Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efektivitas Penerapan Teknik Pengandaian Diri Melalui Media Film dalam Pembelajaran Menulis Naskah Drama Prusdianto Prusdianto; Zulviana Zulviana
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.415 KB)

Abstract

Abstract. This study aims to address the problem of how the process of learning to write drama scripts and prove the effectiveness of the application of self-preservation techniques through film media for learning to write drama scripts. This research is an experimental research design with a Control Group Pretest-Posttest Design. The subjects of this study were students of class XI 21 Gowa High School. The sample of this research is class XI IPA 1 and XI IPA 2. The test used is a test of writing script drama skills. In this study using 6 aspects of assessment, namely theme, setting, characterization, flow, mandate, dialogue. The prerequisite test for normality analysis is using the smiling Kolmogrof test and the Homogeneity Test using the Variance Homogeneity Test. Data analysis techniques for hypothesis testing using the two-sample independent t-test hypothesis. There is a difference that the average value of Postest in the control class is 72.39 and the experimental class is 78.1 so that the self-preservation technique through film media in the experimental group is more effective than in learning to write drama scripts without self-preservation techniques through film media in the control group. Keywords: self-preservation, films, drama scripts
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Naskah Lakon Berbasis Blended Learning pada Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik Prusdianto Prusdianto; Asia Ramli; Faisal Faisal
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.454 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tentang; pengembangan perangkat pembelajaran naskah lakon berbasis bleanded learning pada program studi Pendidikan Seni Drama, Musik dan Tari FSD UNM dan validitas dari perangkat pembelajaran naskah lakon berbasis bleanded learning pada program studi Pendidikan Seni Drama, Musik dan Tari FSD UNM. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Developmen), produk yang dihasilkan dari penelitian ini berupa Rencana Program Semester (RPS), Rencana Tugas Mahasiswa (RTM) dan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM). Model pengembangan yang dapat dijadikan acuan untuk pengembangan perangkat pembelajaran ini adalah 4-D. 4 tahap yaitu pendefenisian (Define), Perancangan (Design), Pengembangan (Develop), dan Penyebaran (Disseminate). Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Bleanded Learning, Naskah Lakon
PELATIHAN TARI KREASI GALLANG BALLE SEBAGAI SARANA EDUKASI TENTANG KESETARAAN GENDER PADA SISWI SMA NEGERI 2 MAJENE SULAWESI BARAT Syakhruni Syakhruni; Heriyati Yatim; Jalil Jalil; Prusdianto Prusdianto
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.54209

