Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI MOTIF KERAWANG GAYO PADA HIJAB SYARI Khairun Nisak; Fadhilah .; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerawang Gayo merupakan motif-motif ukir pada suku Gayo yang memiliki nilai dan sarat maknanya. Seiring dengan berkembangnya zaman, motif kerawang Gayo sudah banyak dimodifikasikan dari segi motif dan warna yang menarik sesuai dengan keinginan masyarakat. Tujuan penelitian mendesain motif kerawang Gayo pada hijab syari dan mengaplikasikan motif kerawang Gayo pada hijab syari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terapan yang dilaksanakan di laboratorium Tata Busana Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, FKIP Unsyiah. Objek penelitian adalah hijab syari dengan aplikasi motif kerawang Gayo. Proses pembuatan hijab syari dengan aplikasi motif kerawang Gayo adalah mendesain model hijab dan motif hijab, menjahit kerawang Gayo, menjahit hijab dan memasang payet pada hasil bordiran kerawang Gayo. Hasil penelitian penerapan motif pada dua model hijab syari dengan model pertama adalah model serut tali kiri dan kanan dengan pengaplikasian motif kerawang Gayo pada sekeliling hijab dan bagian belakang hijab. Sedangkan model kedua adalah model belahan bagian tangan dan kancing depan dengan aplikasi motif kerawang pada sekeliling hijab, bagian belahan lengan dan bagian belakang hijab. Simpulan penelitian ini adalah pengembangan hijab syari dapat diaplikasikan dengan motif kerawang Gayo. Dari kedua model yang dieksperimenkan, responden lebih menyukai hijab syari model I dengan warna hitam yang dipadukan dengan motif pucuk rebung, mata pune, sorak opat dan motif peger karena lebih terkesan tradisional namun tetap elegan.Kata Kunci: aplikasi, motif kerawang Gayo, hijab syari
APLIKASI TEKNIK SMOCK PADA PEMBUATAN TAS PESTA Siti Mawarni; Rosmala Dewi; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smock merupakan teknik menghias kain yang merupakan lipatan atau kerutan kain yang dijahit secara teratur sesuai pola yang telah didesain pada kain sehingga membentuk suatu kerutan yang bervariasi dan kreatif. Smock tidak haya diaplikasikan pada busana, tetapi sudah dikreasikan untuk tas dan lenan rumah tangga. Namun seiring perkembangan zaman penggunaan smock sebagai salah satu tehnik menghias kain sudah jarang dipakai bahkan kebanyakan masyarakat tidak mengetahui sama sekali tentang smock. Tujuan penelitian adalah mendesain tas pesta dengan kreasi sulaman smock dan mengaplikasikan sulaman smock pada tas pesta. Peneliti mengunakan metode penelitian eksperimen terapan. Lokasi penelitian dilakukan di laboraturium Tata Busana Prodi PPK FKIP Unsyiah. Objek dalam penelitian ini adalah tas pesta dengan aplikasi teknik smock. Adapun model pertama menggunakan kain sir dan model kedua mengunakan kain rosela dengan model yang berbeda. Proses pembuatan sulaman smock pada tas pesta adalah mendesain model tas dan motif, menjahit sulaman smock pada median kain menggunakan jarum tangan, proses menjahit tas yaitu menggunting kain yang sudah di smock sesui pola tas, meletakan bahan pengisi pada kain , menjahit badan tas dan butiran mutiara lalu lapisan, menjahit resleting dan memasang tali tas. Hasil penelitian telah mendesain dua model tas pesta dengan mengaplikasi sulaman teknik smock pada eksperimen model tas yang pertama dengan model teknik sirip ikan dan eksperimen ke dua dengan teknik model gelombang laut.Katakunci:Aplikasi,TeknikSmock,TasPesta
