Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Weton Divination in Javanese Marriage: An Archetypal Study in Ngadiluwih, Kediri Dinso, Junio Boy Smara; Waryanti, Endang; Muarifin, Moch.
Asa Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2025): February-July 2025
Publisher : CV. Srikandi Kreatif Nusantara in collaboration with Institut Teknologi Mojosari Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63709/ajppp.v2i1.6

Abstract

This study explores the cultural role of weton, a traditional Javanese calendrical system, in determining auspicious marriage dates in Ngadiluwih, Kediri. Using a Jungian archetypal framework and qualitative descriptive methods, data were collected through interviews with two adat leaders and observations of local wedding rituals. The findings reveal that favorable weton pairings such as Sunday Legi and Friday Wage embody archetypes of harmony (tentrem), affection (jodo), and social cohesion (rukun). In contrast, combinations like Tuesday Kliwon and Wednesday Wage reflect shadow archetypes associated with conflict (pegat), hardship (mlarat), and emotional distress (sengsara). These patterns function as cultural symbols rooted in the collective unconscious, guiding moral and practical choices in marriage. The study highlights weton as a living symbolic system and proposes its integration into cultural education and heritage preservation programs.
The Image of Women in The Film "Hati Suhita" Director Archie Hekagery Sukma Intan Nurima, Alifia; Dwi Rahmayantis, Marista; Waryanti, Endang
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v6i2.6569

Abstract

This research is motivated by observations and experiences regarding the position of women who tend to be underestimated and humiliated in front of men. As a result, many women feel that they are no more capable than men. This is evident from the many things that are done in everyday life with men as the axis. Theoretically, this research uses a feminist approach, while methodologically this research uses a qualitative descriptive method. This type of research is qualitative research that aims to describe conversational data or dialog in the film "Hati Suhita" directed by Arche Hekagery that contains elements of women's image. The data source in this research is the movie "Hati Suhita" directed by Archie Hekagery. The result of this research is that there are four aspects of women's image in the film "Hati Suhita" directed by Arche Hekagery, including the image of women and love, the image of women and suffering, the image of women and responsibility, and the image of women and justice.
Sanggar Kreatif Kuda Lumping: Pemberdayaan Karang Taruna Desa Karangrejo Menuju Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal Lailiyah, Nur; Muarifin, Moch.; Pitoyo, Andri; Waryanti, Endang; Septiani, Devi Rahma; Apriliani, Nuriya Lutfi
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 6 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v6i3.2629

Abstract

Abstract: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan Karang Taruna dalam memasarkan produk secara mandiri melalui platform digital dengan memanfaatkan kesenian kuda lumping sebagai basis pengembangan ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: (1) sosialisasi dan pelatihan pengembangan produk kreatif berbasis kuda lumping, (2) pelatihan manajemen usaha mikro dan kewirausahaan, (3) pelatihan digital marketing dan penggunaan platform e-commerce, serta (4) pendampingan berkelanjutan dalam proses produksi dan pemasaran. Target luaran kegiatan adalah terbentuknya Sanggar Kreatif Kuda Lumping sebagai wadah produksi dan pemasaran, terciptanya minimal 2 jenis produk kreatif berbasis kuda lumping dan beroperasinya akun media sosial dan toko online yang dikelola secara mandiri oleh Karang Taruna. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kewirausahaan peserta. Rata-rata skor pre-test adalah 48,5 (dari skala 100), sedangkan rata-rata skor post-test meningkat menjadi 76,8, menunjukkan peningkatan sebesar 58,4%. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kewirausahaan pemuda desa, melestarikan budaya lokal melalui inovasi produk kreatif, serta membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Karangrejo. Dengan penguasaan pemasaran digital, Karang Taruna akan mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal secara mandiri dan berkelanjutan.