Claim Missing Document
Check
Articles

SESELEH ANGGAH-UNGGUHING BASA BALI RING PESANGKEPAN BANJAR ADAT BULULADA, DESA SELAT, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG Kadek Agus Dwi Ermawan .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Ida Ayu Putu Purnami, S.S., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v4i2.7744

Abstract

KUUB Tetilik puniki matetujon nlatarang indik (1) Kawentenan anggah-ungguhing basa Bali ring pesangkepan Banjar Adat Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng sane mapaiketan sareng kawentenan tutur lan (2) parindikan sane ngawinang wenten anggah-ungguhing basa Bali ring sangkep Banjar Adat Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Tetilikin puniki nganggen palihan tetilik deskritif kualitatif. Jejering ring tetilikan puniki, krama Banjar Adat Bululada. Penandang ring tetilikan puniki, anggah-ungguhing basa Bali sane wenten ring pesangkepan Banjar Adat Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Kramaning mupulang data ring tetilikan puniki nganggen Kramaning pratiaksa (observasi), metode sadu wicara, miwah metode dokumentasi. Data tureksa sane kanggen inggih punika analisis data deskritif kualitatif antuk pemargi (1) Identifikasi Data, (2) Nyorohang Data, (3) Pangwedar Data, (4), Pacutetan utawi Verifikasi. Pepolih tetilikan puniki inggih punika (1) kawentenan anggah-ungguhing basa basa Bali ring pesangkepan Banjar Adat Bululada sane mapaiketan sareng kawentenan tutur, kawentenan anggah-ungguhing basa wenten tetiga :Basa alus singgih (ASI), Basa alus sor (ASO), lan Basa alus madia (AMA), sane mapaiketan malih ring kutus pisarat kawentenan tutur inggih punika setting, pamilet, tetujon tutur, unteng tutur, nada tutur, wentuk tutur, norma tutur, lan sorohan tutur. (2) parindikan sane ngawinang anggah-ungguhing basa Bali kanggen ritatkala mabebaosan ring sangkep Banjar Adat Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng inggih punika: mabebaosan ring kawentenan utawi situasi formal, mabebaosan ring ajeng jadma akeh, miwah ngajinin mitra baos utawi sang sane kaajak mabebaosan. Kata Kunci : Kruna Jejaton: anggah-ungguhing basa Bali, pesangkepan Abstact This study was aimed to describe: (1) the existence of anggah-ungguhin Balinese language in the meeting of Banjar Adat Bululada, Selat village, Sukasada sub district, Buleleng regency which was related to the presence of utterance and (2) The cause of the existence of anggah-ungguhin Balinese language in the meeting of Banjar Adat Bululada, Selat village, Sukasada sub district, Buleleng regency. Descriptive qualitative design was used in this study. The subject of this study was the Bululada society. The object of this study was anggah-ungguhin Balinese language in the meeting of Banjar Adat Bululada, Selat village, Sukasada sub district, Buleleng regency. The method of data collection used was observation, interview and documentation. The data were analyzed by using qualitative analysis techniques namely (1) data reduction (2) data display (3) classification (4) conclusion. The results of this study were (1) the existence of anggah-ungguhin Balinese language in the meeting of Banjar Adat Bululada, Selat village, Sukasada sub district, Buleleng regency which was related to the presence of utterance. There were three existence of anggah-ungguhin Balinese language they were Bahasa Bali Alus (ASI), Bahasa Bali Sor (ASO), Bahasa Bali Madia (AMA). They were related to the eight terms of the presence of utterance that were time and place, participants, goals, theme, tone, tools, manners, and kind of the utterances. (2) The existence of anggah-ungguhin Balinese language in the meeting of Banjar Adat Bululada, Selat village, Sukasada sub district, Buleleng regency caused by speaking in a formal situation, speaking in front of a crowd of people and appreciating the interlocutors . keyword : Key words: Anggah-ungguhing Balinese language, meeting.
