Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh pelatihan Early Warning Score (EWS) terhadap tingkat pengetahuan dokter dan perawat dalam penerapan EWS di Rumah Sakit Laras PT. Prima Medika Nusantara Simalungun Lubis, Andriamuri Primaputra; Rusda, Muhammad; Wahyuni, Arlinda Sari; Effendy, Elmeida; Amin, Mustafa Mahmud
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 7, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v7i2.2739

Abstract

Background: The Early Warning Score (EWS) is a clinical monitoring system based on vital signs, designed to support early detection of patient deterioration. However, its implementation in hospitals is often hindered by limited knowledge and skills among healthcare professionals. Objective: To evaluate the impact of EWS training on improving doctors' and nurses' knowledge regarding the application of the system at Laras Hospital, PT. Prima Medika Nusantara. Methods: A quasi-experimental pre-post study without a control group was conducted involving 155 participants. The EWS training, delivered through lectures and simulations, was followed by pre- and post-intervention knowledge assessments using a structured questionnaire. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon test. Results: The findings demonstrated a significant improvement in knowledge after training (p = 0.00), indicating the effectiveness of the intervention in enhancing clinical readiness among medical staff. Conclusion: EWS training plays a vital role in strengthening the clinical competencies of doctors and nurses. Its routine implementation can serve as a practical strategy to enhance early detection systems and improve patient safety and care quality in hospital settings.
Perubahan Tekanan Intraokular Sebelum dan Sesudah Operasi Katarak Dengan Teknik Fakoemulsifikasi Pada Pasien Katarak Senilis di Rumah Sakit Mata Medan Baru Baihaqi, Muhammad; Atiyatul Amra, Aryani; Rusda, Muhammad; Eyanoer, Putri Chairani
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i11.7172

Abstract

Katarak merupakan penyebab kebutaan yang paling utama di dunia, estimasi WHO pada tahun 2019, 65,2 juta orang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Teknik pembedahan katarak yang sering digunakan saat ini adalah fakoemulsifikasi. Tekanan intraokular merupakan salah satu parameter pemantauan dalam keberhasilan operasi katarak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan tekanan intraokular sebelum dan sesudah operasi katarak pasca fakoemulsifikasi di Rumah Sakit Mata Medan Baru. Metode penelitian berupa pasien katarak senilis berusia > 40 tahun yang dilakukan tindakan fakoemulsifikasi dari bulan Agustus sampai Oktober 2024 diinklusikan dalam penelitian case-series ini. Sebanyak 440 orang sampel diambil dengan teknik konsekutif sampling. Tekanan intraokular diukur dengan besaran nilai mm Hg. Dilakukan pengukuran tekanan intraokular 1 jam sebelum operasi, hari ke-1, hari ke-7 dan hari ke-14 pasca operasi. Hasil menunjukan analisis dengan uji T-test berpasangan didapatkan perubahan yang signifikan antara nilai tekanan intraokular sebelum operasi dengan hari ke-1 pasca operasi (p=0.00), hari ke-7 pasca operasi (p=0.00) dan hari ke-14 pasca operasi (p=0.00). Terdapat perubahan tekanan intraokular sebelum dan sesudah operasi katarak pasca fakoemulsifikasi di Rumah Sakit Mata Medan Baru.