Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DENGAN BANTUAN MEDIA GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII 11 SMP NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 ., Ida Bagus Made Anabiwesa; ., Dr. Gde Artawan,M.Pd; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12413

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini memiliki tujuan (1) mendeskripsikan hasil dari penerapan strategi pembelajaran Group Investigation dengan bantuan media gambar berseri dalam pembelajaran menulis teks deskripsi siswa kelas VII 11 SMP N 2 Singaraja, (2) mendeskripsikan aktivitas pembelajaran siswa kelas VII 11 SMP N 2 Singaraja dalam menulis teks deskripsi dengan menerapkan strategi pemebelajaran Group Investigation dengan bantuan media gambar berseri. Subjek penelitian yaitu 29 siswa pada kelas VII 11 SMP Negeri 2 Singaraja. Objek penelitian ini adalah penerapan strategi Group Investigation dengan bantuan media gambar berseri pada pembelajaran menulis teks deskripsi. Metode yang digunakan, adalah metode tes untuk kemampuan siswa dan metode observasi untuk aktivitas siswa. Dalam menganalisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif kuantitatif. Hasil dari penerapan strategi dan media menunjukan, (1) hasil pratindakan 56,04 tidak memenuhi KKM. Lalu, dilakukan tindakan I dengan hasil 69,07. Dari hasil itu, kembali dilakukan tindakan II dengan hasil 80,36 dan telah melampaui KKM. (2) Pada aktivitas pembelajaran, diketahui pratindakan siswa kurang aktif. Lalu dilanjutkan tindakan I dan tindakan II dengan hasil siswa aktif bertanya dan menyampaikan kesulitan mereka. Pembelajaran pada tindakan I dengan tema media lingkuan pariwisata Singaraja belum menarik minat siswa. Berdasarkan itu, dilakukan penyesuaian tema yang sesuai dan diminati oleh siswa kelas VII. Jadi, simpulan data di atas adalah, penerapan strategi Group Investigation dengan bantuan media gambar berseri dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas VII 11 SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : strategi Group Investigation, media gambar berseri, menulis teks deskripsi Classroom Action Research (CAR) had a function such as, 1) to describe the result of group investigation strategy by using series of picture in writing descriptive text on VII 11 class in SMP N 2 Singaraja 2) to describe the students in VII 11 class’s activities in writing descriptive text by using group investigation strategy by using series of picture. The subject of this study was 29 students from VII 11 class in SMP N 2 Singaraja. The object of this study was the application of group investigation strategy by using series of picture in writing descriptive text. This study used the method such as test to know the student’s ability and observation to know the student’s activity. This study used descriptive qualitative quantitative technique to analyze the data. The result showed that 1) the pre-activities’ result was 56, 04 and it was not fulfilled the KKM, then the researcher used 1st treatment with the result 69, 07. From that, the 2nd treatment was done again and the result is 80, 36 and it was already fulfilled KKM, 2) In terms of learning activities, it appeared that the students were lacking in participation during pre-activities, then 1st and 2nd treatment was done and the result showed that the students were participating actively and told their problem. The learning activities in 1st treatment with theme Singaraja’s tourism place was not attracting the student’s interest. Because of that, the adaptability of the material fro 7th grade students needed to be concerned. It concluded that the application of group investigation strategy by using series of picture could improve writing descriptive text for students in VII 11 class of SMP N 2 Singarajakeyword : group investigation strategy, series of picture, writing descriptive text
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA (PEER TEACHING) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ISI TEKS DONGENG SISWA KELAS VII A1 DI SMP NEGERI 3 SAWAN ., I Wayan Budi Setiawan; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd; ., Drs. I Wayan Rasna,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2389

Abstract

Abstrak Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan metode tutor sebaya untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi teks dongeng siswa kelas VIIA1 SMP Negeri 3 Sawan, (2) mendeskripsikan peningkatan pemahaman isi teks dongeng dengan menggunakan metode tutor sebaya siswa kelas VIIA1 SMP Negeri 3 Sawan, (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan metode tutor sebaya untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi teks dongeng siswa kelas VIIA1 SMP Negeri 3 Sawan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A yang berjumlah 25 orang. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah, peningkatan hasil dan respons siswa dalam penerapan penerapan metode tutor sebaya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, observasi, dan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) tercapainya ketuntasan hasil belajar pemahaman isi teks dongeng siswa berkat diterapkannya penerapan metode tutor sebaya, yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 70,76, siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 74,39, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 79,00, (2) terdapat beberapa langkah penerapan penerapan metode tutor sebaya untuk meningkatkan kemampuan memahami isi teks dongeng. Langkah-langkah tersebut menekankan pada pembelajaran menemukan karakteristik, unsur-unsur intrinsik, hal-hal menarik dan membuat sinopsis dongeng, dan (3) siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan penerapan metode tutor sebaya. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk menerapkan penerapan metode tutor sebaya, sebagai salah satu model pembelajaran inovatif, pada mata pelajaran bahasa yang lain pada umumnya dan pada pelajaran Bahasa Indonesia pada khususnya.Kata Kunci : Kata kunci: tutor sebaya, isi teks dongeng. Abstract This action research was aimed to (1) describe steps in implementing peer teaching method to improve students understanding upon the content of tales in class VIIA1 at SMP Negeri 3 Sawan, (2) describe the improvement of students understanding upon the content of tales in class VIIA1 SMP Negeri 3 Sawan, and (3) describe students responses toward the implementation of peer teaching method to improve students understanding upon the content of tales in class VIIA1 t SMP Negeri 3 Sawan, Subjects of this study were 25 students of VII A. Objects of this study were steps, scores improvement and students responses in implementing peer teaching method. Data were collected by using test, observation and questionnaire and then analyzed both by using descriptive quantitative and descriptive qualitative. The result found in this study were (1) there was achieved mastery of learning outcomes by the students in understanding the content of tales after the implementation of peer teaching method of teaching, in which in the pretest the mean score was 70,76, first cycle obtained mean score of 74,39, while in the second cycle the mean score of the students was 79,00, (2) there were steps in implementing peer teaching method to improve students competency in understanding the content of tales. Those steps emphasized on finding characteristics, intrinsic elements, interesting terms, and making the synopsis of the tales, (3) students presented high positive responses toward the implementation of peer teaching. Based on the result of this study, other researchers is suggested to implement peer teaching method becomes one innovative method generally in teaching language and specifically in teaching Bahasa.keyword : Keywords: peer teaching, content of tales.
Penggunaan Film Pendek untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerpen Kelas IX A SMP Negeri 1 Gerokgak ., Komang Ayu Agustina; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd; ., I Made Astika, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6255

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan film pendek sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Gerokgak; (2) hasil penggunaan film pendek sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Gerokgak; (3) respons siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Gerokgak dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan film pendek. Penelitian ini terdiri atas dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Gerokgak yang berjumlah 40 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, dan kuesioner. Data yang diperoleh dari metode tes dan metode kuesioner dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan film pendek dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa. Peningkatan skor rata-rata keterampilan menulis cerpen sebesar 3,40, yaitu dari rata-rata 77,30 menjadi 80,70. Hasil respons siswa sangat positif, ini dapat dilihat dari 40 orang siswa yang mengisi kuesioner, 32 atau 80% siswa memberikan respons sangat positif, 8 atau 20% siswa memberikan respons positif, dan tidak ada siswa yang memberikan respons cukup positif, kurang positif, dan sangat kurang positif terhadap penggunaan film pendek untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen. Kata Kunci : film pendek, menulis cerpen This study aims to describe (1) the steps of learning to write short stories by using the short film as an effort to improve the ability to write short stories A class IX students of SMP Negeri 1 Gerokgak; (2) the results of the use of the short film as an effort to improve the ability to write short stories A class IX students of SMP Negeri 1 Gerokgak; (3) A respons class IX students of SMP Negeri 1 Gerokgak in learning to write short stories using short film. This study consisted of two cycles. The subject were students of class IX A SMP Negeri 1 Gerokgak totalling 40 people. Data collection method used in this research is the method of observation, tests and questionnaires. The data obtained from the test methods and methods questionnaires were analyzed with descriptive qualitative and quantitative techniques. Results of this study indicate that the use of short film can improve students’ ability to write short stories. An increase in the average score of 3.40 short story writing skills, ie an average of 77.30 into 80.70. Results of a student’s response is very positive, it can be seen from the 40 students who filled out a questionnaire, 32 or 80% student responded very positively, 8 or 20% of students gave positive response, and no student is responding quite positive, less positive, and very less positive towards the use of short film to improve the ability to write short stories.keyword : short film, write short stories
