Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis kelayakan usaha ayam pedaging pola kemitraan dan pola mandiri di Kecamatan Dau Kabupaten Malang (studi kasus di Desa Gang Siranputuk Desa Gading Kulon Dan Desa Tegal Weru Rosyida Fajri Rinanti; Ariani Trisna Murti; Maria Alfonsa Ngaku
Jurnal Sains Peternakan Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v8i2.5201

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha ayam pedaging Pola Kemitraan dan Pola Mandiri (Studi Kasus di Desa Gang Siran putuk, Desa Gading Kulon, dan Desa Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang). Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara langsung bersama responden menggunakan kuisioner. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian pada usaha ayam pedaging pola kemitraan dan mandiri dengan delapan orang peternak memiliki populasi masing-masing sebanyak 4.000 ekor, 5000 ekor, dan 6000 ekor menunjukan bahwa usaha tersebut layak untuk dikembangkan. Dilihat dari nilai R/C ratio dengan nilai rata-rata >1, nilai B/C ratio kurang dari <1 atau tidak laying dikembangkan, nilai rata-rata BEP Unit maupun BEP Harga mengalami titik impas, yang artinya tidak mengalami untung ataupun mengalami kerugian, untuk NPV pada usaha ayam broiler ini layak untuk dikembangkan serta PP dengan tingkat pengembalian arus kas 0,1 yang artinya batas waktu yang telah ditentukan untuk pengembalian modal investasi. ABSTRACT This research was conducted to understand the feasibility of broiler chicken on both partnership and independent business model (case study in Gangsiran Putuk Village, Gading Kulon Village, and Tegalweru Village, Dau District, Malang). The data collected were primary and secondary data. Data collection was conducted by observation, direct interview with respondents, and collecting secondary data. The respondents are chosen by purposive sampling. The results showed that eight broiler farms with varied farming capacities (4000, 5000, and 6000 broilers) have the possibility to be developed. The average R/C ratio is >1 but B/C Ratio is <1 or not feasible. The average score of BEP for Unit and BEP for price are equal, which means not experiencing any profit or loss. NPV Score showed feasibility and worth to be developed, and PP Score is 0, 1.
PROSPEK PENGEMBANGAN UBI JALAR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT Maria Alfonsa Ngaku; Marten Umbu Kaleka; Antonia P Bao; Umbu N Limbu
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v7i2.6613

Abstract

Sweet potato is also a commodity that can increase farmers. Sweet potato is also a food need that is a source of carbohydrates and a source of vegetable protein so that it is widely cultivated by the wider community, one of which is in West Manggarai Regency. This research uses qualitative research methods. The type of data used is secondary data sourced from print media, online media such as BPS data of West Manggarai Regency and journals. The method used in this assessment is literature study. It is seen that the amount of planting area (Ha) to be planted with sweet potatoes from 12 sub-districts in West Manggarai Regency with a total of 930 Ha. For the harvest area (Ha) of sweet potato is 930 (Ha) with a production level (Tonnes) of sweet potato in April-September 2022 which is 10,230.00 Tonnes. It can also be seen that sweet potato production in West Manggarai Regency is quite high. The high production of sweet potatoes is because farmers have carried out sweet potato cultivation activities correctly. Sweet potatoes are generally planted in rain-fed rice fields after the rice planting period ends and left to grow without intensive care. The sweet potato does not have a brand or has not been processed properly. Sweet potatoes themselves are still processed traditionally, such as steamed and fried. Seeing this, it is necessary for the government to take advantage of opportunities so that sweet potatoes can be recognised by the wider community.
PENGARUH SARI JANTUNG PISANG YANG DIFERMENTASI TERHADAP BAHAN ORGANIK, PROTEIN KASAR TERMETABOLIS PADA AYAM BROILER: PENGARUH SARI JANTUNG PISANG YANG DIFERMENTASI TERHADAP BAHAN ORGANIK, PROTEIN KASAR TERMETABOLIS PADA AYAM BROILER Maria Alfonsa Ngaku; Petrus Tado
Agriculture Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i2.5860

