Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

RISK FACTORS OF WORK STRESS ON FIREFIGHTERS Sianturi, Kristiani; Handayani, Rini; Handayani, Putri; Keumala Muda, Cut Alia
Journal of Vocational Health Studies Vol. 5 No. 2 (2021): November 2021 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V5.I2.2021.112-118

Abstract

Background: Firefighters.are often under pressure and get complaints from the public when extinguishing fires. They are often having heavy workloads and time targets to extinguish fires. It makes them have work stress. The initial survey showed of 80% firefighters having moderate-heavy work stress. Purpose: The aim was to know the risk factors of work stress in Firefighters in West Jakarta in 2019. Method: The research design used a cross-sectional design study. The population and samples are 105 Firefighters in West Jakarta (total sampling). The analysis was done in bivariate which was used the chi-square test. Result: The proportion of moderate-heavy work stress in Firefighters is 60.9%. Bivariate analysis show that there are relation of age (p-value < 0.001) interpersonal relationship (p-value = 0.014), and mental workload (p-value = 0.004) with work stress on Firefighters. It also show that there are no relation between level of education (p-value = 0.163), marital status (p-value = 0.071) and years of service (p-value = 0.351) with work stress on firefighter. Conclusion: The risk factors of work stress in firefighters are age, interpersonal relationships, and mental workloads.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Zainuttaqwa Kota Bekasi Azizah, Nuralfiani; Millah, Izzatu; Angeliana Kusumaningtiar, Devi; Keumala Muda, Cut Alia
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.468

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja, sehingga dapat berdampak kepada diri sendiri maupun orang lain. Kelelahan kerja merupakan masalah penting yang perlu ditanggulangi karena dapat menyebabkan kecelakaan kerja dan dapat berdampak pada kesehatan pekerja. Pada observasi awal didapati 80% perawat mengalami kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat di Rumah Sakit Zainuttaqwa Kota Bekasi Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Cross Sectional dengan besar sampel 52 responden (total sampling). Data yang dikumpulkan yaitu data primer menggunakan kuesioner baku KAUPK2 (Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja). Penelitian ini dilakukan bulan Maret-April 2023. Penelitian ini menggunakan analisis secara univariat dan bivariat. Hasil univariat proporsi tertinggi terdapat pada usia > 35 tahun (55,8%), masa kerja >5 tahun (51,9%) dan beban kerja berat (59,6%). Hasil bivariat diketahui bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara usia dengan kelelahan kerja pada perawat (p value =0,785), masa kerja perawat dengan kelelahan kerja perawat tidak ada hubungan yang bermakna (p value = 1,000), beban kerja dengan kelelahan kerja ada hubungan yang bermakna (p value = 0,015), disarankan sebaiknya pihak perawat melakukan pekerjaan sesuai dengan SOP yang ada di Rumah Sakit Zainuttaqwa Kota Bekasi Tahun 2022.
ANALISIS TINGKAT RISIKO POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE REBA PADA ANGGOTA KASSA STERIL DI INSTALASI CSSD RUMKITAL Dr. MINTOHARDJO JAKARTA PUSAT KEUMALA MUDA, CUT ALIA; DAMANIK, JANO; UTAMI, DESYAWATI; RAHMAH RUSDY, MIRTA DWI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Postur kerja yang dikemukakan oleh Tarwaka adalah posisi tubuh yang diterapkan pada saat seseorang melakukan pekerjaannya. Postur kerja terbagi menjadi 2 yaitu postur netral adalah postur yang baik, karena keadaan seluruh bagian tubuh berada dalam posisi yang wajar atau semestinya ketika melakukan pekerjaan dan postur janggal adalah sebaliknya. Postur kerja yang kurang baik dapat mengakibatkan risiko terjadinya keluhan musculoskeletal pada pekerja. Instalasi CSSD menunjang pendistribusian alat dan bahan yang akan digunakan pada setiap ruangan baik IGD, kamar operasi, rawat inap, ICU, poli klinik, penunjang medic, ruang bayi dan pekerjaan sterilisasi alat-alat medis dengan menggunakan alat bantu mesin autoklaf dan dry heat, khususnya dalam penyiapan kassa steril guna menjaga agar kondisi bahan tidak terkontaminasi. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil dan Pembahasan: Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tekniktotal sampling dimana jumlah sampel yang diambil adalah 10 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dengan analisa risiko menggunakan metode REBA dan software Ergo Fellow. Pekerja yang memiliki risiko tinggi sebanyak 9 anggota (90%) dan yang memiliki risiko sedang sebanyak 1 anggota (10%). Kesimpulan: Hasil menunjukan bahwa proporsi tertinggi yaitu dengan tingkat risiko tinggi sebanyak 9 anggota dan proporsi terendah dengan tingkat risiko sedang sebanyak 1 anggota.
Musculoskeletal Disorders (MSDs) Risk Level at Cleaning Service Workers in Integrated Facility Services Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Favianto, M. Rafi Favianto; Izzatu Millah, Izzatu Millah; Cut Alia Keumala Muda
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 3 (2025): July - September
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i3.1006

