Claim Missing Document
Check
Articles

INVASI AKASIA BERDURI (ACACIA NILOTICA) (L.) WILLD EX DEL. DI TAMAN NASIONAL BALURAN JAWA TIMUR DAN STRATEGI PENANGANANNYA Djufri -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acacia nilotica is a thorny wattle native species in India, Pakistan and much of Africa. This Acacia is widely distributed in tropical and subtropical Africa from Egypt and Mauritania to South Africa. The invasion of A. nilotica has resulted in the reduction of savannah wide in Baluran National Park reaching about 50%. Presure to the savannah has a great impact on the balance and preservation of whole ecosystem in Baluran. Some efforts have been to fight against the wide-spreading of invasion of A. nilotica for example eradication chemically use Indamin 72 HC and 2,4 D Dinitropenol, but result is not effective. And so it is with eradication in the mechanic use bulldozer appliance, and cut away to burn, not yet given optimal result, proven invasion of A. nilotica in this time not yet deductible, exactly growing wide. For the reason, require to be looked for alternative is way of the other eradication, so that the wide-spreading of preventable invasion A. nilotica. Otherwise hence the possibility of big savannah exist in National Park of Baluran metamorphose to become forest of A. nilotica. Kata kunci: invasi, akasia berduri, dan strategi penanganan. 
Invasi Akasia Berduri (Acacia nilotica) (L.) Willd ex Del. Di Taman Nasional Baluran Jawa Timur dan Strategi Penanganannya Djufri -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acacia nilotica is a thorny wattle native species in India, Pakistan and much of Africa. This Acacia is widely distributed in tropical and subtropical Africa from Egypt and Mauritania to South Africa. The invasion of A. nilotica has resulted in the reduction of savannah wide in Baluran National Park reaching about 50%. Presure to the savannah has a great impact on the balance and preservation of whole ecosystem in Baluran. Some efforts have been to fight against the wide-spreading of invasion of A. nilotica for example eradication chemically use Indamin 72 HC and 2,4 D Dinitropenol, but result is not effective. And so it is with eradication in the mechanic use bulldozer appliance, and cut away to burn, not yet given optimal result, proven invasion of A. nilotica in this time not yet deductible, exactly growing wide. For the reason, require to be looked for alternative is way of the other eradication, so that the wide-spreading of preventable invasion A. nilotica. Otherwise hence the possibility of big savannah exist in National Park of Baluran metamorphose to become forest of A. nilotica.
ANALISIS KUALITAS VEGETASI SEPANJANG PANTAI BANDA ACEH PASCATSUNAMI (THE VEGETATION QUALITY ANALISYS IN BANDA ACEH BEACH AFTER TSUNAMI) Djufri -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectivees of this research were; to acquered of vegetation in Banda Aceh beach after tsunami, and else the research to find expression about of camposition, association, species diversity index (H’), similarity index (IS), and species distribution pattern. The stap of research were; observation and segmentation of study area. The size of study area is 420 ha, and sampel area is 10% of population. The station of sampling is (a). Ujung Batee Beach (UBB), (b). Lhoknga Beach (LB), and Ule Lee Beach (ULB). For each of sampling location a given ten of sampling quadrat with five replicatiion until of total sample is 50 quadrat. The observated variable is total species, absolute diversity, absolute frequency, and absolute dominance. The calculated of infortance value used formula is DR + FR + DMR., and calculated of species diversity index with Shannon-Wiener formula. The category of species diversity index is; if H’1 very low category, H’1-2 low category, H’2-3 median category, and H’3-4 high category. The result of this research; (a). The vegetation physiognomy in Ule Lee Beach was fundamental changed after tsunami, (b). The vegetation physiognomy in Ujung Batee Beach no significans changed after tsunami, (c). The planting of mangrove species in Ujung Batee Beach not yet optimal results, (d). Dominance of tree in Ujung Batee Beach and Loknga Beach is Casuarina equisetifolia, and Cocos nucifera, and dominance of underbrush is Calatropis gigantea, (5). For the moment effort necessary of serious reclamation in Banda Aceh Beach after tsunami specific. Key words: kualitas vegetasi, spesies
KOMPOSISI FLORA KAWASAN RAWA TRIPA DI KABUPATEN ACEH BARAT Djufri Djufri; Samingan Samingan
Jurnal Edubio Tropika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.086 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui biodiversitas hutan rawa gambut Tripa Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh, khususnya flora dan biota perairan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuadrat dan transek. Parameter yang dihitung adalah Frekuensi Mutlak (FM), Frekuensi Relatif (FR), Densitas Mutlak (DM), Densitas Relatif (DR), Dominansi Mutlak (DM), dan Dominansi Relatif (DMR), Nilai Penting (NP), dan Keanekaragaman Spesies (H’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi spesies herba di wilayah studi mencapai 14 spesies yang didominasi oleh Imperata cylindrica, Ageratum conyzoides, dan Eupatorium odoratum. Nilai Indeks Keanekaragaman Spesies (H’) tergolong rendah. Kelompok perdu dijumpai 7 spesies yang didominasi oleh Ficus ampelas, Piper aduncum, dan Eupatorium riparium, dan Nilai Indeks Keanekaragaman Spesies (H’) tergolong rendah. Kelompok pohon dijumpai 31 spesies yang didominasi oleh Eugenia polyantha, dan Ficus septica dengan Indeks Keanekaragamannya tergolong rendah. Nilai indeks keanekaragaman fitoplankton di wilayah studi tergolong tinggi, dan spesies jamur yang dijumpai di lokasi studi sebanyak 35 spesies. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kondisi flora hutan rawa gambut Tripa sudah mengalami degradasi akibat konversi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit dan karet, sehingga mengganggu kehidupan satwa yang ada pada hutan tersebut, termasuk rusaknya habitat beberapa satwa yang dilindungi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA INSHAFUDDIN BANDA ACEH Musriadi Musriadi; Djufri Djufri; Muhibuddin Muhibuddin
Jurnal Edubio Tropika Vol 2, No 1 (2014): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.258 KB)