Pembinaan Ekstrakurikuler Majalah Dinding di SMP Negeri se-Kecamatan Negara ., Ni Made Dian Dwi Jayanti; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan keberadaan ekstrakurikuler majalah dinding di SMP Negeri se-Kecamatan Negara; (2) mendeskripsikan proses pembinaan ekstrakurikuler majalah dinding di SMP Negeri se-Kecamatan Negara. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah ekstrakurikuler majalah dinding. Objek penelitian ini adalah keberadaan dan proses ekstrakurikuler majalah dinding. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ekstrakurikuler majalah dinding diatur berdasarkan surat keputusan kepala sekolah, pelaksanaannya berdasarkan program kerja yang dirancang oleh guru Bahasa Indonesia sekaligus sebagai pembina ekstrakurikuler majalah dinding, siswa yang mengikuti ekstrakurikuler majalah dinding dominan diikuti oleh siswi perempuan; (2) proses pembinaan ekstrakurikuler majalah dinding di SMP Negeri se-Kecamatan Negara memiliki cara yang berbeda-beda sesuai dengan keadaan sekolah.Kata Kunci : Kata kunci: ekstrakurikuler majalah dinding dan pembinaan This research is a qualitative descriptive study aimed to (1) describe the existence of walls magazine in Junior High School in Negara sub-district, (2) describing the process of building a wall magazine in Junior High School in Negara sub-district. This research is descriptive qualitative research. The subject of this study is extracurricular of wall magazines. Object of this research is the existence and process of extracurricular of wall magazine. The method used collect the cata are observation, interviews, and documentation. This research used qualitative descriptive analysis techniques to analyse the data. The results of this study indicate that (1) the existence of extraculicullar of wall magazine by the headmaster decision letter and its implementation based on the work program that has been designed by the Indonesian language teachers at once become the founder of extraculicullar of wall magazine, Students who dominant to follow the extraculicullar of wall magazine are female students (2) the process of founding extraculicullar of wall magazine at Junior High School in Negara sub-district has different ways.keyword : The extraculicullar of walls magazine and founding
ANALISIS STRUKTUR DAN KAIDAH KEBAHASAAN TEKS ANEKDOT DALAM BUKU MATI KETAWA CARA DARIPADA SOEHARTO SEBAGAI ALTERNATIF PEMILIHAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA ., Ni Putu Vina Novita Sari; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.; ., Dr. Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) analisis struktur teks anekdot dalam buku Mati Ketawa Cara daripada Soeharto; (2) analisis kaidah kebahasaan teks anekdot dalam buku Mati Ketawa Cara daripada Soeharto; dan (3) analisis kelayakan teks anekdot dalam buku Mati Ketawa Cara daripada Soeharto menjadi bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini berjenis deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Data dipilih dengan teknik sampel bertujuan. Hasil penelitian ini adalah (1) struktur teks anekdot dalam buku Mati Ketawa Cara daripada Soeharto dapat dibedakan atas teks anekdot berstruktur lengkap dan teks anekdot berstruktur tidak lengkap. Dari 30 anekdot, 26 anekdot berstruktur lengkap dan 4 anekdot berstruktur tidak lengkap; (2) Kaidah kebahasaan teks anekdot yang ada dalam buku Mati Ketawa Cara daripada Soeharto, yaitu penggunaan kalimat langsung, kalimat perintah, kalimat seru, kalimat retoris, kalimat yang menyatakan waktu lampau, kata kerja aksi, konjungsi penanda hubungan waktu, dan konjungsi penanda akibat. Satu anekdot paling banyak mengandung enam ciri kebahasaan dan paling sedikit mengandung dua ciri kebahasaan; (3) Ditemukan 24 anekdot yang memenuhi kriteria sebagai bahan ajar berdasarkan struktur dan kaidah kebahasaan teks anekdot. Ditinjau dari segi kebahasaan dan psikologi perkembangan remaja, dari 24 data, hanya 21 data yang layak dijadikan bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA, yaitu “Obral Otak”, “Yang Boleh dan yang Tidak”, “Masker”, “Sesama Setan”, “Sumbangan Terbesar untuk Rakyat Indonesia”, “Ingin Sampaikan Kabar Gembira”, “Nanti Saya Laporkan”, “Teka-Teki Suksesi”, “Jendral Kuper”, “Cita-cita”, “Dibyo Jaga Traffic Light”, “Prabowo Jadi Intel”, “Ah, Bukan Urusan Kita!”, “TV dan Menteri”, “Harmoko Bingung”, “Kiat Sukses Oom Liem”, “Kabar Buat Bung Gafur”, “Ralat Bohong”, “Neraka Ganjarannya”, “SDM yang Paling Berharga”, dan “Uang Lebih Penting”. Pembelajaran struktur dan kaidah kebahasaan teks anekdot termuat dalam KI 3 dan KD 3.1: Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, eksposisi, dan negosiasi, baik melalui lisan maupun tulisan.Kata Kunci : teks anekot, bahan ajar, pembelajaran This study aims to describe (1) anecdotal text structural analysis in the book of Mati Ketawa Cara daripada Soeharto; (2) the analysis of the linguistic rules