Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA KELAS VIII 1 SMP NEGERI 4 TEJAKULA Komang Desy Fridayanti .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.4131

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran yang tepat dalam menerapkan pembelajaran kooperatif teknik TSTS untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa, (2) keterampilan menyimak siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif teknik TSTS, dan (3) respons siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif teknik TSTS dalam pembelajaran menyimak. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII 1 SMP Negeri 4 Tejakula. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah pembelajaran menyimak, keterampilan menyimak siswa, serta respons siswa mengenai penerapan pembelajaran kooperatif teknik TSTS dalam pembelajaran menyimak. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan (1) metode tes (2) metode observasi, dan (3) metode angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat empat langkah utama dalam penerapan pembelajaran kooperatif teknik TSTS, (2) keterampilan menyimak siswa kelas VIII 1 SMP Negeri 4 Tejakula meningkat dengan perolehan skor rata-rata refleksi awal yaitu 66 menjadi 72,8 pada siklus I dan menjadi 86,5 pada siklus II, dan (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penerapan pembelajaran kooperatif teknik TSTS dalam pembelajaran menyimak dengan skor rata-rata respons siswa 44,7 pada siklus I dan menjadi 45,9 pada siklus II.Kata Kunci : kooperatif, TSTS, menyimak Classroom Action Research (CAR) aims to describe (1) the steps in applying appropriate learning TSTS cooperative learning techniques to improve students' listening skills, (2) listening skills of students by implementing cooperative learning techniques TSTS, and (3) the response of students to the TSTS implementation of cooperative learning techniques in teaching listening. The subjects were Indonesian teacher and eighth grade students of SMP Negeri 1 4 Tejakula. Object of this research is learning steps listening, listening skills of students, as well as the student's response on the application of cooperative learning techniques in teaching listening TSTS. Collecting data in this study using (1) the test method (2) the method of observation, and (3) the questionnaire method. The data obtained were analyzed by using descriptive-qualitative and quantitative-descriptive. The results of this study indicate that (1) there are four main steps in the application of cooperative learning techniques TSTS, (2) listening skills of eighth grade students of SMP Negeri 1 4 Tejakula increased with the acquisition of the average score early reflections is 66 to 72.8 in the first cycle and to 86.5 in the second cycle, and (3) students responded very positively to the implementation of cooperative learning techniques in teaching listening TSTS with an average score of a student's response in the first cycle and 44.7 to 45.9 in the second cycle.keyword : cooperative, TSTS, listening
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS X IIS 1 SMAN 1 MENDOYO Maria Made Iis Hermawati .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4767

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran menulis di kelas X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo, (2) kendala-kendala implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran menulis di kelas X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo, dan (3) respon siswa terhadap implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran menulis di kelas X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo yang berjumlah 47 orang. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran menulis dengan menggunakan pendekatan saintifik, kendala-kendala pembelajran menulis dengan menggunakan pendekatan saintifik, dan respon siswa terhadap pendekatan saintifik pada pembelajaran menulis. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) langkah-langkah implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran menulis melalui beberapa tahap yaitu pengamatan, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan; (2) kendala yang dihadapi oleh guru dimana kurangnya informasi tentang pendekatan saintifik, siswa yang kurang fokus dalam pembelajaran dan sarana sekolah yang kurang memadai; dan (3) respon siswa terhadap implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran menulis bersifat positif dimana dilihat dari prosentase berikut rata-rata 47,94 % siswa sangat setuju dan 43,24 % setuju. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk meneliti lebih mendalam lagi tentang pendekatan saintifik.Kata Kunci : pendekatan saintifik, pembelajaran menulis This study aimed describe (1) the steps implementing the scientific approach to the teaching of writing in class X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo, (2) constraints on the implementation of the scientific approach to teaching writing in class X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo, and (3) response students to the implementation of the scientific approach to the teaching of writing in class X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo. The subjects were teachers and students of class X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo which totaled 47 people. The object of this study is the implementation, constraints and student is response to the scientific study of the teaching of writing. Data collection methods used in this research is the method of observation, documentation, and interviews. The data were analyzed using qualitative descriptive technique. The results of this study were (1) the steps implementing the scientific approach to teaching writing through several stages of observation, to question, to reason, to try and communicate; (2) the constraints faced by the teacher where the lack of information about the scientific approach, students are less focused on learning and school facilities are inadequate; and (3) student is response to the implementation of the scientific approach to the teaching of writing is positive where seen from the following percentage of the average 47.94 % of students strongly agreed and 43.24 % agree. Based on these results, other researchers are advised to examine more deeply about the scientific approach. keyword : scientific approach, learning to write
PENGGUNAAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERMEDIA VIDEO GANESHA PUBLIC SPEAKING SCHOOL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (PIDATO) SISWA KELAS XII IPS 1 SMA SARASWATI SERIRIT Putu Agus Sanjaya .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4877

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang efektif dalam penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school guna meningkatkan keterampilan berbicara (pidato), (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa pada kemampuan berbicara (pidato) melalui penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school, dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school dalam keterampilan berbicara (pidato). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 1 SMA Saraswati Seririt yang berjumlah 33 orang dan objeknya adalah langkah-langkah pembelajaran, hasil belajar, dan respons siswa dalam mengikuti pembelajaran berbicara (pidato) melalui penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school. Data langkah-langkah yang efektif dalam penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school guna meningkatkan keterampilan berbicara (pidato) dikumpulkan dengan metode observasi yang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif, data hasil belajar siswa dalam pembelajaran berbicara (pidato) dikumpulkan dengan metode tes yang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dan data respons siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner yang dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) pembelajaran berbicara (pidato) dengan penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school dilaksanakan dalam beberapa langkah pembelajaran, (2) kemampuan berbicara (pidato) siswa meningkat, yakni dari 73,72 pada siklus I menjadi 78,03 pada siklus II, dan (3) menciptakan respons siswa yang positif dalam pembelajaran berbicara (pidato). Dengan demikian, dapat ditarik simpulan bahwa (1) dengan penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school, hasil pembelajaran berbicara (pidato) siswa dapat ditingkatkan; (2) pembelajaran berbicara (pidato) dapat dilakukan dengan penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school; dan (3) belajar dalam suasana menyenangkan membawa keberhasilan yang signifikan. Oleh karena itu, guru bahasa Indonesia dapat menggunakan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan berbicara (pidato) siswa.Kata Kunci : saintifik, video ganesha public speaking school, berbicara, pidato This research aims (1) to describe some efective steps to use scientific approach with media video ganesha public speaking school to improve the ability of speaking (speech), (2) describe the learning outcomes of students in speaking (speech) through the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school, and (3) describe the response of the students against the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school in speaking ability (speech). This study designed using classroom action research (CAR) that concluded in two cycles. The subject of this research are the students of the class XII IPS 1 SMA Saraswati Seririt that consist of 33 people and the object are the steps of the learning process, result of the study, and the response of the students in participating in learning speaking (speech) through the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school. The data of effective steps