Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Gastroprotective Effects of the Combination of Chromolaena odorata L. and Pachyrhizus erosus L. Extracts on Rats with Gastric Ulcer Model Reza Pertiwi; Reza Rahmawati; Aanisah Hanuun; Noval Kurnia Wati; Tesa Pebiani; Ridho Kurnia; Wafa Syahidah; Risky Hadi Wibowo; Doni Notriawan
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jpsc.004521

Abstract

Gastroprotective effects are caused by compounds that can protect the gastric mucosa. Gastroprotective activity provided by plants is due to the presence of a group of secondary metabolite compounds found in the plants. The types of secondary metabolite compounds are flavonoids, tannins, alkaloids and saponins. Chromolaena odorata L. contains tannins, phenols, flavonoids, saponins and steroids, while Pachyrhizus erosus L. is known to contain flavonoids and saponins. This study aimed to determine the gasprotective activity of the combination of Chromolaena odorata L. and Pachyrhizus erosus L. extracts in ethanol-induced rats by observing the parameters of the number of peptic ulcers, protection ratio, and images of gastric histopathology. The research method was to make a combination of Chromolaena odorata L. and Pachyrhizus erosus L. extracts which were given to six treatment groups: normal group without treatment; negative control group; positive control group given sucralfate; and three groups given a combination treatment of Chromolaena odorata L. and Pachyrhizus erosus L. extract with a dose of 100, 200, and 400 mg/kgBW. Treatment was done by oral administration for 14 days. On Day 14, after one hour of treatment, 96% ethanol induction was given orally at a dose of 2 ml/200 gBW except for the normal group. The ulcer index produced by negative control, positive control, the treatment with doses of 100, 200, and 400 were 4.18; 2.98; 2.49; 1.64; and 0.78, respectively. The combination of Chromolaena odorata L. and Pachyrhizus erosus L. extracts can prevent gastric damage in rats caused by ethanol induction.
BIOSINTESIS DAN KARAKTERISASI PARTIKEL PERAK EKSTRAK TANAMAN DAUN PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) SEBAGAI PENDETEKSI ION LOGAM MERKURI Doni Notriawan; Febrika Laila; Eka Angasa; Gustria Ernis; Teja Dwi Sutanto; Reza Pertiwi; Ida Ayu Suci
Indonesian Journal of Pure and Applied Chemistry Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/indonesian.v6i1.63771

Abstract

This study aims to synthesize and characterize silver particles using Porang leaf extract (Amorphophallus muelleri Blume) and determine the selectivity of silver particles as mercury metal ion detectors. The study employed Porang leaf extract as a bioreductor and stabilizer, 0.01M AgNO3 solution as a precursor, and HgCl2 salt solution and PbCl2 salt solution as standard salt solutions to be tested for selectivity. The 2 g of Porang leaves used were cleaned, cut into pieces, allowed to stand at room temperature for three days, and mashed. Porang leaf powder was added with 50 mL of demineralized water and then heated for 15 minutes at a solution temperature of 80°C. The reaction of silver particle formation was carried out by adding Porang leaf extract and AgNO3 0.01M in variations of 1:3, 1:4, 1:5, 1:6, and 1:7, then irradiating under indirect sunlight for 15 minutes. The reaction results of a mixture of colloidal extract and AgNO3 solution showed a change in color to brownish-yellow. The color change indicated the formation of silver particles. The silver particles were then characterized with a UV-Vis spectrophotometer after 15 minutes of heating, 1 hour, and 5 hours at room temperature. The results obtained with colloidal silver particles can be synthesized with a bioreductor of Porang leaf extract (Amorphophallus muelleri Blume) with optimum variations of 1:3 and 1:4. The PSa results obtained in the mixture of silver particles formed were micro-nano-sized silver particles. The results of silver particles tested against metal ions showed that silver particles selectively detect Hg (II) metal ions in HgCl2 solutions compared to Pb (II) metal ions in PbCl2 solutions.
Pengawetan Telur Ayam Ras Dengan Perendaman Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) pada Suhu Ruang Deni Agus Triawan; Tenia Desenze; Doni Notriawan; Gustria Ernis
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v1i2.22521