of the anecdotal text in the book of Mati Ketawa Cara daripada Soeharto; and (3) anecdotal text analysis of feasibility in the book Mati Ketawa Cara daripada Soeharto of being used as teaching material in the Indonesian language High School. This research is descriptive type using qualitative approach. The data in this study were collected by documentation method. Data were selected by purposive sampling technique. The results of this study are (1) the structure of anecdotal text in the book of Mati Ketawa Cara daripada Soeharto can be distinguished over the text of anecdotes with complete structure and anecdotal text of incomplete structures. Of the 30 data, 26 data structures complete and 4 data structures incomplete; (2) The rules of the language of anecdotal text in the book of Mati Ketawa Cara daripada Soeharto is characterized by the use of direct sentences, command phrases, intriguing sentences, rhetorical phrases, phrases expressing the past, action verbs, time-linking conjunctions, and consequential marker conjunctions. An anecdote contains at most 6 linguistic features and at least contains two linguistic features; (3) Found 24 eligible data based on the structure and rules of the language. In terms of linguistic and psychology of adolescent development, from 24 data, 21 data worthy of being used as teaching material in the Indonesian language high school. Learning the structure and rules of language of anecdotal text contained in basic competencies 3.1: Understanding the structure and rules of anecdotal text, observation reports, complex procedures, expositions, and negotiations, both through oral and written.keyword : anecdotal text, teaching materials, learning
ARTI LEKSEM SUKATING (UKURAN) NGANGGEN LIMA LAN BATIS RING ASTA KOSALA-KOSALI ., I Made Werdi Atmaja; ., I Ketut Paramarta, S.S.,M.Hum.; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.5282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi, relasi semantik dan leksem-leksem yang termasuk dalam ukuran menggunakan tangan dan kaki yang terdapat dalam asta kosala-kosali. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi pustaka, metode dokumentasi, dan metode wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah identifikasi data, klasifikasi data, reduksi data, deskripsi data, analisis data, interpretasi data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) Leksem-leksem yang termasuk dalam ukuran menggunakan tangan dan kaki yang ada di asta kosala-kosali berjumlah 21 leksem, 19 leksem ukuran yang menggunakan tangan dan 2 leksem ukuran yang menggunakan kaki. (2) Berkaitan dengan fungsinya dibagi menjadi dua bagian yaitu, fungsi ukuran yang menggunakan tangan dan kaki dan fungsi leksemnya. (3) dari beberapa jenis relasi semantik yang ada, dalam ukuran yang menggunakan tangan dan kaki hanya terdapat relasi semantik hipernini dan hiponimi.Kata Kunci : Leksem, ukuran, tangan, kaki This study was aimed to determine the function of semantic relationship and leksems that are included in size using of hands and feet in Asta Kosala-Kosali. The data used in this study was qualitative data. The collection of data method used are book study method, the method of documentation and the method of interview. The data analysis technique used in this study are identification of data, data classification, data reduction, data description, data analysis, data interpretation and conclusions. The result show that leksems are included in the measurement using the hands and feet in Asta Kosala-Kosali amounted to 21 leksem, 19 leksem size using hands and 2 leksem using foot. (2) Relating to the function are divided into two parts, namely, the function of size using the hands and feet and leksem function. (3) Of some kind of semantic relationships that exist, in size using only hands and feet are the semantic relationships hipernini and hiponimi.keyword : leksem, size, hands, feet
NUREKSAIN WANGUN LAN AJI PENGAJAH-AJAH (NILAI PENDIDIKAN) RING GEGURITAN BASUR PIKARDIN KI DALANG TANGSUB ., I KOMANG TENGAH; ., Ida Bagus Made Ludy Paryatna, S.S.; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4566

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) struktur, dan nilai pendidikan dalam Geguritan Basur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kajian teks dan menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu berupa teks Geguritan Basur sebagai data primer dan informasi, mencatat atau buku penunjang sebagai data skunder. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan dua metode, yaitu: (1) metode observasi, dan (2) dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan Geguritan Basur tersusun atas 148 bait pupuh Ginada yaitu Ginada Basur. Struktur geguritan terdiri atas unsur forma dan unsur cerita. Unsur forma meliputi: kode bahasa dan sastra yang terdapat dalam Geguritan Basur mengalami beberapa penyimpangan guru wilang, guru nding-ndong, lan guru gatra. Geguritan Basur mengandung gaya bahasa seperti basita paribasa Bali dalam bahasa Bali, dan geguritan ini menggunakan ragam bahasa seperti anggah-ungguhing basa Bali untuk orang yang terhormat dan orang biasa. Unsur cerita dalam Geguritan Basur meliputi: (1) tema geguritan tentang karmaphala, (2) alur ceritanya yaitu alur maju yang endingnya berakhir bahagia, (3) latar cerita terjadi di rumah I Nyoman Karang dan di setra (kuburan), (4) tokoh sentralnya yaitu I Nyoman Karang dan Ni Sikoasthi sebagai tokoh protagonis serta I Gede Basur sebagai tokoh antagonis. Nilai pendidikan dalam Geguritan Basur meliputi: nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam beberapa bagian yaitu: (1) religius, (2) jujur, (3) toleransi, (4) disiplin, (5) kerja keras, (6) mandiri, (7) demokratis, (8) bersahabat/komunikatif, (9) cinta damai, (10) gemar membaca, (11) peduli sosial, (12) bertanggung jawab. Yang banyak dijalankan oleh tokoh protagonist. Karena skripsi pada jurusan Pendidikan Bahasa Bali menggunakan bahasa Bali, maka saya lampirkan abstrak menggunakan bahasa Bali. KUUB Tetilik puniki wantah matetujon anggen nguningin (1) wangun, lan (2) aji pengajah-ajah sane wenten ring Geguritan Basur. Tetilik puniki wantah tetilik kajian teks lan nganggen rancangan deskriptif-kualitatif. Data ring tetilik puniki marupa teks Geguritan Basur pinaka data primer lan pakeling, patinget utawi cakepan pinaka data skunder. Ring mupulang data, tetilik puniki nganggen kalih metode, inggih punika: (1) metode observasi, lan (2) metode dokumentasi. Analisis data sane kaanggen ring tetilik puniki wantah analisis kualitatif. Pikolih tetilik puniki nyihnayang Geguritan Basur punika kasusun antuk 148 pupuh Ginada inggih punika Ginada Basur. Wangun geguritan punika wantah marupa unsur forma lan unsur cerita. Unsur forma minakadi: kode bahasa lan sastra sane wenten ring Geguritan Basur wenten kaiwangan guru wilang, guru nding-ndong, lan guru gatra. Ring Geguritan Basur puniki taler nganggen basita paribasa sakadi sane wenten ring bahasa Bali, lan geguritane puniki nganggen undagan basa sakadi sane kanggen ring sang kasinggihang lan jadma sane biasa. Unsur cerita ring Geguritan Basur punika: (1) unteng geguritan wantah karmaphala, (2) lelintihan cerita wantah lelintihan maju sane pamuputnyane bahagia, (3) genah cerita wenten ring umah I Nyoman Karang lan ring setra, (4) pragina utama ring cerita puniki, Ni Sokoasthi lan I Nyoman Karang pinaka pragina sane parisolahnyane patut lan I Gede Basur pinaka pragina sane parisolahnyane tan patut utawi kaon. Aji pengajah-ajah ring Geguritan Basur inggih punika: aji pengajah-ajah tata laksana sane pahannyane : (1) sradha ring agama, (2) arjawa, (3) awiwahara, (4) anut ring laksana, (5) jemet makarya, (6) Newek, (7) demokratis, (8) mapagubugan, (9) tresna asih, (10) jemet ngwacen, (11) urati ring pawongan, (12) eling ring swadharma. Sane makeh kamargiang olih pragina protagonist. Kata Kunci: struktur, nilai pendidikan, geguritan Basur. Kata Kunci : struktur, nilai pendidikan, geguritan Basur. ABSTRACT This research aims to determine (1) the structure, and the value of education in Geguritan Basur. This research is a type of research study of texts and uses descriptive qualitative program. The data in this research that is in the form of text Geguritan Basur as primary data and information, record or supporting book as secondary data. In collecting the data, researchers used two methods, namely: (1) the method of observation, and (2) documentation. Analysis of the data used in this research is qualitative analysis. The results of this study indicate Geguritan Basur temple consists of 148 couplet pupuh Ginada such as GinadaBasur. Geguritan structure consists of element of forma and element of story. element Forma include :code language and literature that contained in geguritan Basur experiencing of some lapses wilang guru, guru- Ndingndong, guru gatralan. GeguritanBasur contain such language style Basitaparibasa Bali in Balinese language, and this geguritan uses kind of language geguritan like anggah-ungguhing basa Bali for respectable people and ordinary people. Element of the story in BasurGeguritan include: (1) theme geguritan about karmaphala, (2) the plot is advanced groove happy ending , (3) the background story happened in the house I Nyoman Karang Setra and (grave), (4) the central fugure is I Nyoman coral and Ni Sikoasthi as the protagonist and I GedeBasur as an antagonist. Value of education in GeguritanBasur include: educational value character contained in several parts, namely: (1) religious, (2) honest, (3) tolerance, (4) discipline, (5) hard work, (6) self, (7 ) democratic, (8) friends / communicative, (9) love peace, (10) likes to read, (11) social care, (12) is responsible. The actor from Protagonist character. keyword : structure, values education, geguritan Basur
SESELEH MATERI TES ULANGAN UMUM SEMESTER GENAP WARSA 2013/2014 PEPLAJAHAN BASA BALI KELAS X RING SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., Ni Wayan Sriani; ., I Wayan Gede Wisnu, S.S., M.Si.; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4545