in the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school to improve the speaking ability (speech) collected with the observation method and analyzed by descriptive qualitative method, students outcome data in learning speaking (speech) collected by test method that analyzed with descriptive qualitative and quantitative method, and students’ response data collected by questionnaire method that analyzed with descriptive quantitative method. The result of this research method are (1) learning speaking (speech) with the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school carried out in several steps of learning, (2) students’ speaking ability (speech) increased, starts from 73,72 in cycle I and become 78,03 at cycle II, and (3) creating a positive student response in learning speaking (speech). Thus it can be concluded that (1) by using scientific approach with media video ganesha public speaking school, students’ outcome of learning speaking (speech) can be increased; (2) learning to speak (speech) can be done by using a scientific approach with media video ganesha public speaking school; and (3) learning in a pleasant atmosphere brings a significant success. Therefore, Indonesian language teacher can use a scientific approach with media video ganesha public speaking school as the alternate way to improve students’ the ability to speak (speech).keyword : scientific, ganesha public speaking school video, speaking, speech
Bentuk dan Kesantunan Tindak Tutur Guru dan Siswa pada Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas X AK A dan AK B SMK Negeri 1 Singaraja Dewa Gede Acharya G.P. .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5299

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 1) bentuk tindak tutur guru pada kegiatan tanya jawab di kelas X AK A dan AK B SMK N 1 Singaraja, 2) bentuk tindak tutur siswa, 3) kesantunan tindak tutur guru, dan 4) kesantunan tindak tutur siswa. Peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan subjek guru dan siswa kelas X AK A dan AK B SMK N 1 Singaraja. Pengumpulan data dengan metode observasi dan perekaman. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian: 1) bentuk penggunaan tindak tutur guru terdiri atas tuturan bermodus deklaratif 17 (56,67%) tuturan, bermodus interogatif 5 (16,67%) tuturan, bermodus imperatif 8 (26,66%) tuturan. 2) bentuk penggunaan tindak tutur siswa terdiri atas tuturan bermodus deklaratif 25 (83,33%) tuturan, bermodus interogatif 3 (10%) tuturan, dan bermodus imperatif 2 (6,67%) tuturan. 3) kesantunan tindak tutur guru ditemukan 5 prinsip kesantunan dari 6 prinsip yang ada, yaitu maksim kedermawanan 1 (3.33%) tuturan, maksim penghargaan 12 (40%) tuturan, maksim kesederhanaan 1 (3.33%) tuturan, maksim kemufakatan berjumlah 14 (46,67%) tuturan, dan maksim kesimpatisan 2 (6.67%) tuturan. 4) kesantunan tindak tutur siswa ditemukan 6 prinsip kesantunan dan 4 tuturan yang menyimpang/tidak santun dari prinsip kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan 1 (3,33%) tuturan, maksim kedermawanan 1 (3,33%) tuturan, maksim penghargaan 8 (26,68%) tuturan, maksim kesederhanaan 4 (13,33%) tuturan, maksim kemufakatan 11 (36,67) tuturan, dan maksim kesimpatisan 1 (3,33%) tuturan. Tuturan siswa yang menyimpang/tidak santun dari prinsip kesantunan yaitu 4 (13,33%) tuturan. Kata Kunci : bentuk tindak tutur, kesantunan, tanya jawab This research aims to describe 1) The form of a speech act of teachers activities in question and answer session in class X AK A and AK B Public Vocational High School 1 Singaraja, 2) The form of a speech act of students, 3)The Modesty of a speech act of teachers, and 3) The Modesty of a speech act of students. The Researcher used qualitative descriptive design and quantitative with the teachers and students classX AK A and AK B Public Vocational High School 1 Singaraja as the subjects. Data collection by the method of observation and recording. Data were analyzed by descriptive technique. The result of the research: 1) the form of the use of a speech act teachers consists of declarative -modus utterance 17 (56,67%) utterances, interrogative-modus 5 (16,67%) utterances, imperative-modus 8 (26,66%) utterances. 2) The form of the use of a speech act of students consists of declarative -modus 25 (83,33%) utterances, interrogative-modus 3 (10%) utterances, and , imperative-modus 2 (6,67%) utterances. 3) The Modesty of a speech act of teachers was found that 5 principles of modesty of 6 available principles, namely maxim of generosity 1 (3.33%) utterances, maxim of appreciation 12 (40%) utterances, maxim of simplicity 1 (3.33%) utterances, maxim of consensus 14 (46,67%) utterances, maxim of sympathy 2 (6.67%) utterances. 4) The Modesty of a speech act of students was found that 6 principles of modesty and 4 utterances that deviating/ immodest of the principles of modesty, namely maxim of wisdom 1 (3,33%) utterances, maxim of generosity 1 (3,33%) utterances, maxim of appreciation 8 (26,68%) utterances, maxim of simplicity 4 (13,33%) utterances, maxim of consensus 11 (36,67) utterances, maxim of sympathy 1(3,33%) utterances. Utterances that deviating/ immodest of the principles of modesty namely 4(13,33%) utterances.keyword : form of a speech act, modesty , question and answer