Abstract

Background: Cleaning service workers are among occupational groups with a high potential for ergonomic risks due to the predominantly manual nature of their work activities. A preliminary study utilizing the Nordic Body Map (NBM) questionnaire revealed that all cleaning service workers surveyed (100%) reported experiencing musculoskeletal disorder (MSD) symptoms. Objective: To analyze the risk level of Musculoskeletal Disorders (MSDs) among cleaning service workers at Integrated Facility Services. Methods: This study employed a descriptive-analytic approach with a cross-sectional design. The research was conducted at Integrated Facility Services in South Tangerang. Primary data were collected using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire and the Rapid Entire Body Assessment (REBA) tool. Univariate data analysis was performed using computerized statistical applications. Results: Among cleaning service workers at Integrated Facility Services, 26 individuals (55.3%) reported a low level of MSD complaints, 19 individuals (40.4%) reported a moderate level, and 2 individuals (4.3%) reported a high level of complaints. In terms of posture-based risk assessment using the REBA method, 3 workers were categorized as having a low MSD risk, 4 workers as moderate risk, and 2 workers as high risk. Conclusion: Dusting and toilet cleaning were identified as tasks with the highest ergonomic risk, primarily due to awkward working postures. These findings indicate the need for immediate corrective interventions and ergonomic improvements to reduce the risk of MSDs among cleaning service workers. Keywords: Musculoskeletal Disorders (MSDs); posture; occupational ergonomics; cleaning service workers; Rapid Entire Body Assessment (REBA)
Factors Related to the Productivity Level of Tofu Processing Workers at the Doa Ibu Tofu Factory in East Jakarta Muhammad Syafhaa, Haykhal; Dwi Rahmah Rusdy, Mirta; Alia Keumala Muda, Cut; Shorayasari, Susi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i1.2932

Abstract

Work productivity is a crucial factor in determining the success of an organization or company. In the informal sector, productivity is often not formally recorded, but can be estimated through indirect indicators such as production output, work completion duration, and frequency of labor involvement. Labor productivity is a key determinant in ensuring the effectiveness and efficiency of the production process. Several factors are known to influence productivity levels, including work climate, nutritional status, and individual characteristics such as age, gender, education level, and length of service. This study aims to analyze factors related to the productivity levels of tofu processing workers at the Doa Ibu Tofu Factory in East Jakarta. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The entire population of 34 processing workers was sampled using a total sampling technique. Data collection was carried out through direct measurements using WBGT (work climate), Body Mass Index (nutritional status), and questionnaires (age, gender, education, length of service, and productivity). Some respondents were recorded as having low productivity levels (50%). The results of the chi-square analysis showed that there was no significant relationship between the variables of work climate (p = 1,000), nutritional status (p = 0.214), age (p = 0.335), gender (p = 1,000), education (p = 0.398), and length of service (p = 1,000) on productivity (p > 0.05). However, monitoring working conditions and nutritional status is still recommended as an effort to increase workforce productivity.
Hubungan Pengawasan & Pengetahuan terhadap Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri PT. Kajima Indonesia PCG Central Java Industrial Project Tahun 2025 Ayu Widyani; Eka Cempaka Putri; Cut Alia Keumala Muda; Desyawati Utami
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5543

