Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Deskriptif melalui Penerapan Metode Guided Writing Berbasis Kontekstual pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia bagi Siswa Berisiko Kesulitan Belajar Kelas V SDN 001 Malinau Utara Julius Julius; Ishartiwi Ishartiwi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/41qkwq70

Abstract

This community service project was initiated to address the low descriptive writing skills among elementary school students, particularly those at risk of learning difficulties, which hinder their literacy development. The purpose of this activity was to implement an effective intervention using guided writing combined with contextual teaching and learning (CTL) approaches to enhance students' ability to plan, write, and revise descriptive texts rooted in real-life experiences. The methodology involved a classroom action research model carried out in cycles, encompassing planning, implementation, observation, and reflection stages. The intervention included modeling contextual texts, interactive discussions, structuring outlines, guided drafting, revisions, presentation, and collaborative evaluation. Data collection consisted of qualitative observations and quantitative assessments of students' writing outcomes, specifically measuring the percentage of students reaching the minimum mastery criteria (KKM ≥75). The results showed a significant increase in students' writing competence, with the percentage of students achieving mastery rising from 35% pre-intervention to 85% post-intervention, surpassing the targeted 80%. Additionally, improvements in students’ ideas development, text organization, vocabulary richness, and confidence were observed. These findings demonstrate that guided writing integrated with contextual teaching effectively facilitates literacy improvements among at-risk elementary learners, fostering engagement, confidence, and better writing skills.
Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Penerapan Model Reciprocal Teaching Berbasis Kontekstual pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia bagi Siswa Berisiko Kesulitan Belajar Kelas V SDN 001 Malinau Utara Vanriko Vanriko; Ishartiwi Ishartiwi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/tmwhg220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model Reciprocal Teaching berbasis kontekstual dalam pembelajaran pemahaman bacaan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa berisiko kesulitan belajar di kelas V SDN 001 Malinau Utara, serta (2) meningkatkan keterampilan pemahaman bacaan siswa melalui penerapan model tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi tes pemahaman bacaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Reciprocal Teaching berbasis kontekstual berhasil meningkatkan keterampilan pemahaman bacaan siswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 44,0 pada tahap pratindakan menjadi 72,5 pada Siklus I, dan mencapai skor optimal sebesar 87,5 pada Siklus II, sehingga indikator keberhasilan penelitian tercapai (KKM ≥ 70, dengan 100% siswa tuntas). Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan keaktifan belajar, interaktivitas, serta keterlibatan yang bermakna dan sesuai dengan pengalaman kehidupan nyata mereka
Peningkatan Kelancaran Membaca melalui Repeated Reading Berbasis Kontekstual pada Siswa Berisiko Slow Learner Kelas II SDN 004 Mentarang Hulu Lis Setiyowati; Ishartiwi Ishartiwi; Nurhikmah Nurhikmah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5183

Abstract

Kelancaran membaca merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, terutama bagi siswa yang mengalami hambatan dalam mengikuti perkembangan kemampuan membaca sesuai tuntutan kelasnya. Siswa yang berisiko slow learner memerlukan strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan latihan secara berulang, bertahap dan sesuai dengan karakteristik serta pengalaman mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran membaca melalui penerapan Repeated Reading berbasis kontekstual pada siswa kelas II yang berisiko slow learner di SDN 004 Mentarang Hulu. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas lima siswa, yaitu CO, GL, MO, PT dan SN. Data dikumpulkan melalui tes kelancaran membaca, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan perkembangan kemampuan siswa pada tahap prasiklus, siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kelancaran membaca pada seluruh siswa setelah penerapan Repeated Reading berbasis kontekstual. Peningkatan tersebut terlihat dari kemampuan siswa dalam membaca dengan lebih tepat, lancar dan percaya diri, serta berkurangnya kebutuhan terhadap bantuan guru selama proses membaca. Penggunaan teks yang dekat dengan pengalaman siswa, pengulangan bacaan secara sistematis, pemberian contoh, koreksi kesalahan dan umpan balik secara langsung menjadi unsur penting dalam mendukung perkembangan kemampuan membaca. Dengan demikian, Repeated Reading berbasis kontekstual dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kelancaran membaca siswa yang berisiko slow learner, meskipun hasil penelitian ini perlu digeneralisasikan secara hati-hati karena terbatas pada lima siswa dalam satu kelas dan satu sekolah.
Peningkatan Keterampilan Budi Daya Jenis Tanaman Obat melalui Metode Praktik Berbasis Project-Based Learning untuk Siswa ADHD Sari Asi Posma; Ishartiwi Ishartiwi
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2026): May: Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v4i2.2941

Abstract

This study aims to improve the medicinal plant cultivation skills of students with ADHD from a learning process perspective, characterized by active interaction and focus in following the project stages and improved learning outcomes, as evidenced by their conceptual understanding and practical skills in medical plant culvation. This study is a classroom action research (CAR) using the Kemmis & Mc Taggart model, conducted in two cycles at SMP Negeri 1 Karangan. Observational data were analyzed using qualitative descriptive analysis, and learning test results were analyzed quantitatively. The results showed that students with ADHD experienced increased activity in practical activities, increased focus, understood instruction, and were able to complete projects independently. This was evidenced by the observation results, which showed that 33% of students scored well done. Furthermore, improved learning outcomes were evidenced by a 17% increase in cognitive tests, which were in the very good category, and a 21% increase in performance tests, which were in the very skilled category. The Project-Based Learning practical learning process provided opportunities for students with ADHD to integrate theory and practice, resulting in mastery of concepts and skills in cultivating medicinal plants. Improvements occurred through two cycles, with additional reflection on improvements, the use of brief instructions, instructional boards, and individual mentoring. Students were more active and focused in practical seed preparation, media preparation, and planting.