Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peran Kepemimpinan Dalam Implementasi Patient Centered Care Terhadap Motivasi Kerja Perawat Olivia Talahatu; Fandro Armando Tasijawa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 3 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i3.817

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran kepemimpinan dalam implementasi Patient Centered Care atau disingkat PCC terhadap motivasi kerja perawat. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain observasional analytical dengan pendekatan cross sectional. Hasil dari penelitian ini : Adanya pengaruh implementasi PCC terhadap motivasi kerja perawat di RS Bhayangkara TK I Said Sukanto Jakarta Timur. Simpulan: Peran kepemimpinan merupakan peran pada implementasi PCC yang paling utama dan paling dominan dalam meningkatkan motivasi kerja perawat di RS Bhayangkara TK I Said Sukanto Jakarta Timur.
"It Feels Different": A Qualitative Study of Schizophrenic Client Couples About Sexuality Meyke Rosdiana; Fandro Armando Tasijawa
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.968 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1404

Abstract

One of the basic needs of human life is sexuality. Sexuality in schizophrenic clients has not been explored optimally by researchers and health workers in hospitals or health centers. Various previous studies have explored antipsychotic drugs that cause sexual dysfunction. However, the experience of intimacy and sexual relations between schizophrenic clients and their partners is not necessary to help maintain relationships that positively impact schizophrenia recovery. The method used in this research is qualitative research with a phenomenological approach. This research was conducted from August to September 2022 at the Outpatient Poly Hospital, Dadi Makassar Hospital. Seven participants were recruited using purposive sampling. Participants were interviewed in depth using a voice recorder, transcribed the data, validated, and analyzed using the Colaizzi method. The results of this study found three themes, namely (1) caring for a partner because of love, (2) "it feels different" during sexual intercourse, and (3) the quality of sexual intercourse decreases due to drugs. New insights in this study about caring for a partner because of love, can inspire others to care for clients with sincerity, sincerity, and complete love regardless of the disease. This study also identifies problems that must be resolved by every health worker to be comprehensive in sexual assessment and intervention for schizophrenic clients and their partners. Abstrak: Salah satu kebutuhan dasar kehidupan manusia adalah seksualitas. Seksualitas pada klien skizofrenia belum dieksplorasi secara maksimal oleh peneliti dan tenaga kesehatan di rumah sakit ataupun puskesmas. Berbagai penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi obat antipsikotik yang menyebabkan terjadinya disfungsi seksual. Namun, pengalaman keintimanan dan hubungan seksual klien skizofrenia serta pasangannya belum diteliti untuk membantu menjaga hubungan intim yang berdampak positif bagi recovery skizofrenia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2022 di Poli Rawat Jalan rumah sakit Dadi Makassar. Tujuh partisipan direkrut menggunakan purposive sampling. Partisipan diwawancarai mendalam menggunakan voice-recorder, data ditranskripsi, divalidasi, dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian ini menemukan tiga tema, yaitu (1) merawat pasangan karena cinta, (2) “rasanya beda” saat berhubungan seksual, (3) kualitas berhubungan seksual menurun karena obat. New insight dalam penelitian ini tentang ‘merawat pasangan karena cinta”, hal ini dapat menginspirasi orang lain dalam proses merawat klien dengan tulus, ikhlas dan cinta yang utuh tanpa melihat penyakitnya. Penelitian ini juga mengidentifikasi masalah yang harus diselesaikan oleh setiap tenaga kesehatan agar komprehensif dalam pengkajian dan intervensi seksual kepada klien skizofrenia dan pasangannya.
Is Adolescent Fertility High in Maluku Province? Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) Data Analysis in 2017 Fandro Armando Tasijawa; Jino Tehusalawany; Vernando Yanry Lameky; Alisye Siahaya; Indah Benita Tiwery
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.881 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.581