SESELEH CAMPUH KODE RING SAJERONING PUPULAN CERPEN JAEN IDUP DI BALI PAKARDIN MADE SUARTANA Ni Luh Maherni .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v4i2.8152

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan menjelaskan (1) keadaan pembicaraan campur kode yang ada dalam kumpulan cerpen “Jaen Idup Di Bali” yang di buat oleh Made Suartana, (2) bentuk campur kode dalam kumpulan cerpen “Jaen Idup Di Bali” yang di buat oleh Made Suartana, dan (3) faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dalam kumpulan cerpen “Jaen Idup Di Bali” yang di buat oleh Made Suartana. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kumpulan cenpen“Jaen Idup Di Bali” . Objek penelitian ini adalah campur kode. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dokumentasi dibantu teknik baca, simak, catat. Instrumen yang digunakan adalah kartu data. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, identifikasi data, mengklasifikasi data, menyajikan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini (1) keadaan pembicaraan campur kode dalam cerpen tersebut ada, keadaan campur kode itu berbentuk morfem, kata, frase, klausa, idiom, baster, dan berbentuk kata ulang. (2) bentuk campur kode ada tiga yaitu campur kode ke dalam, campur mode ke luar, dan campur kode campuran. (3) faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode adalah faktor pembicara ada dua yaitu, nilai sosial dan perkembangan budaya baru (modern). Faktor bahasa ada tiga yaitu, kata yang sering digunakan, kekurangan bentuk bahasa, dan hasil yang di inginkan. Ada juda dari faktor pendidikan pembuat cerpen. Kata Kunci : campur kode, kumpulan cerpen. This study has the objective to explain (1) the state of the talk mixed code in the collection of short stories "Jaen cohabited In Bali" created by Made Suartana, (2) the form of code-mixing in a collection of short stories "Jaen cohabited In Bali" created by Made Suartana, and (3) the factors that cause code-mixing in a collection of short stories "Jaen cohabited in Bali" made by made Suartana. Research design used in this research is descriptive qualitative. The subjects were a collection cenpen "Jaen cohabited In Bali". The object of this study is code-mixing. The method used is a method of assisted technical documentation read, see, record. The instrument used was a data card. Analysis of the data used is data reduction, data identification, classification of data, presenting data, and conclusions. The results of this study (1) the state of the talks code-mixing in the short story there, state intervention was shaped morpheme codes, words, phrases, clauses, idioms, baster, and the form of words. (2) there are three forms of interference code is coded into the mix, mix mode to the outside, and code-mixing the mixture. (3) the factors that lead to code-mixing is the speaker there are two factors, namely, the value of the social and cultural development of new (modern). Factor three languages, namely, a frequently used word, lacked any form of language, and the desired results. There is also often a short story maker of educational factors.keyword : code-mixing, the short story collection.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KELILING KELOMPOK DENGAN MEDIA FOTO JURNALISTIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT SECARA LISAN SISWA KELAS X3 SMA NEGERI 1 SUKAWATI Ni Kadek Sri Wedari .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2944

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang ditempuh dalam penerapan pembelajaran kooperatif teknik keliling kelompok dengan media foto jurnalistik; (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa hingga tercapainya tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada kegiatan mengemukakan pendapat secara lisan; dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif teknik keliling kelompok dengan media foto jurnalistik. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Sukawati. Objek penelitian ini adalah kemampuan siswa mengemukakan pendapat secara lisan, langkah-langkah pembelajaran, dan respons siswa. Metode penumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, angket, dan wawancara. Data yang didapatkan dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) langkah-langkah yang digunakan efektif meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat secara lisan siswa; (2) penerapan pembelajaran kooperatif teknik keliling kelompok dengan media foto jurnalistik dapat meningkatkan kemampuan mengungkapkan pendapat secara lisan siswa. Hal ini dapat dilihat dalam perbandingan skor rata-rata klasikal, yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 69,8 (cukup), siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 76,65 (baik), sedangkan pada siklus II nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 81 (baik); (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penerapan pembelajaran kooperatif teknik keliling kelompok dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran mengemukakan pendapat. Oleh karena itu, diharapkan kepada guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Sukawati agar menerapkan pembelajaran kooperatif teknik keliling kelompok dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran mengemukakan pendapat secara lisan sesuai dengan langkah yang ditemukan dalam penelitian.Kata Kunci : kooperatif, keliling-kelompok, foto jurnalistik , pendapat This study was Classroom