Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Effect of Pesticide Residues on Environmental Quality in the Kromong II Watershed, Pacet District, Mojokerto Regency Putra, Dimas Ganda Permana; Fitriyani, Zenita Afifah; Ardiyanto, Fahrur Rijal; Dewi, Yuni Rosita; Khusumawati, Titik; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Novita, Mega Darmi; Soesanto, Soesanto
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v9i2.348

Abstract

The river basin serves multiple ecological and socio-economic functions for the local community, particularly the Kromong II Watershed in Pacet District. A major issue in the upstream area of the watershed is the use of pesticides by local residents in agricultural land management. Excessive pesticide use leads to significant environmental residue accumulation. This study aimed to assess pesticide residue levels, evaluate the quality of irrigation water and soil fertility in rice fields, and map polluted locations using the ArcGIS 10.3 remote sensing application. The analysis was conducted at three designated research sites: Stations I, II, and III. Biochemical Oxygen Demand (BOD) was analyzed using the SNI 6989.72:2009 standard, while Chemical Oxygen Demand (COD) was measured following the SNI 6989.2029 method at the Mojokerto Regency Environmental Agency (DLH) Laboratory. Soil organic carbon (C-organic) was analyzed using the IKP-208 Organic Carbon Test, and total nitrogen (Total N) was determined through spectrophotometric analysis at the PT Graha Mutu Persada Laboratory. Metomil was analyzed using the Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS) method, while Profenofos was analyzed using Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). The study found that the highest levels of BOD and COD were recorded at Station III, with values of 11.4 mg/L and 28.6 mg/L, respectively. The highest total nitrogen (Total N) concentration was observed at Station I, measuring 0.14%, while the highest soil organic carbon (C-organic) content was found at Station III, at 7.87%. The LC-MS analysis of methomyl residues showed the highest concentration at Station III, with a value of 0.002 mg/L in irrigation water samples. Similarly, the GC-MS analysis of Profenofos residues indicated the highest concentration at Station II, measuring 8.25 ml/L. Based on these findings, it can be concluded that pesticide residue pollution, particularly from Profenofos, is most severe in the irrigation channel at Station II.
INVENTARISASI SERANGGA SISTEM FEROMON TRAP & YELLOW TRAP TERHADAP BUDIDAYA TANAMAN Putra, Dimas Ganda Permana; Purwanti, Sri; Novita, Mega Darmi; Soesanto, Soesanto; Srimulyono, Joko; Kustiawan, Fariz; Putri, Swanda Yonia
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 1 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i1.4273

Abstract

Biodiversitas atau keanekaragaman hayati dapat disebut sebagai suatu system penting pada kehidupan makhluk hidup. Banyaknya jumlah keanekaragaman hayati meliputi berbagai makhluk hidup yang berada di dunia ini, yang beruhubungan antara individu dengan yang lainnya. Serangan serangga parasitisme yang merugikan petani mengakibatkan berkurangnya hasil panen merupakan sebuah landasan dari penelitian ini untuk menginventarisasi serangga yang merupakan parasit dan menguntungkan pada ekosistem budidaya tanaman palawija sehingga petani bisa mengaplikasikan pestisida yang tepat untuk memperoleh hasil panen yang maksimal. Penelitian ini melalui metode berupa identifikasi dari serangga yang di awali dengan melakukan inventarisasi yang paling merusak di tanaman palawija, penelitian ini menggunakan traping yellow yang diletakkan pada lahan persawahan. Pemberian senyawa feromon mengakibatkan serangga jenis kelamin betina akan banyak terperangkap. Identifikasi jenis dan spesies serangga dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang sesuai untuk aplikasi biopestisida yang tepat sasaran. Didapatkan hasil observasi jenis serangga sebanyak 166 Kelimpahan individu serangga terbesar adalah ordo diptera berdasarkan perangkap yang digunakan, jumlah yang berada di Yellow Trap berjumlah 30 dan yang berada di feromon trap berjumlah 136 dari dasar tersebut penentuan pestisida yang ramah lingkungan dapat dilakukan pengaplikasian rekomendasi jenis cendawan Beauverina bassiana
The Impact of Biopesticide Application on Arthropod Composition in Surjan Cropping System in Kulonprogo Regency, Special Region of Yogyakarta Wagiyana, Wagiyana; Suharto, Suharto; Habriantono, Bakhroini; Nurcahyanti, Suhartiningsih Dwi; Masnilah, Rachmi; Khozin, Mohammad Nur; Merina, Gusna; Ramadhani, Farchan Mushaf Al; Putra, Dimas Ganda Permana; Alfarisy, Fariz Kustiawan
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 9 No. 3 (2025): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v9i3.298

