Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS AKURASI DAN EFISIENSI SISTEM PENILAIAN LUKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN WOUND ASSESMENT DIGITAL Syapitri, Henny; Ginting, Riah Ukur; Simamora, Marthalena; Sembiring, Rinawati; Asrizal, Asrizal
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v9i2.6545

Abstract

Latar belakang: Penilaian luka secara manual masih menghadapi tantangan berupa variasi subjektivitas antar penilai yang dapat memengaruhi akurasi dan konsistensi hasil evaluasi klinis. Seiring meningkatnya beban penanganan luka kronis dan kebutuhan transformasi digital layanan kesehatan, sistem penilaian luka berbasis teknologi menjadi alternatif yang berpotensi meningkatkan ketepatan dan efisiensi kerja tenaga kesehatan. Namun, efektivitas implementasi teknologi ini masih bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor pengguna, kondisi klinis, serta karakteristik luka. Tujuan: menganalisis akurasi, konsistensi, dan efisiensi penilaian luka digital serta memahami pengalaman tenaga kesehatan dalam menggunakannya dalam praktik klinis. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik di Asri Wound Care Center Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tenaga medis luka dan dokter, serta observasi langsung terhadap penggunaan aplikasi penilaian luka digital. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola pengalaman dan persepsi terkait akurasi, alur kerja, dan aspek subjektif klinis. Hasil: menunjukkan bahwa penilaian luka digital memberikan akurasi dan konsistensi yang lebih tinggi dibandingkan metode manual, terutama dalam pengukuran ukuran luka dan identifikasi jaringan. Digital wound assessment juga meningkatkan efisiensi waktu melalui proses dokumentasi otomatis yang mempercepat alur kerja klinis. Meskipun demikian, beberapa aspek subjektif seperti bau luka, nyeri, dan penilaian kedalaman luka tetap membutuhkan pemeriksaan manual. Kesimpulan: bahwa teknologi penilaian luka digital merupakan alat bantu yang efektif dalam meningkatkan kualitas evaluasi luka, tetapi belum dapat sepenuhnya menggantikan peran klinis tenaga kesehatan. Pendekatan hibrid yang menggabungkan kemampuan teknologi dengan keahlian klinis tetap menjadi strategi terbaik untuk menghasilkan penilaian luka yang komprehensif dan akurat
ANALISIS HUBUNGAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT, ORGANIZATIONAL TRUST, DAN WORK ENVIRONMENT TERHADAP KINERJA PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS SEKUPANG BATAM Pradifta, Alma; Marlindawani, Jenny; Sitorus, Mido Ester J.; Manurung , Kesaktian; Sembiring, Rinawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v10i2.6577

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara high burden countries penyumbang Tuberkulosis kedua setelah India, Belum tercapainya indicator success rate (SR) menjadi tanggungjawab besar tim pelaksana program. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian indikator faktor organisasi, petugas, lingkungan, dan manajemen program TB. Tujuan: mengetahui pengaruh perceived organizational support, organizational trust dan work environment terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas kesehatan di Puskesmas Sekupang Batam yang berjumlah 63 orang. Penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 sampel. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Terdapat hubungan perceived organizational support, organizational trust dan work environment terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam. Variabel yang paling berhubungan terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam work environment (X3).. Kesimpulan: Terdapat hubungan perceived organizational support, organizational trust dan work environment terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI KANKER CERVIKS DI KLINIK MARIANA Rinawati Sembiring; Ruth Donda Eleonora Panggabean
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakData yang diperoleh dari Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia terjadi peningkatan kasus kanker serviks dan berdampak terjadinya kematian. Jumlah kasus kanker serviks pada tahun 2013 sejumlah 98.962 kasus,dan sekitar 90-100 kasus kanker serviks baru terjadi, berarti setiap satu atau dua hari selalu terjadi satu kasus kanker serviks pada wanita. Peningkatan kematian diakibatkan kanker serviks dikarenakan keterlambatan penanganan yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan wanita tentang tanda gejala kanker serviks dan upaya pencegahan yang dilakukan. Terjadinya peningkatan kematian akibat kanker serviks diduga karena keterlambatan penanganan, dikarenakan ketidaktahuan wanita tentang predisposisi dan bagaimana upaya pencegahan kanker serviks dapat dilakukan. Dari penelitian sebelumnya di Klinik Mariana masih didapati mayoritas (68 %) ibu yang aktif secara seksual memiliki pengetahuan yang kurang tentang kanker serviks. Kegiatan ini berupa penyuluhan dan konsultasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita tentang tanda gejala ibu terdiagnosa kanker serviks, tahap pengobatan kanker serviks dan pencegahan agar tidak terkena kanker serviks. Kegiatan ini diikuti 32 wanita yang sudah menikah atau yang aktif seksual. Hasil kegiatan ini mayoritas peserta pengetahuan baik (83%) tentang kanker serviks. Kegiatan ini berdampak langsung meningkatkan pengetahuan yang lebih baik bagi peserta. Kata Kunci :  Pendidikan kesehatan, Deteksi dini, Kanker serviks
Risk factors for stunting among children under five in dolok sanggul district: A case-control study Rinawati Sembiring; Henny Syapitri; Marthalena Simamora; Agnes Purba; Ivan Elisabeth Purba; Asima Sirat; Irna Nursanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.251

Abstract

Introduction: Stunting remains a major public health challenge affecting children under five years of age in many developing countries, including Indonesia. Chronic undernutrition during early childhood can impair physical growth, cognitive development, and long-term health outcomes. Despite national efforts to reduce its prevalence, stunting continues to occur in many regions due to multiple biological, behavioral, and socioeconomic determinants. Therefore, this study aimed to analyze the risk factors associated with the incidence of stunting among children under five years of age in Dolok Sanggul District, North Sumatra, Indonesia. Research Methodology: This study employed an observational analytic design using a case–control approach. The study was conducted from March to July 2023 in Dolok Sanggul District. A total of 240 children under five years of age were included in the study, consisting of 120 stunted children (case group) and 120 non-stunted children (control group). Participants were selected using a simple random sampling technique from the population of registered children under five. Data were collected through structured interviews with mothers and anthropometric measurements using standardized instruments. Statistical analysis included descriptive analysis and bivariate analysis using the Chi-square test to determine the association between risk factors and stunting at a significance level of α = 0.05. Results: The results showed that several factors were significantly associated with the incidence of stunting. Low birth weight (p = 0.040), lack of exclusive breastfeeding (p = 0.030), inadequate complementary feeding (p < 0.001), poor maternal knowledge (p = 0.003), and low household economic status (p < 0.001) were significantly related to stunting among children under five. However, maternal education level was not significantly associated with stunting (p = 0.301). Conclusion: Stunting among children under five is influenced by multiple maternal, child, and socioeconomic factors. Interventions aimed at improving maternal nutrition, promoting exclusive breastfeeding, strengthening complementary feeding practices, and enhancing maternal knowledge are essential to prevent stunting. In addition, policies that address socioeconomic disparities and improve access to health services are crucial for sustainable stunting reduction