BENTUK DAN FUNGSI TINDAK TUTUR SLOGAN VARIAN IKLAN POND’S DI TELEVISI SWASTA Nova Avidia Ananda .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur slogan varian iklan Pond’s di televisi swasta, dan (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur slogan varian iklan Pond’s di televisi swasta. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah slogan varian iklan Pond’s. Objek penelitian ini adalah bentuk dan fungsi tindak tutur pada slogan varian iklan Pond’s. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak dengan teknik dasar yaitu teknik sadap dan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam dan catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan dengan teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu (PUP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 20 slogan iklan yang diteliti, 18 slogan mengandung bentuk tindak tutur deklaratif tidak langsung dan 2 slogan mengandung bentuk tindak tutur imperatif. Dari 20 slogan yang diteliti, 18 slogan mengandung fungsi tindak tutur komisif dan 2 slogan mengandung fungsi tindak tutur direktif. Hal ini berarti bentuk tindak tutur slogan yang dominan adalah deklaratif tidak langsung. Fungsi tindak tutur yang dominan adalah komisif.Kata Kunci : tindak tutur, slogan, iklan, Pond’s The purposes of this study are (1) to describe the form of tag line Pond’s advertising variants speech act in Indonesian private television, and (2) to descibe the function of tag line Pond’s advertising variants speech act in Indonesian private television. This study uses descriptive qualitative design. The subject of this study is Pond’s advertising tag line. The object of this study is the form and the function of tag line Pond’s advertising variants speech act. The method that used in collecting data were listening method that refer to the basic data of tapping techniques and advanced techniques of ably involved free tapping techniques, records and record techniques. Analysis of the data in this study used unified method that refer to the basic data of element decisive sorting techniques. The results showed that of the 20 studied advertising slogan, 18 of slogan contained indirect declarative form of speech act and 2 slogan contained imperative form of speech act. Of the 20 studied advertising slogan, 18 of slogan contained commissive function of speech act and 2 slogan cantained directive function of speech act. This means that the form of dominant tag line speech act was indirect declarative. The function of dominant speech act was commissive.keyword : speech act, tag line, advertising, Pond’s
PENGGUNAAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERMEDIA VIDEO PETUALANGAN ANAK “SI BOLANG” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS VII 15 SMP NEGERI 2 SINGARAJA Ni Putu Ayu Nila Purmita Sari .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5741

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk (1) mengetahui langkah-langkah efektif penggunaan pendekatan saintifik bermedia video anak “Si Bolang”, (2) mengetahui peningkatan kemampuan siswa menulis cerpen melalui pendekatan saintifik bermedia video anak “Si Bolang”, dan (3) mengetahui respons siswa terhadap penggunaan pendekatan saintifik bermedia video anak “Si Bolang” dalam meningkatkan kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah seorang guru dan siswa kelas VII 15 SMP Negeri 2 Singaraja. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah penggunaan pendekatan saintifik bermedia video anak “Si Bolang”, peningkatan kemampuan siswa menulis cerpen melalui pendekatan saintifik bermedia video anak “Si Bolang”, dan respons siswa terhadap penggunaan pendekatan saintifik bermedia video anak “Si Bolang” dalam meningkatkan kemampuan menulis cerpen. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, tes, kuesioner, dan wawancara serta menggunakan metode analisis data deskriptif kualitatif-kuantitatif berupa refleksi awal, perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penggunaan pendekatan saintifik bermedia video anak “Si Bolang” dilakukan dengan beberapa langkah sesuai dengan rencana pembelajaran yang dirancang, (2) penggunaan pendekatan saintifik bermedia video anak “Si bolang” dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas VII 15 SMP Negeri 2 Singaraja, (3) penggunaan pendekatan saintifik bermedia video anak “Si bolang” dalam pembelajaran menulis cerpen mendapat respons sangat positif dari siswa. Peningkatan skor menulis cerpen siswa dapat dilihat dalam perbandingan skor rata-rata klasikal. Sebelum