Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA ., Komang Indra Kurniawan; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) SMA Negeri 1 Singaraja jika dikaitkan dengan indikator kinerja pencapaian fokus kegiatan dalam pengembangan literasi sekolah, (2) kendala yang dihadapi, dan (3) manfaat yang didapatkan dari pelaksanaan program tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru Bahasa Indonesia, guru pelajaran lain, serta perwakilan siswa. Objek penelitian ini sesuai dengan masalah penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Data diolah melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, klasifikasi dan deskripsi data, interpretasi data, serta penyimpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan SMA Negeri 1 Singaraja mampu melaksanakan 20 indikator dari 26 indikator kinerja pencapaian fokus kegiatan dalam pengembangan literasi di sekolah. Kendala yang dialami dalam pelaksanaan program GLS SMA Negeri 1 Singaraja, di antaranya keluhan terhadap jam masuk dan pulang sekolah akibat literasi, kurangnya pendanaan kegiatan literasi, seringnya tersitanya jam pembelajaran pertama, dan lain sebagainya. Manfaat yang dirasakan dalam pelaksanaan GLS SMA Negeri 1 Singaraja, yakni di antaranya siswa aktif dalam menghasilkan karya tulis, terciptanya kebiasaan membaca di kalangan siswa, fasilitas pendukung literasi sangat membantu guru dan siswa, dan lain sebagainya.Kata Kunci : Implementasi, literasi, sekolah This study aimed at describing (1) the implementation of the School Literacy Program (SLP) of SMA Negeri 1 Singaraja if it was associated with performance indicators of the achievement of the focus of activities in school literacy development, (2) the obstacles encountered, and (3) the benefits of the implementation of the program. This research used descriptive qualitative research design.The subjects of this study were principals, head librarians, Indonesian teachers, other lesson teachers, and student officers. The object of this study was in accordance with the research problem. The data was collected through observation and interview method. The data was processed through several stages, namely reduction of data, classification and description of data, data interpretation, and conclusion.The results of this study indicated that SMA Negeri 1 Singaraja was able to carry out 20 indicators of 26 performance indicators achievement of the focus of activities in the development of literacy at schools. The obstacles experienced in the implementation of the SLP SMA Negeri 1 Singaraja, including complaints against the hours of entry and return of school due to literacy including lack of funding literacy activities, frequent preoccupation of the first learning hours, and so forth. The perceived benefits of the implementation of SLP in SMA Negeri 1 Singaraja were students were active in producing papers, the improvement of reading habits among students, literacy supporting facilities which were very helpful for teachers and students, and others.keyword : Implementation, literacy, school
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE BUZZ GROUP DALAM PEMBELAJARAN MENULIS RESENSI CERITA PENDEK DI KELAS XI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Yogini, Desak Nyoman Sri; Nurjaya, I Gede; Sriasih, Sang Ayu Putu
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i2.20623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan prestasi siswa dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek dengan menggunakan metode buzz group, (2) mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan metode buzz group dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek, dan (3) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa saat  menggunakan metode buzz group dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan deskiptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI SMK Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini yaitu penggunaan metode buzz group dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, angket/kuesioner, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siswa memperoleh prestasi yang baik dengan digunakannya metode buzz group. Dari 121 orang siswa, sebanyak 91 orang siswa (75.22%) mendapatkan nilai dengan kategori baik, (2) hasil kuesioner menunjukkan, dari 121 orang siswa, sebanyak  80 orang siswa (66.13%) memberikan respons positif terhadap penggunaan metode buzz group dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa saat menggunakan metode buzz group yaitu dari segi waktu, lingkungan belajar, sedangkan kendala-kendala yang dihadapi siswa yaitu dari segi waktu dan konsentrasi belajar. Penggunaan metode buzz group ini efektif digunakan dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek.
