasar Negeri 16 Kota Banda Aceh Rezeki, Sahbainur; Renjani, Rizky Swastika; Lehianti, Syinta
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3524

Abstract

Menurut WHO bahwa di Indonesia terdapat 30 kasus keracunan akibat makanan dan minuman, 69,2% diantaranya disebabkan oleh makanan dan 7,69% disebabkan oleh minuman. Sedangkan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 42 kali (14,4 %) kejadian keracunan makanan berasal dari jajanan.Untuk mengetahui perbedaan media video dengan media flashcard terhadap perilaku anak dalam memilih makanan jajanan di sekolah dasar negeri 16 kota banda aceh tahun 2023.Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi pre-post test with control group dengan total sampel 30 responden. Teknik pengambilan sampel adalah Simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 08 sampai 16 Agustus 2023. Cara pengumpulan data dengan membagikan kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji statistik chi-square.Ada hubungan yang signifikan antara pretest dan posttest pengetahuan anak, sikap anak, dan perilaku anak setelah diberikan penyuluhan dengan media video dan media flashcard (p = 0,00).Ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku makanan jajanan.Kata Kunci : Makanan Jajanan, Media Flashcard, Media Video, Pengetahuan,According to WHO, in Indonesia there were 30 cases of poisoning due to food and drink, 69.2% of which were caused by food and 7.69% were caused by drink. Meanwhile, in 2020, it showed that 42 times (14.4%) of food poisoning cases came from snacks.To find out the differences in mediavideo with flashcard media on children's behavior in choosing snacks in 16 public elementary schools in the city of Banda Aceh in 2023.This research uses a designQuasi pre-post test with control groupwith a total sample of 30 respondents. The sampling technique isSimple random sampling. Data collection was carried out from 08 to 16 August 2023. The data collection method was by distributing questionnaires. Statistical analysis uses the chi-square statistical test. There was a significant relationship between the pretest and posttest of children's knowledge, children's attitudes, and children's behavior after being given counseling using video media and flashcard media (p = 0.00).There issignificant relationship between knowledge and snack food behavior.Keywords: Snacks, Flashcard Media, Video Media, Knowledge,