Abstract

Gender merupakan perspesi atau cara pandang terhadap laki-laki atau perempuan yang tidak didasari kepada perbedaan biologis yaitu jenis kelamin. Gender pada semua aspek kehidupan manusia menciptakan perbedaan antara laki-laki dan perempuan termasuk kreasi sosial dengan posisi perempuan lebih rendah dibanding laki-laki. Sulawesi Barat memiliki masyarakat ekonomi kelas bawah yang didominasi oleh gender perempuan dikarenakan keterbatasan akses mereka lebih sedikit dibanding gender laki-laki. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang kesetaraan gender. Seni tari adalah bentuk media edukasi yang berkaitan dengan norma-norma atau nilai-nilai yang perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Atas dasar permasalahan tersebut maka dibuatlah sebuah program kegiatan masyarakat “PKM Pelatihan Tari Kreasi Gallang Balle dalam Mengedukasi Kesetaraan Gender Pada Siswi Sma Negeri 2 Majene Sulawesi Barat” dengan tujuan menjadikan pelatihan tari sebagai media untuk memberikan edukasi tentang kesetaraan gender sehingga mempengaruhi cara pandang mereka kepada diri sendiri sebagai perempuan maupun perempuan-perempuan lainnya.
Pelatihan Tari Kreasi Gallang Balle dalam Mengedukasi Kesetaraan Gender pada Siswi SMA Negeri 1 Polewali Sulawesi Barat Syakhruni, Syakhruni; Yatim, Heriyati; Prusdianto, Prusdianto
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Gender merupakan perspesi atau cara pandang terhadap laki-laki atau perempuan yang tidak didasari kepada perbedaan biologis yaitu jenis kelamin. Gender pada semua aspek kehidupan manusia menciptakan perbedaan antara laki-laki dan perempuan termasuk kreasi sosial dengan posisi perempuan lebih rendah dibanding laki-laki. Sulawesi Barat memiliki masyarakat ekonomi kelas bawah yang didominasi oleh gender perempuan dikarenakan keterbatasan akses mereka lebih sedikit dibanding gender laki-laki. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang kesetaraan gender. Seni tari adalah bentuk media edukasi yang berkaitan dengan norma-norma atau nilai-nilai yang perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Atas dasar permasalahan tersebut maka dibuatlah sebuah program kegiatan masyarakat “PKM Pelatihan Tari Kreasi Gallang Balle dalam Mengedukasi Kesetaraan Gender Pada Siswi Sma Negeri 1 Polewali Sulawesi Barat” dengan tujuan menjadikan pelatihan tari sebagai media untuk memberikan edukasi tentang kesetaraan gender sehingga mempengaruhi cara pandang mereka kepada diri sendiri sebagai perempuan maupun perempuan-perempuan lainnya.Kata kunci: Kesetaraan Gender, Siswi, Tari.
MARJINAL TAPI BERMAKNA: TANTANGAN DAN DAYA UBAH PENDIDIKAN TEATER DI SEKOLAH MINIM SUMBER DAYA Prusdianto, Prusdianto
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2025): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.73783

Abstract

Penelitian ini menyelidiki praktik, tantangan, dan hasil pendidikan teater saat ini di sekolah menengah Indonesia, dengan fokus pada penelitian kasus kualitatif di satu lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana teater diintegrasikan dalam kurikulum, bagaimana teater difasilitasi di lingkungan dengan sumber daya terbatas, dan apa dampaknya terhadap pembelajaran siswa. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dalam mengumpulkan data melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen. Data dikodekan secara tematis untuk mengidentifikasi pola-pola utama yang terkait dengan struktur kurikulum, ketersediaan infrastruktur, pedagogi guru, keterlibatan siswa, dan dukungan institusional. Temuan menunjukkan bahwa teater terpinggirkan dalam kurikulum seni, menerima waktu pengajaran dan perhatian institusional yang terbatas. Guru menghadapi tantangan yang signifikan karena tidak adanya ruang pertunjukan, alat peraga, dan pelatihan formal dalam teater. Meskipun demikian, melalui strategi yang berpusat pada siswa seperti improvisasi dan penceritaan kontekstual, para pendidik berhasil menumbuhkan tingkat keterlibatan dan pengembangan siswa yang tinggi. Siswa melaporkan peningkatan keterampilan komunikasi, peningkatan kepercayaan diri, dan peningkatan kecerdasan emosional sebagai hasil dari partisipasi mereka dalam kegiatan teater. Penelitian ini juga menggarisbawahi bagaimana kreativitas dan empati guru mengimbangi keterbatasan struktural, mengubah kendala menjadi peluang untuk pembelajaran yang bermakna. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun hambatan sistemik terus menghambat integrasi seni, upaya akar rumput yang dipimpin oleh para pendidik yang berkomitmen dapat menghasilkan hasil pendidikan yang hebat. Penelitian ini menganjurkan peningkatan perhatian kebijakan, pendanaan, dan pengembangan profesional untuk mendukung pendidikan teater yang berkelanjutan dan menyerukan penelitian di masa mendatang tentang aplikasi pedagogi teater yang responsif secara budaya yang lebih luas
MENGGABUNGKAN SISTEM TANDA BAHASA PERTUNJUKAN TEATER GENDING SRIWIJAYA Anggara MT, Alif; Prusdianto, Prusdianto
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2025): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.73894