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji efek sari jantung pisang yang sudah di fermentasi terhadap kandungan bahan organik, protein kasar yang keluar bersama ekskreta (termetabolis) pada ayam broiler. Rancangan acak lengkap merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Terdapat 25 unit percobaan, dibagi dalam 5 perlakuan dan lima ulangan, setiap unit percobaan diisi 4 ekor broiler sehingga ada 100 ekor ayam broiler yang diamati. Pada umur 1 sampai 20 hari ayam diberikan pakan BR1 sedangkan pada umur 21 sampai 35 hari diberikan ransum komersial BR2. Untuk pemberian probiotik diberikan mulai umur ayam 8 hari. Kandang postal digunakan  pada ayam umur 1 sampai 35 hari dan dilanjutkan pada kandang metabolis setelah     ayam umur 35 sampai 42 hari. Nilai bahan organik termetabolis terbaik dalam penelitian ini terdapat pada perlakuan 1 (P1) dengan nilai (86,02±2,23a%), PK termetabolis  terbaik  pada P1 dengan nilai (85,23 ± 2.20a%). Hal ini memberi bukti bahwa penggunaan sari jantung pisang fermentasi sampai 3,5% tidak berefek secara langsung pada bahan organik, protein kasar yang termetabolis bersama ekskreta pada ayam broiler. Kesimpulan pemberian air minum dengan tambahan probiotik sari jantung  pisang sebanyak 0,5% lebih efektif untuk diberikan pada ayam broiler untuk menunjang pertumbuhan, hal ini ditinjau dari nilai BO, PK termetabolis tertinggi. Kata Kunci : Sari Jantung Pisang, Termetabolis, Broiler
ANALISIS PENDAPATAN PETANI KOPI (STUDI KASUS DI DESA COLOL KABUPATEN MANGGARAI TIMUR) Maria Alfonsa Ngaku; Agustinus De Rozari; Liliana Regina Deze; Ezra Dince Olly
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i1.5877

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan yang di peroleh petani kopi di Desa Colol, Kabupaten Manggarai Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif yaitu jenis penelitian yang sifatnya menggambarkan pendapatan yang diperoleh petani kopi dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus termasuk dalam penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive Sampling. Alasan menggunakan teknik Purposive Sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan fenomena yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengamatan, wawancara langsung, pengisian koesioner dan dokumentasi. Jumlah responden yang mengisi koesioner sebanyak 18 orang. Hasil penelitian,Biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani kopi dengan jumlah responden sebanyak 18 orang adalaha sebanyak Rp 255.520.000 dengan rata-rata Rp 14.195.555.- jumlah produksi kopi total yaitu 14250 Kg dalam satu periode dengan harga jual/Kg Rp 50.000 dengan total penerimaan sebesar Rp 712.500.000 hasil ini merupakan perolehan dari seluruh anggota petani kopi. pendapatan total yang diterima oleh petani kopi selama satuperiode dengan dua kali panen adalah Rp 456.980.000.- Kesimpulannya bahwa usaha petani kopi tersebut layak untuk dikembangkan. Hal ini dibuktikan dengan adanya analisa usaha dari segi R/C ratio dengan nilai 2,7% yang artinya layak dan B/C ratio dengan nilai 1,7 kali. Kata Kunci : Analisis, Pendapatan, Petani Kopi
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN Agnes Yunita Dea; Marten Umbu Kaleka; Maria Alfonsa Ngaku
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i1.5950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui konsep pembangunan pertanian berkelanjutan dan peran penyuluh pertanian dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka. dengan cara membaca, mendalami dan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan objek yang diteliti dan kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep pembangunan pertanian berkelanjutan merupakan turunan dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan / Sustainable Development Goals (SDGs atau Global Goals) yang merupakan agenda pembangunan dunia yang telah disepakati oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penerapan konsep pertanian berkelanjutan memiliki hubungan erat dengan tujuan SDGs nomor 13, 14 dan 15 yaitu penanganan perubahan iklim, pengelolaan ekosistem laut dan pengelolaan daratan yang berkelanjutan. Penerapakan pembangunan pertanian berkelanjutan berfokus pada bagaimana mengusahakan sektor pertanian dengan megurangi kerusakan lingkungan, mempertahankan produktivitas pertanian, meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan stabilitas dan kualitas kehidupan masyarakat. Penyuluh memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pembangunan pertanian di Indonesia ini. Penyuluh dapat dikatakan sebagai penentu dalam keberhasilan program pemerintah jika di kelolah dengan baik. Peran penyuluh dalam membangun pertanian berkelanjutan adalah sebagai edukator, motivator, komunikator, organisator, fasilitator, dinamisator, dan inovator dengan selalu mengedepankan peningkatan kinerja penyuluh semakin meningkat.
Prospek Pengembangan Sapi Potong di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Ngaku, Maria Alfonsa
Jurnal Sains Peternakan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Sains Peternakan Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v11i2.9300