Abstract

Work accidents in the construction sector are often triggered by workers' risky behavior in using personal protective equipment (PPE). This research aims to determine the relationship between knowledge and supervision and the behavior of using PPE in construction workers. The research method uses a quantitative approach with a cross sectional design. The number of respondents was 50 workers selected through total sampling. Data was collected using questionnaires and observations, then analyzed using the Chi-Square test. The research results showed that there was a significant relationship between knowledge and PPE use behavior (p < 0.05) and between supervision and PPE use behavior (p < 0.05). Workers with low knowledge tend to be undisciplined in the use of PPE. Consistent supervision contributes to increased worker discipline. This research confirms that knowledge and supervision influence the behavior of using PPE. Companies need to improve their PPE provision and storage mechanisms, increase the effectiveness of supervision, develop risk-based work procedures according to the type of work, involve senior workers, and enforce administrative sanctions to curb risky behavior and prevent workplace accidents.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pengemudi ojek online di Kota Bekasi Tahun 2024 Naida Sela Edina; Izzatu Millah; Cut Alia Keumala Muda; Devi Angeliana Kusumaningtiar
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 8 (2024): GJMI - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i8.867

Abstract

Kelelahan masih menjadi masalah di negara berkembang seperti Indonesia karena masih menjadi ancaman serius bagi kualitas hidup manusia. Kelelahan yang terjadi pada pengemudi ojek online akan sangat berpotensi menyebabkan gangguan fisik pada pengemudi. Gangguan fisik juga akan mengganggu aktivitas kerja yang dimana aktivitas kerja akan menjadi tidak optimal sehingga menurunnya kemampuan pengemudi dalam lingkungan sekitar. Hal tersebut yang membuat atau memicu banyaknya kecelakaan. Kelelahan menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Angka kecelakaan lalu lintas tahun 2021 mengalami peningkatan, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor masih menjadi angka tertinggi. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pengemudi ojek online di Kota Bekasi tahun 2024. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Teknik pengambilan sampel yaitu diperoleh melalui wawancara yang langsung kepada responden dengan instrumen berupa lembar kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) Hasil penelitian menunjukan bahwa 50 responden (64,0%) mengalami kelelahan berat, 31 responden (36,0 %) mengalami kelelahan sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelelahan dengan usia dengan nilai p= 0,003 (p<0,05), lama tidur nilai p=0,040 (p<0,05), durasi kerja nilai p=0,001 (p<0,05) dan tidak ada hubungan antara kelelahan dengan status gizi dengan nilai p=0,746 (p>0,05), masa kerja nilai p=0,728 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut pengemudi ojek online perlu mempertimbangkan mengenai usia berisiko, waktu istirahat yang cukup serta waktu kerja yang baik untuk menghindari terjadinya kelelahan kerja.
Evaluasi Penerapan Keselamatan Radiasi Pada Sub Elemen Persyaratan Manajemen di PT. Andini Sarana Tahun 2022 Carolina D. Lakahena, Marona; Millah, Izzatu; Alia Keumala Muda, Cut; Angeliana Kusumaningtias, Devi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v2i3.909