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) kesesuaian materi tes ulangan umum semester genap pelajaran bahasa Bali kelas X di SMK Negeri 3 Singaraja dengan materi ajar, (2) apa yang menyebabkan materi tes ulangan umum semester genap tidak sesuai dengan materi ajar. subjek dalam penelitian ini adalah tes ulangan umum semester genap tahun 2013/2014 pelajaran bahasa Bali kelas X di SMK N 3 Singaraja. Objek dalam penelitian ini adalah kesesuaian materi tes dengan materi ajar dan apa yang menyebabkan materi tes tidak sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini menggunakan penelitian deskritif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan metode wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah deskritif kualitatif dengan tahapan (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penyimpulan. Hasil dalam penelitian ini adalah (1) kesesuain materi tes dengan materi ajar adalah dari 50 soal tes yang 20 soal tes (40%) yang merupakan materi tes sesuai dengan materi ajar sedangkan yang lagi 30 soal tes (60%) yang merupakan materi tes yang tidak sesuai dengan materi ajar, (2) penyebab materi tes tidak sesuai dengan materi ajar ada tiga yaitu, (1) digunakan dua kurikulum di beberapa sekolah, (2) ketidaksamaan penggunaan buku ajar atau LKS di beberapa sekolah, dan (3) yang membuat tes kurang cermat dengan prosedur yang ada dan langkah-langkah pembuatan tes. Karena skripsi Pendidikan Bahasa Bali menggunakan bahasa Bali, maka kami lampirkan abstrak dengan bahasa Bali KUUB Tetilik puniki matetujon nelatarang indik (1) kamanutan materi tes ulangan umum semester genap peplajahan basa Bali kelas X SMK Negeri 3 Singaraja ring materi ajar lan (2) dadalan sane ngawinang materi tes ulangan umum semester genap nenten manut ring materi ajar. Jejering ring tetilik puniki inggih punika tes ulangan umum semester genap warsa 2013/2014 peplajahan basa Bali kelas X ring SMK N 3 Singaraja. Panandang tetilikan puniki inggih punika kamanutan materi tes ring materi ajar lan dadalan sane ngawinang materi tes nenten manut ring materi ajar. Ring tetilik puniki nganggen tetilik deskriptif kualitatif lan mupulang data kalaksanayang nganggen metode dokumentasi lan saduwicara. Data tureksa sane kanggen inggih punika deskritif kualitatif, pah-pahannyane (1) reduksi data (nyelihin data), (2) penyajian data(nyajiang data), lan (3) penyimpulan (pamicutet). Pikolih tetilikan puniki nyantenang indik (1) wenten 40% (duang dasa saking seket pitaken tes) materi tes sane manut ring materi ajar lan wenten 60% (telung dasa saking seket pitaken tes) materi tes sane nenten manut ring materi ajar lan (2) dadalan sane ngawinang materi tes nenten manut ring materi ajar wenten tetiga, (a) makudang-kudang sekolah ngangge kalih kurikulum, (b) makudang-kudang sekolah nenten pateh ngangge buku ajar utawi LKS, lan (c) sang sane makarya tes kirang praktiase sareng prosedur sane wenten lan paletan-paletan makarya tes. Kata kunci: materi tes ulangan umum,materi ajar Kata Kunci : Kata kunci: materi tes ulangan umum, materi ajar This study aims to describe (1) general tests test material suitability semester Balinese language lessons in class X SMK Negeri 3 Singaraja with teaching materials, (2) what causes the common repeat the test material is not in accordance with the second semester of teaching materials. subjects in this study is the general tests test the second semester of 2013/2014 Balinese language lessons in class X SMK N 3 Singaraja. The object of this research is the suitability of the test materials with teaching materials and what caused the test material is not in accordance with the teaching materials. This study used a qualitative descriptive research and data collection is done by the method of documentation and interviews. Data analysis method used is descriptive qualitative stage (1) data reduction, (2) the presentation of the data, (3) inference. The results in this study were (1) suitability test material with teaching materials is of 50 questions test 20 test questions (40%) which is the test material in accordance with the teaching materials while another 30 test questions (60%) which is a test material not in accordance with the teaching materials, (2) cause the test material is not in accordance with the teaching materials there are three, namely, (1) use two curricula in schools, (2) the inequality of use textbooks or worksheets in some schools, and (3) that make tests are less careful with the existing procedures and steps to create a test.keyword : Keywords: general tests test materials, teaching materials
WARNA (VARIASI) BASA BALI RING SESURATAN KWACA (BAJU KAOS) ., Ni Putu Febri Yuliani; ., I Ketut Paramarta, S.S.,M.Hum.; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.5359

Abstract

Tetilikan sane mamurda Warna (Variasi) Basa Bali ring Sesuratan Kwaca (Baju Kaos) puniki madue tetujon mangda uning ngenenin indik kawentenan warna (variasi) basa ring sesuratan kwaca (baju kaos), teges ring sesuratan kwaca (baju kaos), lan kawigunan sesuratan ring kwaca (baju kaos). Soroh data sane kaanggen ring tetilikane puniki inggih punika data deskriptif kualitatif. Jejring ring tetilikan puniki, sesuratan ring kwaca (baju kaos). Panandang ring tetilikan puniki inggih punika warna (variasi) basa ring sesuratan kwaca (baju kaos).Kramaning sane kaanggen mupulang data inggih punika kramaning observasi, lan kramaning dokumentasi. Kramaning seseleh data sane kaanggen ring tetilikane puniki boya sios wantah reduksi data, klasifikasi data, deskripsi data, lan pamicutet. Pepolih tetilikan puniki prasida nyihnayang, (1) warna (variasi) basa manut segi penutur sane akehnyane 10. 