Abstract

Adolescent fertility becomes an important issue for it gives an impact on education, employment, economic status, gender inequality, and poor health or death. The evidence was based on research to improve adolescent sexual and reproductive health. However, the matter of adolescent fertility was not well-known in Maluku Province. The importance of this problem to be investigated is related to what factors cause the high incidence of adolescent fertility in Maluku Province. The method used in this study was the quantitative approach of 2017 IDHS secondary data analysis which has received approval from the ICF Institutional Review Board.  The population of this study were all female adolescents aged 15-19 years old in Maluku with a total sample of 371 respondents. The data analysis in this study consisted of univariate, bivariate and multivariate analysis. The results showed that the proportion of adolescent fertility in Maluku Province was 9,7%. It was found statistically that the variables of age, education, area of residence, marital status, contraceptive use and economic status had a significant relationship with adolescent fertility (p-value less than 0,05). This study also showed that the variable of age became the most dominant variable affecting the incidence of adolescent fertility.Abstrak: Fertilitas remaja menjadi isu penting karena berdampak pada pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, ketidaksetaraan gender, dan kesehatan yang buruk atau kematian. Evidence based melalui penelitian untuk meningkatkan kesehatan seksual dan reproduksi remaja perlu ditingkatkan. Namun, masih terbatas yang diketahui tentang fertilitas remaja di Provinsi Maluku. Pentingnya permasalahan ini untuk diteliti terkait faktor-faktor apa saja yang menyebabkan tingginya kejadian fertilitas remaja di Provinsi Maluku. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analisis data sekunder SDKI tahun 2017 yang telah mendapat persetujuan dari ICF Institutional Review Board. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja wanita berusia 15-19 tahun di Maluku dengan total sampel 371 responden. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan proporsi fertilitas remaja di Provinsi Maluku sebesar 9,7%. Ditemukan secara statistik variabel umur, pendidikan, daerah tempat tinggal, status pernikahan, penggunaan kontrasepsi dan status ekonomi memiliki hubungan yang signifikan dengan fertilitas remaja (p-value kurang dari 0.05). Penelitian ini juga menunjukkan variabel umur menjadi variabel yang paling dominan mempengaruhi kejadian fertilitas remaja. 
SIDIK SIAMA: An instrument for Risk Detection of Stunting Since Pregnancy Devita Madiuw; Feby Manuhutu; Adriana Sainafat; Zasendy Rehena; Vanny Leutualy; Fandro Armando Tasijawa; Valensya Yeslin Tomasoa; Dian Thiofany Sopacua; Joan Herly Herwawan; Arthur Huwae
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.504 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1618

Abstract

Stunting problems need to be detected early so that the interventions given can reduce long-term effects. One of the reasonable periods to detect the risk of stunting is pregnancy. Ironically, there has not been an instrument to detect the risk of stunting since pregnancy. This study aims to develop and test the validity of an instrument for early detection of stunting risk since pregnancy (SIDIK SIAMA). Instrument development uses the seven stages of development from Roberth DeVellis (2017). A total of 20 women were involved in pre-testing, and 100 pregnant women were involved in instrument testing. Based on a literature search, 28 articles were used to construct the item pool and produce 10 items to be tested for validity and reliability. Content validity uses the content validity index (CVI) and construct validity used principal component analysis (PCA). Alpha Cronbach is used to test the reliability of the instrument. The validity test results showed that there were 9 valid and reliable items, with a CVI of 1 and a Measure of Sampling Adequacy (MSA) value of less than 0.5, and a Cronbach Alpha value of 0.682. Thus, the SIAMA SIDIK instrument has achieved good validity and reliability so that it can be used to detect the risk of stunting since pregnancy. Abstrak: Permasalahan stunting perlu dideteksi sejak dini, sehingga intervensi yang diberikan dapat mengurangi efek jangka panjang. Salah satu periode tepat untuk mendeteksi risiko stunting yaitu sejak kehamilan, ironisnya belum teridentifikasi instrumen untuk mendeteksi risiko stunting sejak masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas instrumen deteksi dini risiko stunting sejak kehamilan (SIDIK SIAMA). Pengembangan instrumen menggunakan tujuh tahapan pengembangan dari Roberth DeVellis (2017). Sebanyak 20 wanita terlibat dalam pre-testing dan 100 wanita hamil terlibat dalam pengujian instrumen. Berdasarkan pencarian literatur, 28 artikel digunakan untuk menyusun item pool dan menghasilkan 10 item untuk diuji validitas dan reliabilitas. Validitas isi menggunakan content validity index (CVI) dan validitas konstruk menggunakan principal component analysis (PCA). Alpha Cronbach digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen. Hasil uji validitas menunjukan sebanyak 9 item valid dan reliabel, dengan CVI adalah 1 dan nilai Measure of Sampling Adequacy (MSA) kurang dari 0.5, serta nilai Cronbach Alpha adalah  0.682. Dengan demikian, instrumen SIDIK SIAMA telah mencapai validitas dan reliabilitas yang baik, sehingga dapat dipakai untuk mendeteksi risiko stunting sejak kehamilan.
Recovery from ‘schizophrenia’: Perspectives of mental health nurses in the Eastern island of Indonesia Tasijawa, Fandro Armando; Suryani, Suryani; Sutini, Titin; Maelissa, Sinthia Rosanti
Belitung Nursing Journal Vol. 7 No. 4 (2021): July - August
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.1621