Abstract

Kegiatan usaha impor dan distribusi alat elektromedik radiasi pesawat sinar-X memiliki risiko bahaya radiasi terhadap pekerja radiasi dan masyarakat umum. Berdasarkan PP No. 33 Tahun 2007, Importir pesawat sinar-X termasuk dalam kegiatan pemanfaatan radiasi yang harus menerapkan keselamatan radiasi. Oleh karena itu sebagai perusahaan Importir Pesawat Sinar-X, PT Andini Sarana harus menerapkan keselamatan radiasi yang sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku yaitu dimulai dengan Elemen Persyaratan Manajemen, Persyaratan Proteksi Radiasi, Persyaratan Teknis dan Verifikasi Keselamatan Radiasi beserta sub elemen di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan Keselamatan Radiasi pada Elemen Persyaratan Manajemen dengan fokus masalah yaitu pada sub elemen Pemantauan Kesehatan dan Personil di PT. Andini Sarana tahun 2022. Penelitian ini dilakukan dengan metode Kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan di bulan Desember 2022. Teknik analisa data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa PT. Andini Sarana telah memiliki organisasi proteksi radiasi sebagai fundamental dari persyaratan manajemen. Namun pada sub elemen dari persyaratan manajemen yang diteliti yaitu Pemantauan Kesehatan dan Personil, belum dilakukan sesuai standar yang berlaku yaitu PP No.33 Tahun 2007. Pada sub elemen Pemantauan Kesehatan, yang diterapkan hanya sebatas pemeriksaan kesehatan (Medical Checkup) berkala dalam 1 tahun sekali. Sedangkan untuk sub elemen Personil, ada 3 pekerja radiasi yang tidak didaftarkan sebagai pekerja radiasi di BAPETEN. 3 orang pekerja ini berpotensi menerima dosis melebihi masyarakat umum
Deskripsi Fatigue Pekerja Divisi Welltech XYZ Hari Prayogo; Fierdania Yusvita; Rini Handayani; Veza Azteria; Cut Alia Keumala Muda
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i4.2469

Abstract

Based on the researchers' initial observations of 17 workers in the Welltech Division of PT XYZ, it was found that 95% of the workers had health problems that could be related to work, such as cholesterol above normal limits, blood sugar above normal limits, spots on the lungs, and so on. Analyse the picture of work-related fatigue in the Welltech Division workers of PT XYZ. This study has a sample of 55 people with accidental sampling technique, type of quantitative method using analytical survey and descriptive approach. Data collection techniques used in this quantitative research are questionnaires and answer choices that have been prepared in advance. The questionnaire was distributed using Google Form. Based on the univariate results, the picture of job fatigue in workers the highest proportion of respondents experienced moderate fatigue, namely 32 people (58.2%), the picture of weakening activity in workers the highest proportion of respondents experienced moderate fatigue, namely 27 people (49.1%), the picture of weakening motivation in workers the highest proportion of respondents experienced moderate fatigue, namely 37 people (67.3%), the picture of physical weakening in workers the highest proportion of respondents experienced moderate fatigue, namely 32 people (58.2%),. It is hoped that companies will improve health programmes or work programme arrangements and then implement them for workers to prevent fatigue.
Penyuluhan Tanggap Darurat Kebakaran pada Siswa/i Kelas XI IPS SMA N 5 Depok Decy Situngkir; Eka Cempaka Putri; Ira Marti Ayu; Cut Alia Keumala Muda; Ning Setianti
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i2.1667

Abstract

Kebakaran dapat terjadi dimana saja termasuk di sekolah. Kebakaran merupakan suatu proses dimana api tidak terkendali terjadi, menghasilkan reaksi oksidasi-reduksi dan terus-menerus menghasilkan panas. Tingginya aktivitas belajar mengajar maka membutuhkan sarana dan prasarana seperti LCD, komputer, kertas, lemari, meja, kursi, white board. Hal ini dapat memicu terjadinya kebakaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai tanggap bencana kebakaran dengan penyuluhan. Penyuluhan mengenai kebakaran, pencegahan dan tanggap kebakaran yang disampaikan melalui presentasi power point dengan durasi sekitar 20 menit. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa/i mengenai tanggap kebakaran sehingga disarankan agar sekolah melakukan sosialisasi kebakaran secara berkelanjutan. Topik ini juga dapat ditambahkan pada mata pelajaran geografi mengenai mitigasi bencana.