Abstract

Peluang untuk mengembangkan bisnis sapi potong merupakan sebuah pintu terbuka yang dapat memberikan keuntungan tambahan bagi para pelaku bisnis. Eksplorasi ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan terciptanya budidaya sapi pedaging di Kabupaten Kupang, Wilayah Nusa Tenggara Timur. Strategi yang digunakan dalam eksplorasi ini adalah pendekatan kepustakaan. Oleh karena itu, Kabupaten Kupang menjadi salah satu daerah peternakan sapi potong terpenting di Provinsi Tenggara Timur. Populasi sapi potong di Kabupaten Kupang meningkat sebanyak 320.030 ekor antara tahun 2020 hingga 2022, sebagaimana dilaporkan BPS pada tahun 2020. kepala. Hal ini didukung oleh wilayah pertanahan dan tugas otoritas publik. Potensi pakan untuk sapi pedaging dikalahkan oleh pakan yang berbahan dasar serat/bahan sisa. Sapi Bali dan SO merupakan varietas sapi potong yang dikembangkan di Kabupaten Kupang.
PROSPEK PENGEMBANGAN UBI JALAR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT ngaku, FANI NGAKU
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 9 No. 2 (2024): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/oryza.v9i2.871

Abstract

ABSTRAK Ubi jalar juga termasuk komoditas yang dapat meningkatkan petani. Ubi jalar juga merupakan kebutuhan pangan yang bersumber karbohidrat dan sumber protein nabati sehingga banyak di budidayakan oleh masyarak luas salah satunya di Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari media cetak, media online seperti data BPS Kabupaten Manggarai Barat dan jurnal. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah studi literatur. dilihat bahwa jumlah luas tanam (Ha) yang akan ditanami ubi jalar dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Manggarai Barat dengan jumlah keseluruhan 930 Ha. Untuk luas panen (Ha) ubi jalar yaitu sebanyak 930 (Ha) dengan tingkat produksi(Ton) ubi jalar pada bulan april-September 2022 yaitu 10.230,00 Ton. Dapat juga diketahui bahwa produksi ubi jalar di Kabupaten Manggarai Barat cukup tinggi. Tingginya produksi ubi jalar karena petani sudah melakukan kegiatan budidaya ubi jalar secara benar. Ubi jalar yang umumnya ditanam di sawah-sawah tadah hujan setelah masa tanam padi berakhir dan dibiarkan tumbuh begitu saja tanpa perawatan intensif. Ubi jalar tersebut belum mempunyai brand atau belum diolah secara benar. Ubi jalar sendiri masi diolah secara tradisional yaitu seperti dikukus dan di goreng. Melihat hal tersebut perlu adanya peran pemerintah dalam memanfaatkan peluang sehingga ubi jalar tersebut dapat dikenal oleh masyarakat luas. Kata Kunci : Prospek, ubi jalar, Ketahanan pangan
Analisis Pendapatan Petani Kakao (Studi Kasus Kelurahan Tanah Rata Kabupaten Manggarai Timur) Alfonsa Ngaku, Maria; Umbu Kaleka, Marten; Yohanes Seo, Amario
Media Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i1.5238

