Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ni Kadek Suci Tuti Utami; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015 antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dan siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan penelitian Posttest-Only Control Grup Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 397 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Jumlah sampel adalah 67 orang yang terdiri dari kelas VIII-G dan VIII-D. Data hasil belajar TIK dikumpulkan dengan menggunakan tes obyektif dan data dianalisis menggunakan uji-t dengan teknik polled varians. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t-hitung adalah 14,136, sedangkan nilai t-tabel dengan df = 65 pada taraf signifikansi 5% yaitu 1,997 (thitung > ttabel). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015 antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dan siswa yang menerpkan model pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata hasil belajar TIK pada kelompok siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar TIK pada kelompok siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : hasil belajar, model pembelajaran kooperatif, Team Assisted Individualization, TIK This research was to know the differences of learning outcomes of information and communication technology upon the eight grade student of SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year 2014/2015 between students who were taught by using cooperative learning type Team Assisted Individualization models and those who were taught by using conventional learning models. This is a quasi experimental research by using the Posttest Only Control Group Design. Population in this reasearch was the eighth grade students of SMP Negeri 3 Singaraja amounting to 397 students. The samples in this reasearch was using random sampling techniques. 67 students of eigth graders were selected as sample consisting of classes VIII-G and VIII-D. ICT learning outcomes data were collected by using objective tests and the data were analyzed by using t-test with polled variance techniques. The analysis showed that the value of t-test was 14.136, while the value of the t-table with df = 65 at significance level of 5% that is 1.997 (t count> ttable). It can be concluded that there are differences of learning outcomes of information and communication technology upon the eight grade student of SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year 2014/2015 between students were taught by using cooperative learning type Team Assisted Individualization models and students were taught by using conventional learning models. The average value of ICT learning outcomes in the group of students students were taught by using cooperative learning type Team Assisted Individualization models was better than those who were treated by using conventional learning models.keyword : learning outcomes, cooperative learning model, Team Assisted Individualization, ICT
PENGARUH MODEL PBL BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS VII SMPN 3 SAWAN ., Muhammad Fredey Mercury; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5930

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional dalam pembelajaran IPS; (2) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan multimedia interaktif; dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 3 Sawan, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII berjumlah 206 siswa, dengan sampel kelas VII.A5 yang berjumlah 25 orang dan kelas VII.A6 yang berjumlah 27 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes objektif yang berjumlah 30 soal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional dalam pembelajaran IPS menunjukkan skor rata-rata 22,22 (2) hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model PBL berbantuan multimedia interaktif menunjukkan skor rata-rata 25,00 (3) terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model PBL berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional, penghitungan hasil belajar diperoleh hasil thitung sebesar 3,73 sedangkan harga ttabel pada taraf signifikasi 5% adalah 2,021. Jadi harga thitung=3,73>ttabel=2,021 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL berbantuan multimedia interaktif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas VII semester genap di SMP N 3 Sawan tahun pelajaran 2014/2015 . Dengan demikian, model pembelajaran PBL berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 3 Sawan. Kata Kunci : problem based learning, multimedia interaktif The problem in this research is the lack of teachers utilize existing learning media, as well as teachers are still using conventional teaching methods in the subjects of Social Sciences this research purpose to (1) describe the learning outcomes of students who are taught by using conventional models in IPS; (2) describe the results of IPS studies students that learned using problem based learning model-assisted interactive multimedia; and (3) determine differences in learning outcomes of students that learned by applying problem-based learning model (PBL) combined with interactive multimedia aided by students that learned to use the conventional model. Subjects in this study were students of SMP Negeri 3 Sawan, the study population was all students of class VII students numbered 206, with samples VII.A5 class numbering 25 people and VII.A6 class numbering 27 people. Data collection methods used in this study is an objective test method totaling 30 questions. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results showed (1) the results of student learning are taught using conventional models of learning social studies show an average score of 22.22 (2) the results of social studies students that learned to use interactive multimedia-assisted PBL models show an average score of 25.00 ( 3) there is a difference in student learning outcomes that learned by applying the model PBL interactive multimedia aided by students that learned to use the conventional model, the calculation of learning outcomes obtained results tcount of 3.73 while price ttable at 5% significance level was 2.021. So the price of t = 3.73> t table = 2.021 so that H0 is rejected and H1 accepted. Then there are differences in learning outcomes between groups of students IPS that learned with PBL learning model aided interactive multimedia and groups of students that learned with conventional models in class VII semester at SMP N 3 Sawan school year 2014/2015. Thus, PBL learning model aided interactive multimedia effect on student learning outcomes in social studies class VII semester of academic year 2014/2015 in SMP Negeri 3 Sawan.keyword : problem-based learning, interactive multimedia
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MODEL TUTORIAL MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Kadek Masdana Mahardika; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia interaktif untuk mata pelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas multimedia interaktif untuk mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan desain penelitian pengembangan model Borg & Gall. Prosedur pengembangan produk menurut model ini terdiri dari 10 tahapan yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan data awal, 2) perencanaan, 3) pembuatan produk awal, 4) uji coba awal, 5) perbaikan produk awal, 6) uji coba lapangan, 7) perbaikan produk operasional, 8) uji coba oporasional, 9) perbaikan produk akhir, dan 10) deseminasi nasional. Tahapan model pengembangan ini dijadikan acuan dalam memproduksi dan memvalidasi multimedia interaktif yang dikembangkan. Validasi multimedia interaktif dilakukan oleh satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa uji coba lapangan. Uji efektivitas multimedia interaktif pada oleh 30 orang siswa uji efektivitas menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, deskritif kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia interaktif, mulai dari langkah analisis peserta didik, menyatakan tujuan, memilih metode, media, dan materi, penggunaan media dan bahan, partisipasi peserta didik di kelas, serta penilaian dan revisi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa. Hasil validasi media yang dilakukan oleh: (a) ahli isi mata pelajaran 90% pada kategori sangat baik; (b) ahli desain pembelajaran 88,69% pada kategori baik; (c) ahli media pembelajaran 92% pada kategori sangat baik serta (d) uji coba perorangan 91,33% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil 94,6%, yang katagori sangat baik dan uji coba lapangan 89% yang kategori baik; (3) uji efektivitas hasil pengembangan multimedia interaktif menunjukkan bahwa thitung = 12,207 > ttabel =2,021. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif.Kata Kunci : Kata kunci: IPA, multimedia interaktif, pengembangan This study aims to: (1) describe the design development of interactive multimedia for teaching science, (2) determine the quality of the development of interactive multimedia by expert review, and testing of the student, and (3) determine the effectiveness of interactive multimedia for subjects IPA. This study is the development of research design development models Borg & Gall. Product development procedure according to this model consists of 10 stages, namely: 1) research and data collection early, 2) planning, 3) creation of the initial product, 4) the initial trial, 5) improvement of the initial product, 6) field trials, 7) product repair operations, 8) trials oporasional, 9) improvement of the final product, and 10) national Dissemination. Stages of development model is used as a reference in the manufacture and validate the developed interactive multimedia. Interactive multimedia validation performed by the experts of the course content, the instructional design experts, one expert instructional media, individual testing of 3 students, 12 students in small group trial, and 30 students of field trials. Test the effectiveness of interactive multimedia on by 30 students test the effectiveness of the research design of pre-test and post-test. Data were collected by questionnaire and tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive and inferential / inductive t-test. The research result of this development are (1) a description design of interactive multimedia development, ranging from the analysis step learners, stated objectives, selecting methods, media, and materials, the use of media and materials, participation of learners in the classroom, as well as assessment and revision; (2) the quality of the development of media according to the review expert and students. The results of the validation performed by the media: (a) expert subject matter content of 90% in the category very well; (B) 88.69% of instructional design experts in both categories; (C) expert instructional media 92% in the category very good and (d) 91.33% individual testing with excellent category, piloting a small group of 94.6%, which is very good categories and field trials that both categories 89% ; (3) test the effectiveness of interactive multimedia development results showed that t = 12.207> table = 2.021. This means that there are significant differences in student learning outcomes before and after using interactive multimedia.keyword : Key word : IPA , interactive multimedia, development