Abstract

Background: Recovery is a way of life to make people’s lives more meaningful by working and interacting socially in the community. The recovery has become a new vision of mental health services, including in persons with schizophrenia. However, this concept is relatively new and still limited to nurses in developing countries, such as Indonesia. Several studies among nurses related to this topic have been conducted in the Western part of Indonesia. Yet, no studies have been implemented in the Eastern part of Indonesia. Therefore, exploring nurses’ perspectives in the Eastern island of Indonesia is necessary to provide a complete understanding of recovery in patients with schizophrenia.Objective: To explore the perspectives of mental health nurses on recovery from schizophrenia. Methods: This was a qualitative study using a phenomenological design. The study was conducted from April to May 2020 at community health centers in Maluku, Indonesia. Eight nurses recruited using purposive sampling participated in in-depth interviews. The interviews were audio-recorded, transcribed verbatim, validated, and analyzed based on Colaizzi’s method of data analysis.Results: Five themes were generated, including (i) treat a patient like a brother, (ii) recovery as an unfamiliar term with various meanings, (iii) medication as the primary action but also the main problem, (iv) being recovered if referred to a mental hospital, and (v) ineffective mental health programs.Conclusion: The findings of this study can be used as an input and evaluation for nurse managers to make an effort to uniform the perception among nurses in Indonesia regarding the recovery process in schizophrenia. It is also suggested that community health centers leaders and mental health policymakers prioritize and optimize recovery-oriented mental health programs and services in the Eastern island of Indonesia. Additionally, the findings offer new insight about ‘we are brothers’ or called ‘hidop orang basudara’, which is expected to be one motto for nursing care in Indonesia and beyond.
Optimalisasi Penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Melalui Program Pemberdayaan Pada Masyarakat (PPM) Pugesehan, Donny Japly; Tasijawa, Fandro Armando; Leutualy, Vanny; Madiuw, Devita; Lesnussa, Rio Harly; Tupamahu, Ganezia M; Kakiay, Mitha Loudia; Bartholomeus, Yakomince; Yusak, Olivya; Alfons, Sheila; Huwae, Harlen; Pembuain, Damiaris; Setiawan, Rafi; Sahetapy, Friska
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i2.12854