TEKNIK PEMBUATAN KEMEJA PRIA PADA ACEH MODA TAILOR BANDA ACEH Hayatun Nisa'; Rosmala Dewi; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tentang teknik mengambil ukuran kemeja pria, teknik membuat pola kemeja pria dan teknik menjahit kemeja pria pada Aceh Moda Tailor. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif Subjek ditentukan secara purposive sampling yang berjumlah 7 orang terdiri dari 5 orang pekerja (1 tenaga ahli dalam mengukur, 2 orang pembuat pola, 2 orang penjahit kemeja) dan 2 pelanggan dari Aceh Moda Tailor. Pengumpulan data dirangkum melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan melalui reduksi data, penyajian data, conclution data dan verification data. Hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa teknik mengambil ukuran kemeja pria pada Aceh Moda Tailor sangat sederhana. Ukuran-ukuran tubuh yang diukur untuk membuat kemeja pria yaitu lebar bahu, panjang baju, panjang lengan, lingkar siku, lebar badan, lebar pinggang dan lingkar leher. Pada Aceh Moda Tailor sistem pola yang digunakan yaitu pola yang digambar/dirancang langsung diatas kain dengan menggunakan sistem kontruksi yaitu teknik membuat pola yang patokan dasarnya ukuran tubuh seseorang dan pola badan bagian belakang berpedoman pada pola bagian depan, dan bagian lipatan kain dijadikan sebagai garis tengah pola lengan. Pada Aceh Moda Tailor suatu jahitan busana dilakukan/dikerjakan oleh satu orang dari awal sampai akhir dan tidak menggunakan sistem konveksi serta mengutamakan kualitas suatu produk pakaian yang rapi dan nyaman dipakai.Kata Kunci: Kemeja Pria, Aceh Moda Tailor, Teknik Menjahit
PERAN KOMUNITAS THE FLOATING SCHOOL DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS REMAJA DI PULO ACEH Elly Diana Putri; Rosmala Dewi; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran komunitas merupakan posisi atau kedudukan dalam menjalankan hak dan kewajiban bersama untuk mencapai suatu tujuan. Pemuda kini dituntut harus memiliki skill untuk keberlangsungan hidup. Khususnya di daerah kepulauan, yang mayoritas hidupnya bergantung pada hasil laut. Maka diperlukan peran dari komunitas sebagai wadah untuk menjembatani remaja yang tinggal di kepulauan agar dapat ikut serta dalam meningkatkan kreativitas. Hal ini sesuai dengan tujuan dari komunitas The Floating School yakni melayani pemuda kepulauan dalam mengembangkan kreativitas. Penelitian yang berjudul Peran Komunitas dalam Meningkatkan Kreativitas Remaja di Pulo Aceh, bertujuan untuk mengetahui peran komunitas The Floating School dalam meningkatkan kreativitas remaja di Pulo Aceh, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendorong dalam meningkatkan kreativitas remaja serta mengetahui manfaat yang diperoleh remaja di Pulo Aceh setelah mengikuti kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 3 remaja yang mengikuti kegiatan The Floating School, 2 warga yang mengetahui kegiatan tersebut dan 2 pengurus komunitas The Floating School. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil studi pustaka, observasi, dokumentasi dan wawancara yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, peran komunitas The Floating School dalam meningkatkan kreativitas remaja di Pulo Aceh adalah peran fasilitatif, peran edukasional dan peran teknis. Adapun faktor penghambat dalam meningkatkan kreativitas remaja di Pulo Aceh berupa minimnya sumber referensi, kurangnya pengadaan pelatihan dan ketersediaan kebutuhan yang sulit didapat, sedangkan yang menjadi faktor pendorong yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Adapun manfaat yang diperoleh remaja yakni mampu membuat berbagai macam kerajinan, mudah berinteraksi, serta menambah motivasi dalam menggapai cita-cita yang lebih variatif.Kata Kunci : Peran Komunitas, Kreativitas, RemajaPeran komunitas merupakan posisi atau kedudukan dalam menjalankan hak dan kewajiban bersama untuk mencapai suatu tujuan. Pemuda kini dituntut harus memiliki skill untuk keberlangsungan hidup. Khususnya di daerah kepulauan, yang mayoritas hidupnya bergantung pada hasil laut. Maka diperlukan peran dari komunitas sebagai wadah untuk menjembatani remaja yang tinggal di kepulauan agar dapat ikut serta dalam meningkatkan kreativitas. Hal ini sesuai dengan