Abstract

Peneilitian ini bertujuan mengetahui hasil belajar siswa dan tanggapan siswa terhadap model pembelajaran yang digunakan yaitu pembelajaran berbasis masalah dan konvensional. Metode penelitian menggunakan adalah eksperimen dengan desain Pretest-posttest Kontrol Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Insafuddin Banda Aceh. Sampel penelitian siswa kelas X1 dan X2 berjumlah 60 siswa. Data dikumpulkan dengan pretes, postes dan angket. Analisis data mengunakan uji t. Tanggapan siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada kedua kelas dengan thitung = 2,292 dan ttabel = 1,645. Berdasarkan data angket memperlihatkan bahwa siswa yang pembelajarannya dengan model pembelajaran berbasis masalah, bersikap positif terhadap pembelajaran biologi pada materi jamur (fungi). Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa serta meningkatnya kemampuan melakukan analisis terhadap permasalahan yang telah diidentifikasi setiap kelompok.
ASOSIASI MAKROZOOBENTHOS DENGAN EKOSISTEM MANGROVE DI SUNGAI REULENG LEUPUNG, KABUPATEN ACEH BESAR Afkar Afkar; Djufri Djufri; M. Ali Sarong
Jurnal Edubio Tropika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.889 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1) Jumlah spesies makrozoobenthos yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove dan 2) spesies makrozoobenthos yang dominan ditemukan di Sungai Reuleng Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dilakukan pada April sampai Mei 2014,pada3 stasiun pengamatan yaitu di kawasan hulu, aliran dan kawasan muara Sungai Reuleng Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Pengambilan spesies makrozoobenthos dan spesies mangrove menggunakan metode Quadrat Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies makrozoobenthos yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove di Sungai Reuleng sebanyak 18 spesies, dan terdapat 2 spesies makrozoobenthos yang paling dominan ditemukan di lokasi pengamatanyaituFaunus ater dan Cerithidae cingulata.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah 1) Jumlah spesies makrozoobenthos yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove di Sungai Reuleng sebanyak 18 spesies. 2) Spesies makrozoobenthos yang dominan ditemukan di Sungai Reuleng Leupung, Kabupaten Aceh Besar adalah 2 spesies.
POTENSI JENIS TUMBUHAN DI HUTAN KOTA BANDA ACEH DALAM MEREDUKSI EMISI CO2 Nurdin Amin; Hasanuddin Hasanuddin; Djufri Djufri
Jurnal Edubio Tropika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.561 KB)