Action Research (CAR) was aims to (1) describe the steps conducted in implementation of cooperative learning round club technique with photo journalism media, (2) describe the improve of students learning until achieve level of students learning in ability to express opinions verbally by implementation of cooperative learning round club technique with photojournalism media, and (3) describing students responses of the implementation of cooperative learning round club technique with photo journalism media. Subjects in this study were teachers and students of grade X3 of SMA N 1 Sukawati. The objects of the study were the ability to express opinions verbally, step, and students responses of the implementation of cooperative learning round club technique with photo journalism media. The method used were testing, observation, questionnaire, and interview. The data were analyzed descriptively through quantitative and qualitative analyzed. The results of the study were, (1) the measures used effectively improve the ability of students to express opinions orally; (2) the application of cooperative learning round club technique with photo journalism media can improve the ability of students to express their opinions verbally. This can be saw in a comparison of the average test scores before treatment, the first cycle, and second cycle, in which the classical average scores were 69,8 (enough) before treatment, 76,65 (good) in the first cycle, and 81 (good) in the second cycle; (3) positive responses were indicated by the students of the implementation of the cooperative learning round club technique with photo journalism media in learning to express opinions. Therefore, it is expected to Indonesian teacher at SMAN 1 Sukawati to implement cooperative learning techniques with a roving group photo journalism media in learning to express opinions orally in accordance with the steps found in this study.keyword : cooperative, round club, photo journalism, opinions
ANALISIS NILAI-NILAI KEMANUSIAAN NOVEL “BEKISAR MERAH” KARYA AHMAD TOHARI DAN KESESUAIANNYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA Kadek Adi Wira Permata .; Drs. I Wayan Rasna,M.Pd .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3268

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam novel “Bekisar Merah” karya Ahmad Tohari, dan (2) kesesuaian novel “Bekisar Merah” karya Ahmad Tohari sebagai bahan pembelajaran sastra. Subjek penelitian ini adalah novel “Bekisar Merah” karya Ahmad Tohari. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam novel “Bekisar Merah” karya Ahmad Tohari dan kesesuaiannya sebagai bahan pembelajaran sastra. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) nilai-nilai kemanusiaan dalam novel “Bekisar Merah” sangat beragam yang terdiri atas, nilai hedonik, nilai artistik, nilai kultural, nilai etis, moral, dan religius, serta nilai praktis. Selain nilai-nilai tersebut, ada beberapa nilai kemanusiaan yang peneliti temukan dalam novel tersebut, diantaranya kasih sayang, tolong-menolong, keyakinan, jujur, tenggang rasa, rela berkorban, tanggung jawab, tata karma, dan bijaksana, semua nilai kemanusiaan tersebut sangat tepat bagi pengembangan karakter siswa. (2) novel “Bekisar Merah” karya Ahmad Tohari tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran sastra karena menggunakan kata-kata yang mudah dipahami dan terdapat banyak nilai pendidikan karakter yang bisa diterapkan dalam pembelajaran sastra khususnya dalam membahas novel. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk meneliti lebih mendalam lagi tentang nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam karya sastra khusnya novel.Kata Kunci : nilai kemanusiaan, novel “Bekisar Merah”, Ahmad Tohari, pembelajaran, sastra. This study aimed at describing (1) the values of humanity contained in the novel entitled “Bekisar Merah” by Ahmad Tohari, and (2) the appropriateness of the novel entitled “Bekisar Merah” by Ahmad Tohari as a material for teaching literature. The subject of this study was a novel entitled “Bekisar Merah” by Ahmad Tohari. The object was values of humanity contained in the novel Bekisar Merah by Ahmad Tohari and its appropriateness as a material for teaching literature. The data collection method used in this study was documentation. The data were then analyzed using a descriptive qualitative technique. The results of this study were (1) the values of humanity in the novel "Bekisar Merah" were very diverse consisting of hedonic value, artistic value, cultural value, ethical, moral, religious, as well as practical value. In addition to these values, there were some values of humanity that the researcher observed within the novel, including affection, mutual help, confidence, honesty, tolerance, sacrifice, responsibility, manners, and thoughtful, all of the values of humanity were very precise for the character development of the students. (2) the novel entitled "Bekisar Merah" by Ahmad Tohari could be used as material for teaching literature as it used simple and understandable words and there were many values of character education that could be applied in the study of literature especially in discussing the novel itself. Based on these results, other researchers were advised to examine more deeply about values of humanity found in literature especially novel.keyword : values of humanity, a novel entitled "Bekisar Merah", Ahmad Tohari, learning, teaching literature.
