Articles
Simulasi PLTS Prediksi Daya Desa Gunung Halu Dengan Simulink
Achmad, Rivo Rivaldo;
Adam, Kharisma Bani;
Aprillia, Bandiyah Sri
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengevaluasi potensi pemanfaatan energi surya di Indonesia, khususnya desa Gununghalu, dengan rata-rata iradiasi sekitar 4,8 kWh/m2/hari. Meskipun potensi instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mencapai 112,67 GWp, pemanfaatannya masih rendah disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan. Penelitian menggunakan MATLAB Simulink untuk merancang dan mensimulasikan sistem PLTS 5 kWp, menitikberatkan pada analisis kinerja teknis dan ekonomis. Simulasi melibatkan komponen seperti panel surya, inverter z source, dan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) Perturb and Observe (PnO). Pengujian menunjukkan peningkatan daya setelah penggunaan inverter 3 phase, meningkatkan efisiensi dan ketersediaan daya listrik. Kata Kunci -Energi Surya, PLTS, MATLAB Simulink
Simulasi Sistem Bi-Directional Inverter pada Baterai On-Grid Terhadap Pembangkit Listrik Hibrid PLTMH dan PLTS Gunung Halu
Rafli, Salman Alfa;
Adam, Kharisma Bani;
Aprillia, Bandiyah Sri
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Energi listrik merupakan hal yang diperlukan manusia untuk melakukan aktivitas keseharian. Di Desa Tangsi Gunung Halu terdapat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang mampu memberikan kapasitas daya maksimal sebesar 18kW kepada beban. Akan tetapi, kebutuhan beban rumah tangga meningkat, lalu diperlukan sebuah solusi peningkatan daya listrik. Penerapan konsep hibrid antara PLTMH dengan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan baterai merupakan solusi yang terbaik. Baterai digunakan sebagai sumber listrik cadangan yang mampu memberikan pasokan energi ke warga jika terjadinya kendala terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH). Grid yang akan digunakan pada PLTH ini adalah grid AC, maka baterai harus memiliki sifat fleksibel untuk mengubah arus AC menjadi DC, dan sebaliknya. Bi-directional inverter bersama dengan buck-boost converter dapat memberikan kemampuan fleksibilitas tersebut. Landasan penanggulangan masalah tersebut adalah penyusunan simulasi. Simulasi bermanfaat untuk mengetahui kelayakan dari konsep. Pengujian telah dilakukan terhadap simulasi yang telah dirangkai. Dari pengujian tersebut diketahui bahwa konsep penerapan bidirectional inverter dan baterai mampu untuk dapat menjadi sumber untuk grid, serta menerima energi dari kedua pembangkit listrik. Dari pengujian telah diperoleh nilai sebersar 0,07% penurunan SOC dalam rentan 3 detik ketika discharging, lalu telah diperoleh nilai sebear 0,33% peningkatan SOC dalam rentan 3 detik. Kata Kunci — Baterai, bi-directional, converter
Optimasi Keekonomian dan Emisi pada Sistem Kelistrikan JAMALI Menggunakan Algoritma PSO
Anggawijaya, Arizsatrio;
Raharjo, Jangkung;
Adam, Kharisma Bani
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20895/jtece.v6i1.1231
Sebagian besar listrik di Indonesia dikonsumsi oleh pelanggan yang terkoneksi ke pembangkit Jawa-Madura-Bali (JAMALI) yang menggunakan beberapa tipe pembangkit. Namun, seiring dengan perkembangan waktu dan teknologi, kebutuhan listrik di Indonesia semakin meningkat yang menyebabkan meningkatnya biaya operasional dan juga jumlah emisi yang dihasilkan dari setiap generator, sehingga diperlukan sebuah optimasi biaya operasional dan emisi yang dihasilkan oleh setiap pembangkit. Combined economic emission dispatch (CEED) merupakan sebuah upaya untuk mengatur seberapa besar daya yang dihasilkan dari setiap pembangkit dengan memperhatikan jumlah emisi dan biaya operasional yang dihasilkan oleh setiap pembangkit sesuai dengan karakteristik dari setiap pembangkit. Untuk melakukan optimasi pada CEED, algoritma particle swarm optimization (PSO) menjadi salah satu metode optimasi untuk menentukan prediksi hasil CEED terbaik dan terinspirasi dari konsep perilaku sosial hewan seperti kawanan burung dan kawanan ikan. Hasil pada PSO pada saat melakukan optimasi dapat mencapai biaya operasional dan emisi yang optimal pada saat melakukan optimasi 42 generator pembangkit JAMALI. Sehingga PSO dapat menghasilkan hasil optimasi yang terbaik. Algoritma particle swarm optimization (PSO) tidak hanya memberikan solusi optimal untuk penjadwalan pembangkit Jawa-Madura-Bali dengan mempertimbangkan biaya operasional dan gabungan economic dispatch dan emission dispatch, tetapi juga menunjukkan performa yang unggul dalam waktu iterasi rata-rata 1,4435 detik dan biaya operasional yang lebih rendah sebesar 45,482% dibandingkan dengan KMA.
