Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI DESA BULO, KECAMATAN PANCA RIJANG, KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG: Analysis of Inhibiting Factors of Beef Cattle Farming Business in Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency Muh Ikhsan Anwar; Angga Nugraha; Musdalifa Mansur
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 19 No. 1 (2023): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v19i1.265

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat usaha peternakan sapi potong di Desa Bulo Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi menggunakan kuisioner. Alat analisis yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda yang berguna untuk mengetahui pengaruh ketersediaan lahan, tipe lahan, pemeliharaan ternak, penanganan penyakit dan kemudahan memperoleh hijauan terhadap faktor penghambat usaha peternakan sapi potong dengan bantuan SPSS 22.0 for wondows. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampe jenuh dengan jumlah responden sebanyak 39 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Fhitung > Ftabel (2,503 > 2,092) yang artinya Ho ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil uji F dapat disimpulkan bahwa ketersediaan lahan, tipe lahan, pemeliharaan ternak, penanganan penyakit dan kemudahan memperoleh hijauan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap faktor penghambat usaha peternakan. Secara parsial pemeliharaan ternak dan kemudahan memperoleh hijauan berpengaruh secara signifikan (P<0,05) terhadap faktor penghambat usaha peternakan. Ketersediaan lahan, tipe lahan dan penanganan penyakit tidak berpengaruh secara signifikan
Analysis of Income for Laying Hen Farming Business in Puncak Harapan Village, Enrekang Regency Musnaim; Angga Nugraha; Musdalifah Mansur
International Journal of Sustainable Applied Sciences Vol. 1 No. 4 (2023): October 2023
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijsas.v1i4.418

Abstract

This research aims to determine the income of the laying hen farming business in Puncak Harapan Village, Enrekang Regency. The research population was 30 purebred chicken breeders and a sample of 30 respondents. The sampling technique in this research is in accordance with the statement of Gay and Diehl (1992. The data collection techniques applied in the research are observation, questionnaires or questionnaires. The results of the research can be concluded that the income of the laying hen farming business in Puncak Harapan Village is influenced by several factors such as chicken population, education and work experience. Livestock business income based on scale size is calculated by total revenue minus total costs equal to monthly profit or income. Total income for scale 1 farm with a population of 3000-5000 is IDR 94,850,000, scale 2 with a population of 5000-10,000 is IDR 123,695,000 and scale 3 with a population of 10,000-30,000 is IDR 291,045,000.
PELATIHAN DIGITALISASI PELAYANAN BERBASIS APLIKASI SIBERAS DESA MALALIN KECAMATAN CENDANA KABUPATEN ENREKANG Angga Nugraha; Trisnawaty AR; Muhammad Rais Rahmat Razak; Ahmad Mustanir; Haeruddin Syarifuddin; Suleha Suleha; Aswadi Aswadi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4174-4178

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memudahkan perangkat desa dalam penggunaan aplikasi Siberas, dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat meringankan pekerjaan aparat desa dan juga masyarakat setempat. Metode pelatihan yang dilakukan pada pelatihan digitalisasi desa adalah metode demonstrasi. Mitra dalam pengabian masyarakat adalah Desa Malalin Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang. Tahap pelaksanaan pengabdian adalah mahasiswa KKN Angkatan 5 Universitas Muhmamadiyah Sidenreng Rappang melakukan pembekalan sebelum turun kelapangan untuk mengambil data, kemudian dilakukan input data setelah itu dimasukkan kedalam aplikasi Siberas. Setelah data rampung maka dilakukan workshop oleh bina sarana dan informatika. Hasil Kegiatan pengabdian ini adalah peserta pelatihan dalam hal ini perangkat desa malalin mengikuti kegiatan pelatihan digitalisasi pelayanan berbasis aplikasi siberas desa Malalin Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang.
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK AYAM PETELUR (CV. MITRA BINA MANDIRI GROUP DI DESA BULO, KECAMATAN PANCA RIJANG, KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG): Income Analysis of Layer Breakers (CV. Mitra Bina Mandiri Group Group in Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency) Auliya Shabilah Nasir; Angga Nugraha; Muh. Irwan
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v19i2.266