PERANAN RADIO REPUBLIK INDONESIA (RRI) SINGARAJA DALAM MENJAGA KELESTARIAN BUDAYA LOKAL BALI (STUDI TENTANG ACARA SUDANG LEPET JUKUT UNDIS) ., Luh Putu Yuli Rastini; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja dalam menjaga kelestarian budaya lokal dalam acara Sudang Lepet Jukut Undis. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang memiliki fokus masalah pada peranan RRI Singaraja. Populasi penelitian ini dilakukan di RRI Singaraja dengan sampel acara Sudang Lepet Jukut Undis (SLJU). Data dikumpulkan dengan metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian ini yaitu hasil observasi dan hasil wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analsisid deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)adanya peranan RRI Singaraja dalam menjaga kelestarian budaya Bali,2)pendengar sebagai faktor pendorong dan penghambat dalam penyiaran program Sudang Lepet Jukut Undis,3)terdapatnya dampak positif dan negatif setelah program Sudang Lepet Jukut Undis di siarkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa RRI Singaraja memiliki peranan dalam menjaga kelestarian budaya lokal Bali melalui siaran Sudang Lepet Jukut Undis.Kata Kunci : RRI Singaraja, Sudang Lepet Jukut Undis, Pelestarian budaya Bali, This study aims to determine the role of Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja in preserving the local culture in an event Sudang Lepet Jukut Undis. This study uses qualitative descriptive analysis has focused on the role of RRI Singaraja problems. The study population was conducted in RRI Singaraja with samples show Sudang Lepet Jukut Undis (SLJU). Data collected by observation and interview methods. The instrument of this study is the result of observation and interviews. Data were analyzed using descriptive analsisid kualitatif.Hasil research shows that 1) the role of RRI Singaraja in preserving Balinese culture, 2) the listener as factors driving and inhibiting the broadcasting program lepet Sudang Lepet Jukut Undis, 3) the presence of positive and negative impacts after program Sudang lepet Jukut undis broadcast. Based on these results, it can be said that the RRI Singaraja has a role in preserving the local culture through broadcast Sudang Lepet Jukut Undis.keyword : Bali's cultural preservation, RRI Singaraja, Sudang Lepet Jukut Undis.
PENGEMBANGAN WEBSITE PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENDUKUNG BLENDED LEARNING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 3 BANJAR ., Agus Dwi Santoso; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7730

Abstract

Masalah yang ditemukan di SMP Negeri 3 Banjar adalah sumber belajar untuk menampung karya tulis siswa minim, hanya mengandalkan madding sebagai sarana publikasi. Hal ini mengakibatkan keterampilan menulis siswa rendah. Berdasarkan masalah tersebut dilakukan penelitian pengembangan Website Pembelajaran Interaktif Bahasa Indonesia untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu: (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan Website Pembelajaran Interaktif Bahasa Indonesia melalui Blended learning, (2) untuk mendeskripsikan kualitas hasil validitas pengembangan Website Pembelajaran Interaktif yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, (3) untuk mengetahui efektivitas Website Pembelajaran Interaktif yang dikembangkan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan model waterfall. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuisioner, dan tes. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah, (1) rancang bangun Website Pembelajaran Interaktif bahasa Indonesia melalui Blended learning dengan model waterfall meliputi enam tahapan. (2) Website Pembelajaran Interaktif bahasa Indonesia yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran berpredikat sangat baik (94,66%), (b) hasil review ahli media pembelajaran berpredikat sangat baik (97,33%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran berpredikat sangat baik (93,33%), (d) hasil uji perorangan berpredikat baik (89,33%), (e) hasil uji kelompok kecil menunjukan Website Pembelajaran berpredikat baik (82,55%), (f) hasil uji lapangan berpredikat baik (81,58). (3) Efektivitas hasil pengembangan media Website Pembelajaran Interaktif menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 24,35 > ttabel = 1,999. berarti media Website Pembelajaran Interaktif efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Kata kunci: pengembangan, waterfall, blended learning, Website The problems were found in SMP Negeri 3 Banjar is a learning resource to accommodate students' papers was still minimal, relying only madding as publication. This resulted in low student writing skills. Based on these problems, do research Website Development Interactive of Indonesian Learning to improve student learning outcomes. This study has three objectives, namely: (1) to describe the design development Website Interactive of Indonesian Learning through Blended learning, (2) to describe the quality of the validity of the development Website Interactive Learning developed according to the review experts and product trials on subjects Indonesian, (3) to determine the effectiveness of Interactive learning Website developed of Indonesian learning outcomes. This study uses a waterfall development model. The data collected in this study is quantitative data and qualitative data. The results of this study are as follows. The data collection is done by the method of recording documents, questionnaires and tests. Analysis of the data used is descriptive qualitative, quantitative descriptive and inferential statistics. (1) Website design Interactive of Indonesian