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak dan gas di Kota Banda Aceh terus meningkat seiring dengan terus bertambahnya jumlah kendaraan. Hal tersebut akan meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepaskan ke udara. Pencemaran udara yang disertai dengan meningkatnya kadar CO2 diudara akan menjadi lingkungan Kota Banda Aceh yang tidak sehat dan dapat menurunkan kesehatan manusia.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan setiap jenis tumbuhan dalam mereduksi emisi CO2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei eksploratif menggunakan rancangan Non Destructive. Pengukuran berat kering biomassa pohon yang dihitung menggunakan ”Allometric equation” berdasarkan pada diameter batang setinggi dada (1,3 m). Hasil penelitian diperoleh bahwa jumlah biomasa di hutan Kota Banda Aceh 0,91134 Kg/Ha dengan stok karbon 0,42999 Kg/Ha, biomasa paling banyak terdapat di hutan Kota BNI Tibang yaitu 0,66143 Kg/Ha dengan jumlah stok karbon 0,30426 Kg/Ha, sedangkan jumlah yang paling sedikit terdapat pada hutan Mesjid Raya Baiturrahman dan Taman Hutan Putro Phang rata-rata biomasa 0,01833Kg/Ha dengan stok karbon 0,00995 Kg/Ha.Kontribusi serapan CO2 terbesar adalah jenis Tamarundus indica sebesar 0,014 Kg/Bulan, Samanea saman dan Mangifera indica dengan serapan rata 0,013 Kg/Ha, sedangkan yang paling sedikit kontribusi serapan CO2 adalah jenis Ficus sp yaitu 0,03 Kg/ha. Rata-rata kemampuan setiap jenisnya dalam mereduksi emisi CO2 adalah 0,02 Kg/ Bulan.
PENDIDIKAN BERDAYA SAING UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Prof. Dr. Djufri, M.Si.
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah proses untuk memberikan manusia berbagai macam situasi yang bertujuan memberdayakan diri. Jadi, banyak hal yang dibicarakan ketika kita membicarakan pendidikan. Aspek-aspek yang biasanya paling dipertimbangkan antara lain; penyadaran, pencerahan, pemberdayaan, dan perubahan perilaku. Berbagai teori dan konsep pendidikan memberikan arti yang berbeda tentang konsep tersebut. Mereka mendiskusikan apa dan bagaimana tindakan yang paling efektif mengubah manusia agar terbedayakan, tercerahkan, tersadarkan, dan menjadikan manusia sebagaimana mestinya manusia. Sebagai proses kehidupan, banyak filsuf dan pemikir mempertahankan pendidikan dalam maknanya yang luas dan menolak reduksi pendidikan ke dalam arti sempit, seperti pelembagaan pendidikan melalui sekolah dan kelompok belajar yang terlalu menekankan pada metode dan pengadministrasian yang kaku. Mereka berusaha mengenang kembali pendidikan sebagai proses yang alamiah sekaligus bagian dari kehidupan yang tidak membutuhkan rekayasa. Karenanya, pendidikan berkaitan dengan bagaimana manusia dipandang. Dalam hal ini, pandangan ilmiah tentang manusia memiliki implikasi terhadap pendidikan, ini merupakan wilayah studi antropologi pendidikan. Antropologi sendiri, merupakan ilmu tentang asal usul, perkembangan, karakteristik jenis (spesies) manusia atau studi tentang manusia. Juga banyak aspek lain yang harus kita pahami untuk memaknai pendidikan. Arti pendidikan itu sendiri juga menimbulkan berbagai macam pandangan, termasuk bagaimana pendidikan harus diselenggarakan dan metode seperti apa yang harus dipakai, salah satu unsur penting dalam pendidikan adalah guru.
The Environment-Based Learning to Improve Students Achievement on the Concepts of Spermatophyte Diversity Juairiah Juairiah; Yuswar Yunus; Djufri Djufri
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 6, No 2 (2014): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.922 KB)

Abstract

The objective of the study is to evolve student achievement on the concept of spermatophyte diversity through environment-based learning. The study was conducted at MAN Rukoh Banda Aceh by implementing environment-based learning through Pre-test and Pos-test group. The population was students of class X year 2013/2014 consisting of 6 parallel classes. The sample was Class X-1 consisting of 28 students.  Data was analysed persentage and t-test. The results showed that there was significant improvement of students achievement (t-count t-table, or 2,499 2.051).  It can be concluded that there was significant increases in student achievement by implementing environment-based learning on the concept of spermatophyte diversity
Penurunan Kualitas Savana Bekol sebagai Feeding Ground bagi Rusa (Cervus timorensis) dan Banteng (Bos javanicus) di Taman Nasional Baluran Jawa Timur Djufri Djufri
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2009): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.331 KB)

Abstract

This research aim to  know : (1). species of grass eaten by deer and species of grass predominating area of savannah Bekol. (2). Species eaten by bull, and (3). Factors causing downhill it  quality of savannah Bekol. Method used for inventories of species eaten by deer and bull is  method of transek combined with method  square. While to collect data of  factors causing downhill it  quality of savannah of Bekol with  direct perception  in  field and muster relevant information  from data sekunder. The conclusion  from  this research is (1). Found  12 species of grass eaten by deer, and 3 species among others as dominant species that is bayapan (Brachiaria reptans), red lamuran (Dichantium coricosum), and  tuton (Dactyloctenium aegyptium). (2). found  50  species as food of bull in savannah Bekol  from 60 of species of compiler savannah of this area. (3).  Factors influencing reduction of quality of  savannah in Bekol is : Invasion A. nilotia, bush groaning savannah, existence of tread  by animal, fire effect, and over grazing.