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang membutuhkan perhatian, salah satunya yaitu diare. Hal ini terlihat dari meningkatnya kasus diare dari tahun ke tahun. Pemerintah telah berupaya dengan berbagai program. Salah satu program yang menjadi kebijakan nasional yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). STBM merupakan program untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian masyarakat terkait kesehatan lingkungan tempat tinggal. Namun, analisis situasi di Desa Sehati masih ditemukan ada keluarga yang tidak menggunakan jamban dan buang air besar sembarangan, serta kejadian diare yang masih cukup tinggi. Kegiatan untuk mengoptimalisasi kesehatan lingkungan dilakukan dengan 4 program berkelanjutan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat yaitu analisis situasi 5 pilar STBM, rancangan program bersama dengan masyarakat, sosialisasi oleh dinas kesehatan, dan implementasi program pada pilar 1, 2 dan 4. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11-19 November 2021 dengan melibatkan dinas kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, Camat Amahai, Staf Pemerintah Desa Sehati, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat. Hasil kegiatan didapatkan bahwa masyarakat terlibat dalam implementasi program dari sosialisasi STBM, siswa SD menunjukkan antusias dan adanya perubahan sebelum dan setelah dilakukan pelatihan. Kegiatan ini juga dilakukan pemasangan tanda larangan membuang sampah dan pembuatan tempat sampah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kunci penambahan pemahaman, kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat tentang pentingnya kesehatan lingkungan.
Meningkatkan Ketahanan Kesehatan Jiwa Remaja Melalui Edukasi Mental Health Literacy Tasijawa, Fandro Armando; Herwawan, Joan Herly; Jotlely, Hery
Karya Kesehatan Siwalima Vol 4, No 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i1.1529

Abstract

Masa remaja merupakan periode krusial dalam perkembangan individu yang ditandai dengan perubahan emosional, sosial, dan kognitif yang signifikan. Sayangnya, banyak remaja yang masih memiliki literasi kesehatan jiwa yang rendah, sehingga mereka rentan mengalami gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan jiwa remaja melalui program edukasi literasi kesehatan mental di SMP PGRI Waenibe. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 Mei 2024, melibatkan 50 siswa dan 6 guru. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan mental berbasis komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), pendampingan melalui video animasi, serta pengukuran menggunakan kuesioner Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF). Hasil pre-test menunjukkan bahwa 24% siswa berada dalam kategori nilai cukup, sedangkan 76% dalam kategori baik. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan di mana hanya 6% yang berada pada kategori cukup dan 94% siswa menunjukkan nilai baik. Selain itu, hasil pengisian kuesioner MHC-SF menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat kesejahteraan emosional (70%), sosial (86%), dan psikososial (78%) yang tinggi. Hasil ini mengindikasikan bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya kesehatan mental serta membangun resiliensi dalam menghadapi tantangan kehidupan remaja. Program ini mendapat respon positif dari siswa dan pihak sekolah. Oleh karena itu, pendekatan edukatif berbasis sekolah ini dapat dijadikan sebagai model intervensi yang efektif dalam meningkatkan ketahanan kesehatan jiwa remaja, dan direkomendasikan untuk diimplementasikan secara luas pada institusi pendidikan lainnya di daerah dengan sumber daya terbatas.
Effectiveness of Acupressure on Improving Sleep Quality of The Elderly Jotlely, Hery; Herwawan, Joan Herly; Tasijawa, Fandro Armando; Nindatu, Maria
Biofaal Journal Vol 6 No 1 (2025): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v6i1pp67-75

Abstract

Sleep disorders increase with age, with prevalence approaching 50% in the elderly (65 years and above). In Indonesia, about 30% of the elderly experience sleep disorders. Several studies have shown that older people who have poor sleep patterns or who experience sleep disorders are at risk of dementia, mental illness, including anxiety and depression, hypertension, and cardiovascular disease. Sleep disorders can be treated with medication, but it can cause side effects such as drowsiness, poor concentration, and dementia. These side effects contribute to the risk of falls, accidents, and cognitive impairment. So to avoid these effects, a non-pharmacological approach can be taken, one of which is acupressure. Acupressure is the application of finger or thumb pressure on acupoints. This study aims to determine the effectiveness of acupressure on sleep quality in the elderly. The research used quantitative methods with a quasi-experimental research design. This design has a comparison group (control) and an intervention/treatment group, but before being given treatment (intervention), a pretest and posttest are carried out. The number of samples in this study amounted to 96 respondents, with the sampling technique used being purposive sampling. 96 respondents will be divided into control groups and intervention groups. The statistical analysis method used is the Wilcoxon test. The difference in the quality of elderly sleep before and after applying acupressure in the intervention group with an average (mean) of 0.479. As for the control group, -0.021. It can be seen that in the control group, there was an increase in value after applying acupressure. The p-value of the intervention group is 0.001 (p <α), where it can be concluded that there is a real (significant) difference in the average improvement in the quality of elderly sleep as seen from the value of each assessment before and after acupressure is applied.
Optimalisasi Penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Melalui Program Pemberdayaan Pada Masyarakat (PPM) Pugesehan, Donny Japly; Tasijawa, Fandro Armando; Leutualy, Vanny; Madiuw, Devita; Lesnussa, Rio Harly; Tupamahu, Ganezia M; Kakiay, Mitha Loudia; Bartholomeus, Yakomince; Yusak, Olivya; Alfons, Sheila; Huwae, Harlen; Pembuain, Damiaris; Setiawan, Rafi; Sahetapy, Friska
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i2.12854