Learning through Blended learning with waterfall development model includes six phases. (2) Website Interactive of Indonsian Learning was valid developed by: (a) the results of expert review of the course content is predicate excellent (94.66%), (b) the results of expert reviews predicate excellent learning media (97.33%), (c) the results of instructional design expert reviews predicate excellent (93.33%), (d) the results of individual testing predicate good (89.33%), (e) the trial results showed a small group of learning Website predicate well (82, 55%), (f) the results of field trials predicate either (81.58). (3) The effectiveness of the development of media Website Interactive Learning obtained indicate significance is t = 24.35> table = 1.999. Its means media Website Interactive Learning was effective in improving student learning outcomes.keyword : Key Word: development, waterfall, blended learning, Website
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VI SEMESTER GENAP DI SD NEGERI 2 BANYUNING TAHUN PELAJARAN 2015-2016 ., Gede Darmanta; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.8533

Abstract

Rerata hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial sebesar 66,03 dengan KKM sebesar 75. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan tahap-tahap pengembangan video pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan video pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk siswa kelas VI SDN 2 Banyuning, dan (3) mengetahui efektivitas video pembelajaran terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VI SDN 2 Banyuning. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model ADDIE. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Hasil penelitian menemukan (1) tahap-tahap pengembangan video pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dimulai pada fase analisis yang menghasilkan kompetensi sasaran, karakteristik, pengetahuan dan analisis materi pembelajaran, yang selanjutnya dijadikan acuhan dalam membuat naskah. (2) kualitas hasil pengembangan video pembelajaran menurut review ahli isi sebesar 98% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil review ahli desain sebesar 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil review ahli media sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 97,33% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 96,08% berada pada kualifikasi sangat baik. (3) efektifitas video pembelajaran diperoleh t hitung hasil uji lapangan sebesar 96,8% berada pada kualifikasi sangat baik. Harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (85,92) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (52,63). Hal ini berati video pembelajaran efektif meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.Kata Kunci : IPS, pengembangan, video pembelajaran The average results of study Social Sciences amounted to 66.03 with the chief engineer of 75. This study aimed (1) to describe the stages of development of learning videos, (2) determine the quality of the development of instructional videos Social Sciences to students of class VI SDN 2 Banyuning, and (3) determine the effectiveness of the instructional video on the results of social studies students of class VI SDN 2 Banyuning. This type of research is the development of research, with the ADDIE models. Collecting data in this study conducted by the method of recording documents, questionnaires and tests. The results found that (1) the stages of development of instructional video subjects of Social Sciences began in the analysis phase which produces competence goals, characteristics, knowledge and analysis of learning materials, which in turn made acuhan in creating a script. (2) the quality of the development of video lessons by expert review the contents of 98% are in excellent qualifications. Results of expert review of design by 92% in the excellent qualifications. Results of expert review of media by 94% in the excellent qualifications. Individual test results of 97.33% in the excellent qualifications. The result of a small group of 96.08% in the excellent qualifications. (3) the effectiveness of instructional video obtained t count on field test results of 96.8% in the excellent qualifications. Price t is greater than the price t table so that H0 rejected and H1 accepted. So there are significant differences of Social Sciences learning outcomes of students before and after using instructional media. The average value after using the media (85.92) is higher than before using the media (52.63). This means learning video effectively improve learning outcomes Social Sciences.keyword : social, development, video learning.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERORIENTASI PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SEKOLAH DASAR MUTIARA SINGARAJA Diartha, Pande Made Pradnya; Sudarma, I Komang; Suwatra, Ignatius I Wayan
