Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Oral Tradition as Indigenous Arts Pedagogy: Transmitting Moral Values through Narrative Performance Manggau, Arifin; Jayadi, Karta; Ismail, Alice Sabrina; Prusdianto, Prusdianto
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol. 25 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v25i2.25006

Abstract

This study explores the inheritance patterns and educational significance of Iyabelale, a traditional Bugis lullaby, as a medium for character building and cultural preservation. Against the backdrop of globalisation and digital transformation, this study aims to assess the symbolic structure, cultural function, and pedagogical relevance of Iyabelale in the Bugis community. Using a qualitative ethnographic case study approach, data were collected through interviews, observations, and documentation in rural and urban settings in South Sulawesi. The findings of this study reveal that Iyabelale functions as a multidimensional cultural artefact, conveying values such as empathy, responsibility, and spiritual awareness through its metaphorical language and melodic structure. Although its delivery has been weakened by technological shifts and changes in family structures, the lullaby remains a potential tool for culturally grounded character education. Integrating Iyabelale into modern curricula through community collaboration and digital innovation can foster emotional bonds, cultural identity, and moral learning. This study contributes to the growing knowledge about indigenous oral traditions and offers practical pathways for revitalisation in contemporary educational contexts. 
Adaptasi Elong Bugis Dalam Teater Musik Eksperimental: Studi Practice-Based Research Pada Karya Mattajeng Arjun Subbanul Akbar; Prusdianto Prusdianto
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.83765

Abstract

This study aims to examine the adaptation of Bugis Elong into experimental music theatre through the work MATTAJENG as an effort to revitalize oral tradition within the context of contemporary performing arts. As the practice of Elong has gradually declined in Bugis society due to social change and the growing influence of popular culture, creative strategies are needed to ensure that this tradition remains alive, relevant, and accessible to contemporary generations. The study employs a qualitative method using a Practice-Based Research (PBR) approach and a case study strategy, positioning the artistic creation process as the primary medium for knowledge production. Data were collected through literature review, participant observation, audiovisual documentation, cultural discussions, and artistic reflection throughout the creative process. The adaptation process was carried out through the stages of reception, creation, and transposition, which included the reading of Elong Toto Maruddani, vocal and bodily exploration, sound experimentation, and the development of the performance’s musical dramaturgy. The findings reveal that the adaptation of Bugis Elong produced a musical dramaturgical structure consisting of five main phases: initiation, exploration, interaction, ritualization, and resolution. The study demonstrates that the vocal qualities, repetition, and emotional intensity of Elong were preserved, while its musical and dramaturgical structures were transformed into a performative system integrating body, voice, instruments, and performance space. Furthermore, everyday Bugis activities, the Mappadendang tradition, and Makkelong practices were transformed into sound compositions and performative actions that construct experiences of waiting, longing, and collective memory. This study confirms that experimental music theatre can serve as a strategy for cultural revitalization while offering a model for adapting oral traditions into musical dramaturgy within contemporary performance practices rooted in local traditions.
KOMUNITAS, KOMEDI, DAN MEMORI BUDAYA: MELESTARIKAN TEATER DAERAH DI SULAWESI SELATAN Alif Anggara MT; Prusdianto Prusdianto
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.82083

Abstract

Artikel ini mengkaji keberlanjutan eksistensi Rombongan Sandiwara Petta Puang (RSPP), sebuah kelompok teater populer dari Sulawesi Selatan, Indonesia, dalam konteks perubahan budaya dan modernisasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai budaya lokal dan strategi pertunjukan populer memungkinkan kelompok tersebut untuk tetap relevan secara sosial dan berkelanjutan secara budaya. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menggabungkan observasi etnografi, wawancara mendalam, dan analisis tekstual dan pertunjukan untuk mengkaji teks drama, teks pertunjukan, dan keterlibatan penonton.Temuan menunjukkan bahwa keberlangsungan RSPP terkait erat dengan integrasi nilai-nilai budaya Bugis-Makassar, termasuk siri' (kehormatan), lempu' (integritas), dan reso (ketahanan), ke dalam pertunjukan improvisasi dan komedi. Penggunaan bahasa lokal, tradisi lisan, dan komedi populer mendorong interaksi dialogis yang kuat dengan penonton dan memungkinkan kritik sosial yang halus namun efektif. Unsur-unsur pertunjukan seperti gaya akting, musik, kostum, dan properti lebih lanjut mewujudkan identitas budaya dan memperkuat pengakuan komunal. Hasil ini menunjukkan bahwa RSPP berfungsi sebagai agen budaya dinamis yang melestarikan warisan melalui adaptasi daripada konservasi yang kaku.Studi ini berkontribusi pada kajian teater internasional dengan menyoroti perspektif masyarakat adat dan praktik pertunjukan regional, serta menunjukkan bagaimana teater lokal dapat mempertahankan identitas budaya sambil berinteraksi dengan realitas sosial kontemporer
An Analysis of Artificial Intelligence Integration Among Students: Usage, Impacts, and Educational Implications Sukarman B; Sri Riski Wulandari; Irfan Arifin; Prusdianto Prusdianto
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i2.1546