Caching and Forwarding Mechanism for Smart Grid Communications Networks
Faturrachman, Arif;
Rahmatullah, Fakhri;
Elfarizi, Sayid Huseini;
Mayasari, Ratna;
Negara, Ridha Muldina;
Astuti, Sri;
Adam, Kharisma Bani;
Irawan, Arif Indra
CEPAT Journal of Computer Engineering: Progress, Application and Technology Vol 3 No 02 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/cepat.v2i03.6292
A smart grid aims to integrate alternative and renewable energy sources. NDN has the advantage of being better than IP networks and can optimize the delivery of information. The concept of Named Data Networking (NDN) is designed for smart grid systems. This study aims to implement the NDN concept on a smart grid system and analyze forwarding and caching strategies. The implementation of the system strategy is supported using the NDN network topology, which is based on IEEE 39. The author evaluates network performance by paying attention to parameters such as delay and cache hit ratio. From the data the author obtained, it can be concluded that the best route-LRU and client control-LRU systems are better choices to be implemented in a smart grid communication system than the best route-FIFO and client control-FIFO systems. In other words, the LRU caching override method is superior to the FIFO caching override method. Meanwhile, the forwarding method does not show significant graphical results. This happens because the forwarding method that the authors use has the same route determination. Something that differentiates between the best route and client control is only the control of selecting the path. The best route is controlled by the producer, and client control is controlled by the consumer.
Pelatihan Pemodelan Instalasi PLTB Sebagai Improve Kurikulum Pengajaran di SMKN 4 Bandung
Wijaya, I Gede Putu Oka Indra;
Yustika, Lindiasari Martha;
Adam, Kharisma Bani
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35960/pimas.v3i3.1470
The TSE-Creative Teaching’s Workshop is a community service program by the undergraduate Energy Systems Engineering faculty aimed at sharing knowledge with teachers at SMKN 4 Bandung. This workshop aims to assist teachers in integrating educational technology into their teaching methods. Teachers will learn how to use hardware to install Wind Power Plants (PLTB) and simulate PLTB installations. This aims to enhance the teachers' experience so they can transfer their knowledge to students, preparing them for the clean energy transition in the digital era. During this activity, the teachers achieved an average accuracy of 61% in answering questions correctly. Based on the questionnaire results, 100% of SMKN 4 Bandung participants agreed or strongly agreed on the relevance of the implemented community service program. Through this training, it is expected that teachers will improve their understanding of renewable energy, inspiring and guiding students in understanding the importance of renewable energy and their role in environmental conservation. Additionally, this training is expected to strengthen the school's involvement in sustainable practices and spread awareness about the importance of renewable energy within the local community.
Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Dengan Daya Dari Photovoltaic
Mardauntung, Kevin Manase;
Adam, Kharisma Bani;
Afifah, Khilda
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak—Indonesia merupakan negara dengan paparan cahaya matahari paling tinggi dalam periode satu tahun. Salah satu upaya yang dilakukan dalam pemanfaatan energi matahari adalah dengan menggunakan teknologi sel surya atau photovoltaic. Teknologi sel surya merupakan sebuah teknologi yang mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik. Selain Indonesia menjadi wilayah yang strategis karena terpapar sinar matahari yang cukup tinggi, Indonesia juga merupakan wilayah yang kaya akan tumbuh-tumbuhan. Tingkat kesuburan dapat dipengaruhi dengan intensitas air yang dikandungnya.Penelitian ini berhasil merancang sistem hybrid menggunakan photovoltaic 10WP dan ditambahkan fitur pengukuran arus dan tegangan. Hasil rata-rata dari pengukuran selama 5 hari menggunakan sensor INA219 adalah 19,27 Volt dan disimpan di dalam baterai 12V 6,5 Ah. Pengujian dari sensor kelembapan didapat persentasenya 0-28,93% untuk tanah kering dan 80,84-91,10% untuk tanah basah. Pengujian manajemen energi untuk sistem penyiraman tanaman otomatis bertenaga photovoltaic dilakukan dengan cara menghitung nilai energy not supplied selama 5 hari dan didapat untuk nilai rata-rata ENS sebesar 16,67%.Kata Kunci—tegangan, energy not supplied, soil moisture sensor, INA219.