TEKNIK KOREKSI DALAM EVALUASI HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KERAMBITAN Ni Putu Pande Trisna Yuni Paramitha .; Drs. I Nyoman Seloka Sudiara, M.Pd .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3351

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan (1) cara guru mempersiapkan pelaksanaan teknik koreksi dalam evaluasi hasil belajar menulis karangan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kerambitan, (2) teknik koreksi yang digunakan guru dalam mengevaluasi hasil belajar menulis karangan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kerambitan, dan (3) hambatan yang dialami guru dalam mengoreksi karangan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kerambitan. Teori yang digunakan yaitu teori teknik koreksi, evaluasi, menulis, dan kesalahan bahasa dalam karangan. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia kelas XI IPA, IPB, dan IPS SMA Negeri 1 Kerambitan. Data pertama dan kedua diperoleh melalui metode kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data ketiga diperoleh melalui metode kuesioner dan wawancara. Melalui ketiga metode tersebut, data yang diperoleh diolah melalui empat tahapan, yaitu identifikasi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah (1) ketiga responden, mempersiapkan pelaksanaan koreksi dengan cara yang sama, yaitu menyediakan rubrik penilaian dalam RPP; (2) teknik koreksi yang digunakan oleh guru yang mengajar di kelas XI IPB adalah teknik koreksi langsung, sedangkan guru atau responden yang mengajar di kelas XI IPA dan IPS adalah teknik koreksi campuran (teknik koreksi langsung dan teknik koreksi tidak langsung), dan (3) hambatan yang dialami ketiga responsden adalah (1) kesulitan dalam membaca tulisan siswa, (2) membutuhkan waktu yang lama dalam melakukan pengoreksian, dan (3) memerlukan konsentrasi yang tinggi dalam mengoreksi. Hambatan yang berkenaan dengan kurang jelasnya tulisan siswa disebabkan oleh (1) tulisan siswa yang cenderung kurang rapi dan kurang bersih, (2) penulisan huruf atau kata yang terlalu rapat, dan (3) bentuk huruf yang sulit dibaca. Penyediaan waktu yang cukup lama juga menjadi kendala bagi guru dalam mengoreksi karangan siswa karena guru membutuhkan konsentrasi tinggi dalam mengoreksi karangan siswa, di samping karena guru membutuhkan kejelian dan ketelitian dalam mengoreksi karangan.Kata Kunci : teknik koreksi, evaluasi, karangan This qualitative descriptive study aims to describe (1) how teachers prepare for the implementation of the correction techniques in the evaluation of learning outcomes essay writing class XI student of SMA Negeri 1 Kerambitan, (2) correction techniques used by teachers in evaluating learning outcomes essay writing class XI student of SMA Negeri 1 Kerambitan, and (3) barriers experienced by teachers in correcting student essays in class XI SMA Negeri 1 Kerambitan. The theory used is the theory of correction techniques, evaluation, writing, and language errors in the article. Subjects were Indonesian teacher class XI Science, IPB, IPS and SMA Negeri 1 Kerambitan. The first and second data obtained through questionnaires, interviews, and documentation. The third data obtained through questionnaires and interviews. Through these three methods, the data obtained were processed through four steps, namely the identification of data, classification of data, presentation of data, and drawing conclusions. The findings in this study were (1) the third respondent, prepare for the implementation of the correction in the same way, which is to provide an assessment rubric in the RPP; (2) correction techniques used by the teacher in class XI IPB is a direct correction techniques, while the teacher or from those who have taught in class XI science and social studies is a mixture correction techniques (techniques immediate correction and correction techniques are not directly), and (3) barriers experienced by third responsden are (1) difficulty in reading the students, (2) take a long time to do the correction, and (3) require high concentrations in correcting. Barriers related to the students' lack of clarity caused by (1) writing students tend to be less neat and clean less, (2) writing letters or words that are too tight, and (3) the form of the letters difficult to read. Provision of a long time is also an obstacle for teachers in correcting student essays for teachers requires a high concentration in correcting student essays, as well as the teacher requires carefulness and accuracy in correcting essays.keyword : correction techniques, evaluations, essay
PENERAPAN METODE SQ3R BERBANTUAN MEDIA CERPEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 GEROKGAK Aisyaturradhiah .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3403

