Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Factors Related to the Productivity Level of Tofu Processing Workers at the Doa Ibu Tofu Factory in East Jakarta Muhammad Syafhaa, Haykhal; Dwi Rahmah Rusdy, Mirta; Alia Keumala Muda, Cut; Shorayasari, Susi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i1.2932

Abstract

Work productivity is a crucial factor in determining the success of an organization or company. In the informal sector, productivity is often not formally recorded, but can be estimated through indirect indicators such as production output, work completion duration, and frequency of labor involvement. Labor productivity is a key determinant in ensuring the effectiveness and efficiency of the production process. Several factors are known to influence productivity levels, including work climate, nutritional status, and individual characteristics such as age, gender, education level, and length of service. This study aims to analyze factors related to the productivity levels of tofu processing workers at the Doa Ibu Tofu Factory in East Jakarta. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The entire population of 34 processing workers was sampled using a total sampling technique. Data collection was carried out through direct measurements using WBGT (work climate), Body Mass Index (nutritional status), and questionnaires (age, gender, education, length of service, and productivity). Some respondents were recorded as having low productivity levels (50%). The results of the chi-square analysis showed that there was no significant relationship between the variables of work climate (p = 1,000), nutritional status (p = 0.214), age (p = 0.335), gender (p = 1,000), education (p = 0.398), and length of service (p = 1,000) on productivity (p > 0.05). However, monitoring working conditions and nutritional status is still recommended as an effort to increase workforce productivity.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DAN PRAKTIK CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA SISWA SD Handayani, Rini; Alia Keumala Muda, Cut; Nurmawaty, Dwi; Rendi Anggara, Taufik
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 04 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elementary student is one of age group that having high risk to infected. One of preventive action to it is doing clean and healthy behavior and washing hand with soap in school. The aims these activities was to increase student knowledge about doing clean and healthy behavior and washing hand with soap in school. These activities were done in education with lecture and demonstration. The result of these activities is there is score different before and after students had education. It is be recommended to do these activities routinely to student.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO PENGGALIAN BATU CURI DI PT X SUBANG CICI MAULIDA AZZAHRAH; CUT ALIA KEUMALA MUDA; EKA CEMPAKA PUTRI; FIERDANIA YUSVITA; ASEP SAEPULLOH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10000

Abstract

Pendahuluan: Pertambangan batu merupakan salah satu kegiatan yang memiliki risiko tinggi yang dapat dilihat dari risiko kesehatan dan keselamatan kerja. Perlu dilakukan manajemen risiko dengan mengidentifikasi bahaya dan risiko berdasarkan proses kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko pada proses penggalian batu curi di PT X Subang tahun 2025. Metode: Metode penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi langsung. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2025. Informan pada penelitian ini yaitu operator excavator bucket, safety officer, pengawas lapangan, dan manajer operasional. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penggalian batu curi memiliki bahaya dan risiko kesehatan lebih tinggi daripada bahaya dan risiko keselamatan seperti virus dan bakteri yang berisiko iritasi kulit, ruam, batuk. Paparan debu yang berisiko gangguan pernapasan dan iritasi mata. Postur kerja janggal berisiko kelelahan otot dan gangguan otot rangka. Kebisingan dari excavator bucket berisiko gangguan pendengaran. Konflik antar pekerja yang berisiko gangguan kecemasan. Beban kerja berlebih untuk mengejar target yang belum tercapai sebelumnya berisiko kelelahan mental. Kesimpulan: Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan sosialisasi SOP, melanjutkan proses identifikasi bahaya dan risiko dengan salah satu metode penilaian risiko, serta melakukan monitoring dan evaluasi laporan P2H secara berkala, serta membuat dokumentasi risiko tersendiri dari dokumen lainnya.
STUDI OBSERVASIONAL IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO PADA PROSES LOADING KONTAINER DI OPEN YARD PT. X JAKARTA UTARA TAHUN 2024 CUT ALIA KEUMALA MUDA; FIERDANIA YUSVITA; DHEA JULIA ANDANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10001