Abstract

Surjan is a specific type of cropping system that is part of a local wisdom practice found in Kulonprogo Regency, Special Region of Yogyakarta. The cropping system employs a polyculture system with a raised-sunken bed configuration. In ancient times, this system was initiated as a conservation initiative in the event of drought. In the context of agroecosystems, defined as the interaction between biotic and abiotic components, arthropods serve as indicators of the biotic components of the agricultural environment. The presence of arthropods is influenced by the use of synthetic pesticides. In response to the use of synthetic pesticides, biopesticides are frequently used as a countermeasure. The present study aims to ascertain the impact of biopesticide applications on the composition of arthropods in agricultural land that utilizes surjan cropping system configuration. This study was conducted on the surjan cropping system in Kulonprogo Regency, which is predominantly characterized by the cultivation of rice and shallots. The biopesticide used in this study was a group of fungi, namely Trichoderma harzianum and Metarhizium anisopliae. These organisms function as bioprotectants and biofertilizers. The findings indicate that surjan cropping system, when accompanied by biopesticide utilization, yield a greater diversity of arthropod species in comparison to surjan cropping system that employs synthetic pesticides. In agricultural land with surjan system configuration and biopesticide applications, certain arthropods function as predators, parasitoids, and bioindicators. The most prevalent arthropod species identified is Verania sp. (Coleoptera; Coccinelidae), with a total of 68 individuals. The present study has yielded findings indicating a correlation between the application of surjan cropping system and the utilization of biopesticides in land cultivated with a specificcrops and the composition of arthropods in the environment.
Pelatihan Inovasi Bakso Lele dalam Mendukung Pencegahan Stunting di Desa Pungging Fitriyani, Zenita Afifah; Ardiyanto, Fahrur Rijal; Putra, Dimas Ganda Permana; Rahmawati, Ulfa; Istiqomah, Inuk Wahyuni; Dewi, Yuni Rosita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4534

Abstract

Stunting merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat terutama masyarakat yang memiliki balita. Dalam upaya penurunan stunting maka dibutuhkan beberapa strategi dalam mengembalikan nutrisi agar menjadi lebih baik, mulai dari pemberdayaan ibu hamil, ibu menyusui, sampai pada tumbuh kembang anak. Lele menjadi salah satu alternatif solusi dan meningkatkan nutrisi balita stunting karena dapat membantu penyerapan nutisi yang dibutuhkan tubuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman bagi peserta dalam membuat SIBALE sebagai alternatif dalam memberikan nutrisi bagi balita stunting. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat ini yaitu pada tahap persiapan yaitu tim pengabdian masyarakat menyerahkan surat perijinan, surat kesediaan mitra, dan melaksanakan uji coba pembuatan SIBALE. Pada tahap pelaksanaan tim pengabdian masyarakat melaksanakan sosialisasi di Balai Desa Pungging, adapun materi sosialisasi yang diberikan yaitu pencegahan stunting, manfaat lele, dan pelatihan pembuatan bakso lele. Adanya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam membuat bakso lele yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan penambah asupan gizi, sehingga pencegahan stunting dapat dilakukan.
Disemenasi agens pengendali hayati melalui penguatan kelembagaan PPAH di desa Purnama kabupaten Bondowoso Wagiyana, Wagiyana; Suharto, Suharto; Hoesain, Mohammad; Hasjim, Saifuddin; Masnilah, Rachmi; Cahyanti, Suhartiningsih Dwi Nur; Pradana, Ankardiansyah Pandu; Habriantono, Bakhroini; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Tejasari, Tejasari; Merina, Gusna; Ramadhani, Farchan Mushaf Al; Putra, Dimas Ganda Permana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23086