Abstract

Telah dilakukan pengawetan telur ayam ras dengan perendaman ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur simpan telur ayam dan mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun jambu biji dan lama waktu perendaman pada pengawetan telur ayam ras. Kadar ekstrak daun jambu biji divariasikan mulai dari 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Lamanya perendaman telur ayam ras dalam larutan daun jambu biji divariasikan dari 1 jam, 3 jam, 5 jam, dan 1 hari. Lama penyimpanan telur ayam ras selama 21 hari. Telur yang telah diawetkan dengan ekstrak daun jambu biji merah (Psidium guajava) dianalisis untuk menentukan pH telur, nilai haugh unit (HU) telur dan nilai IKT. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun jambu biji maka semakin bagus digunakan sebagai pengawet telur ayam ras. Semakin lamanya perendaman telur ayam ras pada ekstrak daun jambu biji juga mempengaruhi kualitas telur.
Studi Efektivitas Penggunaan Koagulan Kitosan Untuk Pengolahan Air Sumur Fades Gultom; Hery Haryanto; Doni Notriawan; Anggita Krisna Pertiwi
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v3i1.29603

Abstract

Pengolahan air digunakan untuk menghilangkan kotoran-kotoran terlarut dalam air sehingga menghasilkan sumber air yang layak dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan koagulan kitosan dalam pengolahan air sumur. Metode jar test digunakan sebagai penentu kadar optimum koagulan kitosan. Parameter uji pada penelitian ini yaitu Fe, Kekeruhan, pH, dan TDS. Sampel air yang digunakan berasal dari sumber air sumur Laboratorium Sains, Universitas Bengkulu. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan dosis larutan kitosan 0 ml, 3 ml dan 4 ml pada sampel. Berdasarkan hasil yang diperoleh terjadi penurunan tingkat kekeruhan hingga 27%, kemudian Fe turun hingga 26,8 %, dan warna turun hingga 25%. Parameter pH mengalami penurunan hingga 51 %, sedangkan TDS tidak mengalami penurunan. Penyebab tidak adanya penurunan kadar TDS, dimungkinkan karena dosis koagulan terlalu rendah dari pada kadar TDS yang tinggi dalam air. Secara umum, kitosan efektif dalam pengolahan air dengan dosis yang bervariasi sesuai tingkat pencemaran pada air.
PENINGKATAN KETERAMPILAN SISWA/I SMKS AGRO MARITIM KOTA BENGKULU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO): Improving the Skills of Students of SMKS Agro Maritime Bengkulu City through Training in Making Virgin Coconut Oil (VCO) Notriawan, Doni; Pertiwi, Reza; Wibowo, Aprillia Devi; Lestari, Mustika Dewi; Nurjali, Zavira
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v1i3.54

Abstract

SMKS Agro Maritim Laboratorium Pertanian Universitas Muhamadiyah Kota Bengkulu merupakan sekolah yang baru saja didirikan pada tahun 2018. SMKS Agro Maritim memiliki dua kelas kejuruan yaitu Agro (Agribisnis) dan Maritim ( Kelautan). Kurikulum SMKS Agro Maritim berbasis mengolah sumber daya alam sektor pertanian dan kelautan. Kegiatan belajar mengajar di SMKS lebih terfokus pada praktikum untuk mengolah sumber daya alam menjadi produk. VCO atau lebih dikenal dengan minyak kelapa murni karena pada proses pembuatannya dilakukan secara alami (fermentasi), yaitu proses pembuatan yang dilakukan tanpa mengalami proses secara kimia maupun fisika. VCO yaitu minyak yang dibuat dengan menggunakan metode fermentasi memiliki komponen asam lemak laurat yang tinggi, yaitu 46,70%. Asam lemak yang terkandung memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis pembinaan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dan praktek tentang pembuatan VCO. Setelah kegiatan pendampingan pembuatan VCO, siswa/I SMKS Agro Maritim sudah mengetahui mengenai VCO, sehingga tujuan kegiatan untuk memberikan keterampilan kepada siswa/i sehingga nantinya dapat menjadi produk unggulan dari SMKS Agro Maritim telah terpenuhi.
Pelatihan Dan Implementasi Aplikasi Inventarisasi Alat Dan Bahan Laboratorium Berbasis Microsoft Access Di SMAN 8 Kota Bengkulu Nurjali, Zavira; Notriawan, Doni; Rahman, Refpo; Ratu, Septika; Triani, Lensi Agus; Florenza, Widya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.437