ANALISIS KETERAMPILAN BERTANYA GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X TAV 1 SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., Putu Ayu Hana Indah Cahyani; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.7204

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis pertanyaan yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAV 1, (2) mendeskripsikan keterampilan bertanya siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAV 1, dan (3) mendeskripsikan hambatan bertanya yang dialami siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia SMK Negeri 3 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X TAV 1 SMK Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah keterampilan bertanya guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket terbuka dan perekaman. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Jenis pertanyaan yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAV 1 adalah jenis pertanyaan permintaan, retoris, mengarahkan, pertanyaan sempit informasi langsung, dan pertanyaan sempit memusat, (2) keterampilan bertanya siswa masih rendah dibuktikan dari pertanyaan selama tiga kali pengamatan, dan (3) terdapat 6 faktor yang menghambat siswa dalam bertanya yaitu (1) malu/gugup/tidak percaya diri (2) takut ditertawai teman, (3) situasi kelas ribut, (4) mengantuk/kurang fokus, (5) kurang mengerti dengan yang harus ditanyakan, (6) takut pertanyaan tidak dijawab. Kata Kunci : bertanya, guru, hambatan, siswa, This research examines at (1) describing the various types of questions used by teacher as foundin Indonesian learning situation at the class of X TAV 1, (2) describing the students’ questioning skill as found in Indonesian learning situation at the class of X TAV 1, and (3) describing the obstacles experienced by students in questioning as found in Indonesian learning situation in SMK Negeri 3 Singaraja. The subjects of this study were both teacher and students especially those at the class of X TAV 1. The objects of this study were the questioning skill of both students and teacher as found in Indonesian learning situation. Furthermore, the techniques used for gathering the data werethrough observation, open questionnaire and recording while descriptive qualitative method was used as the technique of analyzing data . The results showed that (1) the types of questioning skills used by teacher were ranging from demanding questions, rhetorical questions, guiding questions and specific questions for either giving direct information or focusing, (2) the students’ questioning skills was still low; it was proven through the three times observations done by the researcher, and (3) there were six obstacles experienced by the students, namely (a) shyness/ nervousness/ hesitancy, (b) the fear of being mocked by other students, (c) the noisy situation of the class, (d) drowsiness/ less focus, (e) less understand about what have to be questioned, (f) the fear of having questions which were not answered. keyword : questioning skill, teacher, obstacles, students
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS X IIS 1 SMAN 1 MENDOYO ., Maria Made Iis Hermawati; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4767

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran menulis di kelas X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo, (2) kendala-kendala implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran menulis di kelas X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo, dan (3) respon siswa terhadap implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran menulis di kelas X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo yang berjumlah 47 orang. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran menulis dengan menggunakan pendekatan saintifik, kendala-kendala pembelajran menulis dengan menggunakan pendekatan saintifik, dan respon siswa terhadap pendekatan saintifik pada pembelajaran menulis. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) langkah-langkah implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran menulis melalui beberapa tahap yaitu pengamatan, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan; (2) kendala yang dihadapi oleh guru dimana kurangnya informasi tentang pendekatan saintifik, siswa yang kurang fokus dalam pembelajaran dan sarana sekolah yang kurang memadai; dan (3) respon siswa terhadap implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran menulis bersifat positif dimana dilihat dari prosentase berikut rata-rata 47,94 % siswa sangat setuju dan 43,24 % setuju. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk meneliti lebih mendalam lagi tentang pendekatan saintifik.Kata Kunci : pendekatan saintifik, pembelajaran menulis This study aimed describe (1) the steps implementing the scientific approach to the teaching of writing in class X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo, (2) constraints on the implementation of the scientific approach to teaching writing in class X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo, and (3) response students to the implementation of the scientific approach to the teaching of writing in class X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo. The subjects were teachers and students of class X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo which totaled 47 people. The object of this study is the implementation, constraints and student is response to the scientific study of the teaching of writing. Data collection methods used in this research is the method of observation, documentation, and interviews. The data were analyzed using qualitative descriptive technique. The results of this study were (1) the steps implementing the scientific approach to teaching writing through several stages of observation, to question, to reason, to try and communicate; (2) the constraints faced by the teacher where the lack of information about the scientific approach, students are less focused on learning and school facilities are inadequate; and (3) student is response to the implementation of the scientific approach to the teaching of writing is positive where seen from the following percentage of the average 47.94 % of students strongly agreed and 43.24 % agree. Based on these results, other researchers are advised to examine more deeply about the scientific approach. keyword : scientific approach, learning to write
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE BUZZ GROUP DALAM PEMBELAJARAN MENULIS RESENSI CERITA PENDEK DI KELAS XI SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., Desak Nyoman Sri Yogini; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan prestasi siswa dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek dengan menggunakan metode buzz group, (2) mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan metode buzz group dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek, dan (3) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menggunakan metode buzz group dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan deskiptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI SMK Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini yaitu penggunaan metode buzz group dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, angket/kuesioner, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siswa memperoleh prestasi yang baik dengan digunakannya metode buzz group. Dari 121 orang siswa, sebanyak 91 orang siswa (75.22%) mendapatkan nilai dengan kategori baik, (2) hasil kuesioner menunjukkan, dari 121 orang siswa, sebanyak 80 orang siswa (66.13%) memberikan respons positif terhadap penggunaan metode buzz group dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menggunakan metode buzz group yaitu dari segi waktu dan lingkungan belajar siswa. Penggunaan metode buzz group ini efektif digunakan dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek.Kata Kunci : pembelajaran, cerita pendek, metode buzz group, menulis, resensi This study aimed to (1) describe the students' achievement in short story review writing by using the buzz group method, (2) to describe the student's response to the use of buzz group method in short story review writing, and (3) to describe the struggles faced by teachers when using the buzz group method in short story review writing lessons. This research uses descriptive qualitative and descriptive quantitative research design. The subjects of this study were teachers and students of grade XI SMK Negeri 3 Singaraja. The object of this research was the use of buzz group method in learning writing short story reviews. Methods of data collection used were the method of observation, test, questionnaire, and interview. The data obtained was analyzed by qualitative descriptive and descriptive quantitative analysis. The results of this study indicated that (1) students got good achievement with the use of buzz group method. From 121 students, 91 students (75.22%) got good grades, (2) result of questionnaire showed that from 121 students, 80 students (66.13%) responded positively to the use of buzz group method in learning writing short story reviews, and (3) struggles faced by teachers when using the buzz group method were in terms of time and student learning environment. The use of the buzz group method was effectively used in short story review writing lessons.keyword : learning, short stories, buzz group methods, writing, reviews