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan (1) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa sehingga tercapainya tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada kegiatan membaca pemahaman berbantuan media cerpen dengan menggunakan metode SQ3R, (2) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran yang tepat dengan menerapkan metode SQ3R berbantuan cerpen untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan metode SQ3R berbantuan cerpen untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Gerokgak yang berjumlah 36 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) observasi (2) angket, dan (3) tes. Data yang didapatkan dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian pada tes membaca pemahaman melalui metode SQ3R berbantuan media cerpen menunjukkan bahwa (1) penerapan metode SQ3R berbantuan media cerpen mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Gerokgak yang ditandai dengan peningkatan perolehan skor rata-rata menulis cerpen siswa dari 77,5 pada siklus I menjadi 83,5 pada siklus II, (2) terdapat beberapa langkah yang tepat dalam penerapan metode SQ3R berbantuan media cerpen yaitu, langkah pertama siswa diminta membaca sebentar cerpen tersebut (survey), langkah kedua guru menjelaskan cara membuat pertanyaan (question), selanjutnya guru menjelaskan cara membaca dan menjawab pertanyaan dan (3) siswa memberikan tanggapan sangat positif terhadap penerapan metode SQ3R berbantuan media cerpen. Berdasarkan hasil tersebut, penulis menyarankan kepada guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Gerokgak agar menerapkan metode SQ3R berbantuan media cerpen sebagai metode alternatif. Kata Kunci : metode SQ3R, media cerpen, membaca pemahaman Classroom Action Research (CAR) aims (1) to describe the improvement of student learning outcomes to achieve mastery level student learning outcomes in reading comprehension used SQ3R method in short story, (2) to describe learning steps used SQ3R method in short story to improve students 'reading comprehension, and (3) to describe students’ response when applying SQ3R method in short story to improve students' reading comprehension. The subjects of this study were Indonesian teachers and students of social IX class in SMAN 2 Gerokgak totaling 36 people. Collecting data in this study was conducted using (1) observation (2) questionnaires, and (3) test. The data obtained were analyzed using descriptive qualitative techniques and descriptive quantitative technique. The results of this study on reading comprehension tests used SQ3R method in short story indicate that (1) the application SQ3R method used short story is able to improve students' reading comprehension of social IX class in SMAN 2 Gerokgak characterized by the increasing of average score from 77,5 in first cycle into 83,5 in the second cycle, (2) there were several proper steps in applied SQ3R method in short story, the first step students were asked to read a short story (survey), the second step teacher explained how to make questions ( question), then the teacher explained how to read and answer the questions, and (3) students responded highly positive to the application of SQ3R method in short story. Based on these results, the writer suggest to the teacher of Indonesian subject at SMAN 2 Gerokgak to apply the SQ3R method in short story as an alternative method. Keywords: SQ3R method, media stories, reading comprehension. keyword : SQ3R method, short story , reading comprehension
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL SEPATU DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENGAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER SEKOLAH DI INDONESIA Ni Luh Lina Agustini Dewi .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3438

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sepatu Dahlan karya Khirsna Pabichara (2) mengetahui relevansi novel Sepatu Dahlan terhadap pengajaran pendidikan karakter sekolah di Indonesia. Jenis penelitian yang tergolong penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data tersebut dengan kalimat-kalimat kualitatif. Subyek penelitian adalah novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara, sedangkan objeknya adalah nilai-niai pendidikan karakter dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara serta relevansi novel Sepatu Dahlan terhadap pengajaran pendidikan karakter sekolah di Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai-nilai karakter yang terkandung dalam novel Sepatu Dahlan ada 14 yaitu, nilai karakter religius, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, jujur, mandiri, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab , (2) terdapat relevansi atau hubungan yang terkait antara nilai-nilai pendidikan karakter novel Sepatu Dahlan terhadap pengajaran pendidikan karakter sekolah di Indonesia. Jadi dalam novel Sepatu Dahlan terdapat nilai-nilai karakter yang dapat dikaitkan dengan pengajaran pendidikan karakter sekolah di Indonesia Kata Kunci : nilai, karakter, relevansi, dan pengajaran This study aimed at (1) finding out the character education value in Sepatu Dahlan novel