Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Tingkat Kepuasan Kerja Perawat dalam Pendokumentasian Keperawatan dengan Sistem E-RM Fitriana, Vera; Tamrin, Teguh; Cahyanti, Luluk; Yuliana, Alvi Ratna
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 9 No 2 (2024): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v9i2.1709

Abstract

Background: Fulfilling nurse satisfaction is very important because good nursing service will affect the quality and service quality of hospital agencies. The demand for nursing services makes nursing services implement computerized-based documentation. Currently, hospitals use information technology to improve the quality of patient care by using the E-RM system. Objective: The aim of this research is to determine nurses' satisfaction in nursing documentation with the E-RM system. Method: This type of research uses an analytical survey research design with a cross sectional design, the sampling technique used is purposive sampling with a sample size of 80 respondents. The inclusion of this research were nurses who carried out nursing documentation. The data analysis technique used in this research is bivariate analysis with the chi-square test. Results: Based on the results of research that has been carried out, the majority of respondents' job satisfaction is in the satisfied category and most of the nursing documentation is in the good category.  Based on the results of statistical tests, the p value = 0.000 (α<0.05), this shows that there is a relationship between nurse satisfaction and nursing documentation with the E-RM system.
Penurunan Burnout Perawat Melalui Implementasi Relaksasi Autogenik Nur, Hirza Ainin; Pramudaningsih, Icca Narayani; Pujiati, Eny; Cahyanti, Luluk; Yuliana, Alvi Ratna; Ambarwati; Jamaludin; Fitriana, Vera
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 9 No 2 (2024): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v9i2.1780

Abstract

Background: Burnout is prolonged stress that is often experienced by nurses due to work fatigue. Nurses who experience burnout can cause fatal problems such as the risk of suicide in nurses, as well as a decrease in the quality of service for patients. One action that can be used to reduce burnout symptoms is autogenic relaxation. Objective: This research aims to determine the effectiveness of autogenic relaxation measures on nurse burnout. Method: The research method used is pre-experimental design with one group pretest-posttest design. The total sample was 22 respondents. Autogenic relaxation was carried out once every day for 1 week in the morning with a duration of 20 minutes. Data collection used observation sheets, autogenic relaxation SOPs, the Maslach Burnout Inventory (MBI) instrument. Statistical analysis uses the Wilcoxon Rank Test. Results: This research shows that autogenic relaxation is effective in reducing nurse burnout with p-value of 0.000 for emotional exhaustion, 0.000 depersonalization, 0.000 personal accomplishment.
PENURUNAN KECEMASAN PADA LANSIA MELALUI TERAPI MUSIK GAMELAN JAWA Nur, Hirza Ainin; Widyaningsih, Heriyanti; Pramudaningsih, Icca Narayani; Cahyanti, Luluk; Afriyani, Dwi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2966

Abstract

Latar Belakang: Pada lansia akan mengalami penurunan fungsi fisik dan kognitif seiring bertambahnya usia karena setiap organ tubuh mengalami penurunan fungsi yang lebih kompleks. Sehingga mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan kecemasan. Intervensi nonfarmakologis seperti terapi musik gamelan Jawa dianggap efektif untuk membantu dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia. Tujuan Penelitian: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi musik gamelan Jawa. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif pre experimental design dengan rancangan one group pre-test dan post-test design. Sampel sebanyak 16 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan bulan Mei 2025 menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat perubahan tingkat kecemasan sebelum dan setelah intervensi terapi musik gamelan Jawa. Hasil: Dari 16 responden sebelum diberikan tindakan 56,3% mengalami kecemasan sedang, 31,3% mengalami kecemasan berat dan 12,5% mengalami kecemasan berat sekali dan setelah intervensi terapi musik gamelan Jawa 62,5% mengalami kecemasan ringan, 25,0% mengalami kecemasan sedang, 12,5% mengalami kecemasan berat. Hal ini menunjukkan penurunan tingkat kecemasan pada lansia. Kesimpulan: Implementasi terapi musik gamelan Jawa efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia. Terapi ini dapat dijadikan pendekatan keperawatan nonfarmakologis untuk meningkatan kesehatan mental lansia, khususnya dalam menghadapi masa yang akan datang.
PENERAPAN BRISK WALKING EXERCISE UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Cahyanti, Luluk; Khoirunnisa, Fara; Yuliana, Alvi Ratna; Nur, Hirza Ainin; Putri, Devi Setya; Fitriana, Vera
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2991