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 7 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v7i1.19969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran pada mata pelajaran IPA sebagai upaya meningkatkan minat dan proses pembelajaran, untuk mengetahui tahap-tahap pengembangan media, dan untuk mengetahui hasil validasi multimedia pembelajaran, sesuai dengan hasil uji coba para ahli dan uji coba lapangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (analyze, design, development, implementasi, evaluation). Subjek validasi multimedia pembelajaran ini adalah satu orang ahli isi pembelajaran, satu orang ahli desain pembelajaran, satu orang ahli media pembelajaran, 3 orang siswa uji coba perorangan, 5 orang siswa uji coba kelompok kecil, dan 29 orang siswa uji coba lapangan. Efektivitas multimedia pembelajaran dilakukan oleh 27 orang siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Berdasarkan tes objektif yang diberikan pada saat pre-test dan post-test, diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 50,56 dan nilai rata-rata post-test sebesar 87,778. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, pencatatan dokumen, dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah (1) rancang bangun pengembangan multimedia interaktif mulai dari langkah analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi; (2) Validitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 98% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 93,33 % berada pada kategori sangat baik; c) ahli media pembelajaran 92,72% berada pada kategori sangat baik; d) uji coba perorangan 89% berada pada kategori baik; e) uji coba kelompok kecil 95,2% berada pada kategori sangat baik; f) dan uji coba lapangan 96,4% yang berada pada kategori sangat baik; (3) berdasarkan uji hipotesis diperoleh bahwa harga t hitung = 15,039 > t tabel = 2,006. Dengan demikian multimedia pembelajaran ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA di SD Mutiara Singaraja.Kata Kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran, IPA
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN EDUKATIF TEKA-TEKI SILANG BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA PELAJARAN IPS Wulan, Ni Putu Jati Dinar; Suwatra, Ignatius I Wayan; Jampel, I Nyoman
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 7 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v7i1.20009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk menggambarkan rancang bangun pengembangan permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan yang dikembangkan, (2) untuk mengetahui validitas pengembangan permainan edukatif berorientasi pendidikan karakter, (3) untuk mengetahui efektivitas pengembangan permainan edukatif berorientasi pendidikan karakter. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu: (1) wawancara, dan (2) pencatatan dokumen, dan (3) metode kuisioner, dan (4) tes obyektif tipe pilihan ganda. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. (1) Rancang Bangun Permainan Edukatif Teka-teki Silang Berorientasi Pendidikan Karakter meliputi 5 tahapan: tahap Analisis (Analysis), Tahap perancangan (Design), Tahap pengembangan (development), Tahap Implementasi (implementation), Tahap evaluasi (evaluation). (2) permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter berpredikat sangat baik (100%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter berpredikat sangat baik (96,92%), (c) hasil review ahli media pembelajaran menunjukkan permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter berpredikat sangat baik (91,66%), (d) hasil review uji coba perorangan menunjukkan permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter berpredikat sangat baik (92,58%), (e) hasil review uji coba kelompok kecil menunjukkan permainan edukatif teka-teki silang berpredikat sangat baik (94,31%), (f) hasil review uji coba lapangan menunjukkan permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter berpredikat sangat baik (93,33%). (3) permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar IPS (t hitung = 2,105 untuk db = 58 dan taraf signifikan 5% t tabel = 1,67155). Hal ini terlihat dari adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan setelah menggunakan media permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter dengan rerata skor mengalami peningkatan hingga 39,85 %Kata-kata kunci: Pendidikan Karakter, Permainan Edukatif, Teka-teki Silang
PENGEMBANGAN CERITA BERGAMBAR BILINGUAL BOOK BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATA PELAJARAN BAHASA BALI KELAS III Hariani, Ni Luh Widi; Sudarma, I Komang; Suwatra, Ignatius I Wayan
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v6i1.20264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan cerita bergambar bilingual book, (2) mengetahui validitas hasil pengembangan cerita bergambar bilingual book, (3) menguji efektivitas penggunaan cerita bergambar bilingual book pada mata pelajaran Bahasa Bali kelas III di SDN 1 Banjar Jawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Isntrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pencatatan dokumen, lembar kuesioner, dan tes objektif tipe pilihan ganda. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik infrensial/induktif uji-t. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) cerita bergambar bilingual book dikembangkan dengan model ADDIE melalui 5 tahapan (analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, evaluasi); (2) validitas cerita bergambar bilingual book berdasarkan dari hasil review ahli dikualifikasikan sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari review ahli isi, desain pembelajaran, dan media pembelajaran berturut-turut yaitu 90,8%, 96,3% dan 98,9%. Berdasarkan dari hasil uji coba produk dikualifikasikan sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari uji coba perorangan, kelompok kecil, dan lapangan berturut-turut yaitu 97,2%, 98,6% dan 92,7%. (3) efektivitas cerita bergambar bilingual book menunjukkan rata-rata nilai pre-test 48,9 dan rata-rata nilai post-test 85,08. Setelah dilakukan perhitungan secara manual diperoleh hasil thitung (14,56) > ttabel (1,989) sehingga H0 ditolak H1 diterima. Dengan demikian, cerita bergambar bilingual book berbasis kearifan lokal pada mata pelajaran Bahasa Bali untuk kelas III di SDN 1 Banjar Jawa yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci: ADDIE, bilingual book, cerita bergambar, kearifan lokal, pengembangan.