Abstract

Suatu aktivitas loading unit mobil di area open yard ke dalam kontainer memiliki bahaya dan risiko yang melibatkan sumber daya manusia yang ahli, lingkungan kerja, proses, bahan, mengoperasikan alat pendukung pengangkatan serta pengangkutan berupa forklift. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko yang terjadi pada proses loading kontainer di open yard PT.X Jakarta Utara tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi observasional. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahaya yang dominan muncul pada bahaya keselamatan yaitu operator tidak ahli serta alat yang digunakan tidak layak pakai dan tidak sesuai, sumber bahaya kesehatan yang sering terjadi yaitu posisi kerja tidak ergonomis dan debu kontainer. Risiko utama yang teridentifikasi meliputi menabrak operator lain, kerusakan alat, salah menggunakan alat, pekerjaan tertunda, paparan hawa panas pada operator, keluhanan MSDS, serta gangguan pernafasan dan juga pendengaran. Beberapa kendala yang dihadapi dalam proses loading meliputi cuaca ekstrim, tingginya aktivitas loading, kurangnya pengawasan, serta area loading dock yang terbatas. Selain itu, ditemukan bahwa manajemen risiko di PT.X belum diterapkan secara optimal sehingga belum dilakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Bahaya keselamatan yang sering terjadi yaitu perilaku tidak aman dan bahaya fisik. Bahaya kesehatan yang sering terjadi yaitu bahaya kimia dan bahaya ergonomi. Berdasarkan fakta diatas, diperlukan pihak manajemen dan unit K3 melakukan pengawasan secara rutin untuk mengurangi potensi kecelakaan, penyakit akibat kerja, dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja di area open yard.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 6-59 Bulan di Kota Tangerang Rini Handayani; Ade Heryana; Deasy Febriyanty; Cut Alia Keumala Muda
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23194

Abstract

ABSTRACT Exclusive breastfeeding can reduce infant morbidity and mortality, reduce the risk of chronic disease, and support infant development. Exclusive breastfeeding coverage in Tangerang City is 71,63%, which is still below the national targer of 80%. The aim of this reseach was to determine the relationship between knoeledge and attitudes toward exclusive breastfeeding practices in infants aged 6-59 months in Tangerang City. This study used a Cross-sectional design. The sample consisted of 96 mothers with infants aged 6-59 months in Tangerang City in 2022. Purposive sampling was used. The data collected were primary data. Univariate and bivariate analyses were performed using the Chi-square test. The result showed the highest proportions were found in not receiving exclusive breastfeeding, poor knowledge, and poor attitudes. The Chi-square test showed that knowledge and attitudes were related to exclusive breastfeeding behaviour. In conclusion, there is relationship between knowledge and attitudes toward exclusive breastfeeding practices in infants aged 6-59 months in Tangerang city. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Knowledge, Attitudes, Behavior. ABSTRAK Pemberian ASI secara eksklusif dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, mengurangi risiko penyakit kronis dan membantu perkembangan bayi. Cakupan ASI Eksklusif di Kota Tangerang adalah 71,63%, dimana angka ini masih berada dibawah target cakupan nasional yaitu 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-59 bulan di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain studi Cross-sectional. Sampel penelitian adalah 95 ibu yang memiliki bayi berusia 6-59 bulan di Kota Tangerang tahun 2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer. Analisis yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi tertinggi terdapat pada tidak mendapatkan ASI Eksklusif, pengetahuan kurang baik dan sikap kurang baik. Uji Chi-square menunjukkan hasil pengetahuan dan sikap berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Jadi, dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-59 bulan di Kota Tangerang. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Pengetahuan, Sikap, Perilaku.
Review of Active Fire Protection Compliance Based on National Fire Protection Association (NFPA) Standards in Building X, PT Y Nita, Widian; Cut Alia Keumala Muda; Fierdania Yusvita; Namira Wadjir Sangadji; Muhammad Rizky Jayana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v6i1.3335

Abstract

Fire remains a global problem with a significant impact on life safety and economic losses. Data from the National Fire Protection Association shows that in 2023, there were approximately 1,389,000 fires in the United States, including 470,000 building fires, resulting in fatalities and billions of dollars in losses. Office buildings have a high fire risk due to the intensity of activity and the use of electrical installations, requiring fire protection systems that adhere to National Fire Protection Association (NFPA) standards. In 2025, a fire occurred on the first floor of Building X, South Jakarta, triggered by a short circuit due to an air conditioning drainage leak and unprotected cables. This study aimed to assess the compliance of fire extinguishers (APAR), hydrants, sprinklers, detectors, and fire alarms with NFPA standards. The method used was qualitative with a narrative design through observation using the NFPA checklist, measuring installation distances, documenting equipment, and reviewing documents, which were then analyzed chronologically (restorying). The results showed that 35.7% of fire extinguishers did not comply with NFPA 10, 13.3% of fire hydrants did not comply with NFPA 14, and 25% of sprinklers did not comply with NFPA 13. All detectors and alarms were 100% compliant with NFPA 72. Installation improvements, increased maintenance, and regular monitoring in accordance with NFPA standards are recommended to minimize fire risk.