SESELEH PANGAWIGUNAAN BASA BLACKBERRY MESSAGE (BBM) YOWANA RING BR. DUSUN SALA, DESA ABUAN, KECAMATAN SUSUT, KAB. BANGLI Astari, Ni luh Umi; Rai, Ida Bagus; Nurjaya, I Gede
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 4, No 2 (2017): JPBB
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v4i2.21246

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Stuktur kata yang ada dalam BBM, remaja di Br. Dusun Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kab. Bangli, (2) Stuktur kalimat apa saja yang ada dalam BBM, remaja di Br. Dusun Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kab. Bangli, (3) Seperti apa penggunaan ejaan bahasa BBM, remaja di Br. Dusun Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kab. Bangli. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah BBM, yowana ring Br. Dusun Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kab. Bangli. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan bahasa. Penelitian ini menggunakan 2 metode penelitian yaitu metode observasi dan metode dokumentasi Analisis data yang digunakan adalah identifikasi data, reduksi data, klasifikasi data dan kesimpulan. Menurut analisis data, (1) Struktur kata yang ada dalam BBM adalah terdapat imbuhan awalan dan akhiran, terdapat perubahaan bahasa seperti, afaeresis, apokop, miwah sinkop. (2) Struktur kalimat yang di gunakan dalam  BBM adalah terdapat kalimat pernyataan, kalimat tanya, dan kalimat. (3) Penggunaan ejaan bahasa BBM seperti terdapat tulisan dalam kalimat yang kata tersebut di tulis singkat  dan juga tidak menggunakan tanda Tanya saat penulisan kalimat Tanya.Kata kunci: penggunaan bahasa, blackberry messanger (BBM)
TEKNIK KOREKSI DALAM EVALUASI HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KERAMBITAN ., Ni Putu Pande Trisna Yuni Paramitha; ., Drs. I Nyoman Seloka Sudiara, M.Pd; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3351

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan (1) cara guru mempersiapkan pelaksanaan teknik koreksi dalam evaluasi hasil belajar menulis karangan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kerambitan, (2) teknik koreksi yang digunakan guru dalam mengevaluasi hasil belajar menulis karangan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kerambitan, dan (3) hambatan yang dialami guru dalam mengoreksi karangan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kerambitan. Teori yang digunakan yaitu teori teknik koreksi, evaluasi, menulis, dan kesalahan bahasa dalam karangan. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia kelas XI IPA, IPB, dan IPS SMA Negeri 1 Kerambitan. Data pertama dan kedua diperoleh melalui metode kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data ketiga diperoleh melalui metode kuesioner dan wawancara. Melalui ketiga metode tersebut, data yang diperoleh diolah melalui empat tahapan, yaitu identifikasi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah (1) ketiga responden, mempersiapkan pelaksanaan koreksi dengan cara yang sama, yaitu menyediakan rubrik penilaian dalam RPP; (2) teknik koreksi yang digunakan oleh guru yang mengajar di kelas XI IPB adalah teknik koreksi langsung, sedangkan guru atau responden yang mengajar di kelas XI IPA dan IPS adalah teknik koreksi campuran (teknik koreksi langsung dan teknik koreksi tidak langsung), dan (3) hambatan yang dialami ketiga responsden adalah (1) kesulitan dalam membaca tulisan siswa, (2) membutuhkan waktu yang lama dalam melakukan pengoreksian, dan (3) memerlukan konsentrasi yang tinggi dalam mengoreksi. Hambatan yang berkenaan dengan kurang jelasnya tulisan siswa disebabkan oleh (1) tulisan siswa yang cenderung kurang rapi dan kurang bersih, (2) penulisan huruf atau kata yang terlalu rapat, dan (3) bentuk huruf yang sulit dibaca. Penyediaan waktu yang cukup lama juga menjadi kendala bagi guru dalam mengoreksi karangan siswa karena guru membutuhkan konsentrasi tinggi dalam mengoreksi karangan siswa, di samping karena guru membutuhkan kejelian dan ketelitian dalam mengoreksi karangan.Kata Kunci : teknik koreksi, evaluasi, karangan This qualitative descriptive study aims to describe (1) how teachers prepare for the implementation of the correction techniques in the evaluation of learning outcomes essay writing class XI student of SMA Negeri 1 Kerambitan, (2) correction techniques used by teachers in evaluating learning outcomes essay writing class XI student of SMA Negeri 1 Kerambitan, and (3) barriers experienced by teachers in correcting student essays in class XI SMA Negeri 1 Kerambitan. The theory used is the theory of correction techniques, evaluation, writing, and language errors in the article. Subjects were Indonesian teacher class XI Science, IPB, IPS and SMA Negeri 1 Kerambitan. The