tujuan dari komunitas The Floating School yakni melayani pemuda kepulauan dalam mengembangkan kreativitas. Penelitian yang berjudul Peran Komunitas dalam Meningkatkan Kreativitas Remaja di Pulo Aceh, bertujuan untuk mengetahui peran komunitas The Floating School dalam meningkatkan kreativitas remaja di Pulo Aceh, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendorong dalam meningkatkan kreativitas remaja serta mengetahui manfaat yang diperoleh remaja di Pulo Aceh setelah mengikuti kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 3 remaja yang mengikuti kegiatan The Floating School, 2 warga yang mengetahui kegiatan tersebut dan 2 pengurus komunitas The Floating School. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil studi pustaka, observasi, dokumentasi dan wawancara yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, peran komunitas The Floating School dalam meningkatkan kreativitas remaja di Pulo Aceh adalah peran fasilitatif, peran edukasional dan peran teknis. Adapun faktor penghambat dalam meningkatkan kreativitas remaja di Pulo Aceh berupa minimnya sumber referensi, kurangnya pengadaan pelatihan dan ketersediaan kebutuhan yang sulit didapat, sedangkan yang menjadi faktor pendorong yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Adapun manfaat yang diperoleh remaja yakni mampu membuat berbagai macam kerajinan, mudah berinteraksi, serta menambah motivasi dalam menggapai cita-cita yang lebih variatif.Kata Kunci : Peran Komunitas, Kreativitas, Remaja
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DARING PADA MATA PELAJARAN PRAKARYA DI MASA PANDEMI COVID-19 Nailul Muna; Rosmala Dewi; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru dan siswa pada proses pembelajaran secara daring, dan mengetahui kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa pada materi Kerajinan Bahan Lunak Mata Pelajaran Prakarya selama proses pembelajaran daring di SMP Negeri 17 Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 5 orangterdiri dari 1 guru Prakarya dan 4 siswa. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran daring merupakan hal baru bagi guru dan siswa. Dalam penerapannya guru hanya menggunakan aplikasi whatsapp untuk proses pembelajaran daring, sehingga siswa kurang termotifasi karena kurangnya kesiapan tersebut. Kendala yang dihadapi oleh siswa adalah kesulitan dalam menyerap materi pembelajaran dan jaringan internet yang lemah sehingga link/tautan sulit diakses. Kendala yang dihadapi oleh guru, kesulitan dalam membimbing pada saat pengumpulan tugas oleh siswa dan terbatas menggunakan aplikasi pembelajaran daring. Disarankan agar ada kerjasama antara guru dan orangtua dalam menanamkan nilai-nilai moral, sikap dan karakter selama berlangsungnya proses pembelajaran daring.Kata kunci: Efektifitas, Pembelajaran Daring, Mata Pelajaran Prakarya
NILAI SIMBOLIS RAGAM HIAS PADA PAKAIAN PENGANTIN ACEH TAMIANG Munawwarah .; Fitriana .; Rosmala Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aceh Tamiang sebagai salah satu etnis yang berada di Aceh memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, perbedaan ini disebabkan sebagian penduduk Aceh Tamiang berasal dari etnis Melayu sehingga mempunyai perbedaan baik dari adat istiadat, bahasa, pakaian adat serta ragam hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi ragam hias pada pakaian pengantin Aceh Tamiang, mengetahui nilai simbolisnya serta penempatan ragam hias pada pakaian pengantin bagian atas dan bagian bawah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek sebanyak 4 orang terdiri dari 2 orang pengrajin kain songket dan 2 orang tokoh adat Aceh Tamiang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam hias yang terdapat pada pakaian pengantin Aceh Tamiang ada 5 motif terdiri dari motif pucuk rebung yang bermakna suatu harapan yang baik dalam kehidupan dan tetap