Abstract

Pada dasarnya, teater adalah alat komunikasi yang menampilkan beberapa unit tanda di atas pentas. Ada kemungkinan bahwa makna dari teks naskah lakon sebelumnya dapat berubah karena pemahaman teater. Pemain adalah komponen yang dapat mengontrol makna tersebut. Pemain menggunakan bahasa dialog yang diucapkan untuk menggambarkan watak, karakter, dan hubungan mereka. Oleh karena itu, segmentasi digunakan untuk membuat sistem tanda bahasa pemain lebih mudah dipahami. “Gending Sriwijaya,” yang disutradarai oleh Ikhsan Bastian, adalah salah satu pertunjukan teater yang dianalisis dalam penelitian ini. Dialog pemain adalah sumber data penelitian ini. Di rekaman video pertunjukan, dialog didengarkan. Selanjutnya dianalisis berdasarkan bagaimana sistem tanda bahasanya dibagi menjadi bagian-bagian. Segmentasi tersebut disusun dalam tiga tingkatan, atau tingkatan fungsi tanda bahasa yang ditemukan dalam percakapan pemain. Tingkat-tingkatan ini adalah subjektif, inter-subjektif, dan objektif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter setiap pemain dapat diuraikan dengan menganalisis dialog pada tingkatan subjektif. Faktor sosial dan pribadi menentukan hubungan di tingkat inter-subjektif. Tokoh-tokohnya ditempatkan dalam status sosialnya masing-masing oleh faktor sosial, yaitu dua hubungan kekerabatan keluarga, Mahawangsa Dapunta dan Ki Goblek. Penghianatan menjadi komponen penting dalam hubungan karakter. Secara objektif, budaya Melayu Palembang adalah tempat dan budayanya. Cerita ini dimulai pada abad ke-16, setelah keruntuhan Sriwijaya.
PERAN SENI DRAMA DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA DINI Darma, Budi; Sutardi, Edi; Sundhari, Rine; Prusdianto, Prusdianto
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.72235

Abstract

Seni drama merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan anak usia dini, terutama dalam aspek kreativitas dan sosial-emosional. Melalui drama, anak-anak dapat mengekspresikan diri secara bebas, mengembangkan imajinasi, serta belajar berinteraksi dengan teman sebaya dalam lingkungan yang menyenangkan. Kegiatan drama memberikan pengalaman bermain peran yang memungkinkan anak untuk mengeksplorasi berbagai emosi, situasi sosial, serta berpikir secara kritis dan inovatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran seni drama dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan sosial-emosional anak usia dini. Dengan menggunakan metode studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa seni drama berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta keterampilan dalam memahami dan mengelola emosi. Selain itu, seni drama juga membantu anak dalam mengembangkan empati, kerja sama, serta membangun hubungan sosial yang positif dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, seni drama perlu diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan anak usia dini agar dapat mendukung perkembangan mereka secara holistik dan optimal.
An Analysis of Artificial Intelligence Integration Among Students: Usage, Impacts, and Educational Implications B, Sukarman; Riski Wulandari, Sri; Arifin, Irfan; Prusdianto, Prusdianto
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i2.1546

Abstract

Artificial intelligence (AI) is significantly transforming various aspects of human life, particularly education, by offering diverse features applicable to the learning process. This research aimed to clarify students' AI utilization in learning, explore its impacts and implications, and assess student perspectives on educator preventative strategies against negative effects. Employing a quantitative survey methodology with a cross-sectional design, the study meticulously examined AI integration among students. Data collection involved a six-month preliminary observational phase and the structured online questionnaire. The number of the respondents are 64 of Visual Communication Design students at Universitas Negeri Makassar, with subsequent data analyzed using quantitative descriptive techniques. The findings indicate that most students have adopted AI in their learning. 54% reported rare use, 40% frequent use, and only 3% never used AI. The study identified several negative impacts; 22% of students noted decreased social interaction, 14% observed increased intellectual laziness and reduced creativity, and 13% cited a heightened risk of plagiarism. Additionally, 8% found AI dependence hindered innovative thinking skills, and 6% reported a decline in analytical and critical problem-solving abilities. It is necessary to adjust educational methodologies and curricula to adapt to the diverse implications of AI within the realm of education.
ADDRESSING THE INEQUALITY OF THEATER EDUCATION IN TEACHER TRAINING INSTITUTIONS Prusdianto, Prusdianto; Masri, Andi Sulfana
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Number 2 (April 2025)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v6i2.5460