diadakan tindakan, skor rata-rata klasikal 68. Skor tersebut meningkat menjadi 78 pada siklus I. Pada siklus II, skor rata-rata naik lagi menjadi 85.Kata Kunci : menulis cerpen, pendekatan saintifik, media video anak This classroom action research aims to (1) determine effective measures use the scientific approach of media video child "Si Bolang", (2) to increase the ability of students to write short stories through the scientific approach of media video child "Si Bolang", and (3) know the response of students to use the scientific approach of media video child "Si Bolang" in enhancing the ability to write short stories in class VII SMP Negeri 2 Singaraja. The subjects were a teacher and 15 students of class VII SMP Negeri 2 Singaraja. The object of this research is a step-by-step scientific approach to the use of media video child "Si Bolang", increase the ability of students to write short stories through the scientific approach of media video child "Si Bolang", and the response of the students to use the scientific approach of media video child "Si Bolang" in improving the ability to write short stories. This study used data collection methods such as observation, tests, questionnaires, and interviews and analysis method qualitative-quantitative descriptive data in the form of early reflection, action planning, implementation, observation and evaluation, and reflection. The results showed that (1) the use of the scientific approach of media video child "Si Bolang" done with a few steps in accordance with lesson plans designed, (2) use the scientific approach of media video child "Si bolang" can improve students' ability to write a short story class VII 15 SMP Negeri 2 Singaraja, (3) the use of the scientific approach of media video child "Si bolang" in learning to write short stories got a very positive response from students. Improved scores students to write short stories can be seen in a comparison of the average score classical. Prior to the act, the average score of classical 68. The score increased to 78 in cycle I. In the second cycle, the average score rose again to 85.keyword : writing short stories, scientific approach, media video child
SARANA KOHESI DAN KOHERENSI DALAM WACANA BERITA DI SURAT KABAR BALI POST Ika Fransiska Dewi .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5949

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) penggunaan kohesi dalam wacana berita di surat kabar Bali Post dan (2) penggunaan koherensi dalam wacana berita di surat kabar Bali Post. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah wacana berita yang bertema ekonomi dan politik pada surat kabar Bali Post yang terbit pada bulan April 2015, sedangkan objek penelitian ini adalah kohesi dan koherensi dalam wacana berita pada surat kabar Bali Post. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) dari 29 berita yang dianalisis, wacana berita di Bali Post menggunakan kohesi sebanyak 430, yang terdiri dari 416 sarana kohesi gramatikal dan 14 sarana kohesi leksikal, sarana kohesi gramatikal terdiri atas 276 referensi atau sebesar 64,2%, 118 konjungsi atau sebesar 27,4%, 19 substitusi atau sebesar 4,4%, dan 3 elipsis atau sebesar 0,7%, sedangkan sarana kohesi leksikal terdiri atas 10 repitisi atau sebesar 2,3%, 2 antonimi atau sebesar 0,5%, 1 sinonimi atau sebesar 0,2%, dan 1 kolokasi atau sebesar 0,2%. (2) Selain itu, wacana berita di Bali Post juga menggunakan koherensi sebanyak 35, yang terdiri atas 17 hubungan sebab-akibat atau sebesar 48,6%, 16 hubungan amplikatif atau sebesar 45,7%, 1 hubungan sarana-tujuan atau sebesar 2,9%, dan 1 hubungan aditif-waktu atau sebesar 2,9%. Jadi, sarana kohesi yang paling banyak digunakan dalam wacana berita di Bali Post adalah referensi dan koherensinya adalah hubungan sebab-akibat. Kata Kunci : kohesi, koherensi, wacana berita This study aimed to describe (1) the usage of cohesion in news discourse in the Bali Post newspaper and (2) the usage of coherence in news discourse in the Bali Post newspaper. In achieving the goal, the researcher used a qualitative descriptive design. The subject in this study was a news discourse on the theme of economics and politics in the Bali Post newspaper which published in April 2015 and the objects of this study were the cohesion and coherence in news discourse in the Bali Post newspaper. Data collection method used in this study was documentation method. The data were analyzed using qualitative descriptive technique. The results of this study were (1) based on 29 news which have been analyzed, the news discourse in the Bali Post newspaper used cohesion as many as 430, consisting of 416 grammatical cohesion means and 14 lexical cohesion means. Grammatical cohesion means consisted of 276 references or 64.2%, 118 conjunctions or 27.4%, 19 substitutions or 4.4%, and 3 ellipsis or 0.7%, while lexical cohesion means consisted of 10 repetitions or 2.3%, 2 antonyms or 0.5 %, 1 synonymy or 0.2%, and 1 collocation or 0.2%. (2) Moreover the news discourse in the Bali Post also used coherence as many as 35, consisting of 17 cause and effect relationship or 48.6%, 16 amplikatif relationship or 45.7%, 1 purpose relationship or 2, 9%, and 1 for time additives relationship or 2.9%. Thus, the cohesion means which widely used in news discourse in the Bali Post newspaper was the reference and the coherence means which widely used was cause and effect relation.keyword : cohesion, coherence, news discourse