first and second data obtained through questionnaires, interviews, and documentation. The third data obtained through questionnaires and interviews. Through these three methods, the data obtained were processed through four steps, namely the identification of data, classification of data, presentation of data, and drawing conclusions. The findings in this study were (1) the third respondent, prepare for the implementation of the correction in the same way, which is to provide an assessment rubric in the RPP; (2) correction techniques used by the teacher in class XI IPB is a direct correction techniques, while the teacher or from those who have taught in class XI science and social studies is a mixture correction techniques (techniques immediate correction and correction techniques are not directly), and (3) barriers experienced by third responsden are (1) difficulty in reading the students, (2) take a long time to do the correction, and (3) require high concentrations in correcting. Barriers related to the students' lack of clarity caused by (1) writing students tend to be less neat and clean less, (2) writing letters or words that are too tight, and (3) the form of the letters difficult to read. Provision of a long time is also an obstacle for teachers in correcting student essays for teachers requires a high concentration in correcting student essays, as well as the teacher requires carefulness and accuracy in correcting essays.keyword : correction techniques, evaluations, essay
SESELEH CAMPUH KODE RING SAJERONING PUPULAN CERPEN JAEN IDUP DI BALI PAKARDIN MADE SUARTANA ., Ni Luh Maherni; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd; ., Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v4i2.8152

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan menjelaskan (1) keadaan pembicaraan campur kode yang ada dalam kumpulan cerpen “Jaen Idup Di Bali” yang di buat oleh Made Suartana, (2) bentuk campur kode dalam kumpulan cerpen “Jaen Idup Di Bali” yang di buat oleh Made Suartana, dan (3) faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dalam kumpulan cerpen “Jaen Idup Di Bali” yang di buat oleh Made Suartana. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kumpulan cenpen“Jaen Idup Di Bali” . Objek penelitian ini adalah campur kode. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dokumentasi dibantu teknik baca, simak, catat. Instrumen yang digunakan adalah kartu data. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, identifikasi data, mengklasifikasi data, menyajikan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini (1) keadaan pembicaraan campur kode dalam cerpen tersebut ada, keadaan campur kode itu berbentuk morfem, kata, frase, klausa, idiom, baster, dan berbentuk kata ulang. (2) bentuk campur kode ada tiga yaitu campur kode ke dalam, campur mode ke luar, dan campur kode campuran. (3) faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode adalah faktor pembicara ada dua yaitu, nilai sosial dan perkembangan budaya baru (modern). Faktor bahasa ada tiga yaitu, kata yang sering digunakan, kekurangan bentuk bahasa, dan hasil yang di inginkan. Ada juda dari faktor pendidikan pembuat cerpen. Kata Kunci : campur kode, kumpulan cerpen. This study has the objective to explain (1) the state of the talk mixed code in the collection of short stories "Jaen cohabited In Bali" created by Made Suartana, (2) the form of code-mixing in a collection of short stories "Jaen cohabited In Bali" created by Made Suartana, and (3) the factors that cause code-mixing in a collection of short stories "Jaen cohabited in Bali" made by made Suartana. Research design used in this research is descriptive qualitative. The subjects were a collection cenpen "Jaen cohabited In Bali". The object of this study is code-mixing. The method used is a method of assisted technical documentation read, see, record. The instrument used was a data card. Analysis of the data used is data reduction, data identification, classification of data, presenting data, and conclusions. The results of this study (1) the state of the talks code-mixing in the short story there, state intervention was shaped morpheme codes, words, phrases, clauses, idioms, baster, and the form of words. (2) there are three forms of interference code is coded into the mix, mix mode to the outside, and code-mixing the mixture. (3) the factors that lead to code-mixing is the speaker there are two factors, namely, the value of the social and cultural development of new (modern). Factor three languages, namely, a frequently used word, lacked any form of language, and the desired results. There is also often a short story maker of educational factors.keyword : code-mixing, the short story collection.