Abstract

AbstrakPPAH (Pos Pelayanan Agen Hayati) adalah organisasi swadaya masyarakat yang memiliki aktivitas untuk produksi agens pengendali hayati. Agens pengendali hayati merupakan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk maupun pestisida sintetis. Agens hayati terbagi menjadi golongan bakteri, jamur, virus, nematoda, maupun serangga berguna. Desa Purnama merupakan desa sentra penghasil singkong. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan disemenasi agens hayati di Desa Purnama. Lokasi pengabdian terletak di Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso. Pelaksanaan kegiatan meliputi disemenasi dengan beberapa tahapan yaitu: penyuluhan agens hayati, penguatan kelembaagaan PPAH dengan forum diskusi, serta evaluasi program. Hasil pengabdian ini adalah adanya peningkatakan kapasitas pengetahuan petani di Desa Purnama terkait dengan agens hayati dan fungsinya pada tanaman. Selain itu untuk meningkatkan nilai keberdayaan, melalui kelembagaan PPAH dapat meningkatkan peluang dan potensi untuk bersinergi dengan stakeholder maupun instansi pemerintah. Kegiatan pengabdian ini menjadi program lanjutan pada kegiatan sebelumnya mengenai pendampingan dan produksi agens hayati. Kesimpulan pada pengabdian ini adalah petani antusias untuk meningkatkan kapasitas diri melalui penguatan kelembagaan PPAH dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi dan hilirisasi singkong. Kata kunci: augmentasi; berguna; berkelanjutan; sekolah lapang; terpadu. AbstractPPAH (Pos Pelayanan Agen Hayati) is a non-governmental organization that has activities for the production of biological control agents. Biological control agents are an alternative to reduce dependence on synthetic fertilizers and pesticides. Biological agents are divided into bacteria, fungi, viruses, nematodes and useful insects. Purnama Village is a central cassava producing village. This service aims to carry out the cementation of biological agents in Purnama Village. The location of the service is located in Purnama Village, Tegalampel District, Bondowoso Regency. Implementation of activities includes cementation in several stages, namely: counseling on biological agents, strengthening PPAH institutions with discussion forums, and program evaluation. The result of this service is an increase in the knowledge capacity of farmers in Purnama Village regarding biological agents and their functions in plants. Based on that, to increase the value of empowerment, through the PPAH institution it can increase opportunities and potential to synergize with stakeholders and government agencies. This service activity is a continuation program of previous activities regarding assistance and production of biological agents. This service concludes that farmers are enthusiastic about increasing their capacity through strengthening PPAH institutions to increase cassava production and downstream capacity. Keywords: augmentation; field school; integrated; sustainable; and useful.
Co-Authors Achmad Fikri Wahyu Irsyadi Ahmad Andriansyah Alam, Megawati Citra Alfarisy, Fariz Kustiawan Alfiana Alfiana Amelia Tharisa Putri Sutrisna Aminuyati Ankardiansyah Pandu Pradana Baharuddin, Ricko Bilsoni Putra Indartin Bilsoni Putra Indartin Bintang Pramudana Widi Bintang Pramudana Widi Budi Utomo Cahyanti, Suhartiningsih Dwi Nur Clarista Ines Maharani Dewi, Yuni Rosita Dhimas Fajar Novianta Dhimas Fajar Novianta Diana Nurhayati Dipa Aditya Dita Umrotul Khasanah Eki Lewandika Wicaksono Eki Lewandika Wicaksono Elida Novita Elisabeth Sriwilujeng Elisabeth Sriwilujeng Fa'ayunina, Miftakhul Fahrur Rijal Ardiyanto Faisal Sigit Novanto Faisal Sigit Novanto Fara Aulia Rosanti Fara Aulia Rosanti Febriyanti Budi Retnowati Febriyanti Budi Retnowati Fery Arjuna Lanisky Fery Arjuna Lanisky Fitri Linda Sari Fitri Linda Sari Fitriyani, Zenita Afifah Galong Gebrael Jaball Othsmar Galong Gebrael Jaball Othsmar Gusna Merina, Gusna Habriantono, Bakhroini Hakim, Tiara Oktavia Putri Hasjim, Saifuddin Herdajanto, Trijadi Herlambang Prihandoko Herlambang Prihandoko Herry Purnomo, Bambang Heskya Heskya Hoesain, Mohammad Inun Widiastuti Inun Widiastuti Istiqomah, Inuk Wahyuni Joko Sri Mulyono Joko Sri Mulyono KHOIRUL ANAM Khoirul Anam Khozin, Mohammad Nur Khusumawati, Titik Kiki Firmansyah Febrianto Komang Ayu Dewanti Kustiawan, Fariz Laila Dewi Romadhoni Laila Dewi Romadhoni Lestari, Resti Putri Megawati Citra Alam Mochamad Alfiansyah Sannanu Mochamad Alfiansyah Sannanu Mochammad Solichudin Mochammad Solichudin Muhammad Syahrul Yusuf Muhammad Syahrul Yusuf Mulyono, Joko Sri Muzakki, Fazal novita, mega darmi Nur Farida Kusumawati Nusantara, Alrio Putra Peggy Tri Rahma Putri, Swanda Yonia Rachmi Masnilah Ragil Tri Karle Ragil Tri Karle Rahmah, Annisa Ainnur Rahmawati, Ulfa Ramadhani, Farchan Mushaf Al Rifqi Ali Efendi Rifqi Ali Efendi Rika Nur Anggraini Rika Nur Anggraini Risqianti, Riza Setyaasih, Setyaasih Shofiatul Ajkiyah Shofiatul Ajkiyah Sholikah Nur Istianah Soesanto Soesanto Sofita Elysa Sri Purwanti Sri Purwanti Sri Purwanti Srimulyono, Joko Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti Suharto Suharto Swanda Yonia Putri Syafa Maudina Nur Fitri Syafa Maudina Nur Fitri Syafitri, Sukma Dewi Tejasari . Therta Galih Pamungkas Therta Galih Pamungkas Tri Yuli Ferawati Tri Yuli Ferawati Vriska Putri Angely Vriska Putri Angely Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Yoga Pratama Aji Yoga Pratama Aji Yuni Rosita Dewi Yuni Rosita Dewi