ANALISIS FONOTAKTIK POLA PENYUKUAN KATA TUTURAN GURU BAHASA INDONESIA DAN SISWA KELAS XI IPB DALAM DISKUSI ANTARKELOMPOK DI SMA NEGERI 1 NUSA PENIDA Ni Putu Gita Mertasih .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kelompok kata yang mengalami perubahan pelafalan dan pola suku kata dari segi fonotaktik pada tuturan guru dan siswa kelas XI IPB, (2) jenis fonem dan pola suku kata bahasa Indonesia yang paling banyak mengalami perubahan pola secara fonotaktik, (3) penyebab terjadinya perubahan pola suku kata secara fonotaktik dalam diskusi antar kelompok pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI IPB di SMA N 1 Nusa Penida. Untuk mencapai tujuan itu, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah (1) guru bahasa bahasa Indonesia, dan (2) siswa kelas XI IPB. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi dan metode wawancara. Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan model analisis deskriptif kualitatif melalui (1) identifikasi data, (2) klasifikasi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan simpulan. Hasil penelitian ini 1. kata yang mengalami perubahan pelafalan adalah kata murit, mongomentari, gak, kalok, males, dan denger, dan perubahan pola suku kata yaitu kata drama, praktek, trampil, strategi, struktur, dan stres. 2. jenis fonem dan pola suku kata bahasa Indonesia yang paling banyak mengalami perubahan pola secara fonotaktik adalah fonem vokal /a/ dan pola suku kata serapan. 3. Penyebab terjadinya perubahan pola suku kata secara fonotaktik adalah terjadi proses morfologi yaitu adanya pemunculan fonem. Selain itu, penyebab lain yang terjadi adanya karena kurangnya antusias guru dan siswa dalam berbahasa lisan yang baik dan benar. Disarankan hasil penelitian ini dapat bermakna dalam pembelajaran berbahasa, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia.Kata Kunci : lafal, suku kata, fonotaktik This study aimed to describe (1) a group of words which change the pronunciation and the pattern of syllables in terms fonotaktik the speech of teachers and students of class XI IPB, (2) types of phonemes and patterns of syllables Indonesian most widely changing patterns in fonotaktik, (3) the cause of the change in the pattern of syllables in fonotaktik in discussions between groups at study Indonesian IPB XI classes in SMA N 1 Nusa Penida. To achieve that goal, this study used a qualitative descriptive study design. Subjects of this study were (1) Indonesian language teacher, and (2) a class XI student of IPB. The method used in data collection is a method of observation and interview methods. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis model through (1) the identification of the data, (2) classification of data, (3) presentation of data, and (4) drawing conclusions. 1. The results of this study were to change the pronunciation of the word is the word murit, mongomentari, gak, Kalok, lazy, and heard, and changes in the pattern of syllables that words play, practice, skilful, strategy, structure, and stress. 2. The types of phonemes and syllables Indonesian pattern most experienced changes in fonotaktik pattern is phoneme vowel / a /, and the pattern of syllables uptake. 3. The cause of the changing patterns of syllables in fonotaktik is a process that is the morphological appearance of phonemes. In addition, other causes that occur are because of the lack of enthusiasm of teachers and students in the language spoken is good and right. Suggested results of this study can be meaningful in language learning, especially in learning Indonesian.keyword : pronunciation, syllable, phonotactics
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DRAMA BERMUATAN KEARIFAN LOKAL DI KELAS XI BAHASA 2 SMA NEGERI 3 SINGARAJA Surayani .