Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KOMPETENSI GURU DI DALAM PROSES PEMBELAJARAN INKLUSI PADA GURU SD NEGERI DI KOTA BANDUNG Temi Damayanti; Stephani Raihana Hamdan; Andhita Nurul Khasanah
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 3 No.1 Mei 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.838 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.1947

Abstract

Fenomena ditemukannya berbagai permasalahan terkait siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti sistem pembelajaran reguler di sekolah dasar negeri menuntut sekolah dasar menyelenggarakan pembelajaran inklusi yang menyatukan proses belajar mengajar antara siswa reguler dengan siswa berkebutuhan khusus. Oleh karena itu guru di sekolah dituntut memiliki kompetensi dalam mengajar siswa berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian untuk mendapat gambaran empirik mengenai kompetensi guru dalam proses mengajar siswa berkebutuhan khusus. Kompetensi guru dibatasi dengan konsep kompetensi profesional guru yang diadaptasi dari konsep dari Mulyasa (2013) dan Garnida (2015) mengenai kompetensi guru profesional dalam pendidikan inklusif. Subjek penelitian adalah guru wali kelas dari kelas 1 hingga kelas 6 yang menangani siswa berkebutuhan khusus dari perwakilan 9 wilayah rayon yang menjadi representasi kota Bandung. Hasil penelitian kompetensi domain student, assessment, instruction, collaboration communication dan professional, mayoritas sedang, sedangkan untuk domain content mayoritas menunjukkan komptensi yang rendah. Domain yang mayoritas hasilnya tinggi yaitu domain learning environment.
Pengukuran Implicit Association terhadap Istilah yang Berkaitan dengan Narkoba pada Kelompok Remaja Beresiko Faizza Haya Diliana; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.7371

Abstract

Abstract. This study aims to determine the level of implicit association with the terms narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna in at-risk adolescent groups. The study employs a quantitative method tested on 11 adolescent participants using convenience sampling technique for sample collection. The measurement instrument used in this research is the GNAT (Go No-Go Association Task), which measures the strength of implicit association with the target words narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna, and pairs them with positif and negatif evaluatif attributes. The data analysis for this study employs d-prime (d), which measures the sensitivity of each term, where higher sensitivity indicates a stronger association between the target category and evaluatif attributes. The analysis of mean score differences is performed using the Jamovi program. The results show that there are differences in the level of implicit association with the terms narkoba and NAPZA, with the strongest to weakest association sequence being NAPZA + positif (d=3.00) > narkoba + negatif (d=2.80) > NAPZA + negatif (d=2.75) > narkoba + positif (d=2.16). Furthermore, there are differences in the level of implicit association with the terms pecandu and penyalahguna, with the strongest to weakest association sequence being pecandu + negatif (d=3.14) > penyalahguna + negatif (d=2.85) > penyalahguna + positif (d=2.72) > pecandu + positif (d=2.67). Additionally, the analysis of d-prime based on relationship type reveals that there are differences in the level of implicit association based on relationship type in at-risk adolescent groups regarding the terms narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level implicit association terhadap istilah narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna pada kelompok remaja beresiko. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang diujikan pada 11 partisipan remaja dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan GNAT (Go No-Go Association Task) yang mengukur kekuatan implicit association pada kata target narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahgunadan dipasangkan dengan atribut evaluatif positif dan negatif. Analisis data penelitian ini menggunakan d-prime (d) yaitu mengukur sensitivitas dari setiap istilah dimana sensitivitas yang lebih besar menunjukkan asosiasi yang lebih kuat antara kategori target dan atribut evaluatif .Analisa perbedaan skor mean dilakukan menggunakan program Jamovi. Diperoleh bahwa terdapat perbedaan level implicit association pada istilah narkoba dan NAPZA dengan urutan asoasi terkuat hingga terendah yaitu NAPZA + positif (d=3.00 ) > narkoba + negatif (d=2.80 ) > NAPZA + negatif (d=2.75 ) > narkoba + positif (d=2.16 ). Dan terdapat perbedaan level implicit association pada istilah pecandu dan penyalahguna dengan urutan asosiasi terkuat hingga terendah yaitu pecandu + negatif (d=3.14 ) > penyalahguna + negatif (d=2.85 ) > penyalahguna + positif (d=2.72 ) > pecandu + positif (d=2.67 ). Selain itu, hasil analisa d-prime yang dilakukan berdasarkan jenis relasi ditemukan bahwa terdapat perbedaan level implicit association berdasakan jenis relasi pada kelompok remaja beresiko terhadap istilah narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna.
Pengukuran Implicit Association terhadap Istilah yang Berkaitan dengan Narkoba pada Remaja SMA Salwa Azzahra; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.7658