Dialek Bali Aga sane Kaanggen Sajeroning Mabasa Bali ring Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng ., Dewa Ayu Putu Winda Suari; ., Ida Bagus Made Ludy Paryatna, S.S.; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.5408

Abstract

Tetilik puniki matetujon nlatarang indik (1) awinan krama ring desa Sidatapa ngelestariang dialek Bali Aga, (2) kawentenan dialek Bali Aga kaanggen ring Desa Sidatapa, ring aab tanpa wates sekadi mangkin ,(3) basa sane sida kauningin olih krama desa Sidatapa tiosan ring dilek Bali Aga . Jejering tetilik puniki inggih punika krama desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Panandang tetilikanyane inggih punika kawentenan dialek Bali sane keaanggen ri sajeroning mabasa Bali. Tetilik puniki nganggen palihan tetilik deskriptif kualitatif. Ring tetilik puniki nganggen siki kramaning mupulang data inggih punika 1) kramaning dokumentasi. Data tureksa sane kaanggen minakadi: (1) transkrip data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penyimpulan. Pikolih ring tetilik puniki inggih punika (1) sane ngawinang krama desa Sidetapa ngelestariang dialek bali Aga santukan: 1. wentenyane tetamian saking lelangit sane marupa lontar medaging sumpah mangda krama desa Sidatapa mabasa siki basa dialek Bali Aga, 2 santukan krama desa Sidatapa pacang tetep ngajegang dialek Bali Aga punika mangda tetep kasengguh desa Bali Aga, (2) kawentenan dialek Bali Aga ring aab aor tanpa wates sekadi mangkin kantun manggeh keanggen. Nike polih kacingak saking : 1 karinyane krama desa Sidatapa nganggen dialek Bali Aga ring pagubugan kulawarga, 2 taler karinyane dialek Bali Aga keaanggen ring ranah formal minakadi ring peparuman ring desa adat , (3) tiosan ring basa dialek Bali Aga krama ring desa Sidatapa taler uning indik basa sane lianan minakadi basa Bali Alus, basa Indonesia lan basa Inggris. Basa-basa punika keanggen ri tatkala wenten acara formal lan mabebaosan sareng krama lian desa. Nike matetujon sumangdena sang sane keajak mabebaosan kresep ri tatkala ke ajak mabebaosan. Kata Kunci : Dialek, Bali Aga This study aimed to describe (1) the reasons of Sidatapa villagers preserve Bali Aga dialect, (2) the existence of Bali Aga dialect in globalization era, (3) besides Bali Aga dialect, the villagers are able to speak other languages. The subject of this study was the villagers of Sidatapa village, Banjar sub-district, Buleleng district. The object of this study was the existence of Bali Aga dialect when they use Balinese language. This study was descriptive qualitative study. The method of data collection was documentation. The data were analyzed through (1) data transcription, (2) data reduction, (3) data display, and (4) conclusion. The finding shows (1) the villagers of Sidetapa use Bali Aga dialect because the existence of heritage namely lontar which mentions that the villagers of Sidatapa have to use Bali Aga dialect and they want to be known as Bali Aga village, (2) the existence of Bali Aga dialect in globalization era is preserved. This can be seen through the existence of Bali Aga dialect in family. In formal situation, Bali Aga dialect is utilized in society assembly. Besides Bali Aga dialect, the villagers of Sidatapa also use other languages such as Basa Bali Alus, Bahasa Indonesia, and English. Although the existence of various languages, the villagers preserve Bali Aga dialect. This is the identity of Sidatapa village as one of Bali Aga villages in Bali. keyword : Dialect, Bali Aga.