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang membutuhkan perhatian, salah satunya yaitu diare. Hal ini terlihat dari meningkatnya kasus diare dari tahun ke tahun. Pemerintah telah berupaya dengan berbagai program. Salah satu program yang menjadi kebijakan nasional yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). STBM merupakan program untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian masyarakat terkait kesehatan lingkungan tempat tinggal. Namun, analisis situasi di Desa Sehati masih ditemukan ada keluarga yang tidak menggunakan jamban dan buang air besar sembarangan, serta kejadian diare yang masih cukup tinggi. Kegiatan untuk mengoptimalisasi kesehatan lingkungan dilakukan dengan 4 program berkelanjutan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat yaitu analisis situasi 5 pilar STBM, rancangan program bersama dengan masyarakat, sosialisasi oleh dinas kesehatan, dan implementasi program pada pilar 1, 2 dan 4. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11-19 November 2021 dengan melibatkan dinas kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, Camat Amahai, Staf Pemerintah Desa Sehati, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat. Hasil kegiatan didapatkan bahwa masyarakat terlibat dalam implementasi program dari sosialisasi STBM, siswa SD menunjukkan antusias dan adanya perubahan sebelum dan setelah dilakukan pelatihan. Kegiatan ini juga dilakukan pemasangan tanda larangan membuang sampah dan pembuatan tempat sampah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kunci penambahan pemahaman, kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat tentang pentingnya kesehatan lingkungan.
Analisis Recovery Orang Dengan Gangguan Jiwa di Kepulauan Maluku Tasijawa, Fandro Armando; Suryani; Ratumanan, Tanwey Gerson; Nanuru, Ricardo Freedom; Tuhuteru, Hennie; Makaruku, Alfian Reymon; Nivaan, Goldy Valendria; Tomasoa, Valensya Yeslin; Leutualy, Vanny; Madiuw, Devita; Herwawan, Joan Herly; Hentihu, Emma Khumairah
KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2023): KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/kambotivol4issue1page13-22

Abstract

Mental health is still an issue that has not received optimal attention from various parties. It is because there is a large treatment gap with most mental illness disorders not yet detected, there are still many health workers who have not been trained in mental health screening and management programs, and the treatment gap means that many People With Mental Illness (ODGJ) have not treated. This requires an analysis of recovery in the Maluku Islands region to give meaning to the lives of ODGJ even though they experience relapse. The research aims to analyze the recovery of ODGJ in the Maluku Islands region. This research used a cross-sectional approach with 268 respondents spread across five districts/cities of the Maluku Islands. The data analysis used in this research is univariate, bivariate, and multivariate. The research results show that most respondents live in Central Maluku (29.5%). In the bivariate analysis, it was found that the variables gender, religion, marital status, education level, duration of suffering from schizophrenia, living in the same house, drug consumption, and visits to the health center were significantly related to ODGJ recovery (p<0.05). Meanwhile, the variables' age and distance from home to the health center showed a statistically insignificant relationship with ODGJ recovery (p>0.05). Meanwhile,multivariate analysis shows that ODGJ living at home is the strongest predictor (OR=8.295, 95% CI=4.441-10.172) among other variables that influence the recovery of ODGJ in the Maluku Islands. The findings of this research are crucial for developing interventions and policies to promote institutional recovery in the Maluku Islands.