Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Pelaku UMKM dalam Membangun Branding di Era Digital Ahmad, Muhammad Aslam; Nurzamsinar, Nurzamsinar; Atira, Atira; Irma, Irma; Khaldum, Muh. Ibnu; Salam, Abd.; Melati, Melati; Ulfiyah, Mufida; Suriaman, Muh.
MALAQBIQ Vol. 4 No. 2 (2025): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v4i2.1906

Abstract

Potensi UMKM di Kecamatan Matakali belum optimal akibat rendahnya pemahaman branding dan pemasaran digital. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM melalui pelatihan desain branding digital guna meningkatkan daya saing usaha. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, workshop praktid desain menggunakan Canva, diskusi studi kasus, dan [endampingan individual. Peserta kegiatan terdiri dari pelaku UMKM dan pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mengalami peningkatan pemahaman konsep branding digital serta mampu membuat logo dan identitas visual sederhana untuk usahanya. Peserta juga memahami strategi promosi dasar di media sosial.Temuan ini sejalan dengan teori Kotler dan Keller bahwa branding yang kuat menciptakan nilai tambah dan kepercayaan konsumen. Manfaat yang diperoleh masyarakat adalah peningkatan keterampilan praktis dan motivasi untuk mengembangkan usaha secara digital. Kesimpulannya, pendekatan pelatihan partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi digital dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Kata kunci: UMKM; Branding Digital; Pemberdayaan Masyarakat
Pendidikan Multikultural Berbasis Islam sebagai Strategi Pencegahan Intoleransi di Sekolah Sudirman; Nurzamsinar
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intoleransi di lingkungan sekolah yang berwujud diskriminasi agama, perundungan berbasis identitas, dan pengucilan sosial mengancam iklim belajar inklusif di Indonesia yang majemuk. Makalah ini mengkaji pendidikan multikultural berbasis Islam sebagai strategi pencegahan melalui integrasi nilai tasamuh, ta‘aruf, ‘adl, dan rahmatan lil ‘alamin dalam kurikulum PAI, pendekatan pedagogis dialogis, peran guru sebagai teladan moderasi beragama, serta pembentukan budaya sekolah humanis. Berdasarkan analisis konseptual dan studi literatur, pendekatan ini efektif membentuk siswa toleran, berakhlakul karimah, serta kebal terhadap radikalisme dan diskriminasi, sebagaimana dibuktikan oleh penelitian empiris yang menunjukkan peningkatan 78% sikap saling menghargai antar siswa heterogen. Strategi implementasi mencakup pengembangan modul PAI multikultural, workshop guru, pembiasaan harian, dan kebijakan anti-intoleransi dengan anggaran minimal Rp 5 juta/tahun. Disarankan agar sekolah mengadopsi program bertahap dimulai dari homeroom toleransi 5 menit/hari untuk menciptakan laboratorium hidup kerukunan yang berkelanjutan. Pendidikan multikultural berbasis Islam terbukti relevan mengelola keberagaman Indonesia sesuai amanah QS. Al-Hujurat: 13 dan Piagam Madinah, sekaligus mewujudkan sekolah sebagai miniatur masyarakat Bhinneka Tunggal Ika yang harmonis.
Teori Konektivisme dalam Pembelajaran Abad Ke-21 Lala; Nurzamsinar; Sudirman
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan pesatnya arus informasi telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran abad ke-21. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan dan teori pembelajaran yang mampu menjelaskan cara individu memperoleh, mengelola, dan memaknai pengetahuan dalam lingkungan berbasis jejaring. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teori konektivisme sebagai salah satu teori pembelajaran kontemporer yang relevan dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan publikasi akademik yang membahas konsep, prinsip, serta implikasi teori konektivisme dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori konektivisme menekankan pentingnya jejaring (network), koneksi antarindividu dan sumber belajar, kemampuan mengakses informasi, serta keterampilan memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses belajar. Teori ini memandang belajar sebagai proses membangun dan memelihara koneksi dalam komunitas belajar yang dinamis. Oleh karena itu, teori konektivisme memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan teoretis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan sesuai dengan tuntutan era digital.
Education in the Digital Age: An Analysis of the Impact of Technology Integration in Learning on Improving Academic Quality and Social Skills of Students in Elementary School Idhan, Mohamad; Sudirman, Sudirman; Zulfitri, Zulfitri; Nurzamsinar, Nurzamsinar
Journal of Pedagogi Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Pedagogi - April
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/bdp3fe23

Abstract

The digital era has brought fundamental changes in education, particularly in the way students learn and teachers teach. This study aims to analyze the impact of technology integration in learning on improving students' academic quality and social skills in primary schools in the digital era. Digital transformation in education has brought significant changes in teaching methods, interaction between students and teachers, and students' learning patterns. Through a qualitative approach with literature study and structured observation in several elementary schools, this research found that the appropriate use of technology can improve concept understanding, accelerate access to information, and facilitate more personalized and adaptive learning. In addition, the integration of collaborative platforms and digital media also promotes the development of social skills such as communication, cooperation and empathy. However, the effectiveness of technology integration is highly dependent on infrastructure readiness, teacher competence, and proper guidance so that students do not get trapped in digital isolation. In conclusion, the integration of technology in primary school learning has great potential to support a more holistic transformation of education, not only improving academic quality, but also shaping a young generation that is socially competent and ready to face the challenges of the 21st century. This study recommends the importance of collaboration between education stakeholders, improving teachers' competencies and developing a contextualized digital curriculum as part of a long-term strategy in realizing quality and sustainable basic education