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi terjadi berkaitan dengan beragam faktor risiko, baik yang tidak dapat diubah maupun dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi genetik, keadaan gizi, dan usia. Faktor risiko yang dapat diubah adalah kegemukan, diet, dan aktivitas fisik atau olahraga. Dilain pihak kegemukan disebabkan oleh konsumsi makanan berlebih dan aktivitas fisik atau olahraga kurang. Brisk Walking Exercise merupakan salah satu latihan fisik yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknik berjalan lebih cepat dari kecepatan normal selama 20-30 menit. Tujuan: Untuk menggambarkan dan membuktikan bahwa penerapan Brisk Walking Exercise dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif Pre-Experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sample sebanyak 15 responden yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan bulan Juni 2025 menggunakan lembar observasi. Analisa data dilakukan secara deskriptif untuk melihat perubahan tekanan darah sebelum dan setelah intervensi Brisk Walking Exercise. Hasil: Setelah diberikan terapi Brisk Walking Exercise selama 4 hari berturut-turut, sebelum diberikan tindakan terapi Brisk Walking Exercise tekanan darah responden Kategori Normal Tinggi berjumlah 1 responden ( 6,67%), Kategori Hipertensi Ringan berjumlah 9 responden (60,00%), Kategori Hipertensi Sedang berjumlah 5 responden ( 33,33%), kemudian sesudah dilakukan intervensi normal berjumlah 1 responden (6,67%), Kategori normal tinggi berjumlah 9 responden (60,00%), Kategori Hipertensi Ringan berjumlah 5 responden (33,33%). Terapi Brisk Walking Exercise ini memberikan pengaruh positif khususnya dimasyarakat Desa Wergu Wetan terhadap penurunan tekanan darah. Hal ini menunjukkan ada penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi Brisk Walking Exercise. Kesimpulan: Terapi Brisk Walking Exercise efektif dalam menurunkan tekanan darah. Terapi ini dapat dijadikan pendekatan keperawatan nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Kata kunci : Hipertensi, Penurunan Tekanan Darah, Terapi Brisk Walking Exercis
EDUKASI PENERAPAN MEDITASI UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL REMAJA Nur, Hirza Ainin; Pujiati, Eny; Ambarwati, Ambarwati; Jamaludin, Jamaludin; Pramudaningsih, Icca Narayani; Cahyanti, Luluk; Fitriana, Vera; Yuliana, Alvi Ratna
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.602

Abstract

Kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan psikis individu dalam menghadapi persoalan hidup dengan mengetahui kemampuan diri, dapat melaksanakan kegiatan dengan efektif, dan memberikan dampak yang baik pada masyarakat. Tanda dan gejala kesehatan mental yang terganggu meliputi stres, cemas, gelisah, susah tidur, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan minta dalam hal apapun. Remaja yang mengalami gangguan mental dapat berakibat pada tindakan yang negatif seperti penyalahgunaan obat, minuman keras, kejadian kriminalitas, bahkan bunuh diri. Penatalaksanaan non farmakologis untuk meningkatkan kesehatan mental dapat dilakukan dengan meditasi. Banyak penelitian menyebutkan meditasi dapat mengatasi gangguan psikologis seperti cemas, stres, depresi, serta masalah tidur. Meditasi merupakan tindakan melatih pikiran dengan fokus dan kesadaran diri. Tindakan ini biasanya melibatkan teknik relaksasi pernafasan dan konsentrai pada pikiran. Kegiatan pengabdian kepada masyaraka ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja dalam melakukan meditasi untuk meningkatkan kesehatan mental melalui edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 1 hari di SMA N 2 Bae Kudus. Pelaksanaan kegiatan ini dengan pemberian edukasi kesehatan, simulasi meditasi, dan pendampingan pelaksanaan meditasi pada remaja. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan pada remaja terkait edukasi yang diberikan, serta ketepatan remaja saat melaksanakan praktik meditasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental dan meditasi, sehingga remaja dapat mengaplikasikan meditasi secara mandiri di rumah. Harapannya meditasi dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam meningkatkan kesehatan mental remaja.
Penerapan Edukasi Relaksasi Benson terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Cahyanti, Luluk; Pujiati, Eny; Ambarwati, Ambarwati; Jamaludin, Jamaludin; Pramudaningsih, Icca Narayani; Fitriana, Vera; Nur, Hirza Ainin; Yuliana, Alvi Ratna
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.601