Abstract

Sistem inventarisasi laboratorium merupakan hal yang penting dalam proses pengelolaan data alat dan bahan agar pemeliharaan pada laboratorium dapat maksimal. Beberapa sekolah di sekitar kota Bengkulu seperti sekolah SMA Negeri 08 Provinsi Bengkulu masih menggunakan sistem manual dalam pengelolaan data dengan mencatat semua data alat-alat laboratorium. Pranata laboratorium seringkali mendapat permasalahan dalam proses pengelolaan data dan pembuatan laporan memerlukan waktu yang lama untuk melakukan inventaris alat serta sering terjadi kesalahan-kesalahan penginputan seperti duplikasi data. Tujuan inventarisasi yaitu mencegah terjadinya kehilangan dan penyalahgunaan, mengurangi biaya operasional, meningkatkan proses pekerjaan dan akibat, meningkatkan kualitas kerja, mengurangi resiko kehilangan, rusak, pecah, mencegah pemakaian berlebihan, meningkatkan kerjasama laboratorium, mendukung terciptanya kondisi yang aman. Metode yang digunakan pada pengabdian ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahapan persiapan terdiri dari mempersiapkan aplikasi inventaris laboratorium. Tahapan pelaksanaan dilakukan dengan cara metode ceramah dan praktek aplikasi inventaris laboratorium. Tahapan evaluasi dilakukan untuk melihat keberlangsungan dari penggunaan aplikasi inventaris alat dan bahan laboratorium. Kegiatan pengabdian dihadiri oleh guru-guru IPA dan PLP dari SMA 8 Kota Bengkulu. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan peserta langsung menggunakan aplikasi inventaris alat dan bahan di laoratorium SMA 8 Kota Bengkulu.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Hidroponik Portable Pada Kelompok Ibu-Ibu PKK RT.06 Tanah Patah Kota Bengkulu Notriawan, Doni; Fadila, Muhammad Adeng; Pertiwi, Reza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.913

Abstract

Pemberdayaan adalah keadaan yang terjadi atau hal-hal yang dilakukan dilingkungan masyarakat dengan upaya membangun pembangunan yang bertumpu pada masyarakat itu sendiri. Tujuan dari dilakukannya pemberdayaan masyarakat ini ialah untuk membuat masyarakat itu menjadi berdaya. Berdaya yang dimaksud di sini ialah upaya-upaya atau unsur-unsur yang memungkinkan masyarakat untuk bertahan dan mengembangkan diri untuk mencapai kemajuan, mandiri dan sejahtera. Lingkungan RT 06 Tanah Patah merupakan lingkungan yang padat penduduk sehingga jarak antar rumah itu sangat dekat.  Hal tersebut menyebabkan sedikitnya lahan untuk melakukan kegiatan bercocok tanam seperti menanam sayuran. Atas kondisi tersebut melahirkan suatu ide untuk memberikan pelatihan/ pemberdayaan yang cocok dan sesuai bagi Ibu-Ibu PKK RT 06 yaitu Hidroponik Portable. Hidroponik merupakan cara budidaya tanaman dengan menggunakan air yang telah dilarutkan nutrisi yang dibutuhkan tanaman sebagai media tumbuh tanaman untuk menggantikan tanah. Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis pembinaan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan tentang bercocok tanam dengan cara hidroponik, memberikan pelatihan cara bercocok tanam dengan hidroponik.  Hasil kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK RT 06 Kota Bengkulu. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan memberikan pelatihan hidroponik kepada ibu-ibu PKK RT 06 dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang menanam sayur dengan sistem hidroponik
PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA TAHU PUTIH Zavira Nurjali; Doni Notriawan
Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3369/jlst.1.1.27-38