Abstract

The problem of drugs in Indonesia is becoming serious because the cases are increasing among teenagers. The National Narcotics Agency has carried out various prevention program efforts, one of which is the "Anti-Drugs" campaign. There are various terms used in drug prevention campaigns. There is an impact of the terms used, one of which is the effect on the implicit association. This study aims to look at the different levels of implicit association with the terms narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna in adolescents at SMA Telkom Bandung. This study uses a quantitative method with a nonprobability sampling technique, namely convenience sampling. Researchers create a google form to select participants according to the characteristics of the sample. The measuring tool used in this study uses the GNAT (Go No-Go Association Task) which measures the strength of the implicit association on the target words narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna paired with evaluative attributes. Data analysis in this study uses d-prime (d), which measures the sensitivity of each term where greater sensitivity indicates a stronger association with the term. Hypothesis testing with data processing is done with the JASP program. The results show that there is a level of implicit association in the terms narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna with positive and negative evaluative attributes. Permasalahan narkoba di Indonesia marak terjadi dan kasusnya meningkat di kalangan remaja. Oleh karena itu berbagai upaya pencegahan dilakukan salah satunya seperti kampanye “Anti Narkoba”. Terdapat istilah yang bervariasi yang digunakan dalam kampanye pencegahan narkoba. Terdapat dampak dari istilah yang digunakan tersebut salah satunya berpengaruh pada implicit association. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan level implicit association terhadap istilah narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna terhadap remaja SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik sampling nonprobability yaituconvenience sampling. Peneliti menyebarkan google form untuk menjaring partisipan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan GNAT (Go No-Go Association Task) yang mengukur kekuatan implicit association pada kata target narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna dipasangkan dengan atribut evaluatif. Analisis data penelitian ini menggunakan d-prime (d’) yaitu mengukur sensitivitas dari setiap istilah dimana sensitivitas yang lebih besar menunjukkan asosiasi yang lebih kuat pada istilah. Uji hipotesis dengan pengolahan data dilakukan dengan program JASP. Hasil menunjukkan bahwa terdapat level implicit association pada istilah narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna dengan atribut evaluatif positif dan negatif.
Pengaruh Sikap Mengenai Bullying terhadap Perilaku Prososial Santri Bystander di Pondok Pesantren Khoirotun Nisa, Luthfiah; Nurul Khasanah, Andhita
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10051

Abstract

Abstract. Islamic boarding schools are schools with the characteristic of teaching Islamic religious values. Adolescents who are in Islamic boarding schools will adapt or adjust themselves to various conditions within the scope of Islamic boarding schools. Cases of bullying in Islamic boarding schools are increasing because there are teenagers who become observers (bystanders) watching bullying incidents directly in front of their eyes which makes the perpetrators of bullying become reinforcements in carrying out bullying behavior. This research used a quantitative experimental method with a total of 344 MTS Islamic boarding school students in Bandung City as subjects. The measuring instrument used in this research uses the Attitude Scale which measures attitudes regarding bullying and the Prosocial Tendencies Measure (PTM) measuring instrument which measures prosocial behavior. The research results show that there is no influence of bullying attitudes on the prosocial behavior of Islamic boarding school observer students (Sig. 0.167 > 0.05). Abstrak. Pondok pesantren merupakan sekolah dengan ciri khas mengajarkan nilai agama islam. Remaja yang berada di pondok pesantren akan beradaptasi atau menyesuiakan dirinya dengan berbagai macam kondisi dalam ruang lingkup pondok pesantren. Kasus bullying di dalam pesantren semakin meningkat karena terdapat remaja yang menjadi pengamat (bystander) menonton kejadian bullying secara langsung di depan mata yang menjadikan pelaku bullying sebagai penguat dalam melakukan perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan jumlah subjek 344 santri MTS pondok pesantren di Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Attitude Scale yang mengukur sikap mengenai bullying dan alat ukur Prosocial Tendencies Measure (PTM) yang mengukur perilaku prososial. Uji hipotesis dengan pengolahan data dilakukan dengan program SPSS. Hasil penelitan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh sikap mengenai bullying terhadap perilaku prososial santri pengamat pondok pesantren (Sig. 0,167 > 0,05).
Gambaran Intimacy terhadap Pria Dewasa Azizah Khairunnisa; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10056