SESELEH ANGGAH-UNGGUHING BASA BALI RING PESANGKEPAN BANJAR ADAT BULULADA, DESA SELAT, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG ., Kadek Agus Dwi Ermawan; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd; ., Ida Ayu Putu Purnami, S.S., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v4i2.7744

Abstract

KUUB Tetilik puniki matetujon nlatarang indik (1) Kawentenan anggah-ungguhing basa Bali ring pesangkepan Banjar Adat Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng sane mapaiketan sareng kawentenan tutur lan (2) parindikan sane ngawinang wenten anggah-ungguhing basa Bali ring sangkep Banjar Adat Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Tetilikin puniki nganggen palihan tetilik deskritif kualitatif. Jejering ring tetilikan puniki, krama Banjar Adat Bululada. Penandang ring tetilikan puniki, anggah-ungguhing basa Bali sane wenten ring pesangkepan Banjar Adat Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Kramaning mupulang data ring tetilikan puniki nganggen Kramaning pratiaksa (observasi), metode sadu wicara, miwah metode dokumentasi. Data tureksa sane kanggen inggih punika analisis data deskritif kualitatif antuk pemargi (1) Identifikasi Data, (2) Nyorohang Data, (3) Pangwedar Data, (4), Pacutetan utawi Verifikasi. Pepolih tetilikan puniki inggih punika (1) kawentenan anggah-ungguhing basa basa Bali ring pesangkepan Banjar Adat Bululada sane mapaiketan sareng kawentenan tutur, kawentenan anggah-ungguhing basa wenten tetiga :Basa alus singgih (ASI), Basa alus sor (ASO), lan Basa alus madia (AMA), sane mapaiketan malih ring kutus pisarat kawentenan tutur inggih punika setting, pamilet, tetujon tutur, unteng tutur, nada tutur, wentuk tutur, norma tutur, lan sorohan tutur. (2) parindikan sane ngawinang anggah-ungguhing basa Bali kanggen ritatkala mabebaosan ring sangkep Banjar Adat Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng inggih punika: mabebaosan ring kawentenan utawi situasi formal, mabebaosan ring ajeng jadma akeh, miwah ngajinin mitra baos utawi sang sane kaajak mabebaosan. Kata Kunci : Kruna Jejaton: anggah-ungguhing basa Bali, pesangkepan Abstact This study was aimed to describe: (1) the existence of anggah-ungguhin Balinese language in the meeting of Banjar Adat Bululada, Selat village, Sukasada sub district, Buleleng regency which was related to the presence of utterance and (2) The cause of the existence of anggah-ungguhin Balinese language in the meeting of Banjar Adat Bululada, Selat village, Sukasada sub district, Buleleng regency. Descriptive qualitative design was used in this study. The subject of this study was the Bululada society. The object of this study was anggah-ungguhin Balinese language in the meeting of Banjar Adat Bululada, Selat village, Sukasada sub district, Buleleng regency. The method of data collection used was observation, interview and documentation. The data were analyzed by using qualitative analysis techniques namely (1) data reduction (2) data display (3) classification (4) conclusion. The results of this study were (1) the existence of anggah-ungguhin Balinese language in the meeting of Banjar Adat Bululada, Selat village, Sukasada sub district, Buleleng regency which was related to the presence of utterance. There were three existence of anggah-ungguhin Balinese language they were Bahasa Bali Alus (ASI), Bahasa Bali Sor (ASO), Bahasa Bali Madia (AMA). They were related to the eight terms of the presence of utterance that were time and place, participants, goals, theme, tone, tools, manners, and kind of the utterances. (2) The existence of anggah-ungguhin Balinese language in the meeting of Banjar Adat Bululada, Selat village, Sukasada sub district, Buleleng regency caused by speaking in a formal situation, speaking in front of a crowd of people and appreciating the interlocutors . keyword : Key words: Anggah-ungguhing Balinese language, meeting.
