Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PELATIHAN CETAK DATAR SEDERHANA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI KELOMPOK KERJA GURU (KKG) SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN TAKALAR Sahnir, Nurachmy; Hamka, Dwi Wahyuni; Inayah, Faidhul; Izmi, Siti Asmaulul; Fitriana, Fitriana
PENGABDI PENGABDI: VOL. 6, NO.1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v6i1.73948

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada peningkatan kompetensi guru-guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Dasar di Kabupaten Takalar. Pelatihan ini secara spesifik bertujuan untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat media pembelajaran cetak datar sederhana menggunakan media kertas. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui lokakarya interaktif yang menekankan pada praktik langsung dan pendampingan berkelanjutan, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diakses dan minim biaya. Melalui program ini, diharapkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran akan meningkat secara signifikan. Peningkatan kompetensi ini pada dasarnya akan membuat proses pembelajaran di kelas menjadi lebih menarik, interaktif, dan efektif bagi siswa, terutama di tengah keterbatasan akses teknologi dan infrastruktur digital yang kerap menjadi tantangan di daerah pedesaan.
PKM Pelatihan Kriya Tekstil Teknik Ikat Celup bagi Guru dan Peserta Didik di SMA Negeri 3 Makassar Nurdin, Aulia Evawani; Hasnawati, Hasnawati; Izmi, Siti Asmaulul
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Kriya tekstil teknik ikat celup merupakan salah satu teknik menghias kain yang telah diterapkan oleh leluhur kita sejak dulu. Pelestarian budaya lokal melalui pembelajaran seni berperan penting dalam mengasah kreativitas generasi muda dan memperkuat identitas budaya bangsa. Berdasarkan observasi awal di SMA Negeri 3 Makassar belum pernah melaksanakan pembelajaran seni berupa pembuatan kriya tekstil teknik ikat celup sehingga guru dan peserta didik masih memiliki keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam pembuatan karya kriya tekstil teknik ikat celup. Menanggapi permasalahan tersebut, kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pelatihan Kriya Tekstil Teknik Ikat Celup menjadi solusi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi guru dan peserta didik melalui pelatihan kriya tekstil teknik ikat celup. Metode pelaksanaan pelatihan meliputi ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan praktik. Tahapan pelaksanaan PKM berupa sosialisasi, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Pelaksanaan PKM berjalan dengan penuh semangat dan  antusiasme peserta yang sangat tinggi pada setiap tahapannya. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan contoh modul ajar mata pelajaran seni rupa yang mengintegrasikan materi kriya tekstil teknik ikat celup kepada guru. Pelatihan pembuatan kriya tekstil teknik ikat celup diberikan kepada peserta mulai dari proses persiapan alat dan bahan, pengikatan, pencelupan warna, pengeringan hingga pelepasan ikatan. Penerapan teknologi diberikan dalam bentuk video tutorial pembuatan kriya tekstil ikat celup, pendampingan kepada peserta selama proses pembuatan kriya tekstil ikat celup. Evaluasi pelaksanaan PKM menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta terhadap kriya tekstil ikat celup.. Kegiatan PKM ini berkontribusi pada penguatan pendidikan seni berbasis budaya lokal sekaligus mendukung upaya pelestarian budaya melalui inovasi dan regenerasi di lingkungan sekolah.Kata kunci: Kriya, Tekstil, Ikat Celup
PELATIHAN PENULISAN SKENARIO FILM REFLEKTIF BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI SENDRATASIK UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Akbar, Arjun Subbanul; Aryani, Andi; Izmi, Siti Asmaulul; Hamka, Dwi Wahyuni; Pardamean, Buyung
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.78550

Abstract

Pelatihan penulisan skenario film pendek reflektif ini dilaksanakan sebagai upaya pengembangan kompetensi mahasiswa dalam mengolah pengalaman personal dan realitas sosial menjadi gagasan cerita yang lebih bermakna. Pelatihan ini menggunakan pendekatan dialogis, reflektif, dan berbasis pengalaman yang menekankan proses penemuan makna, pembangunan empati, serta penyadaran estetis. Kegiatan dilaksanakan selama tiga sesi utama: eksplorasi refleksi diri, penyusunan struktur naratif, serta visualisasi cerita dan pembacaan karya. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan ide cerita, outline, mood board, dan skenario pendek yang berangkat dari pengalaman otentik serta memiliki nilai kemanusiaan yang kuat. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan reflektif efektif digunakan sebagai strategi pengembangan literasi sinematik dan kesadaran kreatif mahasiswa.
A Comparative Study of Geometrical Patterns: Escher’s Tessalation and Passura Toraya Ornaments Mukadas, Andi Baetal; Makawi, Faizal Erlangga; Jamilah; Muhaemin; Izmi, Siti Asmaulul; Hasbi
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4521

Abstract

This research aims to compare the geometric patterns in Passura Toraya and Escher’s Tessalation. The study examines Toraja ornaments created 5.000 years ago from a geometric perspective that is similar to the approach of well-known geometric artist, M. Escher. The research method used is a descriptive qualitative method by collecting data from literature studies and visual observations of Passura Toraya, which are then analyzed using geometrical pattern and basic mathematic shapes. The results of the study show that (1) triangle, square, pentagon, flora, and fauna shapes represent geometric forms with similar tessellation techniques in both Passura Toraya and M.C. Escher's geometric patterns; (2) Passura Toraya has repeated patterns in opposite directions and four sides, as well as 4-fold designs, similar to M.C. Escher's tessellated geometric patterns with the same size as the empty field and 3-fold repetition levels; (3) contrasting colors are characteristic of Passura Toraya, similar to M.C. Escher's designs. Passura Toraya, which was made approximately thousands of years ago, shows the same approach as geometric artist, M. Escher. This demonstrates that Passura Toraya was made with a high level of knowledge, despite being made approximately 5.000 years ago.
KEAKTORAN DALAM FRAME: PELATIHAN AKTING FILM BERBASIS PENGALAMAN SENSORIK DAN EMOSIONAL Akbar, Arjun Subbanul; Yusuf, Ayu Janianti; Izmi, Siti Asmaulul; Hamka, Dwi Wahyuni; Wati, Jenny Ratna Ika Setia
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.84735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model pelatihan akting film berbasis pengalaman sensorik dan emosional dalam meningkatkan kualitas keaktoran peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dipadukan dengan embodied practice, melalui tahapan kesadaran tubuh, eksplorasi sensorik, pengolahan emosi, dan praktik adegan (scene work). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi video, dan refleksi peserta, yang dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kejujuran emosi, kesadaran tubuh, serta kemampuan peserta dalam merespons kamera secara subtil dan terkontrol. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada pengembangan kesadaran diri dan kepekaan artistik aktor. Dengan demikian, model pelatihan ini memiliki potensi sebagai pendekatan alternatif dalam pendidikan dan praktik keaktoran film yang menekankan integrasi antara tubuh, pengalaman sensorik, dan emosi.