PENGEMBANGAN WAYANG TOKOH DONGENG BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER PADA PELAJARAN BAHASA BALI KELAS III SEKOLAH DASAR Martini, Putu Wida Sri; Suwatra, Ignatius I Wayan; Sudarma, I Komang
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v6i1.20270

Abstract

Penelitian Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Bali siswa. Tujuan penelitian untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media Wayang Todong, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan media Wayang Todong, dan (3) efektivitas pembelajaran dengan menggunakan media Wayang Todong berbasis pendidikan karakter. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode wawancara, kuisioner, tes, dan pencatatan dokumen. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu pedoman wawancara, kuisioner/angket dan tes objektif. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian menununjukan bahwa (1) rancang bangun media Wayang Todong dikembangkan dengan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, penerapan, dan evaluasi, (2) Kualitas hasil produk yang dikembangkan dinyatakan valid dari review para ahli dan uji coba produk dengan (a) ahli isi mata pelajaran sebesar 98,8% berada pada kualifikasi sangat baik, (b) ahli desain pembelajaran sebesar 97,64% berada pada kualifikasi sangat baik, (c) ahli media pembelajaran sebesar 99,09% berada pada kualifikasi sangat baik, (d) uji coba perorangan sebesar 96,63% berada pada kualifikasi sangat baik, (e) uji coba kelompok kecil sebesar 94,08% berada pada kualifikasi sangat baik, dan (f) uji coba lapangan sebesar 93,37% berada pada kualifikasi sangat baik (3) Hasil uji efektivitas menunjukan hasil uji-t diperoleh thitung (32,28) > ttabel (1,99) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Bali siswa sebelum dan sesudah menggunakan media Wayang Todong. Dengan demikian media Wayang Todong yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Bali.Kata Kunci: pengembangan, wayang, pendidikan karakter, ADDIE
Co-Authors ., Agus Dwi Santoso ., Agus Dwi Santoso ., Cokorda Istri Mas Maharani ., Dayu Komang Widiaheni ., Dewa Ayu Mega Cahyani ., DIOLIA BOANGMANALU ., Fitrotul Maulidah ., Gd Arya Adi Saputra ., Gede Darmanta ., Gede Darmanta ., Gede Pera Surpadiana ., Gusti Ayu Made Taria Dewi ., I Gede Putu Suryawan ., I Kadek Agus Septi Artawan ., I Made Yudha Pranata ., I Nyoman Juniawan ., I Putu Putra Adnyana ., I Putu Saka Selasmena Sribawana ., I Wayan Weda Gustana P ., Ida Ayu Vera Widayanti ., Istikhori Auzan ., Kadek Bagus Chandra Mas ., Kadek Masdana Mahardika ., Kadek Masdana Mahardika ., Ketut Yunita Oktaria Dewi ., Komang Dina Yanti ., Luh Juni Mariani ., Luh Putu Cidrayanti ., Luh Putu Ratna Dewi ., Luh Putu Yuli Rastini ., Luh Putu Yuli Rastini ., Luh Rediasih ., MARYANI NINGSIH ., Muhammad Irfan ., Ni Komang Purnami Apriani ., Ni Komang Santi Nopiyanti ., Ni Luh Widi Hariani ., Ni Made Sintia Wati ., Ni Nengah Yusmiari ., Ni Putu Ayu Rani Puspita Jannu ., Ni Putu Eka Ari Adnyani ., Ni Putu Indah Karunia Dewi ., Ni Putu Widiantari ., Ni Wayan Febri Yuliariska ., Putu Wida Sri Martini ., Septian Dwi Mahardika ., Wayan Marta Suantara Adi Saputra, I Putu Agus Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Agung, A. A. Gede Agung, A. A. Gede Anak Agung Gede Agung, Anak Agung Gede Arifuddin, David Aulia Deviana Purnamayani Boangmanalu, diolia Boangmanalu, diolia Candra Dwi Fathoni . Desak Putu Parmiti Dewi Arum Widhiyanti Metra Putri Diartha, Pande Made Pradnya Diartha, Pande Made Pradnya Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed . Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Nyoman Wirya . Fitriyani ., Fitriyani Gede Agus Febrianto ., Gede Agus Febrianto Gede Suriadhi . Gusti Ayu Made Mega Pertiwi ., Gusti Ayu Made Mega Pertiwi Hariani, Ni Luh Widi Hariani, Ni Luh Widi I Dewa Kade Tastra I Dewa Made Arta Putra . I Gede Eka Pratama . I Gede Margunayasa I Gede Putu Ekadani Apriana . I Gede Redika A. u . I Gusti Ayu Tri Agustiana I Gusti Lanang Agung Kartika Putra . I Kadek Mertayasa . I Kadek Suartama I Kadek Teguh Aditya Lorenso ., I Kadek Teguh Aditya Lorenso I Ketut Sandi . I Ketut Trimawan . I Komang Adi Wijana . I Komang Budi Hendrawan . I Komang Sudarma I Komang Sudarma I Made Agus Putra Wijaya . I Made Ayu Sucini I Made Citra Wibawa I Made Suarjana I Made Tegeh I Nengah Indra Pramana . I Nyoman Arya Tegeh Mahendra . I Nyoman Jampel I Putu Adi Pratama, I Putu Adi I Putu Agus Adi Saputra I Putu Mahendrawan . I Putu Rudi Artawan . I Wayan Widiana Jannu, Ni Putu Ayu Rani Puspita Jannu, Ni Putu Ayu Rani Puspita Kadek Deni Kurniawiguna ., Kadek Deni Kurniawiguna Kadek Hendi Sutanto . KADEK JIMI KUSUMA DEWI . Kadek Linda Purnama Sari . Kadek Suardani Kadek Sweca Adnyana . Ketut Ariningsih ., Ketut Ariningsih Ketut Pudjawan Komang Eny Kusuma Wardani . Luh Armini ., Luh Armini Luh Ayu Tirtayani Luh Putu Swandewi Anggarayani . M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. Gede Raga . Made Sumantri Made Yanthi Sudarmi . Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Marheni, Ni Ketut Marlen Tehupeiory . Martini, Putu Wida Sri Martini, Putu Wida Sri Muhammad Fredey Mercury ., Muhammad Fredey Mercury Mutiara Magta Ni Kadek Dewi Martiani . Ni Kadek Novita Dewi ., Ni Kadek Novita Dewi Ni Kadek Suci Tuti Utami ., Ni Kadek Suci Tuti Utami Ni Ketut Sudiarti ., Ni Ketut Sudiarti Ni Komang Susiprayati . Ni Luh Heppy Yesiana Devi . Ni Luh Kadek Lhistya Dewi . Ni Luh Sadewi Widyani ., Ni Luh Sadewi Widyani Ni Made Chindy Aryani Wardani . Ni Made Mas Yoni Pradesa . Ni Made Nedya Andreina Jessica . NI MADE WIRYANI . Ni Nyoman Kusmariyatni Ni Putu Laris . Ni Wayan Arini Ni Wayan Rati Ni Wayan Wiyanthini Dewi ., Ni Wayan Wiyanthini Dewi Ningsih, Maryani Ningsih, Maryani Nyoman Eriasa Adnyana Kusuma . Parta Sanjaya . Prasetya, Wisnu Ady Pratia Sucita, Ni Putu Ayu Jusita Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd . Purnamayani, Aulia Deviana putra, I Gede Widiartana Putra, Putu Arik Fernanda Putu Ariantini ., Putu Ariantini Putu Arik Indah Pertiwi ., Putu Arik Indah Pertiwi Putu Gilang Marya Putra ., Putu Gilang Marya Putra Putu Lia Novi Arini ., Putu Lia Novi Arini Putu Mas Suatnaya ., Putu Mas Suatnaya S.Pd Luh Putu Putrini Mahadewi . Saiful Rahman Saputra, Gede Arya Adi Saputra, Gede Arya Adi Sucini, I Made Ayu Sunaryadi ., Sunaryadi Sunaryadi, . Wayan Sastrawan . Wiweka, Nyoman Arya Wulan, Ni Putu Jati Dinar Wulan, Ni Putu Jati Dinar Yuli Yanti, Indri Yusmiari, Ni Nengah Yusmiari, Ni Nengah