memperjuangkan sesuatu yang baik dengan teguh pendirian, motif tampok manggis mempunyai makna kejujuran, motif bunga melati bermakna kecusian, motif biji timun bermakna mempunyai banyak manfaat dalam hidup serta mempunya sifat pemberani dan motif itik pulang petang bermakna kebersamaan, rukun dan saling membantu. Penerapan ragam hias pada pakaian pengantin laki-laki dan perempuan bagian atas dan bawah tidak ada perbedaan. Pada pakaian bagian atas terdapat 5 motif pakaian bagian bawah juga terdapat 5 motif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa makna yang terkandung dalam ragam hias pada pakaian pengantin Aceh Tamiang sangat penting karena mempunyai suatu harapan yang baik dan penerapan sifat yang baik untuk menjalani kehidupan yang ingin dicapai.Kata kunci : Nilai Simbolis, Ragam Hias, Pakaian Pengantin Aceh Tamiang
KREASI CELANA SARUNG PRIA DENGAN BAHAN DASAR LINEN DAN KATUN Zulfa Salina; Mukhirah .; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Celana sarung merupakan salah satu model celana yang berbentuk lebar dari bagian pinggang sampai kaki dengan tambahan selempang pada bagian depan dan belakang yang menyerupai sarung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model-model celana sarung yang sudah berkembang, menciptakan kreasi celana sarung dalam versi yang berbeda dan mengetahui tanggapan para konsumen brand fashion ija kroeng terhadap kreasi baru celana sarung. Penelitian menggunakan metode R D dengan pendekatan kualitatif. Subjek ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 10 orang konsumen dari brand fashion ija kroeng. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan celana sarung pada saat ini sangat bagus, fashionable dan tidak melupakan ciri khas Aceh dan responden mengharapkan adanya desain baru dari produk celana sarung sehingga ada beberapa pilihan model yang berbeda. Celana sarung telah didesain dengan 3 model, model I memiliki bentuk asimetris yaitu adanya perbedaan panjang pada bentuk selempang serta menggunakan bahan linen dan katun. Model II didesain dengan model yang lebih simpel, hanya menggunakan selempang pada bagian depan celana, dan model III didesain asimetris pada bentuk selempang celana. Responden menyukai desain celana sarung model III, karena desain model dan warna yang trendy. Kata Kunci : Kreasi, Celana Sarung Pria, Bahan Linen dan Katun
DESAIN MUKENA DENGAN GAYA TRENDI BERMOTIF TRADISIONAL KERAWANG GAYO Ayu Deswita; Rosmala Dewi; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mukena merupakan kain/selubung berjahit yang biasanya digunakan oleh muslimah di Indonesia untuk melaksanakan shalat. Mukena mengalami perubahan terus menerus yang semakin kaya akan ragam warna, bahan dan corak. Penelitian ini berupaya menciptakan sebuah inovasi dan kreasi baru pada mukena dengan mengaplikasikan motif kerawang Gayo. Pengaplikasian kerawang Gayo pada mukena juga sebagai bentuk mempertahankan budaya lokal dengan adanya teknologi dan ilmu pengetahuan dapat dijadikan sebagai jembatan untuk kreativitas melestarikan budaya lokal. Kerawang Gayo merupakan ragam hias atau motif hias yang diukir pada kain. Penelitian bertujuan untuk mengetahui motif-motif kerawang Gayo yang diterapkan pada mukena, mendesain mukena trendi dengan mengaplikasikan motif kerawang Gayo dan mengkontruksikan desain mukena dengan mengaplikasikan motif kerawang Gayo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen terapan (applied research). Objek dalam penelitian ini adalah mendesain dan menjahit produk mukena bermotif kerawang Gayo. Kerawang Gayo diaplikasikan pada bagian dada, atasan dan bawahan (rok) serta pada tempat lainnya yang dapat menambah keindahan terhadap mukena yang diciptakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, motif yang diterapkan pada ke lima mukena kerawang Gayo adalah pucuk rebung, sarak opat, puter tali, peger, emun berangkat, rumet meuriti dan tapak sleman. Hasil penelitian telah mendesain lima model mukena dengan aplikasi motif kerawang Gayo, dan menjahit satu stel mukena trendi yang terdiri dari atasan mukena dan bawahan (rok)Kata Kunci : Mukena, Motif Kerawang Gayo