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L) sebagai pewarna dan pengawet alami tahu putih. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga sebagai pewarna alami tahu putih, lama penyimpanan, pH, dan parameter fisik. Ekstrak dibuat dengan cara dimaserasi selama 15 menit kemudian diambil filtratnya. Variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 3%, 6%, 9% ,12% dan 15% dengan variasi suhu 8 °C dan 28 °C. Pada uji daya simpan, sampel tahu putih yang paling lama bertahan adalah sampel P5 (konsentrasi 15%). Pada variasi suhu 8 °C tahu dapat bertahan selama 17 hari. Sedangkan sampel yang cepat terjadi pembusukkan adalah sampel P0 (konsentrasi 0%) hanya bertahan di hari ke 3 dengan suhu 28 °C. Pengaruh konsentrasi terhadap uji pH menunjukkan derajat keasaman dari awal pengujian pH yaitu 5-6 menjadi pH akhir 7-8 pada suhu 8 °C dan 28 °C. Pada pengujian parameter fisik warna, tekstur dan aroma pada suhu 28 °C mengalami perubahan yang cepat sedangkan untuk di suhu 8 °C fisik tahu dapat bertahan lama. Ekstrak bunga telah dapat dijadikan sebagai pewarna alami tahu putih.
Pendampingan Pembuatan Kompos Kulit Kopi pada Petani Kopi di Desa Watas Marga Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong Triawan, Deni Agus; Nurwidiyani, Ria; Notriawan, Doni; Mawarti, Siska
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i1.2163

Abstract

Tingginya produksi kopi di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu menghasilkan kulit kopi yang cukup besar (40% - 50%). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan pembuatan kompos pada masyarakat petani kopi di Desa Watas Marga, Rejang Lebong guna mengoptimalkan potensi kulit kopi yang merupakan hasil samping pada proses pengolahan kopi. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya penyampaian informasi, diskusi dan tanya jawab seputar proses pembuatan kompos dilanjutkan dengan praktik pembuatan kompos dari kulit kopi. Pembuatan kompos didasarkan dengan bantuan bakteri pengompos yaitu starter EM4. Komposisi kompos yang dibuat dengan dengan variasi kulit kopi : kotoran sapi berturut-turut 80:20 dan 50:50. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi ditunjukkan dengan keaktifan saat penyampaian informasi maupun saat praktik pembuatan kompos. Kompos yang dihasilkan memiliki kandungan hara yang sesuai untuk pupuk pertanian. Evaluasi saat kegiatan dapat diketahui bahawa terjadi peningkatan pemahaman peserta setelah kegiatan dibandingkan sebelum kegiatan. Kegiatan pengabdian ini dapat menjadi solusi dalam optimalisasi potensi kulit kopi dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat jika diproduksi dalam skala yang lebih besar.
Pengaruh Pemberian Perasan Lobak Putih (Raphanus sativus L.) dan Bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Mencit Model Diabetes Pertiwi, Reza; Khodijah, Petri Siti; Aniza, Mifta Violina; Kurniawati, Noval; Kurniati, Eni; Handayani, Dian; Lestari, Dian Fita; Notriawan, Doni
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i1.3027

Abstract

Kadar glukosa darah adalah jumlah kandungan glukosa yang ada pada plasma darah. Pengukuran kadar glukosa darah puasa merupakan salah satu metode untuk mengidentifikasi penyakit diabetes melitus pada seseorang. Bengkuang memiliki serat larut air yang dapat memperlambat absorpsi glukosa sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Lobak putih memiliki kesamaan jenis dengan bengkuang yaitu merupakan jenis tanaman umbi yang diharapkan memiliki efek yang sama dalam menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perasan lobak putih dan bengkuang terhadap kadar glukosa darah mencit yang diinduksi aloksan sebagai model diabetes. Mencit dibagi menjadi 8 kelompok dengan pembagian secara random dan dipuasakan selama 8 jam, pada hari ke–0 diukur kadar glukosa darahnya sebagai kadar glukosa darah awal. Kelompok I sebagai kontrol normal yang tidak diberi induksi aloksan dan diberi aquades. Pada kelompok II-VI, mencit diinduksi aloksan dengan dosis 200 mg/kg BB secara intraperitoneal. Setelah aloksan diinduksikan, diukur kadar glukosa darah mencit pada hari ke-3. Setelah didapati kadar glukosa darah mencit yang tinggi, kelompok mencit II diberi aquades, kelompok III diberi glibenklamid 0,013 mg/20 gBB mencit, kelompok IV diberi perasan lobak putih 0,1 ml/20 gBB, kelompok V diberi perasan lobak putih dan bengkuang 2:1, kelompok VI diberi perasan lobak putih dan bengkuang 1:1, kelompok VII diberi perasan lobak putih dan bengkuang 1:2, kelompok VIII diberi perasan bengkuang 0,1 ml/20 gBB. Pemberian perasan lobak putih dan bengkuang dapat menurunkan kadar glukosa darah.