1 sesuratan sane ngranjing ring warna (variasi) basa profesi, pekerjaan utawi tugas penutur, 3 sesuratan sane ngranjing ring warna (variasi) basa sosiolek, 4 sesuratan sane ngranjing ring warna (variasi) basa idiolek, 2 sesuratan sane ngranjing warna (variasi) basa manut yusa, lan 1 sesuratan sane ngranjing ring warna (variasi) basa manut dialek. (2) ngenenin indik teges sane wenten ring sesuratan kwaca (baju kaos), (3) ngenenin indik kawigunan sesuratan sane wenten ring sesuratan kwaca (baju kaos) ngamanggihin 7 kawigunan interaktif lan 3 kawigunan informatif.Kata Kunci : warna (variasi) basa, sesuratan, kwaca (baju kaos) This research entitled Variasi Bahasa Bali di Tulisan Baju Kaos aimed to know the existence of language variation on T-shirt, the meaning of written words on T-shirt, and the function of the written words on T-shirt. This research used descriptive qualitative data. The subject of this research was the written word on T-shirt. The object of this research was language variation on T-shirt. The methods of this research were observation and documentation. Data analysis techniques which were used in this research were data reduction, data classification, data descriptive, and conclusion. The result showed that (1) the total of language variation based on speaker were 10. One written word belonging to language variation based on profession, vocation or speaker’s job, three written words belonging to sosiolek language variation, four written words belonging to language variation based on idiolect, two written words belonging to language variation based on age, and one written word belonging to dialect language variation. (2) The meaning of written word on T-shirt. (3) There were seven interactive benefits and three informative benefits in written words on T-shirt.keyword : variasi bahasa, tulisan, baju kaos
TINJAUAN TERHADAP PENULISAN BERITA PADA MAJALAH SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 SINGARAJA TAHUN 2016 ., I Wayan Agus Wiratama; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.; ., Dr. Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15119

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Singaraja. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan (1) kualitas berita yang dimuat pada Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja ditinjau dari segi konten dan (2) kualitas berita yang dimuat pada Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja ditinjau dari segi kebahasaan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif-kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Majalah Kharisma yang diproduksi oleh SMA Negeri 4 Singaraja, sedangkan objek pada penelitian ini adalah berita yang dimuat dalam Majalah Kharisma. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa dokumentasi dan instrumen penelitian berupa pedoman rubrik penilaian, pedoman kategori penilaian, pedoman teknik penilaian, dan kartu data. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan kualitas berita yang dimuat dalam Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja yang ditinjau dari segi konten berkualitas “cukup” dengan skor 62,25. Secara keseluruhan kualitas berita yang dimuat dalam Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja ditinjau dari segi kebahasaan berkualitas “cukup” dengan skor 62. Ada beberapa hal menarik yang telah ditemukan yakni keseluruhan berita telah mengandung nilai berita. Namun, tidak adanya berita yang memuat nilai dampak berita dan penulisan lead yang belum fasih namun telah memenuhi syarat sebagai lead. Hal ini dapat dilihat dari setiap berita yang dimuat.Kata Kunci : Jurnalistik, majalah sekolah, dan kualitas berita This study was conducted in SMA Negeri 4 Singaraja. The goals of this study were to (1) describe the quality of the news which were published in Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja reviewed in terms of content and (2) the quality of the news which were published in Majalah Kharisma SMA Negeri 4 SIngaraja in terms of language. The research design used in this was descriptive-quantitative. The subject in this study was Majalah Kharisma which was produced by SMA Negeri 4 Singaraja, while the object of this study was the news which were published in Majalah Kharisma. This study used data collection method in terms of documentation and the research instruments were assessment guidance rubric, assessment category, assessment category guidelines, assessment technique guidelines, and data cards. Method of data analysis used was descriptive quantitative. The results showed that generally the quality of news which was published in Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja reviewed in terms of content was in “Adequate” quality with a score of 62,25. Generally, the quality of news which was published in Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja reviewed in terms of language was in “Adequate” quality with a score of 62. There were several interesting things found that the whole news has contained news value. However, the absence of news that contained the value of news impacts and the writing of leads that have not eloquent but have qualified as leads. This can be seen from any news published.keyword : journalism, school magazine, news quality.