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) mendeskripsikan persiapan pelaksanaan pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja, (2) implementasi pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja, (3) evaluasi pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja, (4) kendala-kendala pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah (1) guru bahasa Indonesia kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja dan (2) siswa kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur sebagai berikut (1) reduksi data, (2) klasifikasi atau deskripsi data, dan (3) penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Persiapan pelaksanaan pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja dapat diketahui dari rencana pelaksanaan pembelajaraan bermuatan kearifan lokal (RPP) guru, (2) Implementasi pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja yang terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup sudah sebagian besar dilaksanakan sesuai isi skenario pembelajaran RPP bermuatan kearifan lokalyang dibuat guru. Isi skenario pembelajaran dalam RPP tersebut juga sudah sesuai dengan komponen dalam lampiran IV Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, (3) Evaluasi pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja cenderung sudah sesuai dengan pedoman pengamatan evaluasi Permendikbud, No. 66 Tahun 2013, Bab II: 4-5 tentang Standar Penilaian Pendidikan, (4) Kendala-kendala pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja lebih terlihat pada sarana dan prasarana.Kata Kunci : muatan kearifan lokal, pembelajaran, bahasa Indonesia This study aimed to describe (1) describe the preparation of the study write text drama-charged local knowledge in class XI Language 2 SMAN 3 Singaraja, (2) the implementation of learning to write the text of drama-charged local knowledge in class XI Language 2 SMAN 3 Singaraja, ( 3) evaluation of learning to write the text of drama-charged local knowledge in class XI SMA Language 2 3 Singaraja, (4) the constraints of learning to write the text of drama-charged local knowledge in class XI SMA Language 2 3 Singaraja. To achieve this goal, researchers used a qualitative descriptive design. Subjects of this study were (1) the teacher Indonesian language class XI SMA Negeri 2 3 Singaraja and (2) a class XI student of SMA Language 2 3 Singaraja. Collecting data in this study using the method of observation, documentation, and interviews. Data were analyzed using descriptive technique using the procedure as follows: (1) data reduction, (2) the classification or description of the data, and (3) inference. These results indicate that (1) Preparation of the implementation of learning to write the text of drama-charged local knowledge in class XI Language 2 SMAN 3 Singaraja can be seen from the implementation plan pembelajaraan charged local knowledge (RPP) teachers, (2) Implementation of the learning text drama-laden wisdom local in class XI SMA Language 2 3 Singaraja consisting of preliminary activities, core activities, and the activities of the cover has been largely implemented according to the contents of the learning scenario RPP charged LOCAL wisdom made the teacher. Fill learning scenarios in the RPP also is in conformity with the components in the annex IV Permendikbud No. 81A Year 2013 on the Implementation of the General Education Curriculum Guidelines, (3) evaluation of learning to write the text of drama-charged local knowledge in class XI SMA Language 2 3 Singaraja tend to be in accordance with guidelines for evaluation observation Permendikbud, No. 66 In 2013, Chapter II: 4-5 on the Standard Assessment of Education, (4) constraints of learning to write the text of drama-charged local knowledge in class XI SMA Language 2 3 Singaraja more visible on facilities and infrastructure. keyword : charge of local wisdom, learning, Language Indonesian
ANALISIS KETERAMPILAN BERTANYA GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X TAV 1 SMK NEGERI 3 SINGARAJA Putu Ayu Hana Indah Cahyani .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.7204

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis pertanyaan yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAV 1, (2) mendeskripsikan keterampilan bertanya siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAV 1, dan (3) mendeskripsikan hambatan bertanya yang dialami siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia SMK Negeri 3 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X TAV 1 SMK Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah keterampilan bertanya guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket terbuka dan perekaman. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Jenis pertanyaan yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAV 1 adalah jenis pertanyaan permintaan, retoris, mengarahkan, pertanyaan sempit informasi langsung, dan pertanyaan sempit memusat, (2) keterampilan bertanya siswa masih rendah dibuktikan dari pertanyaan selama tiga kali pengamatan, dan (3) terdapat 6 faktor yang menghambat siswa dalam bertanya yaitu (1) malu/gugup/tidak percaya diri (2) takut ditertawai teman, (3) situasi kelas ribut, (4) mengantuk/kurang fokus, (5) kurang mengerti dengan yang harus ditanyakan, (6) takut pertanyaan tidak dijawab. Kata Kunci : bertanya, guru, hambatan, siswa, This research examines at (1) describing the various types of questions used by teacher as foundin Indonesian learning situation at the class of X TAV 1, (2) describing the