PERSEPSI MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNSYIAH TERHADAP METODE PEMBELAJARAN INTERACTIVE SKILL STATION DAN SEVEN JUMPS Adinda Devanti; Rosmala Dewi; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Mahasiswa FKep tentang metode pembelajaran Interactive Skill Station dan Seven Jumps dan keefektifitasan metode pembelajaran Interactive Skill Station dan Seven Jumps sebagai model pembelajaran dikelas. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian adalah Mahasiswa FKep Unsyiah angkatan 2016, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Total Sampling dengan jumlah 94 orang. Analisis data menggunakan Skala Likert dengan uji SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (50%) responden menyatakan setuju dengan penerapan metode pembelajaran Interactive Skill Station dan Seven Jumps dapat meningkatkan pemahaman materi, sikap, dengan kelebihannya dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dan sebagian besar (50%) responden menyatakan kefektivitasan metode pembelajaran ini dapat diterapkan pada pembelajaran dikelas. Dengan mengetahui langkah-langkah metode pembelajaran Interactive Skill Station dan Seven Jumps, diharapkan metode ini dapat diterapkan pada Kosentrerasi Tata Busana prodi Pendiikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Unsyiah pada mata kuliah yang menyangkut teori dan praktikum supaya dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam mencari sumber-sumber belajar lainnya untuk dipelajari agar dapat meningkatkan kreatifitas dan tidak terfokus pada materi yang diberikan oleh pengajar.Kata kunci : Persepsi Mahasiswa, Metode Interactive Skill Station, Metode Seven Jumps
UPACARA PERNIKAHAN ADAT GAYO (SINTE MUNGERJE) DALAM PELESTARIAN NILAI BUDAYA DI KABUPATEN ACEH TENGAH Fathanah .; Fitriana .; Fikriah Noer
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adat pernikahan di Aceh Tengah memiliki beberapa tahapan prosesi upacara pernikahan yang masih dilakukan secara adat, namun ada beberapa tahapan yang sudah mulai ditinggalkan atau tetap dilaksanakan tetapi sudah tidak sesuai sebagaimana mestinya. Hal ini dikarenakan adanya faktor kemajuan teknologi, perubahan zaman yang semakin berkembang pesat dan modern. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahapan proses upacara pernikahan adat Gayo di Aceh Tengah dan mengetahui makna simbolis dari tahapan proses upacara pernikahan adat Gayo yang dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, obesrvasi dan dokumentasi serta studi kepustakaan untuk melengkapi informasi yang telah ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mengetahui dan memahami tentang prosesi upacara pernikahan adat Gayo di Aceh Tengah, mulai dari awal perkenalan, adat munginte (melamar), teniron (permintaan khusus), I serahen ku guru (diserahakan kepada tengku), mujule mas (mengantar benda khusus), berguru (belajar), pakat sara ine (musyawarah satu ibu), munyipen ni janame (mempersiapkan mahar), bejege (menyelenggarakan keramaian), begenap sudere (musyawarah saudara), mujule bai (mengantar pengantin laki-laki ke rumah keluarga perempuan) dan mujule beru (mengantar pengantin perempuan ke rumah keluarga laki-laki) serta mah kero opat ingi (membawa nasi 4 hari). Dari semua tahapan upacara tersebut terdapat makna simbolis yang maknanya mengandung nilai-nilai yang baik untuk kehidupan. Ada kesamaan dengan beberapa daerah lain di Aceh. Namun yang sangat utama adalah batil (cerana tempat untuk perlengkapan sirih) yang bermakna untuk menjalin silaturahmi.Kata kunci: Prosesi Pernikahan, Adat Gayo, Aceh Tengah