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui besar pendapatan dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak ayam di CV. Mitra Bina Mandiri Group di Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Sampel pada penelitian adalah CV. Mitra Bina Mandri yang berlokasi di Desa Bulo, peneliti memilih CV. Mitra Bina Mandiri Group sebagai lokasi penelitian karena CV. Mitra Bina Mandiri Group merupakan perusahaan peternakan ayam petelur paling eksis dari tahun 2003 hingga sekarang, sementara disisi lain banyak usaha ayam petelur yang terpaksa gulung tikar dikarenakan dinamika pasar yang fluktuatif. Peneliti menggunakan metode wawancara kepada peternak di CV. Mitra Bina Mandiri, jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan (Pd = TR – TC) untuk mengetahui besar pendapatan di CV. Mitra Bina Mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata CV. Mitra Bina Mandiri Group dalam 1 periode ternak ayam yakni Rp. 30.741.733.808 dengan jumlah populasi ayam 120.000 ekor. Adapun faktor-faktor yang meliputi jumlah ternak, jumlah produksi, pakan dan tenaga kerja secara bersama-sama mempengaruhi hasil pendapatan usaha ayam petelur.
POTENSI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK KERBAU KHUSUSNYA DI KELURAHAN PATTAN ULUSALU KECAMATAN SALU PUTTI KABUPATEN TANA TORAJA Nur Afifah; Angga Nugraha; Musdalifa Mansur
Jurnal Agriovet Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v6i1.980

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal yang mempengaruhi harga ternak kerbau di tana toraja lebih mahal dibandingkan dengan daerah lainnya, dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pengembangan kerbau di Kelurahan Pattan Ulusalu Kecamatan Salu Putti Kabupaten Tana Toraja. Penelitian dilakukan pada pada tanggal 1 Desember 2022 hingga 25 maret 2023 di Kelurahan Pattan Ulusalu Kecamatan Salu Putti Kabupaten Tana Toraja dengan total responden sebanyak 35 orang. Data dianalisis dengan menggunakan pengujian statistik dengan menggunakan aplikasi SPSS dan pengujian menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel nilai jual ternak (X1) memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000 dan t hitung 4.371 terhadap variabel potensi pengembangan usaha ternak kerbau (Y). Variabel pengetahuan peternak (X2) memiliki nilai signifikansi sebesar 0.131 dan t hitung 1.552 terhadap variabel potensi pengembangan usaha ternak kerbau (Y). Variabel luas lahan (X3) memiliki nilai signifikansi sebesar 0.022 dengan t hitung -2.424 terhadap variabel potensi pengembangan usaha ternak kerbau (Y). Variabel kultur budaya (X4) memiliki nilai signifikansi sebesar 0.016 dengan nilai t hitung -2.557 terhadap variabel potensi pengembangan usaha ternak kerbau (Y). Variabel nilai jual ternak berpengaruh signifikan terhadap variabel potensi pengembangan usaha ternak kerbau hal ini disebabkan karena nilai signifikannya lebih kecil dari 0.005 dan t hitungnya lebih besar dari t tabel.
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Ayam Petelur di Kelurahan Massepe Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang Asrul; Nugraha, Angga; Mansur, Musdalifa
Jurnal Sains Peternakan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Sains Peternakan Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v11i2.9010

Abstract

Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui bagaimana masyarakat umum melihat keberadaan ayam petelur di Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, KabupatenSidenreng Rappang. Eksplorasi dilakukan dari Tanggal 15 hingga 28 Mei 2023, di Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang dengan 25 responden.Dalam teknik eksplorasi yang digunakan, khususnya strategi peninjauan, khususnya dengan menerapkan strategi langsung kepada individu yang berada di sekitar wilayah usaha ayam petelur, pengujian informasi yang digunakan adalah wawasan ekspresif dengan menggunakan skala Likert sebagai skala estimasi, khususnya sangat terganggu, terganggu, cukup terganggu, tidak terganggu dan sangat tidak terganggu untuk mengkuantifikasi subvariabel bau pencemaran air dan limbah di Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat secara keseluruhan berada pada kategori sangat tidak terganggu dengan total bobot Sub Variabel yaitu 324, sedangkan bau yang dihasilkan oleh ternak berada pada kategori tidak terganggu dengan total bobot 177, pencemaran air yang dihasilkan ternak termasuk dalam kategori sangat tidak terganggu dengan berat total 72, dan limbah yang dihasilkan ternak termasuk dalam kategori sangat tidak terganggu dengan berat total 75.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Populasi Sapi Bali di Desa Bulo Wattang Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang Azizah, Nurul; Nugraha, Angga; Armayani
Jurnal Sains Peternakan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Sains Peternakan Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v11i2.9011