Co-Authors ., ANAK AGUNG KETUT PUTRI LISTIARI ., Eni Nur Anita ., Hasyamuddin Hadi ., I GUSTI NGURAH AGUNG SUPADMA YASA ., I Wayan Agus Wiratama ., I WAYAN SUMERTA ., Ida Bagus Made Anabiwesa ., Made Wik Milantini ., NI KADEK OKTAVIANA ., NI LUH BUDI ARTINI ., NI MADE EVA PRISTIAN ., NI MADE HEMAYANTI WIDARI ., NI MADE SUARNITI ., Ni Putu Vina Novita Sari ., Ni Wayan Widya Kumalayanti ., Pt Bagus Gd Putra ., Putu Agus Artayasa ., TITAN RATIH BESTARI ., Titin Rahmaniah AAIN Marhaeni Adelia, Sita Anak Agung Ayu Rahatri Ningrat . Anisa, Siti Nur Antari, Ni Putu Veni Darmayanti, Ni Putu Lily DEWA MADE TIRTA . Eni Nur Anita . Gede Arta Sujana Putra Gede Gunatama Gunarianta, Komang Gusti Ayu Nyoman Juliartini . Hasyamuddin Hadi . I Gede Nurjaya I Gusti Ayu Putu Pradnyani I Gusti Putu Suastika . I KADEK SURYA KENCANA . I Ketut Paramarta I Komang Agus Aryanta . I KOMANG RIKA ADI PUTRA . I Komang Sugi Partawan . I KOMANG TENGAH . I Made Astika I Made Suartana . I MADE SUJANA . I Made Werdi Atmaja . I Made Werdi Atmaja ., I Made Werdi Atmaja I Made Wijana . I Nengah Martha I Nengah Suandi I Nengah Sueca I Nyoman Kutha Ratna I Nyoman Suarka I Nyoman Weda Kusuma I Nyoman Yasa I Nyoman Yasa I Wayan Agus Wiratama . I Wayan Artika I Wayan Budi Setiawan . I WAYAN SUARDIKA . I Wayan Wendra I Wayan Widiana Ida Ayu Putu Sri Parmini Wati Ida Bagus Made Anabiwesa . Ida Bagus Made Ludy Paryatna Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Sutresna Kadek Vera Pratiwi . Kadek Wirahyuni KETUT ARDANA . Khairah, Muslimatul Komang Ayu Agustina . Komang Ayu Agustina ., Komang Ayu Agustina Komang Dewangga Adi Sutra . Komang Gunarianta Komang Krisna Kumarawati . Kusumaningrum, Ni Ketut Veri M. Husain . M. Husain ., M. Husain M.Hum ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Sri Indriani Made Wik Milantini . Mardani, Ni Komang Maria Goreti Rini Kristiantari Mia anggun Puspitasari Ni Kadek Lestari . NI KADEK PUSPITA DEWI . Ni Komang Mardani Ni Komang Rai Nuratni . Ni Komang Sudiartini NI KOMANG WEDAYANTHI . Ni Luh Ariastini . Ni Made Candra Kusuma Dewi . Ni Made Dian Dwi Jayanti . NI MADE MARTINI . Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Rinayanthi Ni Putu Desy Damayanthi . Ni Putu Febri Yuliani . Ni Putu Febri Yuliani ., Ni Putu Febri Yuliani Ni Putu Veni Antari Ni Putu Vina Novita Sari . Ni Wayan Lindayani Ni Wayan Lindayani, Ni Wayan Ni Wayan Rinawati . Ni Wayan Rinawati ., Ni Wayan Rinawati Ni Wayan Sriani . Ni Wayan Widya Kumalayanti . Nyoman Dantes Nyoman Tri Purnamijayanthi . Paramarta, , I Ketut Pradnyana, I Wayan Gede Pradnyani, I Gusti Ayu Putu Prof. Dr. I Made Gosong,M.Pd . Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Pt Bagus Gd Putra . Pujayanti, Sang Ayu Nyoman Putra Gotama, Putu Andyka Andyka Putu Agus Artayasa . Putu Gede Ari Pradana . Sang Ayu Putu Sriasih Santiadi, Ni Kadek Putri Siti Nur Anisa Sri Anjani Suci Suparmi Sujana Putra, Gede Arta Titan Ratih Bestari . Titin Rahmaniah . Widayanti, Ni Made Dewi Ayu Wina Hendrayani Putu Wisnu, I Wayan Gede