Kontrol Sinkronisasi Tegangan Photo -Voltaic (PV) – Grid (PLN)
Jales Saputra, Dewangga;
Rahmat, Basuki;
Bani Adam, Kharisma
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Interkoneksi antar sumber tanaga listrik memerlukan sinkronisasi tegangan antar sumber. Perubahan beban bisa saja mengakibatkan tegangan antar sumber berosiliasi sehingga masing-masing tegangan menjadi tidak sinkron, akibatnya terjadi rugi-rugi daya dalam sistem. Oleh karena itu guna menjaga stabilitas sistem, diperlukan monitor dan kontrol sinkronisasi tegangan dalam sistem interkoneksi antar sumber PV dengan sumber existing (PLN). Pada penelitian ini telah dibuat prototype pengontrol sinkronisasi tegangan PV inverter dengan grid PLN guna mensikronkan tegangan antara PV inveter dengan PLN yang berosilasi akibat perubahan beban. Dengan kondisi prototipe yang sudah dibuat, didapatkan hasil bahwa kontrol frekuensi tegangan antara grid dan PV telah sinkron.Kata kunci— Kontrol, Sinkronisasi,PV,Grid
Monitoring Sinkronisasi Tegangan Photovoltaic(Pv)-Grid(Pln)
Wilson Silitonga, David;
Rahmat, Basuki;
Bani Adam, Kharisma
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perubahan beban lisrik dalam sistem interkoneksi bisa mengakibatkan tegangan antar sumber berosilasi, sehingga masing-masing tegangan menjadi tidak sinkron. Lebih lanjut, akibatnya terjadi rugi-rugi daya dalam sistem. Karena itu dalam sistem interkoneksi antar sumber tenaga listrik diperlukan sinkronisasi tegangan antar sumber. Selain itu guna menjaga stabilitas sistem, diperlukan monitor dan kontrol sinkronisasi tegangan dalam sistem interkoneksi antar sumber PV dengan sumber existing (PLN). Melalui penelitian Tugas Akhir ini telah dapat dibuat Prototipe sistem monitoring sinkronisasi tegangan PV inverter - Grid terhadap perubahan beban yang dapat mengakibatkan osilasi tegangan PV dengan Grid(PLN) sehingga menyebabkan rugi-rugi daya. Dengan kondisi prototipe yang sudah dibuat, didapatkan hasil bahwa monitoring frekuensi tegangan antara grid dan PV telah sinkron.Kata kunci— Monitoring, PV, Grid, Tegangan
Analisis Plts Atap On Grid Di Pesantren Al Mukaromah
Rafli, Feri;
Kurniawan, Ekki;
Adam, Kharisma Bani
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemenuhan kebutuhan energi listrik yang dibutuhkan masyarakat salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan energi terbarukan misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya atap on-grid. PLTS memanfaatkan intensitas cahaya matahari untuk menghasilkan energi listrik menggunakan teknologi fotovoltaik. Penggunaan PLTS on-grid kini sudah banyak diterapkan di Indonesia, salah satunya adalah penggunaan PLTS atap on-grid di Pesantren Al Mukaromah. Maka dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja dari sistem PLTS yang berada di Pesantren Al Mukaromah dari sisi ekonomi. Parameter nilai ekonomi yang digunakan adalah perhitungan biaya penghematan biaya tagihan listrik yang dibayarkan ke PLN sebelum dan sesudah memakai PLTS dan perhitungan COE. Hasil penelitian tugas akhir ini menunjukkan energi terbarukan yang diwujudkan di Pesantren Al Mukaromah dengan menggunakan sistem PLTS atap on-grid. Setelah pengujian performansi di Pesantren Al Mukaromah, sistem tersebut layak digunakan dengan total energi sebesar 2.953 kWh/tahun, performance ratio sebesar 76%, dan iradiasi yang diterima dalam setahun mencapai 1.464,2 kWh/m2 . Potensi energi surya di Pesantren Al Mukaromah dikatakan cukup efektif dilihat dari sisi ekonominya, dengan COE sebesar Rp 1.665,7/kWh.Kata kunci— PLTS on-grid, penghematan tagihan listrik, COE, energi produksi.
Economic Dispatch Pada Sistem Kelistrikan JAMALI Menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization
Devano, Riandra;
Raharjo, Jangkung;
Adam, Kharisma Bani
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
— Economic dispatch (ED) adalah salah satu yang utama dari sebuah permasalahan dalam optimalisasi sistem tenaga listrik. Tujuan utama dari economic dispatch (ED) adalah membuat jadwal yang optimal untuk semua pembangkit listrik agar dapat menghasilkan biaya minimum. Penelitian ini mengusulkan penggunaan metode algoritma pengoptimalan canggih yang dikenal sebagai Particle Swarm Optimization (PSO). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode yang diusulkan dapat mengungguli metode optimasi lainnya. Tes dilakukan untuk menghitung ED dari 42 pembangkit di Jawa Madura Bali (Jamali) dengan sistem kelistrikan yang terdiri dari thermal dan pembangkit listrik tenaga air. Setelah dilakukan pengujian dengan beberapa kasus, algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) berhasil melakukan pencarian biaya operasional minimum (Economic Dispatch) pada kasus beban sebesar 8378,972 MW didapatkan biaya operasional sebesar Rp 2,000,808,617Kata kunci— Economic dispatch , Particle Swarm Optimization, Pembangkit Listrik Jawa Madura Bali.