Abstract

Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) or The Teacher Training Institutions play an important role in preparing educators at various levels of education, including arts education. However, theater education at LPTK experiences significant disparities compared to music and dance, both in curriculum structure and institutional support. This study explores the inequalities in theater education at LPTK, specifically in Sendratasik Education Study Program at Makassar State University (UNM). Using a descriptive quantitative approach, data were collected through a survey of 147 students, 71 alumni, and 8 lecturers. The results of the study revealed three main challenges: (1) an underdeveloped curriculum, (2) a limited number of lecturers who specialize in theater education, and (3) declining student interest in theater. This study proposes several strategies to address these disparities, including enriching the curriculum with pedagogical-based courses, recruiting more lecturers who specialize in theater education, and increasing student interest through theater festivals and professional collaborations. By addressing this gap, LPTK can create more inclusive and effective theater education, ensuring that prospective theater educators have competencies that are relevant to the dynamic world of education.
Model Pembelajaran Manajemen Pertunjukan Teater Berbasis Konsep William J. Byrnes: Analisis Persepsi Mahasiswa terhadap Efektivitas dan Penerapannya dalam Pendidikan Seni Pertunjukan Prusdianto, Prusdianto; Alam, Andi Zulfikar; Masri, Andi Sulfana
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78485

Abstract

Abstrak. Studi ini mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap model pembelajaran manajemen pertunjukan teater berdasarkan Manajemen dan Seni karya William J. Byrnes, yang bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif konsep manajemen teoretis dapat diterapkan dalam pendidikan seni pertunjukan. Data dikumpulkan dari mahasiswa teater S1 di Universitas Negeri Makassar menggunakan pendekatan metode campuran yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menunjukkan pemahaman konseptual yang kuat tentang kerangka kerja manajerial Byrnes, terutama dimensi organisasi dan kepemimpinannya, tetapi kesulitan mengoperasionalkan prinsip-prinsip tersebut dalam konteks produksi nyata. Studi ini mengidentifikasi kesenjangan teori-praktik yang berkepanjangan akibat terbatasnya kesempatan pembelajaran berbasis pengalaman dan kurangnya integrasi bimbingan industri. Namun, ketika diimplementasikan bersama strategi pembelajaran berbasis pengalaman seperti manajemen produksi berbasis proyek dan simulasi kolaboratif, kerangka kerja Byrnes secara efektif memupuk kepemimpinan, kerja sama tim, dan keterampilan pemecahan masalah yang adaptif. Mahasiswa menganggap integrasi ini penting untuk kesiapan profesional dan keberlanjutan institusi dalam sektor seni pertunjukan. Diskusi ini menekankan kebutuhan pedagogis untuk menyelaraskan teori manajemen dengan praktik terapan, mengadvokasi desain kurikulum berbasis persepsi yang menggabungkan keterlibatan audiens, kepemimpinan etis, dan adaptabilitas digital. Studi ini berkontribusi pada pengetahuan yang ada dengan menunjukkan secara empiris bagaimana model Byrnes dapat diadaptasi dengan kebutuhan pendidikan kontemporer, sekaligus menjaga keseimbangan antara kreativitas dan ketelitian administratif. Pada akhirnya, penelitian ini menggarisbawahi potensi transformatif dari integrasi teori manajemen dengan praktik untuk mencetak calon manajer teater yang melek budaya dan kompeten secara profesiona Kata Kunci: manajemen teater; William J. Byrnes; seni pertunjukan; pembelajaran eksperiensial; pedagogi manajemen seni