written by Khrisna Pabichara and (2) finding out the relevance of Sepatu Dahlan novel toward the teaching of character education at school in Indonesia. This study was descriptive qualitative stud, in which the data were described qualitatively. The subject of the study was Sepatu Dahlan novel written by Khrisna Pabichara. The object of the tudy were the character education value in Sepatu Dahlan novel and the relevancy of Sepatu Dahlan novel toward the teaching of character education at school in Indonesia. The method of data collection used in this study was documentation. Then, the data were analyzed descriptively. The findings of the study showed that (1) there were 14 values of character education in Sepatu Dahlan novel such as religious, tolerant, discipline, hard work, creative, appreciating achivement, friendly, /communicative, avid reader, care for the environment, social care, honest, independent, courious, and responsible, (2) there was relevancy between the values of character education in Sepatu Dahlan novel and the theaching of character education at school in Indonesia. So, in Sepatu Dahlan novel, there were character values which was relevant to the teaching pf character education at school in Indonesia.keyword : : value, character, relevancy, and teachig
Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman dengan Teknik POINT pada Siswa Kelas VIII A4 SMP Negeri 6 Singaraja Anak Agung Alit Sanjaya .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.4088

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan (1) mendeskripsikan aktivitas belajar siswa dalam membaca pemahaman khususnya dalam meringkas dan menyimpulkan teks bacaan dengan menggunakan teknik POINT, (2) meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dalam meringkas dan menyimpulkan teks bacaan dengan menggunakan teknik POINT, (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran, dan (4) mendeskripsikan implementasi penerapan teknik POINT dalam pembelajaran membaca pemahaman. PTK ini dilaksanakan melalui dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A4 SMP Negeri 6 Singaraja, Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 26 orang (14 orang laki-laki dan 12 orang perempuan). Data penelitian ini dikembangkan dengan metode observasi, metode tes, dan metode kuesioner. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas siswa dan langkah-langkah pembelajaran membaca pemahaman. Data kemampuan membaca pemahaman yang dikumpulkan dengan metode tes. Data respons siswa yang dikumpulkan dengan metode angket. Data selanjutnya dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) skor aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan. Sebelum diadakan tindakan skor klasikal aktivitas belajar siswa adalah 45, kemudian meningkat menjadi 56 pada siklus I dan 60 pada siklus II; (2) nilai membaca pemahaman siswa juga mengalami peningkatan. Sebelum diadakan tindakan skor klasikal membaca pemahaman siswa adalah 68, 73 kemudian meningkat menjadi 72,88 pada siklus I, dan 80,08 pada siklus II; (3) siswa senang mengikuti pembelajaran tersebut; dan (4) membaca pemahaman dapat dilakukan berdasarkan langkah-langkah pembelajaran teknik POINT. Oleh karena itu, guru bahasa Indonesia hendaknya menerapkan teknik POINT dalam pembelajaran membaca pemahaman. Kata Kunci : teknik POINT, membaca pemahaman, SMP Negeri 6 Singaraja. This study was classroom action research which is aimed at (1) describing the students’ learning activity in reading comprehension especially in summarizing and drawing conclusion of the text by using POINT technique. (2) Improving students reading comprehension in summarizing and drawing conclusion of text by using POINT technique. (3) Describing the students’ response upon the learning teaching activity, and (4) describing the implementation of POINT technique in reading comprehension. This study was done through two cycles. The subject of this study was students of class VIII A4 at SMP Negeri 6 Singaraja in the academic year of 2014/2015 in which the number of students were 26 students consisted of 14 males and 12 females. The data was done by observation, test, and questionnaire. Observation was used to collect the data of students’ activity and steps in learning reading comprehension. The data of students’ competency in reading comprehension was collected through test. The data of students’ response was collected through questionnaire. The collected data was analyzed quantitatively and qualitatively. This study showed that (1) the score of students’ learning activity was improved. Before the treatment was conducted, the mean score of the students was 45, then it improved to 56 in the cycle I, and 60 in the cycle II; (2) the score of students’ reading comprehension was also improved. Before the treatment was conducted, the mean score of the students was 68.73, then it improved to 72.88 in the cycle I, and 80.08 in the cycle II; (3) the students were happy in following the learning activity; (4) reading comprehension could be done by following the steps of learning activity in POINT technique. On that account, the teacher of Bahasa Indonesia ought to apply POINT technique in reading comprehension.keyword : POINT technique, reading comprehension, SMP Negeri 6 Singaraja
