Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Model UNIE-C sebagai Kerangka Pedagogi Inovatif dalam Pendidikan Tari: dari Teknik ke Kesadaran Budaya Syakhruni, Syakhruni; Salawati, Bau; Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina; Prusdianto, Prusdianto
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78491

Abstract

Abstrak. Studi ini menyelidiki efektivitas model UNIE-C (Understand, Need, Interaction, Expression - Creativity) sebagai kerangka kerja holistik untuk meningkatkan pembelajaran tari di pendidikan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana model ini meningkatkan kinerja teknis, kreativitas, dan apresiasi estetika siswa sambil menumbuhkan pemahaman budaya dan interaksi sosial. Desain metode campuran kuasi-eksperimental diterapkan, menggabungkan ukuran pretes-postes kuantitatif dengan observasi kualitatif, jurnal reflektif, dan wawancara. Temuan ini mengungkapkan peningkatan yang signifikan dalam kemahiran teknis, kemampuan ekspresif, dan kepekaan estetika di antara siswa yang belajar di bawah kerangka kerja UNIE-C dibandingkan dengan mereka yang diajarkan melalui metode tradisional. Analisis kuantitatif menunjukkan ukuran efek yang besar untuk peningkatan kinerja dan apresiasi, sementara data kualitatif menyoroti keterlibatan yang lebih dalam, kolaborasi, dan pembelajaran reflektif. Integrasi pembelajaran yang diwujudkan dan eksperiensial dalam struktur UNIE-C selaras dengan tren pedagogis global yang menekankan kreativitas, empati, dan keberlanjutan budaya. Studi ini menyimpulkan bahwa model UNIE-C secara efektif menjembatani ranah teknis, emosional, dan budaya, memposisikan pendidikan tari sebagai media transformatif bagi perkembangan holistik. Implikasinya melampaui pembelajaran di kelas, hingga perancangan kurikulum, pelatihan guru, dan pendidikan budaya berbasis masyarakat. Penelitian di masa mendatang perlu mengeksplorasi skalabilitas model ini di berbagai konteks pendidikan dan integrasinya dengan kerangka kerja digital dan interdisipliner Kata Kunci: Pendidikan tari; keberlanjutan budaya; model UNIE-C; kreativitas; pembelajaran holistik
Integrasi Seni Pertunjukan dan Desain Visual dalam Adaptasi Naskah Lakon: Model Pengabdian Masyarakat Berbasis Industri Kreatif Prusdianto, Prusdianto; Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina; Rasyid, Wahyu Wardana; Masri, Andi Sulfana
DEDIKASI Vol 27, No 2 (2025): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v27i2.78675

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan kolaboratif mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) dan Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar dalam mengadaptasi naskah lakon ke media digital. Kegiatan ini menjawab kebutuhan industri kreatif yang menuntut sinergi antara seni pertunjukan dan desain visual. Metode pelaksanaan terdiri atas lima tahap: sosialisasi, pelatihan adaptasi naskah, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi karya, serta diseminasi hasil. Pendekatan practice-based learning dan simulasi industri digunakan untuk memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam produksi kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman struktur dramatik, storytelling visual, dan penerapan teknologi produksi. Lima karya interdisipliner dihasilkan: pertunjukan teater, drama radio, branding, desain digital, dan motion grafis. Evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta mampu berkolaborasi efektif lintas bidang, memahami proses produksi kreatif, dan menghasilkan karya yang memenuhi standar profesional. Karya mahasiswa mendapat apresiasi dari komunitas seni dan pelaku industri kreatif lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi interdisipliner efektif dalam memperkuat kompetensi kreatif mahasiswa di era digital. Model ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum seni dan desain guna membangun pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif masa kini.Kata kunci: adaptasi naskah lakon; kolaborasi interdisipliner; seni pertunjukan; desain komunikasi visual; motion grafis; industri kreatif.
PELATIHAN GERAK DASAR TARI EMPAT ETNIK PADA GURU SEKOLAH DASAR SEBAGAI KEARIFAN LOKAL SULAWESI SELATAN Wahira, Wahira; M., Rahma; Jamila, Jamila; Prusdianto, Prusdianto; Salawati, Bau
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.79270