Abstract

Abstract. The issue of infidelity that is rampant in Indonesia is mostly found in men because the perception of marital intimacy in men itself can vary depending on various factors. One of them is individual experience in sharing intimate experiences in several areas in the hope that the relationship can last over time. This study aims to determine the picture of intimacy in adult men. This study uses descriptive statistical technique method with non probability sampling technique, namely purposive sampling. The measuring instrument used in this study uses the Personal Assessment of Intimacy in Relationship (PAIR) which measures the intimacy of romantic relationships. The research location was in Bandung City with a total of 101 participants who were married men in young adulthood with a marriage age of 1-5 years. The results of this study indicate that the intimacy of adult men is in the high category (50.5%) which means that they have intimacy in their relationship with their partner. Abstrak. Isu perselingkuhan yang marak terjadi di Indonesia banyak ditemukan pada pria karena persepsi keintiman pernikahan pada pria itu sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari berbagai faktor. Salah satunya adalah pengalaman individu dalam berbagi pengalaman intim di beberapa area dengan harapan hubungan tersebut dapat bertahan dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keintiman pada pria dewasa. Penelitian ini menggunakan metode teknik statistik deskriptif dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling, yaitu purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Personal Assessment of Intimacy in Relationship (PAIR) yang mengukur keintiman hubungan romantis. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Bandung dengan jumlah partisipan sebanyak 101 orang pria yang sudah menikah pada usia dewasa muda dengan usia pernikahan 1-5 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keintiman pria dewasa berada pada kategori tinggi (50,5%) yang berarti memiliki keintiman dalam hubungannya dengan pasangan.
Pengaruh Sikap Mengenai Bullying terhadap Perilaku Prososial Siswa Bystander di SMP Islam Terpadu Arda Fadilla, Raisya; Nurul Khasanah, Andhita
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10062

Abstract

Abstract. Integrated Islamic Schools (SIT) are schools that implement a curriculum in which general education and Islamic education are combined. Islamic-based schools emphasize Islamic ethical and moral values, which not all students always understand and apply religious values in their daily lives. Lack of understanding and awareness of religious values and norms can lead to actions that are not in accordance with religious teachings, one of which is bullying behavior. This research uses quantitative methods with a true-experiment design with probability sampling techniques, namely stratified random sampling with 386 participants. Researchers distributed questionnaires to collect participants. The measuring instruments used in this research used the Attitudes Against Bullying Scale which measures attitudes regarding bullying and the Prosocial Tendencies Measure (PTM) measuring instrument which measures prosocial behavior. Analysis of this research data used two-way ANOVA and multiple linear regression analysis. Hypothesis testing with data processing was carried out using the SPSS program. The results show that there is an influence of attitudes towards bullying on the prosocial behavior of bystander students at Integrated Islamic Middle School (Sig. 0.00 < 0.05). Abstrak. Sekolah Islam Terpadu (SIT) adalah sekolah yang menerapkan kurikulum dengan di antaranya pendidikan umum dan pendidikan Islam disatukan. Sekolah berbasis Islam menekankan nilai-nilai etika dan moral Islam, yang tidak semua siswa selalu memahami dan menerapkan nilai-nilai agama dalam kesehariannya. Kurangnya pemahaman dan kesadaran akan nilai dan norma agama dapat menyebabkan tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran agama, yaitu salah satunya perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain true-experiment dengan teknik sampling probability sampling yaitu stratified random sampling dengan partisipan berjumlah 386. Peneliti menyebarkan angket kuesioner untuk menjaring partisipan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Skala Sikap Terhadap Bullying yang mengukur sikap mengenai bullying dan alat ukur Prosocial Tendencies Measure (PTM) yang mengukur perilaku prososial. Analisis data penelitian ini menggunakan two-way ANOVA dan analisis regresi linier berganda. Uji hipotesis dengan pengolahan data dilakukan dengan program SPSS. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sikap atas bullying terhadap perilaku prososial siswa bystander SMP Islam Terpadu (Sig. 0,00 < 0,05).
Gambaran Kecemasan pada Perempuan Korban Dating Violence di Kota Bandung Firyaal Wirawan; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10069