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA KELAS VIII 1 SMP NEGERI 4 TEJAKULA Komang Desy Fridayanti .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.4128

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran yang tepat dalam menerapkan pembelajaran kooperatif teknik TSTS untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa, (2) keterampilan menyimak siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif teknik TSTS, dan (3) respons siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif teknik TSTS dalam pembelajaran menyimak. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII 1 SMP Negeri 4 Tejakula. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah pembelajaran menyimak, keterampilan menyimak siswa, serta respons siswa mengenai penerapan pembelajaran kooperatif teknik TSTS dalam pembelajaran menyimak. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan (1) metode tes (2) metode observasi, dan (3) metode angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat empat langkah utama dalam penerapan pembelajaran kooperatif teknik TSTS, (2) keterampilan menyimak siswa kelas VIII 1 SMP Negeri 4 Tejakula meningkat dengan perolehan skor rata-rata refleksi awal yaitu 66 menjadi 72,8 pada siklus I dan menjadi 86,5 pada siklus II, dan (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penerapan pembelajaran kooperatif teknik TSTS dalam pembelajaran menyimak dengan skor rata-rata respons siswa 44,7 pada siklus I dan menjadi 45,9 pada siklus II.Kata Kunci : kooperatif, TSTS, menyimak Classroom Action Research (CAR) aims to describe (1) the steps in applying appropriate learning TSTS cooperative learning techniques to improve students' listening skills, (2) listening skills of students by implementing cooperative learning techniques TSTS, and (3) the response of students to the TSTS implementation of cooperative learning techniques in teaching listening. The subjects were Indonesian teacher and eighth grade students of SMP Negeri 1 4 Tejakula. Object of this research is learning steps listening, listening skills of students, as well as the student's response on the application of cooperative learning techniques in teaching listening TSTS. Collecting data in this study using (1) the test method (2) the method of observation, and (3) the questionnaire method. The data obtained were analyzed by using descriptive-qualitative and quantitative-descriptive. The results of this study indicate that (1) there are four main steps in the application of cooperative learning techniques TSTS, (2) listening skills of eighth grade students of SMP Negeri 1 4 Tejakula increased with the acquisition of the average score early reflections is 66 to 72.8 in the first cycle and to 86.5 in the second cycle, and (3) students responded very positively to the implementation of cooperative learning techniques in teaching listening TSTS with an average score of a student's response in the first cycle and 44.7 to 45.9 in the second cycle.keyword : cooperative, TSTS, listening
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA KELAS VIII 1 SMP NEGERI 4 TEJAKULA Komang Desy Fridayanti .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.4129

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran yang tepat dalam menerapkan pembelajaran kooperatif teknik TSTS untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa, (2) keterampilan menyimak siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif teknik TSTS, dan (3) respons siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif teknik TSTS dalam pembelajaran menyimak. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII 1 SMP Negeri 4 Tejakula. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah pembelajaran menyimak, keterampilan menyimak siswa, serta respons siswa mengenai penerapan pembelajaran kooperatif teknik TSTS dalam pembelajaran menyimak. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan (1) metode tes (2) metode observasi, dan (3) metode angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat empat langkah utama dalam penerapan pembelajaran kooperatif teknik TSTS, (2) keterampilan menyimak siswa kelas VIII 1 SMP Negeri 4 Tejakula meningkat dengan perolehan skor rata-rata refleksi awal yaitu 66 menjadi 72,8 pada siklus I dan menjadi 86,5 pada siklus II, dan (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penerapan pembelajaran kooperatif teknik TSTS dalam pembelajaran menyimak dengan skor rata-rata respons siswa 44,7 pada siklus I dan menjadi 45,9 pada siklus II.Kata Kunci : kooperatif, TSTS, menyimak Classroom Action Research (CAR) aims to describe (1) the