Abstract

Pelestarian budaya daerah melalui pendidikan dasar menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat identitas nasional. Guru Sekolah Dasar (SD) memiliki peran penting sebagai fasilitator utama pengenalan seni tari tradisional kepada peserta didik. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru terhadap gerak dasar tari daerah masih menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pelatihan gerak dasar Tari Empat Etnik Sulawesi Selatan kepada guru-guru SD. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif melalui demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi unjuk kerja. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman teori tari, kemampuan melakukan gerak dasar empat etnik, Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja, serta meningkatnya kepercayaan diri guru dalam mengajarkan tari di sekolah. Pelatihan ini efektif sebagai model peningkatan kompetensi seni budaya guru dan berpotensi diterapkan dalam skala lebih luas.
Oral Tradition as Indigenous Arts Pedagogy: Transmitting Moral Values through Narrative Performance Manggau, Arifin; Jayadi, Karta; Ismail, Alice Sabrina; Prusdianto, Prusdianto
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol. 25 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v25i2.25006

Abstract

This study explores the inheritance patterns and educational significance of Iyabelale, a traditional Bugis lullaby, as a medium for character building and cultural preservation. Against the backdrop of globalisation and digital transformation, this study aims to assess the symbolic structure, cultural function, and pedagogical relevance of Iyabelale in the Bugis community. Using a qualitative ethnographic case study approach, data were collected through interviews, observations, and documentation in rural and urban settings in South Sulawesi. The findings of this study reveal that Iyabelale functions as a multidimensional cultural artefact, conveying values such as empathy, responsibility, and spiritual awareness through its metaphorical language and melodic structure. Although its delivery has been weakened by technological shifts and changes in family structures, the lullaby remains a potential tool for culturally grounded character education. Integrating Iyabelale into modern curricula through community collaboration and digital innovation can foster emotional bonds, cultural identity, and moral learning. This study contributes to the growing knowledge about indigenous oral traditions and offers practical pathways for revitalisation in contemporary educational contexts. 
Komunitas, Komedi, dan Memori Budaya: Melestarikan Teater Daerah di Sulawesi Selatan MT, Alif Anggara; Prusdianto, Prusdianto
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.82083

Abstract

Artikel ini mengkaji keberlanjutan eksistensi Rombongan Sandiwara Petta Puang (RSPP), sebuah kelompok teater populer dari Sulawesi Selatan, Indonesia, dalam konteks perubahan budaya dan modernisasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai budaya lokal dan strategi pertunjukan populer memungkinkan kelompok tersebut untuk tetap relevan secara sosial dan berkelanjutan secara budaya. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menggabungkan observasi etnografi, wawancara mendalam, dan analisis tekstual dan pertunjukan untuk mengkaji teks drama, teks pertunjukan, dan keterlibatan penonton.Temuan menunjukkan bahwa keberlangsungan RSPP terkait erat dengan integrasi nilai-nilai budaya Bugis-Makassar, termasuk siri' (kehormatan), lempu' (integritas), dan reso (ketahanan), ke dalam pertunjukan improvisasi dan komedi. Penggunaan bahasa lokal, tradisi lisan, dan komedi populer mendorong interaksi dialogis yang kuat dengan penonton dan memungkinkan kritik sosial yang halus namun efektif. Unsur-unsur pertunjukan seperti gaya akting, musik, kostum, dan properti lebih lanjut mewujudkan identitas budaya dan memperkuat pengakuan komunal. Hasil ini menunjukkan bahwa RSPP berfungsi sebagai agen budaya dinamis yang melestarikan warisan melalui adaptasi daripada konservasi yang kaku.Studi ini berkontribusi pada kajian teater internasional dengan menyoroti perspektif masyarakat adat dan praktik pertunjukan regional, serta menunjukkan bagaimana teater lokal dapat mempertahankan identitas budaya sambil berinteraksi dengan realitas sosial kontemporer