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan berkesinambungan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu faktor yang berperan dalam ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien DM adalah stres psikologis. Stres dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan sekresi hormon kortisol, yang berdampak pada peningkatan kadar glukosa darah. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mampu membantu pasien dalam mengelola stres secara efektif. Relaksasi Benson merupakan salah satu intervensi keperawatan komplementer yang bertujuan menurunkan respon stres dan meningkatkan respon relaksasi tubuh melalui pengaturan pernapasan dan pemusatan perhatian.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien Diabetes Mellitus dalam melakukan relaksasi Benson melalui metode edukasi kesehatan, serta mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah setelah intervensi diberikan. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Ngembal Kulon dengan pemberian edukasi kesehatan, demonstrasi, dan pendampingan praktik relaksasi Benson. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kadar glukosa darah sebelum dan setelah penerapan relaksasi Benson serta penilaian pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen stres serta kecenderungan penurunan kadar glukosa darah setelah relaksasi Benson dilakukan secara mandiri. Edukasi relaksasi Benson dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam pengelolaan Diabetes Mellitus di pelayanan kesehatan primer.Kata kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi Kesehatan, Relaksasi Benson
PENYULUHAN BAHAYA HIPERTENSI BAGI LANSIA Putri, Devi Setya; Listyarini, Anita Dyah; Arsy, Gardha Rias; Cahyanti, Luluk; Purwandari, Nila Putri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.584

Abstract

Peningkatan usia penduduk menimbulkan tantangan besar di bidang kesehatan, terutama karena kelompok lansia (? 60 tahun) cenderung mengalami berbagai perubahan fisiologis yang mempengaruhi sistem kardiovaskular. Salah satu kondisi yang sangat umum dijumpai pada lansia adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi pada lansia memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pada populasi muda karena didasari oleh perubahan struktural dan fungsional pembuluh darah, serta komorbiditas yang lebih banyak. Faktor?faktor seperti usia yang terus bertambah, riwayat keluarga, obesitas, riwayat merokok, konsumsi garam tinggi, kurang aktivitas fisik, dan penyakit penyerta (komorbiditas) ikut memperkuat risiko hipertensi pada lansia. Selain itu, penanganannya pun lebih kompleks karena lansia sering memiliki penurunan fungsi ginjal, gangguan vaskular dan frailty yang memerlukan pendekatan individual dalam pengobatan. Dengan demikian, upaya skrining, edukasi, modifikasi gaya hidup, dan terapi yang sesuai sangat penting dilakukan untuk kelompok lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan pendidikan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah pada kelompok lansia sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Sebelum kegiatan dimulai, peserta diberikan kuesioner pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal tentang hipertensi. Hasil pre- test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (sekitar 68%) belum memahami secara mendalam mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta cara pencegahan hipertensi. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah, peserta diberikan post test sebagai bentuk evaluasi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 30% dibandingkan sebelum kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman lansia mengenai pentingnya deteksi dini dan pengendalian tekanan darah. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Wijaya et al.,2025) yang menyatakan bahwa pemberian edukasi kesehatan secara langsung mampu meningkatkan perilaku pencegahan hipertensi pada kelompok lansia. Selain itu, kegiatan ini berpotensi menjadi model program berkelanjutan yang dapat dilakukan oleh kader Posyandu Lansia dan tenaga kesehatan des
Edukasi Bahaya Pergaulan Bebas dan Bahaya Merokok bagi Kesehatan Remaja di SMPN 1 Mejobo Kudus Jamaludin, Jamaludin; Pramudaningsih, Icca Narayani; Cahyanti, Luluk; Fitriana, Vera; Najwa, Rayya Sofichul; Rahmasari, Nia; Verensia, Anggun Berliantin; Saputri, Steviana Intan
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.97