Abstract

                                                                                                  Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) melakukan pendampingan kegiatan bersama UMKM Kakao di Desa Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah kajian kuantitatif deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah Metode Purposive Sampling. Data yang akan digunakan yaitu biaya produksi, penerimaan, pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani kakao di Desa Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur sebesar Rp 1.102.009.210,- dengan biaya rata-rata Rp 78.714.943,. Penerimaan yang diperoleh dari hasil usahatani kakao sebesar Rp 1.212.855.000 dan penerimaan rata-rata sebesar Rp86.635.500 dengan produksi sebanyak 34.653 kg. Keuntungan keseluruhan selama satu periode adalah Rp110.845.789,6 dengan rata-rata per usahatani sebesar Rp7.917.556,4.
SANITASI DAN BIOSEKURITI YANG EFEKTIF PADA TERNAK Noywuli, Nicolaus; Ngaku, Maria Alfonsa; Bii Bei, Maria Imelda; Nono, Louis M.D. Pati; Pawe, Maria.E.; Lay, Mario Alesandro; Sua, Yoris Pitika
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4691

Abstract

Animal husbandry is an effort to cultivate livestock which is used to produce milk, meat and eggs. In animal husbandry, pest and disease control is required, so in animal husbandry we look for ways to ensure that livestock are free from disease outbreaks. The aim of this study is to find out how effective sanitation and biosecurity methods are used. is a literature study or literature study. The results of this paper show that sanitation is an action to kill bacteria, while biosecurity is all actions for the first defense in controlling an outbreak which is carried out by preventing all possibilities of transmission with infected livestock so that the chain of spread can be minimized. The three components of biosecurity measures are Isolation, traffic control, prusip sanitation, effective sanitation and biosecurity are preparation and prevention for early detection, identification of biological and chemical agents, bioterrorism response.
Tatalaksana Pemeliharaan Ternak Ruminansia dengan Baik Noywuli, Nicolaus; Ngaku, Maria Alfonsa; Beo, Maria Ortin; Bunga, Maria Kristina; Meo, Rosadalima; Keu, Anselmus Soa
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 6 No 02 (2024): JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v6i02.1249

Abstract

Animal husbandry is a group or individual activity that raising or breeding certain types of livestock such as cattle, goats and buffalo. Cattle, goats and buffaloes. Good animal husbandry management is a series of practices and procedures designed to improve animal welfare, efficiency and procedures designed to improve animal welfare, production efficiency and environmental sustainability. Production efficiency, and environmental sustainability. This research aims to identify and formulate guidelines for good animal husbandry management, which includes aspects of ruminants, goats and buffaloes. Guidelines, which include aspects of ruminant livestock, husbandry management, ruminant husbandry management, ruminant housing management, ruminant feed management, and livestock health management. The method in this article uses a library study (library research), which is a method of collecting data by understanding and studying theories from various literatures related to the research. with the research. Good management of ruminant livestock is of course what needs to be considered is housing, feed and health. of course, what needs to be considered is housing, feed and health. Development the construction of cages for ruminants needs to pay attention to the condition of the location to be built and away from residential areas. to be built and away from residential areas. Just like the establishment of cages far from settlements is to avoid residents' annoyance with the odour caused by ruminants. to avoid residents being disturbed by the odour caused by goats. from goats. Feed for ruminants is a source of nutrients needed to fulfil the needs of each animal. required to fulfil the life needs of each livestock where the food ingredients are favoured and can be digested well. conclusion of this study shows that the aspect of livestock maintenance in the conclusion of this study shows that aspects of livestock maintenance in achieving the conclusion of this study shows that the aspect of livestock maintenance in achieving optimal production, knowledge of livestock cultivation is absolutely knowledge of livestock cultivation is absolutely necessary for prospective farmers and livestock agencies.