Abstract

Abstract. Dating violence is not uncommon but many women do not realize that the mistreatment they receive when they are in a relationship is a form of dating violence. For those who experience dating violence at a productive age, it tends to cause anxiety, depression, avoidance behavior, and other stresses in the future. This avoidant behavior can have an impact on their social life because in this productive age they still have to socialize in an educational or work environment. The purpose of the study was to determine the level of anxiety in female victims of dating violence in Bandung City which could have an impact on skills or decision making. This research method uses a descriptive method with a quantitative approach. This study uses anxiety measurement tools from Max Hamilton's measurement scale. The population and sample in this study were women in the emerging adulthood age category who had experienced dating violence in Bandung City with the final sample obtained as many as 60 people. Abstrak. Dating violence merupakan peristiwa yang tidak jarang terjadi namun masih banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa perlakuan buruk yang mereka dapatkan ketika memiliki hubungan adalah salah satu dari bentuk dating violence. Bagi mereka yang mengalami dating violence di usia produktif cenderung dapat menimbulkan kecemasan, depresi, perilaku menghindar, dan tekanan lainnya di masa depan. Perilaku menghindar tersebut dapat berdampak pada kehidupan sosialisasinya karena dalam usia produktif ini mereka masih harus bersosialisasi dalam lingkungan pendidikan atau pekerjaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pada perempuan korban dating violence di Kota Bandung yang bisa berdampak pada keterampilan atau pengambilan keputusan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan alat ukur kecemasan dari skala pengukuran Max Hamilton. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah perempuan pada kategori usia emerging adulthood yang pernah mengalami dating violence di Kota Bandung dengan sampel akhir yang didapatkan sebanyak 60 orang.
The Influence of Religious Coping on Academic Stress in Students of The Faculty of Medicine, Bandung Islamic University Maulana Abdul Malik Ibrahim; Khasanah, Andhita Nurul
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10070

Abstract

Abstract. Academic stress is a stimulus caused by academic stressors and how they react physically, emotionally, behaviorally and cognitively to these stressors (Gadzella & Masten, 2005). Religious coping is coping with stress with religious patterns and methods such as prayer and worship with the aim of eliminating stress (Pargament 1999). The aim of this research is to determine the effect of religious coping on academic stress in students at the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung. The subjects in this study were medical students N = 245 people. The analysis technique used is simple linear regression. The tool for measuring religious coping uses the Iranian Coping Religious Scale by Alfakseir & Coleman (2011) which has been adapted by Shabrina (2017). Meanwhile, the academic stress measuring tool uses the Student Life Stress Inventory by Gadzella & Masten (2005) which has been adapted by Praghlopati et al. (2021). The research results showed that there was a negative influence of 48.7% on academic stress in students at the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung. Abstrak. Stres akademik merupakan suatau stimulus yang disebabkan oleh stressor akademik dan bagaimana reaksi mereka terhadap fisik, emosi, perilaku dan kognitif terhadap stressor tersebut (Gadzella & Masten, 2005). Coping religius merupakan coping stress dengan pola dan meted religius seperti berdoa, beribadah dengan tujuan menghilangkan stress (Pargament1999). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh coping religius terhadap stress akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran N = 245 orang. Teknik analisis yang digunakan regresi linear sederhana. Alat ukur coping religius menggunakan Iranian Coping Relgius Scale oleh Alfakseir & Coleman (2011) yang sudah di adaptasi oleh Shabrina (2017). Sedangkan alat ukur stress akademik menggunakan Student Life Stress Inventory oleh Gadzella & Masten (2005) yang sudah di adaptasi oleh Praghlopati et al. (2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh negatif sebesar 48.7% terhadap stress akademik pada mahasiwa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung.
Pengaruh Curiosity terhadap Self-Esteem Mahasiswa Pengguna Dating Apps Tinder di Kota Bandung Putri Anai Rosli; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10101