steps in applying appropriate learning TSTS cooperative learning techniques to improve students' listening skills, (2) listening skills of students by implementing cooperative learning techniques TSTS, and (3) the response of students to the TSTS implementation of cooperative learning techniques in teaching listening. The subjects were Indonesian teacher and eighth grade students of SMP Negeri 1 4 Tejakula. Object of this research is learning steps listening, listening skills of students, as well as the student's response on the application of cooperative learning techniques in teaching listening TSTS. Collecting data in this study using (1) the test method (2) the method of observation, and (3) the questionnaire method. The data obtained were analyzed by using descriptive-qualitative and quantitative-descriptive. The results of this study indicate that (1) there are four main steps in the application of cooperative learning techniques TSTS, (2) listening skills of eighth grade students of SMP Negeri 1 4 Tejakula increased with the acquisition of the average score early reflections is 66 to 72.8 in the first cycle and to 86.5 in the second cycle, and (3) students responded very positively to the implementation of cooperative learning techniques in teaching listening TSTS with an average score of a student's response in the first cycle and 44.7 to 45.9 in the second cycle.keyword : cooperative, TSTS, listening
Co-Authors ., Anak Agung Alit Sanjaya ., Desak Nyoman Sri Yogini ., Elly Khalimah ., Holifatul Hasanah ., Hurul Aini ., Kadek Agus Dwi Ermawan ., Kadek Ayu Dwi Handayani ., Komang Desy Fridayanti ., Komang Indra Kurniawan ., Komang Try Pradnya Paramitha Dewi ., Ni Km Tian Kusuma d ., Ni Luh Maherni ., Ni Made Sri Witari ., Ni Md Mita Anggraeyani ., Ni Putu Ana Yuspidayanti ., Nilla Godvany ., Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. ., Putu Ayu Hana Indah Cahyani ., Siti Nurlailatul As Adah Aini, Harul Aisyaturradhiah . Anak Agung Alit Sanjaya . Arlina Pratiwi Asih, Sang Ayu Putu Sri Astari, Ni luh Umi Cahyani, Kadek Putri Cahyani, Made Novia Desak Nyoman Sri Yogini Desak Nyoman Sri Yogini . Dewa Ayu Putu Winda Suari . Dewa Ayu Putu Winda Suari ., Dewa Ayu Putu Winda Suari Dewa Gede Acharya G.P. . Dewa Gede Acharya G.P. ., Dewa Gede Acharya G.P. Dewa Putu Ramendra Dewi, Luh Listya Drs. I Nyoman Seloka Sudiara, M.Pd . Elly Khalimah . Gde Artawan Gede Gunatama Gede Wira Bayu Ginting, Dios Kaspari Gita Wulandari Harul Aini Hesty Wahyu Asima Holifatul Hasanah . Hurul Aini . I Dewa Gede Budi Utama I Gusti Ayu Agung Manik Wulandari I Kadek Rai Suwena I Made Astika I Made Tegeh I Nengah Martha I Nyoman Yasa I Wayan Artika I Wayan Wendra I Wayan Widiana Ida Ayu Putu Purnami Ida Bagus Made Ludy Paryatna Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd . Ika Fransiska Dewi . Ika Fransiska Dewi ., Ika Fransiska Dewi Indrawati, I Gusti Ayu Putri Indrawati K. Theresia Laksmi Savitri Kadek Adi Wira Permata . Kadek Agus Dwi Ermawan . Kadek Ayu Dwi Handayani . Kadek Wirahyuni Kemit, Esterina Meriahta Br Khairah, Muslimatul Komang Desy Fridayanti . Komang Indra Kurniawan . Komang Try Pradnya Paramitha Dewi . Lestari, Ni Kadek Suci Luh Ade Yuningsih Luh Ayu Tirtayani Luh Ekarini . M.Pd Drs. I Nyoman Seloka Sudiara . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . M.Pd S.S. Ida Bagus Rai . Made Sri Indriani Maria Made Iis Hermawati . Mila Sintia Mochamad Dana Irwantha . Muhammad Hasby Nengah Suandi Ni Kadek Ratih Vidiawati Ni Kadek Sri Wedari . Ni Ketut Suliavitri Niranjani Ni Km Tian Kusuma d . Ni Komang Cahayuningsih . Ni Komang Widya Santi Ni Luh Lina Agustini Dewi . Ni Luh Maherni . Ni luh Umi Astari Ni Made Ari Puja Astiti . Ni Made Ari Puja Astiti ., Ni Made Ari Puja Astiti Ni Made Ermadwicitawati Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Sri Witari . Ni Md Mita Anggraeyani . NI NENGAH RAMIANI . Ni Pt. Ayu Ratih Ni Putu Ana Yuspidayanti Ni Putu Ana Yuspidayanti . Ni Putu Ayu Nila Purmita Sari . Ni Putu Ayu Nila Purmita Sari ., Ni Putu Ayu Nila Purmita Sari Ni Putu Ayu Ratih . Ni Putu Gita Mertasih . Ni Putu Gita Mertasih ., Ni Putu Gita Mertasih Ni Putu Pande Trisna Yuni Paramitha . Nilla Godvany . Nova Avidia Ananda . Nova Avidia Ananda ., Nova Avidia Ananda Noviana, Putu Wiwin Paryatna, Ida Bagus Ludy Pratiwi, Arlina Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Putu Agus Sanjaya . Putu Ayu Hana Indah Cahyani . Putu Indra Christiawan PUTU LENNA AGUSTINI . Putu Sri Laksmi Dewi Raden Mohamad Herdian Bhakti Ratih, I Dewa Ayu Gede Suwari Ratih, Ni Pt. Ayu Resmawan, Kade Gita Satya Sang Ayu Putu Sri Asih Sang Ayu Putu Sriasih Santi, Ni Komang Widya SAP Sriasih Sarmita, Made Sintia, Mila Siti Nurlailatul As Adah . Suandi, Nengah Sulistianti, Mei Lia Surayani . Surayani ., Surayani Suwena, I Kadek Rai Tantri, Ade Asih Susiari Vidiawati, Ni Kadek Ratih Yogini, Desak Nyoman Sri Yudini, Devi Sandra Yuningsih, Luh Ade Yuspidayanti, Ni Putu Ana