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengatahui faktor-faktor yang mempengaruhi populasi ternak Sapi Bali di Desa Bulo Wattang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis regresi linier berganda adalah regresi linier umtuk menganalisis besarnya hubungan dan pengaruh variable independen yang jumlahnya lebih dari dua. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa factor-faktor yang mempengaruhi populasi ternak Sapi Bali di Desa Bulo Wattang Kecamatam Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang adalah factor pengalaman beternak. Sedangan factor mortalitas pedet, sistem pemeliharaan tidak mempengaruhi populasi ternak Sapi Bali di Desa Bulo Wattang Kecamatam Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang. Usaha pemeliharaan ternak sapi pencaharian bagi masyarakat di pedesaan.
Pelatihan Inseminasi Buatan pada Mahasiswa Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Nugraha, Angga; Jabir, Usman; Novly, Novly; Shapri, Shapri; Sukri, Muhamamad Yusran
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v4i2.3218

Abstract

Artificial Insemination Training is an activity carried out to teach students about the techniques needed in collecting, processing, and storing cow semen properly and correctly. The purpose of this training is so that students can know the handling of bovine semen that is done properly and correctly to maintain the quality and viability of semen besides that students can also choose superior males, semen collection techniques, semen quality testing, handling, and treatment of semen and the right strange method which is expected after mastering students can apply it directly to the community. This training was conducted at the Artificial Insemination and Semen Production Service Unit in Pucak Village, Tompobulu Subdistrict, Maros District, Livestock and Animal Health Service Office of South Sulawesi Province. The object of this training was beef cattle in the Artificial Insemination Service Unit. The insemination stage is carried out through 6 stages, namely the semen storage stage (drum storage), semen quality evaluation stage (laboratory), equilibration process stage, pre-freezing stage, freezing stage, and straw storage stage. The method used in this activity is the lecture method and hands-on practice guided by field supervisors. The results of this PKM artificial insemination training are that students learn various aspects related to artificial insemination training
Population Structure and Dynamics of Beef Cattle in Sidenreng Rappang Regency, South Sulawesi, Indonesia Sardi, Rezky Yuniar; Nugraha, Angga; Mansur, Musdalifa
Hasanuddin Journal of Animal Science (HAJAS) Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Animal Science, Hasanuddin University, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/hajas.v6i1.28370

Abstract

This study aimed to analyze the population structure and dynamics of beef cattle in Bulo Timoreng Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency, South Sulawesi, Indonesia. The research was conducted from March to April 2023 using a survey method with 53 respondents selected purposively. Data were collected through observation and interviews, then analyzed descriptively to determine population structure and population dynamics based on the percentages of births, deaths, and slaughter of productive females. The population structure consisted of 60.47% cattle (21.34% males and 39.13% females), 28.26% heifers (15.47% males and 12.79% females), and 11.27% calves (5.72% males and 5.55% females). The birth rate was 11.27%, mortality rate 3.62%, and the slaughter rate of productive females 1.65%. The findings are highly relevant for formulating livestock development strategies and increasing cattle population growth in South Sulawesi. This study provides novel insights into how local population data can guide sustainable livestock policies, serving as a regional model for achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 2: Zero Hunger. Keywords: Beef cattle, population dynamics, South Sulawesi, livestock policy, sustainable development
Level of Motivation of Beef Cattle Farmers (Case Study of the "Mammesa" Livestock Farmers Groups in Duampanua District, Pinrang Regency Ismail S; Angga Nugraha; Armayani M
International Journal of Sustainable Applied Sciences Vol. 1 No. 6 (2023): December 2023
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijsas.v1i6.1117

Abstract

The aim of this research was to determine the level of motivation of beef cattle breeders in the Mammesa Farmer/Livestock Group in Data Village, Duampanua District, Pinrang Regency. This research method uses quantitative with Likert scale measurements. The results of the overall level of motivation in Data Village, Duampanua District, Pinrang Regency, with a total weight of 2,395, which differs between the needs of "Strongly agree" and "Agree", namely between 625 to 3,125. This can be categorized as "Agree" because breeders are aware that raising livestock can increase the opinion and experience of the level of motivation of beef cattle breeders in Data Village, Duampanua District, Pinrang Regency. Obtaining the Agree category in five levels of needs including Physiological needs, security needs, social needs, self-esteem needs, and self-actualization needs. This can be seen from the total weight of 2,395 which shows that raising beef cattle can fulfill physiological needs, the need for security, social needs, the need for self-esteem, and the need for self-actualization.