Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JPMB Parahita

Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Kader Kesehatan Dalam Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Di Cempaka Putih Yari, Yarwin; La Ramba, Hardin; Nur Rahman, Fajar; Nurul Hayati:, Intan; Silaban, Merri; Sartika, Ikah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 4 No. 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jpmbp.v4i02.1164

Abstract

Kejadian kegawatdaruratan dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga kesiapan pengetahuan penanganan awal menjadi poin penting untuk mencegah memburuknya kondisi penderita sebelum dibawa ke fasilitas Kesehatan. Tujuan umum dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan. Metode pelaksanaan pengabdian Masyarakat yaitu dilakukan pre tes kemudian diberikan Pendidikan Kesehatan dan dilakukan pos tes mengenai pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan. Hasil dari pengabdian Masyarakat yaitu pengetahuan responden terkait pertolongan pertama pasien pingsan, gigitan dan sengat, keracunan, tersedak, luka bakar dan kecelakaan, fraktur sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan dan demonstrasi rerata berada pada kategori cukup dan kurang, setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan dan demosntrasi rerata berada pada kategori baik dan baik sekali. Kesimpulan dari pengabdia masyarakat yaitu pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan sangat efektif dilakukan pada kader Kesehatan, dibuktikan dengan setiap poin penilaian terjadi peningkatan pengetahuan pada nilai post-test responden.
Peningkatan Pengetahuan Penyakit Paru Obstruktif Kronik pada Kepala Keluarga Yari, Yarwin; La Ramba, Hardin; Silaban, Merri; Wahyudi, Adi; Ardiansyah, Rifki; Erginata, Enggry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/

Abstract

Pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) mengalami penurunan aliran udara saat bernapas keluar, peningkatan resistensi pada saluran napas, dan hiperinflasi. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya PPOK. Wilayah Sudimara Barat memiliki tingkat polusi udara yang tinggi, yang dapat menyebabkan masalah pada sistem pernapasan. Selain polusi udara, kebiasaan merokok di masyarakat wilayah tersebut juga menjadi faktor risiko penyakit sistem pernapasan. Oleh karena itu, penting bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat yang berisiko guna mencegah atau mengurangi faktor risiko terhadap PPOK. Untuk mengetahui dampak positif dari program yang akan dilaksanakan atau sejauh mana program tersebut berjalan, perlu dilakukan evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mencakup pre-test dan post-test tentang pengetahuan PPOK. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan tentang faktor risiko gangguan sebelum edukasi rata-rata berada pada angka 4,0417 dari rentang nilai 0-11, dan meningkat menjadi 7,1458 setelah edukasi. Pengetahuan tentang gejala gangguan pernapasan sebelum edukasi rata-rata berada pada angka 2,4167 dari rentang nilai 0-5, dan meningkat menjadi 3,9375 setelah edukasi. Pengetahuan tentang pengobatan dan terapi gangguan pernapasan sebelum edukasi rata-rata berada pada angka 3,6042 dari rentang nilai 0-10, dan meningkat menjadi 7,0625 setelah edukasi. Ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi dan pelatihan secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien PPOK serta keluarga mereka. Meskipun edukasi telah meningkatkan pengetahuan, intensifikasi edukasi masih diperlukan untuk mencapai kategori pengetahuan yang sangat baik.