students’ questioning skill as found in Indonesian learning situation at the class of X TAV 1, and (3) describing the obstacles experienced by students in questioning as found in Indonesian learning situation in SMK Negeri 3 Singaraja. The subjects of this study were both teacher and students especially those at the class of X TAV 1. The objects of this study were the questioning skill of both students and teacher as found in Indonesian learning situation. Furthermore, the techniques used for gathering the data werethrough observation, open questionnaire and recording while descriptive qualitative method was used as the technique of analyzing data . The results showed that (1) the types of questioning skills used by teacher were ranging from demanding questions, rhetorical questions, guiding questions and specific questions for either giving direct information or focusing, (2) the students’ questioning skills was still low; it was proven through the three times observations done by the researcher, and (3) there were six obstacles experienced by the students, namely (a) shyness/ nervousness/ hesitancy, (b) the fear of being mocked by other students, (c) the noisy situation of the class, (d) drowsiness/ less focus, (e) less understand about what have to be questioned, (f) the fear of having questions which were not answered. keyword : questioning skill, teacher, obstacles, students
Co-Authors ., Anak Agung Alit Sanjaya ., Desak Nyoman Sri Yogini ., Elly Khalimah ., Holifatul Hasanah ., Hurul Aini ., Kadek Agus Dwi Ermawan ., Kadek Ayu Dwi Handayani ., Komang Desy Fridayanti ., Komang Indra Kurniawan ., Komang Try Pradnya Paramitha Dewi ., Ni Km Tian Kusuma d ., Ni Luh Maherni ., Ni Made Sri Witari ., Ni Md Mita Anggraeyani ., Ni Putu Ana Yuspidayanti ., Nilla Godvany ., Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. ., Putu Ayu Hana Indah Cahyani ., Siti Nurlailatul As Adah Aini, Harul Aisyaturradhiah . Anak Agung Alit Sanjaya . Arlina Pratiwi Asih, Sang Ayu Putu Sri Astari, Ni luh Umi Cahyani, Kadek Putri Cahyani, Made Novia Desak Nyoman Sri Yogini Desak Nyoman Sri Yogini . Dewa Ayu Putu Winda Suari . Dewa Ayu Putu Winda Suari ., Dewa Ayu Putu Winda Suari Dewa Gede Acharya G.P. . Dewa Gede Acharya G.P. ., Dewa Gede Acharya G.P. Dewa Putu Ramendra Dewi, Luh Listya Drs. I Nyoman Seloka Sudiara, M.Pd . Elly Khalimah . Gde Artawan Gede Gunatama Gede Wira Bayu Ginting, Dios Kaspari Gita Wulandari Harul Aini Hesty Wahyu Asima Holifatul Hasanah . Hurul Aini . I Dewa Gede Budi Utama I Gusti Ayu Agung Manik Wulandari I Kadek Rai Suwena I Made Astika I Made Tegeh I Nengah Martha I Nyoman Yasa I Wayan Artika I Wayan Wendra I Wayan Widiana Ida Ayu Putu Purnami Ida Bagus Made Ludy Paryatna Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd . Ika Fransiska Dewi . Ika Fransiska Dewi ., Ika Fransiska Dewi Indrawati, I Gusti Ayu Putri Indrawati K. Theresia Laksmi Savitri Kadek Adi Wira Permata . Kadek Agus Dwi Ermawan . Kadek Ayu Dwi Handayani . Kadek Wirahyuni Kemit, Esterina Meriahta Br Khairah, Muslimatul Komang Desy Fridayanti . Komang Indra Kurniawan . Komang Try Pradnya Paramitha Dewi . Lestari, Ni Kadek Suci Luh Ade Yuningsih Luh Ayu Tirtayani Luh Ekarini . M.Pd Drs. I Nyoman Seloka Sudiara . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . M.Pd S.S. Ida Bagus Rai . Made Sri Indriani Maria Made Iis Hermawati . Mila Sintia Mochamad Dana Irwantha . Muhammad Hasby Nengah Suandi Ni Kadek Ratih Vidiawati Ni Kadek Sri Wedari . Ni Ketut Suliavitri Niranjani Ni Km Tian Kusuma d . Ni Komang Cahayuningsih . Ni Komang Widya Santi Ni Luh Lina Agustini Dewi . Ni Luh Maherni . Ni luh Umi Astari Ni Made Ari Puja Astiti . Ni Made Ari Puja Astiti ., Ni Made Ari Puja Astiti Ni Made Ermadwicitawati Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Sri Witari . Ni Md Mita Anggraeyani . NI NENGAH RAMIANI . Ni Pt. Ayu Ratih Ni Putu Ana Yuspidayanti Ni Putu Ana Yuspidayanti . Ni Putu Ayu Nila Purmita Sari . Ni Putu Ayu Nila Purmita Sari ., Ni Putu Ayu Nila Purmita Sari Ni Putu Ayu Ratih . Ni Putu Gita Mertasih . Ni Putu Gita Mertasih ., Ni Putu Gita Mertasih Ni Putu Pande Trisna Yuni Paramitha . Nilla Godvany . Nova Avidia Ananda . Nova Avidia Ananda ., Nova Avidia Ananda Noviana, Putu Wiwin Paryatna, Ida Bagus Ludy Pratiwi, Arlina Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Putu Agus Sanjaya . Putu Ayu Hana Indah Cahyani . Putu Indra Christiawan PUTU LENNA AGUSTINI . Putu Sri Laksmi Dewi Raden Mohamad Herdian Bhakti Ratih, I Dewa Ayu Gede Suwari Ratih, Ni Pt. Ayu Resmawan, Kade Gita Satya Sang Ayu Putu Sri Asih Sang Ayu Putu Sriasih Santi, Ni Komang Widya SAP Sriasih Sarmita, Made Sintia, Mila Siti Nurlailatul As Adah . Suandi, Nengah Sulistianti, Mei Lia Surayani . Surayani ., Surayani Suwena, I Kadek Rai Tantri, Ade Asih Susiari Vidiawati, Ni Kadek Ratih Yogini, Desak Nyoman Sri Yudini, Devi Sandra Yuningsih, Luh Ade Yuspidayanti, Ni Putu Ana