Co-Authors ., Anak Agung Alit Sanjaya ., Desak Nyoman Sri Yogini ., Elly Khalimah ., Holifatul Hasanah ., Hurul Aini ., Kadek Agus Dwi Ermawan ., Kadek Ayu Dwi Handayani ., Komang Desy Fridayanti ., Komang Indra Kurniawan ., Komang Try Pradnya Paramitha Dewi ., Ni Km Tian Kusuma d ., Ni Luh Maherni ., Ni Made Sri Witari ., Ni Md Mita Anggraeyani ., Ni Putu Ana Yuspidayanti ., Nilla Godvany ., Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. ., Putu Ayu Hana Indah Cahyani ., Siti Nurlailatul As Adah Aini, Harul Aisyaturradhiah . Anak Agung Alit Sanjaya . Arlina Pratiwi Asih, Sang Ayu Putu Sri Astari, Ni luh Umi Cahyani, Kadek Putri Cahyani, Made Novia Desak Nyoman Sri Yogini Desak Nyoman Sri Yogini . Dewa Ayu Putu Winda Suari . Dewa Ayu Putu Winda Suari ., Dewa Ayu Putu Winda Suari Dewa Gede Acharya G.P. . Dewa Gede Acharya G.P. ., Dewa Gede Acharya G.P. Dewa Putu Ramendra Dewi, Luh Listya Drs. I Nyoman Seloka Sudiara, M.Pd . Elly Khalimah . Gde Artawan Gede Gunatama Gede Wira Bayu Ginting, Dios Kaspari Gita Wulandari Harul Aini Hesty Wahyu Asima Holifatul Hasanah . Hurul Aini . I Dewa Gede Budi Utama I Gusti Ayu Agung Manik Wulandari I Kadek Rai Suwena I Made Astika I Made Tegeh I Nengah Martha I Nyoman Yasa I Wayan Artika I Wayan Wendra I Wayan Widiana Ida Ayu Putu Purnami Ida Bagus Made Ludy Paryatna Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd . Ika Fransiska Dewi . Ika Fransiska Dewi ., Ika Fransiska Dewi Indrawati, I Gusti Ayu Putri Indrawati K. Theresia Laksmi Savitri Kadek Adi Wira Permata . Kadek Agus Dwi Ermawan . Kadek Ayu Dwi Handayani . Kadek Wirahyuni Kemit, Esterina Meriahta Br Khairah, Muslimatul Komang Desy Fridayanti . Komang Indra Kurniawan . Komang Try Pradnya Paramitha Dewi . Lestari, Ni Kadek Suci Luh Ade Yuningsih Luh Ayu Tirtayani Luh Ekarini . M.Pd Drs. I Nyoman Seloka Sudiara . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . M.Pd S.S. Ida Bagus Rai . Made Sri Indriani Maria Made Iis Hermawati . Mila Sintia Mochamad Dana Irwantha . Muhammad Hasby Nengah Suandi Ni Kadek Ratih Vidiawati Ni Kadek Sri Wedari . Ni Ketut Suliavitri Niranjani Ni Km Tian Kusuma d . Ni Komang Cahayuningsih . Ni Komang Widya Santi Ni Luh Lina Agustini Dewi . Ni Luh Maherni . Ni luh Umi Astari Ni Made Ari Puja Astiti . Ni Made Ari Puja Astiti ., Ni Made Ari Puja Astiti Ni Made Ermadwicitawati Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Sri Witari . Ni Md Mita Anggraeyani . NI NENGAH RAMIANI . Ni Pt. Ayu Ratih Ni Putu Ana Yuspidayanti Ni Putu Ana Yuspidayanti . Ni Putu Ayu Nila Purmita Sari . Ni Putu Ayu Nila Purmita Sari ., Ni Putu Ayu Nila Purmita Sari Ni Putu Ayu Ratih . Ni Putu Gita Mertasih . Ni Putu Gita Mertasih ., Ni Putu Gita Mertasih Ni Putu Pande Trisna Yuni Paramitha . Nilla Godvany . Nova Avidia Ananda . Nova Avidia Ananda ., Nova Avidia Ananda Noviana, Putu Wiwin Paryatna, Ida Bagus Ludy Pratiwi, Arlina Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Putu Agus Sanjaya . Putu Ayu Hana Indah Cahyani . Putu Indra Christiawan PUTU LENNA AGUSTINI . Putu Sri Laksmi Dewi Raden Mohamad Herdian Bhakti Ratih, I Dewa Ayu Gede Suwari Ratih, Ni Pt. Ayu Resmawan, Kade Gita Satya Sang Ayu Putu Sri Asih Sang Ayu Putu Sriasih Santi, Ni Komang Widya SAP Sriasih Sarmita, Made Sintia, Mila Siti Nurlailatul As Adah . Suandi, Nengah Sulistianti, Mei Lia Surayani . Surayani ., Surayani Suwena, I Kadek Rai Tantri, Ade Asih Susiari Vidiawati, Ni Kadek Ratih Yogini, Desak Nyoman Sri Yudini, Devi Sandra Yuningsih, Luh Ade Yuspidayanti, Ni Putu Ana