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang memiliki kerentanan tinggi terhadap perilaku berisiko, termasuk pergaulan bebas dan kebiasaan merokok, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Rendahnya tingkat pengetahuan dan pemahaman remaja menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya perilaku tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai bahaya pergaulan bebas serta dampak merokok terhadap kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, dan pemanfaatan media leaflet kepada siswa SMPN 1 Mejobo Kudus. Evaluasi kegiatan dilaksanakan secara deskriptif kualitatif melalui tanya jawab terstruktur dan observasi partisipasi siswa setelah penyampaian materi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa mampu menjawab lima pertanyaan evaluasi dengan benar serta secara aktif mengajukan dua pertanyaan yang relevan dengan materi yang disampaikan. Temuan tersebut mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman dan ketertarikan siswa terhadap materi edukasi kesehatan. Simpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis sekolah dengan pendekatan interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja untuk menghindari pergaulan bebas dan kebiasaan merokok.
Implementasi Terapi Bermain Mewarnai sebagai Intervensi Keperawatan Nonfarmakologis dalam Menurunkan Kecemasan Anak Usia Prasekolah Selama Hospitalisasi Setya, Mochammad Ilham; Yuliana, Alvi Ratna; Cahyanti, Luluk; Fitriana, Vera; Ardiyanti, Yulia
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.247

Abstract

Hospitalization can be an anxiety-provoking experience for preschool children due to unfamiliar hospital environments, medical procedures, and separation from parents. If not appropriately managed, anxiety may affect children’s comfort, emotional adaptation, and cooperation during the care process. Therefore, applicable non-pharmacological nursing interventions are required, one of which is coloring play therapy.This study aimed to evaluate the implementation of coloring play therapy in helping reduce anxiety levels among hospitalized preschool children. A pre-experimental design with a descriptive applied approach was used, consistent with the characteristics of vocational nursing education (Diploma in Nursing). The participants consisted of 15 hospitalized children aged 3–6 years. Anxiety levels were assessed using the Face Image Scale (FIS) before and after a single session of coloring play therapy lasting 15–30 minutes.The results showed that prior to the intervention, all participants experienced moderate to severe anxiety, with 9 children (60.0%) classified as having severe anxiety and 6 children (40.0%) moderate anxiety. Following the implementation of coloring play therapy, a clinical reduction in anxiety was observed, indicated by the absence of severe anxiety and a shift toward milder anxiety categories, where 12 children (80.0%) were classified as very not anxious, not anxious, or mildly anxious.Conclusion: Coloring play therapy can be applied as a clinically effective non-pharmacological nursing intervention to help reduce anxiety among hospitalized preschool children and support practice-based pediatric nursing care.
PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS: TINJAUAN ASPEK INDIVIDU Wally, Rusdin; Sulistiyani, Sulistiyani; Cahyanti, Luluk; Rosyidah, Alif Nurul
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v6i1.3774

Abstract

Pulmonary tuberculosis remains one of the global public health problems, especially in developing countries. Based on document searches and routine health reports, the Sumbersari Community Health Center is recorded as one of the health centers with the highest number of tuberculosis cases in East Java Province. The purpose of this study was to determine the relationship between individual aspects and the prevention of tuberculosis transmission. A cross-sectional study design was used in this study. The study was conducted in the working area of the Sumbersari Community Health Center. The study was conducted in October 2025. The study population consisted of tuberculosis patients in the working area of the Sumbersari Community Health Center. The sample consisted of 60 respondents. The sampling technique used was total sampling. The research instrument used was a research questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods. The results showed a relationship between knowledge (p value: 0.003) and family support (p value: 0.043) and the prevention of tuberculosis transmission. It is recommended that health center staff and health cadres investigate contacts within families to provide health education on the prevention of tuberculosis transmission among family members. Keywords: Family Support, Knowledge, Tuberculosis.