Abstract

Artificial intelligence (AI) is significantly transforming various aspects of human life, particularly education, by offering diverse features applicable to the learning process. This research aimed to clarify students' AI utilization in learning, explore its impacts and implications, and assess student perspectives on educator preventative strategies against negative effects. Employing a quantitative survey methodology with a cross-sectional design, the study meticulously examined AI integration among students. Data collection involved a six-month preliminary observational phase and the structured online questionnaire. The number of the respondents are 64 of Visual Communication Design students at Universitas Negeri Makassar, with subsequent data analyzed using quantitative descriptive techniques. The findings indicate that most students have adopted AI in their learning. 54% reported rare use, 40% frequent use, and only 3% never used AI. The study identified several negative impacts; 22% of students noted decreased social interaction, 14% observed increased intellectual laziness and reduced creativity, and 13% cited a heightened risk of plagiarism. Additionally, 8% found AI dependence hindered innovative thinking skills, and 6% reported a decline in analytical and critical problem-solving abilities. It is necessary to adjust educational methodologies and curricula to adapt to the diverse implications of AI within the realm of education.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM PERTUNJUKAN TEATER TRADISIONAL MANDAR KOA KOAYANG DI DESA RENGGEANG KECAMATAN LIMBORO POLEWALI MANDAR Salsa Dila; Prusdianto Prusdianto; Tony Mulumbot
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2026): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i2.87296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fungsi pertunjukan teater tradisional Mandar Koa-koayang dalam menyampaikan nilai-nilai pendidikan serta menganalisis isi nilai pendidikan dalam struktur dramatik dan penyajiannya sebagai bentuk teater rakyat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Koa-koayang memiliki peranan penting sebagai sarana pendidikan yang berakar pada kearifan lokal masyarakat Mandar. Nilai-nilai pendidikan yang teridentifikasi meliputi aspek moral, sosial, budaya, dan religius. Aspek moral terlihat dalam pesan etika serta penghargaan terhadap tradisi, sedangkan nilai sosial muncul melalui praktik gotong royong dan rasa solidaritas, dan nilai budaya dapat diamati dari penggunaan bahasa Mandar, simbol-simbol lokal, serta hubungan dengan ritual adat. Dengan demikian, Koa-koayang tidak hanya berfungsi sebagai identitas budaya masyarakat Mandar, melainkan juga sebagai medium pendidikan nonformal dan pelestarian budaya lokal. Kata Kunci: pendidikan, teater tradisional, Koa-koayang, budaya Mandar.
PENERAPAN DASAR-DASAR TEATER MELALUI METODE ART-BASED RESEARCH DALAM MENINGKATKAN EKSPRESI SISWA SLB DI MAKASSAR Andi Aryani; Riau Wika; Valentania Valentania; Irfan Arifin; Prusdianto Prusdianto
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.85489

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan ekspresi, kepercayaan diri, dan kemampuan komunikasi siswa berkebutuhan khusus melalui pembelajaran seni teater berbasis Art-Based Research, olah vokal seni musik, serta olah tubuh dalam gesture seni tari. Kegiatan ini dilaksanakan di SLB Al Alaq Makassar, dengan melibatkan 5-10 orang siswa dalam bentuk praktik kreatif yang menyenangkan dan inklusif. Metode yang digunakan menekankan pada proses kreatif sebagai sumber data utama melalui eksplorasi olah vocal, olah tubuh, dan olah rasa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keberanian tampil, ekspresi emosi, serta kemampuan komunikasi siswa. Pendekatan berbasis seni terbukti efektif sebagai media pemberdayaan dan aktualisasi diri bagi siswa berkebutuhan khusus.
PKM Pelatihan Tari Pakarena pada Pemuda Karang Taruna Kel. Sabila sebagai Upaya Peningkatan Kreativitas Johar Linda; Faisal Faisal; Erna Setianingsih; Muhammad Muhaemin; Prusdianto Prusdianto
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.85897

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anggota Karang Taruna Kel. Sabila pada bidang seni tari melalui pelatihan Tari Pakarena. Tari Pakarena merupakan salah satu tarian tradisional Sulawesi Selatan yang memiliki nilai-nilai filosofis dan sosial budaya tinggi, khususnya sebagai bentuk pemahaman budaya tradisi, yang berhubungan dengan nilai filosofi perempuan Makassar. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali dengan keterampilan dasar gerak tari, pemahaman makna simbolik gerakan, serta pengenalan terhadap musik pengiring tradisional. Metode kegiatan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan teknik tari dan musik, serta evaluasi melalui penampilan bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menarikan Tari Pakarena. Hal tersebut dilihat dari meningkatnya antusiasme terhadap seni tradisional, dan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal terbentuknya komunitas seni yang lebih kreatif di lingkungan Karang Taruna yang berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan seni tari tradisional daerah.