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the effect of curiosity motives on self-esteem in students who use dating apps Tinder in Bandung City, who are in the emerging adulthood phase. This phase is characterized by exploration of identity and possibilities that allow individuals to explore various options before them. These characteristics are often related to the desire of individuals who have high self-esteem to continue to develop and improve themselves. In the context of Tinder use, the curiosity motive refers to an individual's desire to know and try the app without the specific goal of finding a romantic partner or relationship. The study involved 122 college student respondents with an age range of 18-25 years, who used Tinder. Simple linear regression analysis method was used to test the relationship between curiosity motive and self-esteem. The results showed that the curiosity motive had a significant influence on self-esteem, amounting to 10.8%. This finding indicates that the desire to explore and try new things, such as using dating apps Tinder out of curiosity, can contribute to the improvement of self-esteem in individuals in the emerging adulthood phase. The implications of this study can help in understanding individuals' motivations in using dating apps and its impact on their self-esteem development, especially at a crucial life stage such as emerging adulthood. Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisi pengaruh motif curiosity terhadap self-esteem pada mahasiswa pengguna dating apps Tinder di Kota Bandung, yang berada dalam fase emerging adulthood. Fase ini ditandai dengan eksplorasi identitas dan kemungkinan yang memungkinkan individu mengeksplorasi berbagai pilihan dihadapannya. Karakteristik tersebut seringkali berhubungan dengan keinginan individu yang memiliki self-esteem tinggi untuk terus berkembang dan memperbaiki diri mereka. Dalam konteks penggunaan Tinder, motif curiosity merujuk pada keinginan individu untuk mengetahui dan mencoba aplikasi tersebut tanpa tujuan khusus dalam mencari pasangan atau hubungan romantis. Penelitian melibatkan 122 responden mahasiswa dengan rentang usia 18-25 tahun, yang menggunakan Tinder. Metode analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menguji hubungan antara motif curiosity dan self-esteem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif curiosity memiliki pengaruh yang signifikan terhadap self-esteem, sebesar 10,8%. Temuan ini mengindikasikan bahwa keinginan untuk mengeksplorasi dan mencoba hal-hal baru, seperti menggunakan dating apps Tinder karena rasa penasaran, dapat berkontribusi terhadap peningkatan self-esteem pada individu dalam fase emerging adulthood. Implikasi dari penelitian ini dapat membantu dalam memahami motivasi individu dalam menggunakan dating apps dan dampaknya terhadap perkembangan self-esteem mereka, terutama pada tahap kehidupan yang krusial seperti emerging adulthood.
Figur Ayah dan Orientasi Masa Depan Remaja Sma Negeri Kota Bandung Anggita Marshanda Farahdina; Khasanah, Andhita Nurul
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10103

Abstract

Abstract. Future orientation is crucial, especially during high school when adolescents begin to think about and prepare for the future. The existence of a father figure as a role model and mentor will help adolescents about their future orientation. This study aims to determine the level of future orientation of adolescents seen from father figures who play a role in parenting. This research design uses descriptive quantitative method using cluster random sampling technique. The characteristics of the participants of this study are public senior high school students in the city of Bandung with an age range of 15 to 18 years. The participants obtained amounted to 528 respondents. The measuring instrument used is the theoretical model of Future Orientation built by Seginer, Nurmi, and Poole (1991) developed by Winurini (2021) for Indonesian adolescents. The data analysis method in this study uses descriptive statistical methods using percentages and tables. The results showed that the level of adolescents' future orientation was in the moderate category. And adolescents see biological fathers as father figures who are involved in parenting. Abstrak. Orientasi Masa Depan merupakan hal yang krusial, terutama pada masa SMA ketika remaja mulai memikirkan dan mempersiapkan masa depan. Keberadaan figur ayah sebagai role model dan mentor akan membantu remaja mengenai gambaran masa depannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat orientasi masa depan remaja dilihat dari figur ayah yang berperan dalam pengasuhan. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Karakteristik partisipan penelitian ini merupakan siswa SMA Negeri di kota Bandung dengan rentang usia 15 hingga 18 tahun. Partisipan yang didapatkan berjumlah 528 responden. Alat ukur yang digunakan adalah model teoretikal Orientasi Masa Depan yang dibangun oleh Seginer, Nurmi, dan Poole (1991) yang dikembangkan oleh Winurini (2021) untuk remaja Indonesia. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dengan menggunakan persentase dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan tigkat orientasi masa depan remaja berada pada kategori cukup. Serta remaja melihat ayah kandung sebagai figur ayah yang terlibat dalam pengasuhan.